RENUNGKANLAH SAUDARAKU...!        
Abdul Karim Germanus, Legenda Muslim Hungaria
"Islam satu saat nanti akan memperlihatkan keajaibannya pada saat dunia mulai diliputi oleh kegelapan." (Abdul Karim Germanus) Dr. Abdul Karim Germanus (1884-1979) adalah seorang orientalis terkemuka asal Hungaria dan juga seorang akademisi yang telah mendunia. Perjalanan spiritual Abdul Karim Germanus (dulu bernama Julius Germanus) mencari Islam menyita hampir separuh perjalanan hidupnya. Dia menghabiskan sepanjang hidupnya untuk mempertahankan Islam dan bahasa Arab. Selepas melewati masa-masa sulit semasa remaja dan lepas dari belenggu tradisi, dia kemudian tertarik untuk mempelajari Islam. Germanus menggambarkan kisah keislamannya itu sebagai “bangunnya sebuah kehidupan baru.” Disebutkan, awal perkenalannya dengan Islam adalah di Turki pada saat menjadi mahasiswa di sana. Kemudian, dia pergi ke India untuk mengajar di sana, pada masa Perang Dunia I. Dan di negeri Bollywood itulah dia mengucapkan dua kalimah syahadah. Selepas bertugas di India Germanus kembali ke Hungaria dan diangkat sebagai profesor di sana. Dia sering beradu argumentasi dengan para profesor dan orientalis Hungaria, terutama tentang kebenaran Islam. Berikut kisah perjalanan hidup salah satu legenda Muslim di Hungaria ini yang diambil dari beberapa sumber. *** Awal perjalanan Germanus lahir di Budapes, ibukota Hungaria pada tahun 1884 dan dibesarkan dalam nuansa Kristen taat. Segera setelah lulus dari Universitas Budapes, dia memutuskan untuk mengambil spesialisasi bahasa Turki. Selanjutnya pada tahun 1903 dia pergi ke Istanbul. Dia diterima di Universitas Istanbul dan mengambil program studi bahasa Turki. Selama bertahun-tahun tinggal di sana akhirnya dia menjadi fasih baik dalam hal percakapan, membaca maupun menulis. Selama di Istanbul, Germanus juga belajar Al-Quran berikut terjemahan dalam bahasa Turki. Itulah perkenalan awalnya dengan Islam. Dengan kemampuannya yang tinggi dalam membaca terjemahan Al-Quran berbahasa Turki, membuatnya mudah memahami Islam langsung dari sumber aslinya. Tak hanya itu, dia juga membandingkan terjemahan dalam beberapa bahasa lainnya. Sebuah upaya yang lazim dilakukan oleh misionaris Kristen untuk mengkaji kelemahan Islam. Namun Germanus justru tertarik dengan Islam. Termotivasi dengan kebenaran agama Islam, dia memutuskan untuk melakukan penelitian yakni menelusuri apa saja yang telah ditulis oleh orang-orang Kristen tentang Islam dan membandingkannya dengan sumber aslinya yaitu Al-Quran dan Sunnah Nabi. Dia melakukan berbagai upaya. Misalnya dengan membaca terjemahan kitab-kitab hadis dalam rangka mempelajari perkataan-perkataan Nabi Muhammad SAW. “Bertengkar” dengan profesor Germanus kembali ke Hungaria dan berjumpa dengan beberapa eks profesornya di Universitas Budapes. Mereka punya reputasi hebat sebagai orientalis. Namun sering menyampaikan pemikiran-pemikiran yang menyimpang tentang Islam. Germanus berdebat dengan para profesor itu. Dia menceritakan karakter sesungguhnya dari sosok Nabi Muhammad SAW. Uraiannya didasarkan pada berbagai hadis yang dia ketahui. Setelah puas “bertengkar” dengan para profesornya, Germanus memutuskan belajar bahasa Arab lebih mendalam lagi. Germanus memang punya bakat besar di bidang bahasa. Buktinya, dalam jangka waktu singkat dia sudah mahir berbahasa Arab. Belum puas, dia juga belajar bahasa Persia. Tahun 1912, Germanus diangkat sebagai profesor bahasa Arab, Persia dan Turki di Hungarian Royal Academy di Budapes. Dia juga mengasuh mata kuliah Sejarah Islam. Selanjutnya dia memimpin Department of Oriental studies pada Budapest University of Economics. Bersyahadah di India Pada tahun 1928, setelah bekerja beberapa lama di University of Budapest, sastrawan dan penerima Nobel terkemuka asal Bangladesh (dulu masih bernama India -red) Rabindranath Tagore (1861-1941) mengundang Germanus untuk mengajar sekaligus memimpin program Islamic Studies di Visva-Bharati University. Germanus bermukim di India selama beberapa tahun dan disana pula dia menemukan cahaya Islam. Prosesi syahadahnya berlangsung di Mesjid Agung Delhi dan dia berganti nama menjadi Abdul Karim. Universitas tempat dia bekerja tak mendiskriminasikannya gara-gara masuk Islam. Bahkan dia mendapat kelonggaran, misalnya untuk menunaikan shalat Jumat ke mesjid. Keinginan Germanus yang kuat untuk mendalami Islam dan menyelami sifat-sifat khas Muslim telah mempertemukannya dengan salah satu pujangga Islam tersohor asal Pakistan yakni Muhammad Iqbal. Rasa ingin tahu Germanus yang begitu tinggi hingga dia sering terlibat pembicaraan hingga berjam-jam lamanya. Tak hanya itu, mereka juga sering berdiskusi tentang aktifitas para orientalis dan misionaris Kristen. Germanus dan Iqbal punya pandangan berbeda tentang aktifitas misionaris Kristen. Menurut Germanus, propaganda yang disebarkan oleh para misionaris Kristen di Eropa sebagai sebuah masalah pelik yang mengkhawatirkan. Sementara Iqbal justru melihat masalah sesungguhnya ada pada orang Islam sendiri. Iqbal menyebut kesatuan Muslim yang lemah yang membuat Islam mudah diombang-ambing. Belajar bahasa Arab klasik Kecintaan Germanus pada bahasa Arab telah membawanya ke Kairo, tempat dimana dia kemudian belajar bahasa Arab klasik. Satu ketika, pada saat pertama kali menjejakkan kakinya di pelabuhan Alexandria, dia mengaku sangat terkejut dengan respon yang diberikan oleh penduduk setempat. Mereka pada tertawa mendengar bahasa Arab Germanus. Bukan apa-apa, karena dia berbicara dengan menggunakan bahasa Arab klasik atau kuno! Mereka, warga Alexandria, berbincang dengan memakai dialek setempat hingga Germanus tak mampu mencerna apa yang mereka ucapkan. Kontan dia merasa marah dan berteriak lantang, “Saya kemari untuk belajar bahasa Al-Quran dari Anda! Kenapa kalian justru menertawakan dan mengejek saya?” Selama di Mesir, Germanus menjalin hubungan erat dengan penulis terkenal negeri kuda nil itu yakni Mahmoud Timour. Mahmoud bahkan menulis tentang perjalanan Germanus mencari Islam dalam bukunya Behind the Veil (Dibalik Hijab) yang berisi kumpulan kisah-kisah pendek. Dia menyebut Germanus seorang teman yang baik, yang memiliki kecakapan bahasa Arab demikian mengagumkan. Menurut Mahmoud, Germanus memainkan peranan yang penting dalam menjaga dan melestarikan bahasa Arab klasik. Begitulah, akhirnya Germanus benar-benar mencapai tingkat kemahiran yang tinggi dalam tata bahasa Arab (baca: Al-Quran). Dia selanjutnya kembali ke kampung halaman dan menjadi profesor di Universitas Budapes bidang sejarah dan kebudayaan selama hampir 40 tahun lamanya. Dia banyak mempublikasikan hasil-hasil pemikirannya, terutama tentang kebangkitan bahasa Arab klasik di dunia Arab. Obsesinya adalah membangkitkan kembali kejayaan bahasa Arab klasik yang mati suri selama sekian lama. Impiannya, satu saat nanti semua negara-negara Arab bisa bercakap dengan format bahasa Arab yang seragam hingga akan mengikat kesatuan di antara mereka serta tumbuh kecintaan akan warisan budaya dan sejarah Arab yang begitu tinggi. Menentang sikap orientalis Sepanjang perjalanan karir akademisnya, Germanus berperang melawan orientalis di Eropa. Dalam berbagai penjelasan, dia selalu menyampaikan argumentasinya berdasarkan data dan fakta serta rasional. Begitupun dia selalu mendapat tentangan, bahkan menjurus permusuhan. Akibatnya sering berselisih pendapat dengan para orientalis lain. Bahkan dia dipecat oleh pihak universitas dengan alasan kelakuan yang tidak pantas. Sebaliknya dengan para mahasiswa bimbingannya, meskipun Germanus dicap berseberangan pemikiran dengan para orientalis, mereka tetap mendukung ide-ide yang dibawanya. Mereka menghargai pekerjaannya dan melihat buah karyanya punya pengaruh yang besar secara akademis, di Barat dan dunia Islam. Karena dukungan para mahasiswa itu pula dia masih masih bisa tetap menjadi staf pengajar di universitas. Naik Haji Di Hungaria, Germanus berusaha keras memberikan pencerahan kepada Muslim di negerinya, yang kala itu berjumlah antara 1000 hingga 2000 jiwa. Dia mendirikan sebuah organisasi guna menjembatani hubungan antara Islam dengan pemerintah. Misinya kala itu adalah membawa Islam agar diterima sebagai salah satu agama resmi di Hungaria. Tahun 1935 Germanus menunaikan rukum Islam kelima dan menjadi satu dari sedikit Muslim Eropa yang berangkat ke Mekkah pada masa itu. Tahun 1939 dia menunaikan ibadah haji untuk kali kedua. Bahkan kisah perjalanan rohaninya ke Mekkah dirangkumnya dalam sebuah buku berbahasa Hungaria yang cukup terkenal berjudul Allahu Akbar! Buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Germanus menikah dengan seorang perempuan Eropa yang dulunya beragama Kristen. Setelah beberapa lama, sang istri akhirnya memeluk Islam dengan disaksikan oleh Syekh Ahmed Abdul Ghafur Attar, seorang penulis dan akademisi Islam terkenal. Publikasi Islam di Eropa Germanus aktif berdakwah melalui tulisan. Dia menulis tentang Islam di pelbagai media di Eropa. Dalam sebuah artikelnya dia pernah menulis bahwa Islam satu saat nanti akan memperlihatkan keajaibannya pada saat dunia mulai diliputi oleh kegelapan. Germanus bisa disebut sebagai jenius bahasa. Buktinya dia menulis banyak buku, diantaranya The Greek, Arabic Literature in Hungarian, Lights of the East, Uncovering the Arabian Peninsula, Between Intellectuals, The History of Arabic Literature, The History of the Arabs, Modern Movements in Islam, Studies in the Grammatical Structure of the Arabic Language, Journeys of Arabs, Pre-Islamic Poetry, Great Arabic Literature, Guidance From the Light of the Crescent (a personal memoir), An Adventure in the Desert, Arab Nationalism, Allahu Akbar, Mahmoud Timour and Modern Arabic Literature, The Great Arab Poets, dan The Rise of Arab Culture. Germanus yang meninggal pada 7 Nopember 1979 mengabdikan dirinya untuk Islam sepanjang lebih kurang 50 tahun. Begitulah, kisah sang legenda yang tak lekang oleh zaman. Dia dikenang hingga kini sebagai salah satu legenda Muslim di Hungaria. [www.hidayatullah.com]
          RENUNGKANLAH SAUDARAKU SEMUA        
Ruqayyah Waris Maqsood, Menulis Hingga Nafas Berakhir
Ia mendapat ijazah dibidang Teologi Kristen. Namun pengetahuan Kristen-nya yang begitu mendalam menjadikan dia mencintai Islam. Ingin terus menulis hingga akhir hayat Ruqayyah Waris Maqsood dilahirkan pada tahun 1942 di kota London, Inggris. Ruqayyah merupakan salah satu penulis buku-buku Islam paling produktif. telah menghasilkan lebih dari 30 buku berkenaan dengan Islam. Buku-bukunya termasuk best seller dan menjadi referensi serta rujukan di berbagai negara. Awalnya dia dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan. Nama asalnya ialah Rosalyn Rushbrook . Dia memperoleh ijazah dalam bidang Teologi Kristen dari Universitas Hull tahun 1963. Pengetahuan Kristennya begitu mendalam hingga dia menulis beberapa buah buku, tentang Kristen. Tapi rupanya, karena pengetahuannya yang begitu mendalam tentang Kristen pula yang menyadarkannya. Ia dapati ajaran Kristen telah banyak menyimpang, terutama yang berkaitan dengan konsep Trinitas. Akhirnya tahun 1986, diusia 44 tahun, dia memeluk Islam. Tahun 2001 dia dianugerahkan Muhammad Iqbal Awards karena sumbangannya yang tinggi dalam pengembangan metodologi pengajaran Islam. Bahkan Maret 2004 Ruqayyah terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita berprestasi di dunia. Berikut rangkuman kehidupannya dikutip dari berbagai sumber. Orang beriman tak takut dengan penderitaan hidup; tak takut dengan kematian; juga tak takut dengan kehidupan setelah dunia ini; karena Allah bersama mereka. Mereka tak sendirian, Allah selalu menemani dan membimbingnya. Allah itu nyata, Dia menyayangi kamu. Dia mengetahui semua kesukaran yang kamu hadapi dalam perjuangan. Bahkan, jika kamu berbuat salah, Dia masih tetap mencintaimu.モ ~Ruqayyah Waris Maqsood~ Bait-bait kalimat di atas menggambarkan betapa teguhnya hati seorang Ruqayyah. Bait penuh makna itu diadopsinya dari ayat-ayat suci Al-Quran. Dia memang menumpukan setiap tulisannya dengan memasukkan petuah-petuah dari Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW. Ruqayyah Waris Maqsood yang diilahirkan tahun 1942 di London, Inggris, pada ada usia 8 tahun telah jadi seorang anak yang memiliki komitmen yang tinggi dengan Kristen sebagai hasil dari panggilan hatinya. Setelah menamatkan program sarjana ilmu teologi (1963) dan master bidang pendidikan (1964) dari Universitas Hull, dia selama hampir 32 tahun mengelola program studi ilmu-ilmu keagamaan di berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Inggris. Dia menikah dengan penyair Georg Morris Kendrick pada tahun 1964. Dari perkawinannya dengan Georg mereka memiliki dua orang anak, Daniel George lahir 1968 dan Frances Elisabeth Eva lahir 1969. Tahun 1986 pasangan itu bercerai. Tahun itu pula masuk Islam dan tahun 1990 menikah lagi dengan pria keturunan Pakistan, Waris Ali Maqsood namanya. モSaat ini Islam dicap sebagai agama bermasalah. Sangat tidak adil. Karena itu saya berupaya menulis untuk memperbanyak literatur-literatur Islam. Harapa saya agar, melalui tulisan-tulisan itu, dapat membantu memperbaiki atmosfir yang kurang berpihak ke Islam,ヤ cetusnya. モSaya sangat tertarik menggeluti sejarah Islam, terutama tentang kehidupan wanita-wanita di sekitar Nabi Muhammad. Saya acapkali meng-counter kampanye anti Islam yang mendiskreditkan wanita Muslim,ヤ kata dia. Best seller Mau tahu seberapa produktifnya dia? Catat saja, sewaktu masih bernama Rosalyn Rushbrook dia menghasilkan 9 buah buku yang umumnya berisi isu agama. Dan satu volume buku kumpulan puisi. Lalu selepas hijrah ke Islam, dia menghasilkan sekitar 30 buah buku. Saat ini dia memiliki 9 buah buku yang masih dalam proses penerbitan. Dia juga menulis berbagai artikel di majalah maupun koran yang berkaitan dengan Islam dan Muslim. Salah satu sumbangannya yang paling penting bagi komunitas Islam adalah The Muslim Marriage Guide (Petunjuk Pernikahan bagi Muslim). Buku itu menjadi rujukan dan direkomendasikan, tidak saja untuk pasangan yang akan menikah namun juga bagi mereka yang telah lama mengarungi bahtera rumah tangga. Bagi kalangan non Muslim, terutama yang sedang mendalami Islam, tentu saja buku Ruqayyah menjadi referensi yang sangat berharga. Dalam buku yang bernilai tinggi itu dia menggambarkan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dilengkapi dengan petunjuk, tatacara dan hukum perkawinan. Tak hanya dia juga menguraikan bagaimana pertalian suami istri dalam hal warisan dan sejenisnya. Jadi sangat terpadu dan lengkap. Ruqayyah pernah diundang oleh Hodder Headlines untuk menulis buku Islam for the World Faiths (Islam bagi Penganut Agama se-Dunia). Saat ini buku itu telah dicetak sebanyak tiga kali dan termasuk salah satu buku best seller. Tak hanya buku-buku kategori モberatヤ, dia juga menulis buku-buku tentang bimbingan konseling bagi remaja Islam. Juga ada beberapa buku saku, antara lain; a Guide for Visitors to Mosques, a Marriage Guidance booklet, Muslim Womenメs Helpline. Bukunya di Indonesia banyak diterbitkan oleh Mizan. Misalnya Menciptakan Surga Rumah Tangga. Lalu buku bimbingan untuk remaja berjudul Menyentuh Hati Remaja. Buku itu mengulas seputar solusi untuk mengatasi problema-problema remaja. モMengapa hidup kita di dunia ini kadang-kadang berlalu dalam keadaan sulit. Ada cerita terkenal tentang seorang petani Afrika yang menanam rami. Ia harus menanamnya dalam keadaan yang sulit, dengan kondisi tanah yang mematahkan punggung dan dengan sedikit hujan untuk menyiraminya. Ketika ia pindah ke tempat yang iklimnya lebih bersahabat, ia membawa beberapa tanaman rami tersebut, dengan pikiran bahwa tanamana ini akan mudah tumbuh di tempat yang baru. Ya, tanaman itu memang tumbuh, besar, hijau dan subur; tetapi ketika ia mencabut batang itu untuk mengeluarkan seratnya, ternyata batangnya tidak berisi serat kecuali ampas. Tanaman itu memerlukan kondisi sulit untuk mengembangkan kekuatan batangnya,ヤ tulis Ruqayyah dalam buku bimbingan remajanya, dengan perumpamaan yang gampang dimengerti remaja dan juga memberi motivasi hidup. Silabus Islam モSaya juga diminta menulis buku teks yang dipakai secara luas di Inggris selama hampir 20 tahun. Buku-buku teks itu dipakai oleh kalangan pribadi, muallaf, dan pelajar-pelajar sekolah umum dan madrasah. Tidak saja di Inggris tapi juga di beberapa negara lainnya,ヤ begitu katanya. Ya, memang Ruqayyah juga sibuk menulis buku-buku teks yang banyak dijadikan rujukan. Ia membantu mengembangkan silabus bagi pelajar sekolah agama, bekerjasama dengan dinas pendidikan setempat. Silabusnya tergolong unik, dibuat khusus agar pelajar mandiri. Jadi, tanpa guru atau fasilitas tetap bisa jalan. Silabusnya dirancang untuk pelajar sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menariknya lagi, bisa dipakai untuk pendidikan formal, non formal, misal di rumah, bahkan juga di penjara. Pokoknya untuk dimana saja. Menjadi tutor jarak jauh (distance learning) untuk Asosiasi Peneliti Muslim (AMR) adalah aktifitas lainnya. Aktifitas mengajarnya juga padat. Banyak negara telah disambanginya, diantaranya AS, Kanada, Denmark, Swedia, Finlandia, Irlandia dan Singapura. Ruqayyah juga mengajar di beberapa universitas yang ada di Inggris seperti Oxford, Cambridge Edinburg, Glasgow dan Manchester. Juga mengajar di School of Oriental and Arabic Studies di London. Atas aktifitas dan jasanya itu ia menerima Muhammad Iqbal Award tahun 2001 atas kreatifitasnya dalam mengembangkan pembelajaran Islam. Dialah muslim pertama Inggris yang pernah menerima anugerah bergengsi tersebut. Tak hanya itu, Maret 2004 Ruqayyah terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita berprestasi di dunia. Dalam ajang pemilihan Daily Mailメs Real Women of Achievement, dia termasuk satu dari tujuh orang wanita berprestasi dalam kategori keagamaan. Menulis dan Terus Menulis Majalah Islam, Emel pernah menanyakan adakah ia merasa lelah dengan seabrek aktifitasnya itu serta bagaimana membagi waktu menulis dan mengurus rumah tangga, misalnya di kesibukannya dengan para cucunya. モSaya sangat ketat dengan waktu. Bertahun-tahun saya menjalani itu dan sudah jadi irama hidup saya, hingga semua jadi mudah. Saya biasanya menulis malam hari. Kala semua telah tidur, hingga tak ada yang mengganggu saya. Jam 4 pagi saya bangun untuk shalat subuh. Selepas itu saya tidur sejenak hingga jam 8 pagi. Beraktifitas lagi dan siangnya saya ambil waktu untuk istirahat,ヤ ujarnya. モKerja saya sehari-hari ya menulis. Kini ada lebih dari 40 buku telah diterbitkan. Belum lama saya telah menyelesaikan satu manuskrip yang sangat tebal tentang Kehidupan Rasulullah SAW. Buku berjudul モThe Life of Prophet Muhammadヤ itu diterbitkan oleh Islamic Research Institute of Islamabad tahun 2006 silam,ヤ katanya. Tentang pembajakan buku-buku, Ruqayyah mengaku sedih dengan tingginya kasus pembajakan buku terutama di negara-negara Islam. モKenyataan saat ini banyak buku-buku Islam yang dibajak dan pembajaknya adalah orang Islam sendiri. Sedih bukan? モ ujarnya risau. Tentang Yesus Dia memiliki pengetahuan Kristen begitu mendalam. Dengan pengetahuannya itu Ruqayyah bergerak atas inisiatif sendiri mencari kebenaran berdasar kajian-kajian ilmiahnya. Namun akhirnya dia meninggalkan agamanya itu setelah bergulat bertahun-tahun dalam pencarian atas pertanyaan-pertanyaannya tentang konsep teologi Trinitas. Dia tak menemukan apa-apa. Jadi Ruqayyah memeluk Islam murni berdasar latar belakang pengetahuannya dan kajian mendalam tentang ajaran ketuhanan, baik dalam Islam dan Kristen. Seperti kebanyakan muallaf lainnya, dia menyebut dirinya telah モkembaliヤ menjadi Muslim. Kini dia memperjuangkan Islam lewat tulisan dan buku-bukunya. Dalam sebuah wawancara dengan sebuah media, dia ditanya perihal konsep Islam tentang Nabi Isa yang dalam ajaran Kristen disebut Yesus. モDi negara Barat ada ajaran ilmu etika berinti pada cinta dan kasih Tuhan dan tolong menolong sesama manusia. Itu semua diajarkan juga oleh semua nabi termasuk di dalamnya, tentu saja, Nabi Muhammad SAW. Kami orang Islam juga meyakini Nabi Isa sebagai salah satu nabi yang diutus Allah,ヤ kata Ruqayyah. モSebelum Nabi Isa datang, nabi-nabi terdahulu membawa ajaran Yahudi. Kami juga beriman dengan nabi-nabi terdahulu yang diutus kepada umat-umat sebelum Islam datang, Yahudi adalah salah satu agama samawi juga. Nabi Isa datang membawa ajaran Kristen itu kami yakni juga. Kemudian Nabi Muhammad diutus Allah membawa ajaran Islam dan tugas Isa AS telah selesai, Jadi tidak seperti dipahami ajaran Kristen dengan konsep Trinitasnya yang menyatakan Yesus itu anak Tuhan. Dia memang dilahirkan dari seorang ibu, Maryam. Tanpa ayah. Jadi jangan lantas disebut sebagai anak Tuhan. Itu kuasa Allah. Jika Allah katakan モjadiヤ, maka jadilah,ヤ imbuhnya lagi. Apakah Nabi Muhammad diutus karena misi Nabi Isa dianggap telah gagal? Demikian cocoran pertanyaan menohok media tersebut. モKami tidak beriman dengan itu, bahwa misi Nabi Isa gagal. Kami beriman, dia (Isa AS) adalah salah satu utusan Allah yang terbaik bagi umatnya. Contoh dan tunjuk ajarnya ditiru oleh jutaan pengikutnya kala itu. Jika kemudian, umatnya rusak, itu bukannya karena ajaran atau misi Isa AS itu rusak lantas dikatakan gagal. Lalu untuk menyelamatkan umatnya, menghapus dosa umatnya, Isa digambarkan (dalam Kristen) mengorbankan dirinya dengan disalib. Tidak begitu. Inilah yang saya katakana ajaran Kristen telah menyimpang dari aslinya,ヤ terangnya. Cyber counsellor Salain menulis, kesibukan lainnya adalah sebagai seorang konselor. Melalui internet, ia aktif menjawab dan membantu konseling. モKegiatan lain saya adalah mengasuh bimbingan konseling online melalui e-mail hingga dijuluki sebagai cyber councellor. Tiap hari sedikitnya ada 50 e-mail yang saya terima. Kebanyakan berasal dari orang-orang minta nasehat, karena masalah budaya, perkawinan, dan bahkan masalah ketuhanan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang dalam masa pencarian, mereka ingin tahu apa itu Islam. Bahkan ada juga dari orang yang bermaksud menyerang Islam. Kami saling bertukar pendapat. Banyak juga e-mail berisi pengaduan-pengaduan yang sifatnya sangat pribadi. Saya ini persis seperti モibu atau tanteヤ bagi mereka dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pribadi,ヤ ungkap Ruqayyah senang. Begitupun dia mengaku sedikit sedih dengan kenyataan masih banyak kalangan Islam yang bertingkah laku kurang baik. Tidak Islami. Hingga merusak wajah Islam sendiri. モSebagai contoh di Barat, banyak anak-anak muda Arab dan Asia yang bergaul bebas dengan gadis-gadis kulit putih tanpa memperhatikan kaedah Islam. Sedihnya lagi, ada yang sampai mengandung tanpa ikatan agama. Seringnya si wanita kemudian masuk Islam. Memang baik, tapi saya kira ini bukan jalan menuju Islam yang benar,ヤ keluhnya. Begitulah, Ruqayyah kini mengisi hari tuanya di sudut kota London dengan menulis, mengasuh para cucunya, disamping juga berbagi ilmu keislamannya dengan non muslim melalui dialog antar umat beragama. Dia menyisihkan waktunya berkunjung ke sekolah-sekolah dan gereja untuk menjelaskan Islam dan memberikan pengetahuan dasar-dasar Islam. Dia berjuang keras menyadarkan berbagai pihak dengan berbagai latar kehidupan yang berbeda agar dapat saling menghargai. [Zulkarnain Jalil/www.hidayatullah.com]
          WAKTU-WAKTU TERKABULNYA DO'A        
Waktu-Waktu Terkabulnya Do'a
Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:
الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدمحين يسأل يغضب
“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”
Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لكعلى ما كان منك ولا أبالي
“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai. Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّالَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya,karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan.
BerdoaDi Waktu Yang Tepat
Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Sepertiga Malam.

Rasulullah saw. bersabda: “Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.” Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.” Imam Ahmad menambah:“Itu terjadi di setiap malam.”

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir.
Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْيَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur(akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan”

(QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليلالآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘”

(HR. Bukhari no.1145,Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat,sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwaAllah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberijulukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya. Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

2. Saat Sujud.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أقرب ما يكون العبد منربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

3. Ketika Adzan Berkumandang.

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda:
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهمبعضا
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang”

(HR. Abu Daud, 2540,Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata:“Hasan Shahih”)

4. Antara Adzan dan Iqamat.

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءةأو قال في الصلاة
“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).
Selain itu, orangyang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras diwaktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan olehRasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.
5. Ketika Bertemu Musuh.
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah olehAllah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits berikut:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهمبعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

6. Ketika Hujan Turun.

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada AllahTa’ala:
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolakpada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun”

(HR Al Hakim, 2534,dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

7. Potongan Waktu Akhirdi Hari Jum’at.

Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لايوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه .وأشار بيده يقللها
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852dari sahabat Abu HurairahRadhiallahu’anhu)
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.
Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim,853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).
Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاهالله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
“Dalam 12 jam hariJum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza WaJalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR.Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.
8. Doa Seseorang UntukSaudaranya Tanpa Sepengetahuan Saudaranya.
Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali Malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”
9. Hendaknya KetikaTidur Dalam Kondisi Dzikir, Kemudian Ketika Bangun Malam Berdoa.
Dari Muadz bin Jabaldari Nabi saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci, kemudian ketika ia bangun di tengah malam, ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah pasti mengabulkannya.”
10. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عندلقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim,no.1151)

Keberkahan lain diwaktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa,sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطروالإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528,Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu,jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذاأفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401,dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرتبرحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa inisebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذاأفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni,innaka antas samii’ul ‘aliim”

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

11. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an.Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِشَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلةليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnyaengkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi,3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

12. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أيالدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidakdisyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوااللَّهَ

“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.

13. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجدالفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاءبين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيهافأعرف الإجابة

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali,yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتينالظهر والعصر

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

14. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah,yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa,baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi,3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih AtTirmidzi)

15. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah,2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih IbniMajah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa.Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.
          Jadilah Engkau Ahlul Mujahadah        
Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan, orang-orang yang berhak mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ itu, tidak mudah. Tentu untuk mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ itu memerlukan mujahadah dan tajarrud (totalitas). Mujahadah dengan segala jiwa dan raganya agar mencapai maqam yang hendak dituju. Tidak mungkin hanya dapat dicapai dengan bentuk raganya, tanpa jiwa dan bathinnya ikut bermujahadah.
Diantaranya, golongan pertama yang berpendapat, bahwa ibadah yang paling utama dan paling bermanfaat, ialah yang paling berat dan paling sulit atas jiwa. “Karena ia paling jauh dari hawa nafsu, dan merupakan hakikat ta’abud. Pahala diberikan berdasarkan kadar kesulitannya.” Seperti diriwayatkan dalam sebuah hadist, “Amal yang paling utama ialah yang paling sulit dan paling melarat.”
Mereka ini adalah ahlul mujahadah dan orang-orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Di tengah-tengah beratnya godaan, yang terus-menerus dialami dengan segala bentuknya, dan mereka dapat selamat dari semua godaan, tanpa sedikitpun tersentuh oleh godaan dan hawa nafsu yang datang dari setan. Golongan ini, berkata, “Sesungguhnya jiwa hanya dapat lurus dengan ibadah yang sulit dan berat, karena jiwa mempunyai karakter malas, dan menyukai kerendahan dan kehinaan. Ia tidak dapat menjadi lurus, kecuali dengan melakukan hal-hal yang berat dan memikul kesulitan.”
Meninggalkan segala kenikmatan, kemewahan, angan-angan akan keindahan dunia, harta yang banyak , semuanya harus dipupus. Selain itu, harus meninggalkan orang-orang yang selalu menawarkan kenikmatan, keindahan, pangkat, serta buaian wanita-wanita yang cantik, dan dengan segala bujukan keindahan dan kenikmatan yang selalu ditawarkannya. Semuanya itu hanyalah akan mendera jiwa dan bathinnya,dan tak akan dapat membuat dirinya mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budi wa Iyyaka Nata’in”.
Tidak mungkin dapat mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ bagi jiwa dan bathin orang-orang yang terus menerus hidupnya dipenuhi dengan khayalan dan dikotori oleh kehidupan dunia, yang tidak pernah henti-henti. Kehidupan dunia hanyalah ambisi orang-orang yang lalai, dan tidak menyukai maqam ‘Iyyaka Na’budu”, karena hakikatnya mereka tidak lagi mempercayai janji dari Allah Azza Wa Jalla. Mereka ini hanyalah menjadi budak dunia, dan kemudian berwala’ (memberikan loyalitasnya) kepada hamba-hamba setan.
Bagi mereka yang menginginkan maqam ‘Iyyaka Na’budu’, hanya dapat dicapai dengan melakukan hal-hal yang berat dan memikul kesulitan. Kesulitan dan beban berat yang harus dipikul, pasti akan bermunculan dalam kehidupan ini, terutama bagi mereka yang ingin mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’, karena tantangan dalam kehidupan jahiliyah, yang tak lagi mengenal batas-batas, yang sudah ditetapkan dalam Qur’an dan Sunnah. Kencintaan pada hawa nafsunya telah membawa mereka meninggalkan segala kebaikan yang bersifat fitrah yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla kepada mereka.
Bagi mereka yang ingin menggapai maqam ‘Iyyaka Na’budu”, orientasi hidup mereka hanyalah mencari ridho Allah. Tidak mencari ridho makhluk termasuk manusia. Ketika, ibadah utama di masa jihad adalah mengutamakan jihad, dan meninggalkan wirid-wirid, seperti shalat malam, dan puasa sunah pada siang hari, bahkan sampai meninggalkan kesempurnaan shalat fardhu seperti dalam kondisi aman. Mereka pergi berjihad di jalan Allah Rabbul Alamin.
Karena mereka tahu bagi mereka yang memiliki maqam ‘Iyyaka Na’budu’, nilai berjihad itu lebih utama, dan akan janji Allah Azza Wa Jalla, di mana akan memasukkan ke dalam surga-Nya, tanpa melalui hisab, bagi mereka yang mati syahid. Betapa indahnya kehidupan bakal digapai kelak di akhirat.
Bagi mereka yang ingin mendapatkan maqam ‘Iyyaka Na’budi’, lebih menyukai bangun malam, melakukan shalatul lail, membaca Qur’an, berdo’a, berdzikir, beristighfar, meninggalkan segala urusan saat datangnya adzan, melaksanakan shalat fardhu dengan penuh ikhlas, dan pergi ke masjid-masjid shalat berjamaah. Mereka tetap shalat berjamaah dalam kondisi apapun. Tidak sekali-kali masbukh. Masjid sebagai ‘Baitullah’ lebih utama dari segalanya. Tidak berarti apapun baginya, kecuali hanya masjid yang berharga bagi kehidupannya, di mana setiap saat sesuai dengan ketentuan Rabbnya, dan selalu melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Saat orang-orang membutuhkan pertolongan baik jabatan, fisik, maupun harta, maka ia akan segera memberikan pertolongan, dan berpikir panjang tentang pribadinya, dan mensegerakan kepentingan dari saudaranya yang tertimpa musibah.
Ketika membaca Qur’an, tak ada lagi yang diingatnya, karena Qur’an itu adalah ‘Kalamullah’, dan membaca dengan sepenuh hati, memahami makna-maknanya, dan berjanji melaksanakan semua perintah-Nya. Seperti generasi Salaf, yang terus melaksanakan apa saja, yang diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla, sehingga mereka mendapatkan kemuliaan dan kejayaan.
Ketika, menjelang hari terakhir di bulan Ramadhan, ia tinggalkan semunya, dan beri’tikaf di masjid-masjid, dan hanya mengharapkan datangnya maghfirah dari Rabbnya. Tidak lagi menyibukkan diri dengan kehidupan dunia, yang justru akan merusak hari terakhir puasa, yang akan membawanya kepada golongan muttaqin.
Mencapai maqam ‘Iyyaka Na’budu’ sebuah perjuangan yang sangat berat bagi manusia. Karena manusia selalu digoda oleh hawa nafsunya, dan sifat malasnya untuk melakukan kebaikan dan mencintai Rabbnya.
Manusia jahiliyah hidupnya hanyalah dipenuhi dengan berebut sekerat kehidupan dunia, yang diakhirat menjadikan mereka golongan yang merugi. Wallahu’alam.
                  
SERANGAN DDoS, CYBERMOSLEM.NET MAMPU BERTAHAN
REP
Muhibbuddin Al Insaniyah
| 14 Agustus 2010 | 11:48
71
4
Nihil.

Sejak dirilis pada tanggal 1 Agusus 2010,Cybermoslem.net sudah dibanjiri dengan register-register baru yang semakin hari semakin melimpah. Dari banyaknya pengguna baru yang berbondong-bondong masuk, ternyata disinyalir oleh admin cybermoslem sendiri, ada sebuah “serangan rudal” dari “pesawat tak berawak” yang dikendalikan dari luar negeri, yang sengaja atau tidak memang hendak membuat rusuh suasana aksesing terhadap cybermoslem.

“…akhirnya CMnet lumpuh selama hampir semalaman (jum’at, 13 Agustus 2010). Setelah seharian di serang secara bertubi dengan sistem serangan ddos yang membuat jaringan kami menjadi sangat sibuk”, demikian menurut admin cybermoslem dalam blognya.

Serangan DoS (Denial of Service) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam suatu jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut. Serangan DoS ini berlangsung satu lawan satu, satu penyerang melawan satu akun pengguna yang valid dan aktif, dengan penyerangnya menggunakan peralatan komputer yang canggih, serta dukungan host yang handal, sehingga target sasaran bisa kacau aksesingnya. Serangan DDoS ( Distribution DoS) merupakan serangan DoS yang “diselenggarakan” secara “rombongan” dan konspiratif menggunakan banyak komputer handal dan kuat, menyerang server sasaran, sehingga server “dipaksa” untuk tidak dapat memberikan pelayanan akses bagi pengguna.

Kondisi awal downtime sebenarnya sudah penulis rasakan dan terdeteksi oleh penulis pada sekitar lebih kurang jam 16.00 WIB, hari Jumat tanggal 13 Agutus 2010 kemarin, dan penulis seketika itu langsung memberikan sinyal “hati’hati” ke pihak admin bahwa ada “kemungkinan” upaya penyerangan oleh hacker ke server cybermoslem. Jawaban admin sangat sederhana, “Allah yang akan menolongnya“.

Situasi server lumpuh total terjadi semalaman dari mulai lebih kurang jam 19.30 WIB. Setelah sholat tarawih, penulis menutup akun di cybermoslem beberapa jam kemudian. Sebenarnya, pada Jum’at, 13 Agustus 2010, dari pagi sampai sore, akses ke cybermoslem.net masih stabil. Tetapi mulai malam sekitar jam 19.30 WIB lebih, pada saat pengguna dan saat sebagian besar member CMnet sedang sholat Tarawih. dan akses ke cybermoslem.net mulai ada kendala dan beberapa waktu kemudian lumpuh total.

Cybermoslem masih mampu tegak bertahan, tidak terjadi kehancuran dan kematian total, sehingga pada tanggal 14 Agustus 2010 sudah bisa normal kembali. Diperkirakan serangan akan berulang-ulang, tetapi Insya Allah, serangan DDoS dan serangan bentuk lainnya teramat berat dan kecil kemungkinan membunuh cybermoslem.

Memperhatikan berita di atas, penulis teringat serangan terhadap www.millatfacebook.com (jejaring sosial di Pakistan), yang sampai sekarang akhirnya web tersebut mengalami kelumpuhan dan tidak dapat diakses. Gambar di bawah ini adalah kondisi “bangkai” terakhir pada Sabtu, 14 Agutus 2010.

Kondisi "Bangkai" terakhir MillatFacebook.com. Adminnya masih berusaha hidup kembali.

Millatfacebook.com diciptakan oleh pemuda Pakistan, pada akhir Mei 2010 yang lalu, khusus untuk memberi alternatif bagi jejaring sosial mania di Pakistan dan penduduk dunia lainnya, setelah terjadinya “gempa bumi Facebook” yang menggemparkan dunia dengan munculnya halaman propaganda “Everybody Draw Mohammed Day”.

Terlepas dari alasan apapun pendiriannya, seharusnya netter tidak menganggap bahwa hadirnya jejaring baru sebagai ancaman sehingga melakukan serangan-serangan terhadap server ataupun apapun yang berafiliasi ke jejaring tersebut. Melihat gambar millatfcebook di atas, sepertinya admin millatfacebook asalnya menggunakan server di wilayah Amerika Serikat. Letak server inilah yang akan memberikan kemudahan lalu lintas bagi penyerang.

Perbedaan dengan millatfacebook, cybermoslem memiliki server yang berada di Indonesia. Sehingga serangan-serangan apapun bisa diketahui sejak dini, kemudian menyiapkan pertahanan dan benteng yang handal dan kuat, agar serangan semacam DDoS tidak terulang kembali. Serangan apapun terhadap jejaring, bentengpertama dalam pertahanan di garda server. Jika servernya kuat dan handal, insya Allah semuanya lancar-lancar.

Serangan susulan bisa saja dan akan terjadi, tetapi dengan server berada di Indonesia, serangan tersebut tidak akan sampai melumpuhkan cybermoslem, sehingga bernasib sama seperti millatfacebook.com.

Penulis tidak akan membuat andaian siapa yang menyerang. Tetapi yang jelas, adalah pihak yang dirugikan atau yang akan dirugikan. Siapa pihak yang dirugikan dengan adanya cybermoslem, penulis memberikan “gambaran kemungkinan” ciri-cirinya, sebagai berikut :

  1. Web jejaring sosial yang memegang mainstream di Indonesia, dengan jumlah pengguna sekarang inimencapai sekitar 500 juta di seluruh dunia. Jejaring ini merasa sudah memiliki Indonesia, sudah mendakwa menjadi penyantun melalui kerjasama dengan beberapa penyedia layanan telekomunikasi yaitu dengan penyediaan “akses gratis” bagi pelanggannya.
  2. Adanya serangan dari pihak yang tidak suka ada nama jejaring berlabel “Islam” atau “Moslem”menjadi populer, apalagi memiliki potensi mengalahkan mainstream yang sudah ada. Adanya cybermoslem, besar atau kecil akan mulai membersihkan label umat Islam yang sekarang ini seakan menjadi sarang teroris. Cybermoslem menjelaskan kepada dunia bahwa umat Islam juga sebenarnya mampu dan bisa menjadi pelopor bagipersahabatan dan dengan gaya hidup Teknologi Informasi, berbaur bersama semua orang dari berbagai negara, ras dan agama, dengan menjunjung nilai perdamaian dan kemanusiaan. Dengah kata lain, serangan terhadap cybermoslem ini, adalah serangan terhadap nilai kemanusiaan dalam diri cybermoslem, yang jelas-jelas bermaksud damai dan santun serta beradab membuka silaturrohim dan persahabatan bersama berbagai jenis umat manusia di bumi ini.

Penulis tidak menyebut bahwa penyerang adalah “musuh Islam” walaupun semua jejaring yang diserang adalah didirikan dan terutama untuk umat Islam. Mereka lebih cenderung sebagai uji coba ketahanan dan reaksi atas hadirnya cybermoslem yang menggemuruh.

Bagi kita orang Indonesia, kita wajib berbangga dengan kerja saudara kita Dola Indra Putra Agam, yng sudah sedemikian hebat membuat jejaring sosial sendiri, untuk dipersembahkan bagi bumi pertiwi Indonesia dan umat Islam dunia. Jejaring yang berkode Joomla ini bebas dipergunakan oleh siapapun.

Mempertimbangkan akan adanya serangan-serangan berikutnya, harapan penulis, melalui tulisan ini, nantinya ada tokoh nasional Indonesia, baik dari kalangan pemerintahan, maupun Non Government Organisation (NGO) bisa segera memberikan dukungan moral dan material bagi kelangsungan cybermoslem, jejaring kebanggaan Indonesia, sehingga cybermoslem bisa menjadi number one di Indonesia, mengalahkan jejaring produk import luar negeri.

sumber :

http://sn.cybermoslem.net/blogs/viewstory/163

http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_DoS


          Google for Education presents: Google RISE Awards!        

Google for Education just opened applications for the Google RISE Awards, a $10-25k USD grant given to nonprofit organizations globally that give girls and underrepresented students access to computer science through extracurricular outreach programs. In 2015, 37 organizations from 17 countries received RISE Awards for projects ranging from programming clubs in Johannesburg to workshops on CS and music production in San Francisco. 

chromebooks.JPG
Learning about CS promotes valuable problem solving skills that students can apply to any field of study. Unfortunately, many students have a negative perception of what CS is and who it’s for. By partnering with nonprofits that are providing students with access and exposure to CS, we hope to change this perception and encourage more students to pursue CS. We’ve been inspired by the creativity and passion we’ve seen from our past RISE awardees, and this year we’re excited to expand the reach of the RISE awards by opening two rounds of funding applications for nonprofit organizations. 

The RISE Awards are now accepting applications through February 19, and more information on the application process is listed on our website. Visit g.co/csedu to learn more about Google’s other CS resources, including our CS teacher professional development awards, Computer Science for High School (CS4HS), which is also currently accepting applications for the 2016 year.


          Besplatna slika        



Salam sejahtera buat smue :) Okay mlm nie nia terasa nk ckp psl isu bertudung.. Dlm dunia Islam kita hari ni, kita lihat wanita-wanita Islam mmg bermacam ragamnya.. Soal tudung labuh, tudung singkat dn malas bertudung tu kita tolak ke tepi dulu. Skrang apa yg kita nak bincangkan di sini ialah topik bertudung di mana-mana sahaja.. Ada dlm kalangan kita yg mengaku bertudung tetapi, sayang seribu kali sayang... tk ramai yg menghargai tudung itu sendiri. Mengapa masih ada yang tidak bertudung bila ada tetamu dtg ke rumah? Okay, kalau betullah malas sgt nk pkai tudung, then duduk sahaja lah dalam bilik. Anak dara memang tak digalakkan tayang muka pun betul tk? Tapi klau dh parents panggil suruh keluar, rasanya bukan satu beban untuk memakai tudung. Ya, nia tahu mmg agak susah nk buat semua ni sebenarnye memandangkan kita berada di rumah kita sendiri, jadi kita rasa mcm tudung dh tk perlu pakai lg. Cuba kita renung balik, apa bezanya kita dgn org free hair klau kita tk pkai tudung bila ade tetamu dtg?

Satu lagi issue is when kita balik kampung. Tahukah kita apa hukum aurat kita dengan 'lelaki' yang mengahwini ibu saudara kita? (maksudnye bukan bapak saudara yg betul2)... Tahukah kita apa hukum aurat kita dengan sepupu-sepupu lelaki kita yang sudah baligh? Haa...rasanya masih ramai yg belum tahu. Nia terkejut bila dengar ade lgi org yg berusia 25 tahun tapi kata aurat dgn sepupu lelaki tk pe tk tutup rambut pun, sedangkan kita semua tahu sepupu itu adalah lelaki yang boleh kita kahwini.. Maka, hukum aurat jelaslah di situ. Jadi, bila balik kampung, terutamanya bila semua sanak saudara berkumpul time raya, masyaAllah... lagilah susah nk bertudung sepnjang masa betul tk? Tapi... klau kita langsung tk latih diri kita dari sekarang, bila lg? Jgn anggap benda ini remeh kerana ini mungkin menjadi penghalang kita utk masuk syurga kelak.. Fikir2kan lah.. Emm, cuba tgk balik gambar tudung instant yg nia letak kt atas ni.. Inilah tudung paling simple yg paling senang utk pkai. Korang cume perlu sarung je kt kepala.. So, tk de lah membebankan sgt betul tk? Haa, inilah ujian Allah buat kaum Hawa yg kita smua selalu sgt ambil remeh. Klau boleh, lepas ni, bila balik kampung, cuba-cuba lah kekal bertudung wlaupun 24 jam stay kt kampung tu.. Nia tahu mmg kampung korang tu mcm rumah korang..sbb tu korang tk kisah nk bukak tudung ke ape, ye lah cousin2 tu smue pun dh mcm adik beradik korang.. Tapi ingt, hukum tetap hukum.. :)

ADVICE FOR TODAY : Jadikan tudung itu sebagai teman setia anda, insyaAllah banyak hikmahnya..

          Merlin confirmed nesting in Illinois for the first time!        
BirdsMerlin by John Picken

Merlin. Photo Â© John Picken / www.picken.com

Last week, the Field Museum Bird Collection received a batch of specimens from Willowbrook Wildlife Center, a wildlife rehabilitation facility in the Chicago suburbs that has been a long-time partner of ours. Not every animal that enters the rehab facility survives, and when they don't, they end up as research specimens at the Field Museum. Among the specimens was a hatchling raptor that was picked up alive, but underweight and in poor health, by Willowbrook volunteer Hans Lim on July 22 in Mt. Prospect, in northwest Cook County. Despite Willowbrook's efforts, the bird didn't survive. The bird was so young that it still had some of its natal down and its primaries were not fully grown, indicating that it couldn't fly, or at least couldn't fly far. The bird, understandably, was originally thought to be a Broad-winged Hawk (Buteo platypterus), a local and uncommon breeding species in northeast Illinois, but not unheard of. It's a species that we infrequently add to the collection, averaging fewer than one per year from Illinois over the last decade (almost all of which came to us from Willowbrook). Even rarer is getting such a young bird, even though all birds, raptors included, have high rates of mortality in their first year of life.

merlin_chick_img_1762_hanslim.jpg

Merlin chick in Mt. Prospect, Illinois
This Merlin chick seemed to have fallen out of nest. It was in poor health and was taken to Willowbrook Wildlife Center, but it didn't survive. It represents the first nesting record for the state of Illinois. Photo by Hans Lim.

Because of the specimen's rarity, we prioritized it for preparation. As I walked through the prep lab on Wednesday, I saw it sitting out, waiting for Tom Gnoske to prepare it as a study skin. But it immediately struck me as off for a Broad-winged Hawk. Upon closer inspection, I realized it was a Merlin!

Merlin (Falco columbarius) is a small falcon that typically breeds in the boreal forests well to our north and has never before been confirmed nesting in Illinois. However, they have been seen a few times in summer in the state in recent years and they've been expanding their breeding range south in recent decades. Over that same period of time, much like Cooper's Hawk and Peregrine Falcon, they have been adapting to urban landscapes. Many birders predicted that it wouldn't be long before Merlins were confirmed breeding in Illinois, and it has finally happened. In the 2013 volume of the Illinois state ornithological journal, Meadowlark, Steven D. Bailey discussed this very scenario:

One species that appears to have Illinois in its crosshairs for expanding its breeding range southward is the boreal-nesting Merlin...This year [2012], two Merlins were well-documented with photos, both in July, and one as far south as central Illinois. As I write this, a female and two juvenile Merlins have been discovered at Pokogan State Park in Indiana near its border with Michigan, likely representing that state’s first nesting record. Merlins showed the largest increase in population in a recent study group of boreal-nesting bird species (Niven et al. 2004), and the species has made a fairly rapid movement into urban and suburban city breeding locales over a large part of their range relatively recently (Warkentin et al. 2005), including agricultural and urban areas of nearby Wisconsin (Cutright et al. 2006). In Ontario, Canada, only one urban nesting Merlin was found during their first breeding bird atlas project in 1986, but by the time their next atlas project was completed in 2006, the Merlin had become the most common breeding raptor in some Ontario cities, including Ottawa (Cadman et al. 2007). Illinois birders should be on the lookout for nesting Merlins in the years to come. They don’t build their own nests but often choose old American Crow (and so also likely old Cooper’s Hawk nests), often near water, especially wetlands.

Merlins have become more common in winter in Illinois, as well, and no doubt they will be found nesting again in our state. In Massachusetts, for example, Merlin was first found nesting in 2008, and has since become a regular breeding species there. In the case of the Mt. Prospect nest, just one young bird was found on the ground. Given that the average number of chicks per nest is 3.5-4 (Sodhi et al. 2005), we can hope its siblings survived and will come back to breed in the area next year. 

merlin_crop_img_3678_engel.jpg

Merlin chick in the prep lab
The Merlin chick in the Field Museum's prep lab, before being prepared as a research specimen. In the photo you can see the remaining fluffy white natal feathers as well as the partially-grown primaries. Photo by Josh Engel.

Thanks to Hans Lim for providing photos of the bird and details about the circumstances around picking it up, Ron Skleney for providing additional details, and John Picken for providing the banner image. 

Literature cited

Bailey, S.D. 2013. Field Notes: The 2012 Breeding Season. Meadowlark: A Journal of Illinois Birds. 22: 9-44. 

Cadman, M.D., D.A.Sutherland, G.G. Beck, D. LePage, and A.R. Couturier (eds.). 2007. Atlas of the Breeding Birds of Ontario, 2001-2005. Toronto: Birds Studies Canada et al. 706 pp. 

Cutright, N.J., B.R. Harriman, and R.W. Howe (eds.). 2006. Atlas of the breeding birds of Wisconsin. Madison: Wisconsin Society for Ornithology. 602 pp.

Niven, D.K., J.R. Sauer, G.S. Butcher, and W.A. Link. 2004. Christmas Bird Count provides insights into population chance in land birds that breed in the boreal forest. American Birds. 58: 10-20. 

Warkentin, I.G., N.S. Sodhi, R.H.M. Espie, A.F. Poole, L.W. Oliphant, and P.C. James. 2005. Merlin (Falco columbarius). The Birds of North America (P.R. Rodewald, Ed.). Ithaca: Cornell Lab of Ornithology; Retrieved from The Birds of North America: https://birdsna.org/Species-Account/bna/species/merlin/ DOI: 10.2173/bna.44

 

 

 


          Hábitos que ajudam a emagrecer        

Olá, Divas! Tudo bem?
Quanto tempo, depois de tantas festas, de férias, muita praia e sol.
Apesar ainda estarmos no verão e bebermos muito mais líquido e comermos comidas mais leves, que tal aproveitarmos para começarmos adquirir hábitos muito mais saudáveis para o resto do ano também?
Hábitos estes que podem ajudar a emagrecer, depois de um período de muita comilança, que é necessário a desintoxicação no organismo.




Confiram o post completo na A Confraria das Divas

          Elevando a autoestima na luta contra o câncer        
Tudo bem, Divas?
Como foi o fim de ano? Tenho certeza que passaram lindas e arrasando!
Já estava com saudades da companhia de vocês! E que tal, para começar o ano de 2017, que já chega com muita esperança que vai ser bem melhor que 2016, falarmos de autoestima?
Mas, dessa vez, quero falar da autoestima para as mulheres em geral, de todas as idades que estão enfrentando ou já enfrentaram uma doença. Doença essa que infelizmente apareceu com muita força em 2016: o câncer.  Principalmente o de mama.
Nunca tive tantos conhecidos e amigos com essa doença como no último ano e sabemos o quanto ela prejudica a autoestima. Então, vamos juntas ver o que podemos fazer para melhorar isso. Para você, Diva que está passando por isso ou conhece alguém que está, aí vão, com muito carinho, as dicas!
Confiram no site da  A Confraria das Divas



          Como ter uma alimentação saudável no fim de ano        
Olá, Divas! Como estão?

Prontas para as festas?

As festas de fim de ano começam pouco antes do natal, com as confraternizações e amigos secretos. Portanto, a época em que estamos nos preparando para ficar em forma, acabamos abusando com tanta comida e bebida. Queremos estar Divas para usar o biquíni ou aquele vestido lindo para o Reveillon, não é?!
Mas também queremos aproveitar das festas sem culpa, então vamos juntas descobrir como podemos festejar saudavelmente?

Confiram no site da A Confraria das Divas



          Banana e seus benefícios – Incorpore a banana na sua dieta        

banana e seus benefícios

Banana e seus benefícios

Banana e seus benefícios: Não é só pelo seu rico sabor, mas também tem muitos benefícios para a saúde, a banana é uma fruta que não pode faltar na sua dieta, você pode adotar fazendo sobremesa de banana em diferentes maneiras. A banana ajuda a combater a depressão, inúmeras doenças e otimiza o funcionamento do nosso cérebro. Por isso e muito mais eu vou mostrar-lhe alguns benefícios dessa fruta.

benefícios da banana

Banana ajuda a prevenir o Câncer

Estudos dizem a banana contém uma substância química natural que ajuda a prevenir vários tipos de câncer. Quanto mais maduro, melhor a banana.

Banana ajuda a relaxar o corpo

Sim, você ouviu, acredite ou não, a banana contém uma proteína que o corpo converte em serotonina para ajudar a relaxar o corpo e a sua mente. Mais uma razão para você incorporar na sua dieta.

Você pode gostar também:

Os benefícios de banana

 

Banana é livre de gordura, colesterol e grande fonte de Potássio

Banana não contém gordura ou colesterol, é um substituto ideal para a manteiga ao fazer cookies, para torná-los mais saudáveis. Também contém um elevado teor de potássio. O potássio é bom para o bom funcionamento dos músculos e nervos, bem como manter um equilíbrio saudável de fluidos no corpo.

Você tem todas as razões felizes para incorporar banana em sua dieta. Comer em bolos de banana, Pudim de Banana, smoothies, lanches para o café ou sobremesa.

O post Banana e seus benefícios – Incorpore a banana na sua dieta apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Muffin de banana com gotas de chocolate        

Muffin de banana

Que tal aderir muffin de banana com gotas de chocolate na sua dieta. Além disso, a receita vai no liquidificador, não leva farinha e muitos nutrientes saudáveis como banana, aveia e mel.

receita de muffin de bananaMuffin de banana 6 (2)

 

Como fazer muffin de banana

Você quer aprender como fazer muffin de banana. Então confira a nossa receita que é muito fácil de preparar.

Muffin de banana 8


Ingredientes:

  • 2 1/2 de xícara (chá) de aveia
  • 3 bananas
  • 2 ovos
  • 2 iogurte grego 100g cada
  • 3 colheres  (sopa) mel
  • 1 ½ colher de chá fermento químico
  • 1 pacote de gotas de chocolate 80g

Modo de preparo:

  1. Preaqueça o forno elétrico 180ª
  2. Misture todos os ingredientes no liquidificador (menos chocolate em gotas)
  3. Bater até a massa ficar homogênea
  4. Em seguida misture com a colher 70% do chocolate em gotas
  5. Coloque nas forminhas e coloque o restante das gotas de chocolate por cima
  6. Asse por 20 minutos
  7. Retire do forno e espere esfriar

 

Muffin de banana 5Muffin de banana 1 Muffin de banana 2 Muffin de banana 3 Muffin de banana 4


Viu como é fácil de preparar? Essa receita de muffin rende mais ou menos 12 bolinhos.

Você pode gostar:

Salvar

O post Muffin de banana com gotas de chocolate apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Receitas com banana        

Receitas com banana

As receitas de banana é uma opção prática e saborosa para você preparar em casa. Elas levam ingredientes simples, ou seja, baratos e fáceis de comprar e ainda possuem propriedades saudáveis. Embora existam muitas variações, os doces de banana possui um objetivo especial: tirar proveito do maravilhoso sabor dessa fruta tropical tornando ainda mais irresistível. A maioria das receitas de banana é uma ótima opção de lanche ou sobremesa. Acompanhe a seguir o passo a passo de todas as receitas com banana:


Bolo de banana de liquidificador

Receitas com banana: Quer fazer bolo de banana rápido de liquidificador? Então confira a receita:

bolo de banana 11

bolo de banana ingredientes

Como fazer Bolo de Banana

Modo de preparo do Bolo

1. Coloque no liquidificador os ovos, o óleo, o açúcar e, por último, o leite. Bata bem todos os ingredientes, até obter uma mistura homogênea.

2. Acrescente, aos poucos, a farinha de trigo no liquidificador ligado. Por fim, adicione o fermento. Reduza a velocidade do liquidificador e bata apenas para que a massa possa incorporar o fermento.

3. Prepare o caramelo para o seu bolo de banana. Para fazer isso, basta colocar o açúcar para derreter em uma panela e depois juntá-lo com água quente. Deixe a calda engrossar.

4. Unte uma assadeira com margarina e farinha de trigo. É importante que o modelo seja sem furo central.

5. Despeje o caramelo por toda a forma untada, espalhando uniformemente.

6. Corte as bananas em fatias compridas e coloque-as sobre o caramelo.

7. Adicione a massa à assadeira e leve o bolo para assar, em forno médio pré-aquecido, por cerca de 40 minutos.

8. Pronto! Agora é só esperar amornar para desenformar. Quando você virar o bolo de cabeça para baixo, as bananas vão ficar por cima. Salpique canela e corte em pedaços para servir.

Não esqueça: O ideal é desenformar morno e ao tirar do forno virar com um prato para que escorra a calda.

Bolo de Banana Passo a passo

Quer mais dicas para fazer o seu bolo de banana? Assista ao vídeo abaixo e veja uma outra versão do Bolo de Banana:

[embed width="550" height="700"]https://www.youtube.com/watch?v=lJ2eA4s50qg&feature=youtu.be[/embed]


Bolo de banana caramelizado

bolo de banana caramelizado

Aprenda como fazer um bolo de banana caramelizado, umas das receitas com banana que pode ser servida no lanche da tarde para toda a família. Além do modo de preparo ser bem simples e rápido, os ingredientes utilizados nessa receita também são baratos e fáceis de encontrar. Segue o passo a passo!

bolo de banana caramelizado ingredientes

Como fazer bolo de banana

1- Inicie a receita preparando a massa. No recipiente da batedeira, coloque o açúcar, a margarina e as gemas. Misture os ingredientes com uma colher e, em seguida, bata bem.

2- Acrescente o leite à massa e bata por mais alguns minutos.

3- O próximo passo é colocar a farinha de trigo, aos poucos, para não dificultar o trabalho da batedeira.

4- O preparo da massa do bolo não para por aí. Você deve juntar as claras em neve e, por último, o fermento em pó. Bata bem os ingredientes, até obter uma massa homogênea. Reserve.

5- Agora chegou a hora de fazer a calda. Coloque o açúcar e a água em uma panela, depois, leve esses ingredientes ao fogo médio. Mexa até obter uma consistência de caramelo. O ideal é deixar ferver a calda por 10 minutos.

6- Providencie uma assadeira retangular. Unte-a com a calda caramelizada, distribuindo a mistura uniformemente.

7- Corte as bananas no sentido comprido e distribua as fatias sobre a superfície com caramelo da assadeira.

8- Despeje a massa sobre as bananas fatiadas.

9- Leve o bolo para assar em forno médio (180 graus) por 30 minutos.

10- O último passo da receita consiste em desenformar. Enquanto o bolo ainda estiver morno, vire-o sobre um prato e dê leve batidinhas no fundo da assadeira.


 Doce de banana

sobremesa de banana

Doce de banana é uma maravilhosa sobremesa. Mais um para a listinha de receitas com banana. Confira o passo a passo desse delicioso doce.

doce de banana ingredientes

Receita de doce de banana

Modo de Fazer a calda:

  1. Descasca as bananas, corta em rodelas não muito finas.
  2. Caramelize o açúcar em uma panela e coloca a água para fazer a calda.
  3. Coloca as bananas e deixe ferver por pouco tempo.
  4. Deixe em um prato e reserve.

Modo de Fazer creme:

  1. Coloque todos os ingredientes numa panela (com exceção da maisena), mexer sempre até ferver.
  2. Acrescentar a maisena (diluída em um pouco de leite) e continuar mexendo para não criar bolas. Ao ponto de bem cremoso e consistente, desligar.
  3. Despejar sobre as bananas que estão no prato.

Suspiro:

  1. Bater as 3 claras em neve, em seguida 6 colheres (sopa) de açúcar e fazer merengue para suspiro.
  2. Despejar sobre o creme e fazer picos colocando uma colher aleatoriamente e puxando para cima.
  3. Colocar em forno médio somente para dourar os picos do suspiro. (o forno médio é em torno de 140c)

Depois de gelado sirva a sobremesa de banana. Sua família vai adorar. Você tem todas as razões felizes para incorporar banana em sua dieta com receitas de banana. Comer em bolos de banana, Pudim de Banana, smoothies, lanches para o café ou sobremesa.


Sorvete com banana Sautée

sorvete com banana sautée

sorvete com banana sautée ingredientes

Modo de Preparo:

  1. Coloque uma frigideira grande, aqueça a manteiga e doure a banana.
  2. Junte o açúcar, a água, o suco de limão e o cardamomo.
  3. Deixe cozinhar até formar uma calda encorpada.
  4. Sirva quente com sorvete de creme. Sua família vai adorar.

 

O post Receitas com banana apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Torta de banana fácil        

Receita de torta de banana

A torta de banana é uma opção prática e saborosa para você preparar em casa. A receita fica pronta em apenas alguns minutos e leva ingredientes simples, ou seja, baratos e fáceis de comprar e ainda possui propriedades saudáveis. Embora existam muitas variações, a torta de banana possui um objetivo especial: tirar proveito do maravilhoso sabor dessa fruta tropical. A massa normalmente é uma farofa leve e crocante, que combina perfeitamente com o recheio molhadinho. Sem falar que existe a possibilidade de trabalhar com uma calda caramelizada para tornar a torta ainda mais irresistível.

[caption id="attachment_3395" align="alignnone" width="502"]Aprenda a preparar uma deliciosa torta de banana. (Foto: Divulgação) Aprenda a preparar uma deliciosa torta de banana. (Foto: Divulgação)[/caption]

Como fazer torta de banana

A torta de banana é uma ótima opção de lanche ou sobremesa. Acompanhe a seguir o passo a passo da receita:

Ingredientes:

  • 8 bananas nanicas
  • 1 xícara de açúcar
  • 1 colher de sopa de fermento
  • 2 xícaras de farinha de trigo
  • 100g de margarina
  • 1 e ½ copo de leite
  • Canela em pó a vontade
  • 3 ovos

Modo de preparo

1. Em um recipiente, misture a farinha de trigo, o açúcar, o fermento, a margarina e a canela em pó. Mexa bem, até a mistura adquirir ponto de farofa. Reserve.

2. No liquidificador, coloque o leite e os ovos. Bata bem, até obter uma mistura homogênea. Reserve.

3. Chegou a hora de montar a torta de banana e o processo é bem simples. Coloque a metade da farofa no fundo de uma assadeira untada, distribuindo bem essa primeira camada.

[caption id="attachment_3398" align="alignnone" width="500"]Coloque as rodelas de banana sobre a farofa. (Foto: Divulgação) Coloque as rodelas de banana sobre a farofa. (Foto: Divulgação)[/caption]

4. Em seguida, adicione as fatias de banana nanica maduras, sendo bem generoso com esse recheio. Você pode, ainda, polvilhar um pouco de canela em pó.

5. Depois das bananas estarem bem forradas. Coloque o restante da farofa de novo.

6. Despeje o creme líquido a base de leite e ovos sobre a última camada de farofa.

7. Coloque a torta para assar no forno médio, pré-aquecido. Quando a farofa estiver douradinha, significa que o doce está pronto.

Dicas para torta de banana

Imagem abaixo pertence ao blog: Fare la Scarpetta

Nome da torta: Torta Rústica de Banana com Raspas de Limão Siciliano

[caption id="attachment_3397" align="alignnone" width="501"]A torta fica molhadinha. (Foto: Divulgação) A torta fica molhadinha. (Foto: Blog Fare la Scarpetta)[/caption]

• Ao invés de usar apenas leite e ovo para fazer a calda, você também pode acrescentar leite condensado e essência de baunilha para deixar a torta mais saborosa.

• Além dessa calda branca, você também pode preparar uma versão caramelizada com água e açúcar. O resultado é delicioso!

• Para deixar a torta de banana diferente e saborosa, experimente derreter dois tabletes de chocolate meio amargo em banho-maria. Depois, despeje essa cobertura sobre a farofa.

Aqui segue uma outra versão de Torta de banana passo a passo!

[embed]http://www.youtube.com/watch?v=-w3yeUNwV2M[/embed]

Prepare uma torta de banana para a sua família. Além de ser muito saboroso, esse doce possui propriedades saudáveis. Essa receita, tipicamente brasileira, fica pronta em apenas 35 minutos e rende 10 porções. Receita do Dia agradece a sua visita. Bom apetite!


Receita de bolo de banana

A receita de bolo de banana de liquidificador tem uma massa molhada, macia e que desmancha na boca. A receita é bem simples, rápida e barata.

[caption id="attachment_4708" align="aligncenter" width="600"]bolo de banana rápido de liquidificador Combine banana e canela para intensificar o sabor.[/caption]

Uma dica importante para que o seu bolo fique saboroso é saber escolher o tipo certo de banana. A nanica e a prata são as mais utilizadas, principalmente quando se encontram bem maduras. Se tudo for feito conforme manda a receita, você será responsável por uma sobremesa deliciosa e nutritiva.

Bolo de banana

Quer fazer bolo de banana rápido de liquidificador? Então confira a receita:

bolo de banana ingredientes

Como fazer Bolo de Banana

Modo de preparo do Bolo

1. Coloque no liquidificador os ovos, o óleo, o açúcar e, por último, o leite. Bata bem todos os ingredientes, até obter uma mistura homogênea.

2. Acrescente, aos poucos, a farinha de trigo no liquidificador ligado. Por fim, adicione o fermento. Reduza a velocidade do liquidificador e bata apenas para que a massa possa incorporar o fermento.

3. Prepare o caramelo para o seu bolo de banana. Para fazer isso, basta colocar o açúcar para derreter em uma panela e depois juntá-lo com água quente. Deixe a calda engrossar.

[caption id="attachment_3571" align="aligncenter" width="598"]Bolo de banana rápido de liquidificador 2 Passo a passo. (Foto: Divulgação)[/caption]

4. Unte uma assadeira com margarina e farinha de trigo. É importante que o modelo seja sem furo central.

5. Despeje o caramelo por toda a forma untada, espalhando uniformemente.

6. Corte as bananas em fatias compridas e coloque-as sobre o caramelo.

7. Adicione a massa à assadeira e leve o bolo para assar, em forno médio pré-aquecido, por cerca de 40 minutos.

8. Pronto! Agora é só esperar amornar para desenformar. Quando você virar o bolo de cabeça para baixo, as bananas vão ficar por cima. Salpique canela e corte em pedaços para servir.

Não esqueça: O ideal é desenformar morno e ao tirar do forno virar com um prato para que escorra a calda.

[caption id="attachment_6459" align="aligncenter" width="600"]Prático e muito saboroso, o bolo de banana definitivamente conquistou a preferência das famílias brasileiras. A sua receita tem muitas variações, podendo ser incrementada com açúcar e canela. Prático e muito saboroso, o bolo de banana definitivamente conquistou a preferência das famílias brasileiras. A sua receita tem muitas variações, podendo ser incrementada com açúcar e canela.[/caption]

Bolo de Banana Passo a passo

Quer mais dicas para fazer o seu bolo de banana? Assista ao vídeo abaixo e veja uma outra versão do Bolo de Banana:

O bolo de banana de liquidificador tem uma massa molhada, macia e que desmancha na boca. Você levará, em média, 1 hora para fazer essa receita e o rendimento é de 10 porções. Receita do Dia agradece a sua visita. Bom apetite!

O post Torta de banana fácil apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Pudim de banana        

O pudim de banana é uma opção prática e saborosa para você preparar em casa. A receita fica pronta em apenas alguns minutos e leva ingredientes simples, ou seja, baratos e fáceis de comprar e ainda possui propriedades saudáveis. Embora existam muitas variações como Pudim de leite condensado, pudim de milho, pudim de microondas e pudim de leite em pó. O pudim de banana possui um objetivo especial: tirar proveito do maravilhoso sabor dessa fruta tropical. Sem falar que existe a possibilidade de trabalhar com uma calda caramelizada para tornar a torta ainda mais irresistível.

pudim de banana 5

Receita de pudim de banana

O pudim de banana é uma ótima opção de lanche ou sobremesa. Acompanhe a seguir o passo a passo da receita:

Como fazer pudim de banana

Modo de preparo:

1- Bater por 2 minutos os 4 primeiros ingredientes (leite condensado, ovos, amido de milho e leite) por dois minutos, até ficar bem lisinha.

2- Bater por mais 2 minutos as bananas e a canela no liquidificador até ficar bem lisinho.

3- Depois de bem batido, despeje em uma forma caramelada de açúcar e em banho-maria.

4- O tempo de cozimento pode ser até 30 minutos, ou faça o teste do palito para ver se está no ponto.

Pudim de banana 1

Vou só como é fácil de preparar o pudim de banana. Qualquer cozinheiro de primeira viagem pode fazer essa receita. Prepare esse pudim de banana para a sua família. Além de ser muito saboroso, esse doce possui propriedades saudáveis. Essa receita, tipicamente brasileira, não leva mais de 1 hora para ficar pronto. Receita do Dia agradece a sua visita. Bom lanche!

O post Pudim de banana apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Biscoito de banana com granola        

biscoito de banana

Que tal aprender a preparar biscoito de banana com granola? Isso mesmo! Aqueles biscoitinhos que alimentam, tem sustância e engana a fome. Ideal tbm para tomar com chazinho ou café. Essa delícia não é muito crocante, é bem fácil de fazer, basta combinar os ingredientes certos e respeitar as etapas do preparo.

Receita de biscoito de banana com granola

Importante saber que a a granola é uma mistura de cereais integrais deliciosos e nutritivos, rica em fibras naturais, que são importantes na prevenção de doenças coronarianas, como também indispensável para o bom funcionamento intestinal, eliminação de gorduras e colesterol. Tem como objetivo de ser um alimento saudável para o seu dia a dia. Indicado para todas as idades. A granola que eu usei é da marca Prinat. Eu peguei a Granola. Maçã e Banana com Canela, é muito deliciosa e docinha. Mas não tem problema. você pode usar outras marcas de granola.

biscoitos de banana com granola

Como fazer biscoito de banana

Modo de fazer:

1- Primeiramente pegue as bananas e esmague no prato.

biscoitos de banana 4

2- Em seguida comece adicionar os ingredientes misturando e amassando até que a massa fique boa para fazer bolinhas.

biscoitos de banana 5

3- Unte a forma. Faça as bolinhas e leve-os a assar em forno regular 150º em torno de 20 minutos.

biscoitos de banana com granola

Importante saber que esses biscoitinhos devem ser consumidos em 24 horas, os biscoitos de banana com granola são levemente crocantes por fora. Seu tempo de preparo leva em torno de 30 minutos e rende 25 deliciosos biscoitinhos.

Receita do Dia agradece pela sua visita. Bom lanche!

O post Biscoito de banana com granola apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Bolo Integral de Banana        

receita de bolo integral de banana

Que tal preparar um bolo integral de banana? Essa receita é bem simples, prática e leva ingredientes saudáveis. O segredo do preparado consiste, basicamente, em trabalhar com a farinha de trigo integral na massa, bem como o açúcar mascavo, a aveia e, quem sabe, algum tipo de semente (a linhaça, por exemplo).

Receita de Bolo Integral de Banana

A banana é uma fruta popular do Brasil. O seu sabor adocicado faz muito sucesso na culinária, por isso ela é usada para preparar tortas, bananadas, bolos, entre outras sobremesas deliciosas. No caso do bolo, é possível trabalhar com diferentes ingredientes e formas de preparo.

O bolo integral de banana se destaca como um doce saudável, afinal, ele combina os nutrientes da fruta às propriedades nutricionais dos ingredientes integrais. Ele não possui a calda caramelizada, como a receita tradicional, mas mesmo assim é muito saboroso.

bolo integral de banana 3

Confira a seguir o passo-a-passo para fazer o bolo integral de banana:

Como fazer bolo integral de banana

Ingredientes:

  • 6 bananas nanica
  • 1 xícara (chá) de farinha de trigo integral
  • 4 ovos inteiros
  • 1/2 xícara (chá) de óleo de canola
  • 1 xícara (chá) de aveia
  • 1 colher (sopa) de fermento em pó
  • 1/2 xícara (chá) de leite desnatado
  • 2 colheres (sopa) de linhaça
  • 2 xícaras (chá) de açúcar mascavo.
  • Canela para salpicar

Modo de preparo

Bolo Integral de Banana 2

1. Descasque as bananas e corte-as em rodelas. Reserve.

2. Coloque todos os ingredientes da massa no liquidificador, ou seja, os ovos, a farinha integral, o açúcar mascavo, a aveia, o óleo, o leite e o fermento (por último). Bata bem até obter uma mistura homogênea. Para essa etapa ficar mais fácil, procure intercalar os ingredientes líquidos e secos.

3. Transfira a massa para uma forma untada com margarina e farinha. Distribua as rodelas de banana sobre a massa e salpique a canela.

4. Leve o bolo ao forno pré-aquecido a 180º. Deixe assar por 45 minutos.

Bolo Integral de Banana 1

Dicas para o seu bolo

  • Para deixar a massa com gostinho de banana, adicione uma unidade da fruta na hora de bater os ingredientes.
  • Você pode incrementar o recheio do seu bolo, adicionando ameixas secas sem caroço, maça picada e até mesmo castanha.
  • Na hora de comprar a banana, atenção. Em algumas regiões do país, a banana nanica também é chamada de caturra.

O bolo integral de banana é uma receita perfeita para quem está fazendo dieta e procura uma sobremesa light. O rendimento é de 12 porções e o tempo de preparo equivale à uma hora. Receita do Dia agrade pela sua visita. Bom apetite!

O post Bolo Integral de Banana apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Bolo de banana sem glúten de liquidificador        

O Bolo de banana sem glúten de liquidificador é uma receita perfeita para preparar em casa e servir aos familiares. Ela não leva farinha de trigo, mas mesmo assim adquire uma boa consistência e preserva o sabor da massa. Leia a matéria e veja o passo a passo dessa deliciosa iguaria.

Você pode gostar também:

[caption id="attachment_3014" align="alignnone" width="600"]Aprenda a fazer um delicioso bolo de banana sem glúten. (Foto: Divulgação) Aprenda a fazer um delicioso bolo de banana sem glúten. (Foto: Divulgação)[/caption]

O glúten é um composto de proteína encontrado em vários ingredientes que usamos da cozinha, como é o caso da farinha de trigo, do centeio, da cevada e do malte. Algumas pessoas possuem intolerância a essa substância, como é o caso dos portadores de doença célica. Quando o organismo não aceita bem o glúten, é comum desenvolver sintomas como anemia, diarreia, fraqueza e perda de peso. Muitas receitas podem ser preparadas para quem não pode comer glúten, inclusive o bolo de banana.

A receita de bolo de banana sem glúten não precisa ser preparada apenas para as pessoas com doença célica, afinal, ela também pode ser incluída na dieta de quem busca uma alimentação mais saudável. Já está comprovado que o glúten causa uma série de disfunções, como inchaço, prisão de ventre, excesso de gordura corporal e alteração no humor.

Receita de Bolo de banana sem glúten de liquidificador

[caption id="attachment_3013" align="alignnone" width="601"]Bolo preparado em uma fôrma inglesa. (Foto: Divulgação) Bolo preparado em uma fôrma inglesa. (Foto: Divulgação)[/caption]

Vamos preparar um bolo de banana sem glúten de liquidificador? Acompanhe a receita:

Ingredientes:

2 xícaras (chá) de farinha de arroz
1 xícara (chá) de açúcar mascavo
3 bananas nanicas bem maduras
1 colher (chá) de canela em pó
½ xícara de chá de leite
½ xícara de chá de óleo
3 ovos
1 colher (sopa) de fermento em pó
1 pitada de sal

Modo de preparo

[caption id="attachment_3016" align="alignnone" width="617"]A farinha de arroz substitui a farinha de trigo. (Foto: Divulgação) A farinha de arroz substitui a farinha de trigo. (Foto: Divulgação)[/caption]

1. Coloque no liquidificador os ovos, as bananas picadas em rodelas, o leite e o açúcar. Bata por alguns minutos.

2. Agora acrescente a farinha de arroz e a canela em pó. Bata mais um pouco.

3. Coloque a mistura do bolo em uma vasilha e acrescente o fermento em pó. Bata bem com o auxílio de um fuê.

4. Unte uma fôrma com margarina e farinha. Depois, coloque a massa.

5. Leve o bolo de banana sem glúten ao forno pré-aquecido a uma temperatura de 180 graus. Deixe assar por 30 minutos.

6. Antes de tirar o bolo de banana do forno, faça o teste do palito e veja se ele realmente está no ponto.

7. Finalize a receita polvilhando duas colheres de açúcar branco com 1 colher de canela sobre o bolo.

8. Pronto! Agora é só cortar em pedaços e servir para a família com café.

Prepare o bolo de banana sem glúten de liquidificador em casa e torne a sua dieta muito mais saborosa. Receita do dia agradece a sua visita. Bom apetite!

O post Bolo de banana sem glúten de liquidificador apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Bolo de banana integral        

Receita de bolo de banana integral

O bolo de banana integral se destaca como um doce saudável, afinal, ele combina os nutrientes da fruta às propriedades nutricionais dos ingredientes integrais. Ele não possui a calda caramelizada, como a receita tradicional, mas mesmo assim é muito saboroso. O bolo de banana integral é uma receita perfeita para quem está fazendo dieta e procura uma sobremesa light.

receita de bolo de banana integral

Ingredientes:

  • 4 ovos inteiros
  • 6 bananas nanica cortadas em rodelas
  • 1/2 xícara (chá) de óleo de canola
  • 1/2 xícara (chá) de leite desnatado
  • 1 xícara (chá) de farinha de trigo integral
  • 1 xícara (chá) de aveia
  • 2 xícaras (chá) não muito cheias, de açúcar mascavo.
  • Canela para salpicar
  • 1 colher de sopa de fermento em pó

Modo de Preparo:

  1. Bata todos os ingredientes no liquidificador com apenas 1 banana, coloque em forma untada com óleo e farinha.
  2. Ponha as rodelas de banana sobre essa massa e salpique com canela.
  3. Assar em forno pré-aquecido, a 180° por aproximadamente 50 minutos.

O rendimento é de 12 porções e o tempo de preparo equivale à uma hora. Receita do Dia agrade pela sua visita. Tenha um bom apetite!

O post Bolo de banana integral apareceu primeiro em Receita do Dia.


          Di Jalan Dakwah Aku Menikah        

Di Jalan Dakwah Aku Menikah

Oleh : Cahyadi Takariawan.


Atribut yang diberikan Islam kepada kita, salah satunya adalah dai ilallah. Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh waktu kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, sebab dengan itulah Islam terkabarkan kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan keseharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku yang menunaikan pertama kali, sebelum mengajak kepada yang lainnya.

Pernikahan akan bersifat dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam di satu sisi, dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya, pada sisi yang lain. Dalam memilih jodoh, dipilihkan pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas.

Selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah : apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? mari saya beri contoh berikut. diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap menikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai usia 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah usia 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsinya dan peran sebagai isteri dan ibu di rumah tangga.
Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih dia sebagai calon isteri anda?

Ternyata anda memilih si A, karena ia memiliki kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, Pandai, dan usia masih muda, 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda itu salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! anda telah memilih calon isteri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasulullah bertanya kepada Jabir ra :

“Mengapa tidak menikah dengan seorang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan inilah jawaban dakwah seorang Jabir ra,
“Wahai Rasulullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. janda ini saya harapkan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.” kata Jabir “benar katamu” jawab Nabi saw.

Jabir tidak hanya berfikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia bisa memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang amat tinggi. kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan menikahi gadis perawan.


Nah, apabila semua laki-laki muslim berpikiran dan menentukan calon isterinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia 5 tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang usianya diatas 25 tahun, atau usia diatas 30 tahun atau bahkan diatas usia 35 tahun ?

Siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang dari segi fisik tidak cukup alasan untuk dikatakan sebagai cantik menurut ukuran umum? mereka, wanita tadi adalah para muslimah yang melaksanakan ketaatan, mereka adalah wanita shalihah, menjaga kehormatan diri, bahkan mereka aktif terlibat dalam kegiatan dakwah dan sosial. Menurut anda, siapakah yang harus menikahi mereka?

Ah, mengapa pertanyaannya “harus” ? Dan mengapa pertanyaan ini hanya dibebankan kepada seseorang ? kita bisa saja mengabaikan dan melupakan realitas ini. Jodoh ditangan Allah, kita tidak memiliki hak menentukan segala sesuatu, biarlah Allah memberikan keputusan agungNya. Bukan, bukan dalam konteks itu saya berbicara. Kita memang bisa melupakan mereka, dan tidak peduli dengan orang lain, tapi bukankah Islam tidak menghendaki kita berperilaku demikian?

Kendatipun nabi saw menganjurkan Jabir agar beristeri gadis, kita juga mengetahui bahwa hampir seluruh isteri Rasulullah adalah janda.
Kendatipun nabi saw. menyatakan agar Jabir beristeri gadis, pada kenytaannya Jabir telah menikahi janda.

Demikian pula permintaan mahar Ummu Sulaim terhadap laki-laki yang datang melamarnya, Abu Thalhah. Mahar keislaman Abu Thalhah menyebabkan Ummu Sulaim menerima pinangannya. Inilah pilihan dakwah. Inilah pernikahan barakah, membawa maslahat bagi dakwah.

Sebagaimana pula pikiran yang terbersit di benak Sa’ad bin Rabi saat ia menerima saudaranya seiman, Abdurahman bin Auf. “Saya memiliki dua isteri sedangkan engkau tidak memiliki isteri. Pilihlah seorang diantara mereka yang engkau suka, sebutkan mana yang engkau pilih, akan saya ceraikan dia untuk engkau nikahi. Kalau iddahnya sudah selesai maka nikahilah dia” (riwayat Bukhari)

Ia tidak memiliki maksud apapun kecuali memikirkan kondisi saudaranya seiman yang belum memiliki istri. Keinginan berbuat baiknya itulah yang sampai memunculkan ide aneh tersebut. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, Abdurrahman bin Auf menolak tawaran itu, dan ia sebagai orang baru di Madinah hanya ingin ditunjukkan jalan ke pasar.

Ini hanya satu contoh saja, bahwa dalam konteks pernikahan, hendaknya dikaitkan dengan proyek besar dakwah Islam. Jika kecantikan gadis harapan anda bernilai 100 poin, tidakkah anda bersedia menurunkan 20 atau 30 poin untuk bisa mendapatkan kebaikan dari segi yang lain? ketika pilihan itu membawa maslahat bagi dakwah, mengapa tidak ditempuh? Jika gadis harapan anda berusia 20 tahun, tidakkan anda bersedia sedikit memberikan toleransi dengan masalahat kepada wanita yang lebih mendesak untuk segera menikah disebabkan desakan usia? Jika anda adalah wanita muda usia, dan ditanya ? dalam konteks pernikahan ? oleh seorang lelaki yang sesuai kriteria harapan anda, mampukah anda mengatakan kepada dia, “saya memang telah siap menikah, akan tetapi si B sahabat saya, lebih mendesak untuk segera menikah”.

Atau kita telah sepakat untuk tidak mau melihat realitas itu, karena bukanlah tanggung jawab kita ? Ini urusan masing-masing. Keberuntungan dan keidakberuntungan adalah soal takdir yang tidak berada di tangan kita. Masya Allah, seribu dalil bisa kita gunakan untuk mengabsahkan pikiran individualistik kita. Akan tetapi hendaknya kita ingat pesan kenabian berikut:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bisa jadi kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-ngiris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca, dan menghadiri dengan perasaan yang sedih, karena jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurang.
Disinilah perlunya kita berfikir tentang kemaslahatan dakwah dalam proses pernikahan muslim.


Sumber : Buku “Di Jalan Dakwah Aku Menikah“.
Oleh : Cahyadi Takariawan.

          Asif Jiddan dari saya awak ^^        
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 

Assalamualaikum


Saya bukan seperti dulu lagi...
Mungkin kita pernah bergurau senda...
Tapi sekarang tidak lagi...
Asif Jiddan...

Mungkin kita pernah selalu berhubung...
Tapi sekarang tidak lagi...
Asif Jiddan...

Ya, dulu saya agak lemah nak harungi
semua ni sorang2 awak... :'(
Tapi sekarang alhamdulillah...
Hati saya bertambah kuat...
Ironwomen kan? Ngee
Syukur atas segala nikmat dariNya...

Saya akan simpan nama awak dalam doa dan sujud saya...
Itu saja wanita selemah saya mampu berikan 
kebahagiaan untuk awak dunia akhirat :')

Itu semua dulu...
Sekarang kita perlu pelihara Ikhtilat antara kita....
Saya wanita, Awak lelaki...
Kita bukan zauj dan zaujah...
Mana mungkin dapat bergurau senda/ berhubung seperti dulu lagi...
Asif Jiddan.....

Ada jarak antara kita...
Saya mencari diri saya sendiri...
Awak pula mencari diri awak sendiri....
Asif Jiddan....

Bukan tak nak layan/ bergurau senda..
Namun ada batas antara kita...
Ya, kita sahabat...
Namun awak tetap HARAM buat saya...
Asif Jiddan.....

Jika nak bergurau senda juga..
Ya! Boleh! Namun....
Jangan rapat, dapatkan cara terhormat...
Asif Jiddan...

Layanan dan gurau senda saya hanya utk 'si dia'
Ya! Hanya 'si dia'
'Si dia' adalah zauj saya...
Dia sedang mencari saya..
Dan saya sentiasa menantinya...
Adakah awak? Itu tiada jwpn dari saya...
Jwpn itu ada pada Pemilik saya...
Asif Jiddan....


Saya sentiasa ada di sini.....
Diam bukan beerti tidak ambil peduli...
Tapi saya sangat yakin yang Allah SWT
sentiasa melindungi awak...
Asif Jiddan....

Kata Imam Al-Ghazali, "Ukhwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam doanya." :')

Cukup sekadar kasih sayang dan rindu saya kepada awak
hanya Pemilik hati saya yang tahu...
Asif Jiddan...

Sekarang saya sedang mencari diri saya sendiri...
Berusaha yang terbaek untuk menjadi Bidadari buat
Zauj Tersayang saya....
Saya sedang berusaha menjadi hamba yang
di cintaiNya dan di RedhaiNya...
Saya sedang berusaha menjadi anak yang solehah kpd keluarga saya....
Asif Jiddan...

Kadang-kadang bersendirian itu perlu.. 
Untuk membuka ruang hanya antara saya dan Dia.. ♥ 
Asif Jiddan.....

Terlalu banyak dosa saya pada Pemilik diri saya ini...
Saya tidak tahu samada saya masih ada masa yang cukup
untuk saya tebus segala kekhilafan saya...
Saya malu pada Allah SWT, Rasulullah SAW, dannnn
PADA DIRI SAYA SENDIRI...
Asif Jiddan....

Jaga Diri, Jaga Hati, Jaga Iman...
JAGA SOLAT !


Hasil luahan hati,
Cahaya Petunjuk ^^


وَ السَّلاَمُ

The Beauty of Islam.
Lets Mengislahkan Diri =)
#Subhanallah, Alhamdulillah, Laillahaillallah, Allahukbar, Astaghfirullahal`azim ♥



          Westinghouse, Toshiba and Exelon Nuclear Partners to Collaborate on Nuclear Project in Saudi Arabia        

Westinghouse Electric Company, Toshiba Corporation and Exelon Nuclear Partners today announced that they have signed a memorandum of understanding to create a joint proposal for the construction of nuclear power plants for King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy, the government body established to develop alternative energy sources in Saudi Arabia.

(PRWeb September 09, 2013)

Read the full story at http://www.prweb.com/releases/2013/9/prweb11102147.htm


          Quase uma neném, tesão de ninfeta        

Trabalhando em uma produtora de vídeo, gravando uma campanha política, sempre é necessário passar por situações inusitadas, por exemplo, cobrir um café da manhã com pastores evangélicos, em que o candidato majoritário recebe a benção(?) dos pastores presentes.
Em um desses cafés da manhã eu vi ajudando nos preparos das mesas uma bela ninfetinha, uma das bundas mais perfeitas que já vi na minha vida, redondinha, sob uma calça colada, tinha peitinhos pequenos, mas era muito linda. Moreninha, por volta de 1,60m, 44kl aproximadamente, um tesãozinho mesmo.
Após a gravação, ela veio conversar comigo, disse que ninguém gostava dela, que se achava feia e coisas do tipo, tive que dizer que ela é linda, que os garotos não gostavam dela por serem idiotas.
Neste mesmo dia, seria complicado qualquer tipo de aproximação maior, portanto, trocamos telefone e no dia seguinte, que estaria de folga liguei e marcamos de sair. Na verdade não era bem sair, e sim, aproveitar que o pai dela trabalharia o dia todo para podermos ficar juntos e “nos conhecermos melhor”.
Menina novinha, 16 aninhos, tem que ter muita calma para não assustar, então nesse dia e em mais três semanas ficamos apenas em beijos e abraços, e sempre muito bom, aquele beijo macio que só as virgens tem, que inclusive já relatei nos contos anteriores.
Eis que em mais um dia de folga eu disse que daríamos uma volta, já tinha preparado as coisas em casa, sabia que não haveria ninguém, portanto ela poderia gemer muito, trouxe-a para cá, sempre com muita calma, fomos nos beijando, e depois do quarto beijo comecei a tirar as peças de sua roupa, isso muito lentamente, cada beijo era uma peça, ela fazia o mesmo, tirando minha roupa aos poucos.
Quando percebemos estávamos os dois completamente nus, deitados de lado, um de frente para o outro, eu bolinando-a e ela sem muita experiência acariciando minha pica, que em poucos minutos estaria completamente enterrado dentro daquela chaninha linda e cheirosa.
Ficamos assim por cerca de dez minutos, quando eu a deitei com a barriga para cima e lentamente fui descendo, beijando sua orelha, beijando e lambendo seu pescoço, descendo mais um pouco e sugando seus pequenos seios com muito carinho, beijava primeiro um enquanto apalpava e apertava o outro, em seguida trocando, chupando o outro e apertando o primeiro, e continuei descendo, precisa sentir o sabor daquele suquinho maravilhoso e doce que tinha naquela rachinha, e foi o que fiz lambia muito aquela chaninha fechadinha, com poucos pelos, lambia e brincava com seu clitóris, ela só me pedia que não parasse, que estava muito bom.
Quando percebi que já estava bem preparada fui subindo carinhosamente beijando-a cada milímetro daquele corpinho perfeito, dei-lhe um beijo na boca e pedi que ficasse apenas me beijando, que ela iria adorar aquilo que estava para acontecer. Ela me pediu apenas que fosse com cuidado pois nunca tinha feito, coisa que eu já sabia no primeiro dia que havíamos nos beijado, prometi que tomaria cuidado, e assim o fiz.
Apontei meus 17,5cm na entradinha da sua chaninha e fiquei brincando com ela, sem enfiar ele todo, apenas com a cabecinha dentro, para deixá-la com mais vontade, não agüentando mais ela disse “para com isso, coloca tudo, por favor” e foi o que fiz, lentamente fui colocando quando eu senti seu hímem dei uma pequena pausa, comecei a beijá-la e forcei a entrada com força mas ao mesmo tempo de forma muito carinhosa.
Mesmo com todo o carinho que fazíamos ela urrou de dor, gritou muito, pedindo para que eu parasse, eu buscava acalmá-la com beijinhos e aos poucos ela foi sentindo mais confiança e voltei a colocar de forma bem lenta, para poder sentir perfeitamente cada milímetro daquela até então grutinha inexplorada, bombava lentamente, dando de vez em quando uma bombada mais rápida, sempre ao mesmo tempo que a beijava e enfiava minha rola na sua chaninha eu apertava aquela bundinha deliciosa.
Cada enfiada que eu dava era um beijo gostoso que ela me dava, ela pedia que fizesse sempre gostoso daquele jeito que ela seria minha para sempre. Eu respondia que seriamos um do outro eternamente e que ela teria sempre prazer enquanto me desse prazer. Ficamos nisso por uns 10 minutos, quando eu percebi que estava prestes a gosar, pedi que ficasse de quatro, ensinei a ela como fazer, vendo aquela bundinha linda toda a minha disposição, dei uma mordida bem gostosa em cada uma de suas nádegas, me levantei um pouco e enfiei meu pau todo na sua rachinha maravilhosa.
Algumas poucas bombadas e eu tirei de sua chaninha e coloquei a cabeça do meu pau na entrada do seu cuzinho, ela assustou, porque suas amigas sempre diziam que doía mais, eu a acalmei dizendo que não iria colocar tudo, e não coloquei mesmo, empurrei a cabeça para dentro do seu cuzinho, dei uma brincadinha tirando e colocando e gosei, gosei muito no cuzinho dela, sentindo minha porra inundando seu anus ela deitou me puxou para sue lado e disse “eu te amo, obrigado por me dar a tarde mais perfeita de minha vida” descansamos alguns minutos e comecei tudo de novo. Gosei 4 vezes praticamente seguidas nesse dia, mas com receio de engravidar uma menina tão nova não gosei nenhuma vez na bucetinha dela. Ficamos juntos por quatro meses e meio, comigo ela aprendeu a chupar, e como chupava gostoso, deu seu cuzinho para mim várias vezes. Era muito bom quando eu ia para casa dela e na frente de sua casa nos trepávamos no carro, ela fazia tudo que eu queria, por isso, mesmo não estando juntos mais, nos amamos, e sempre que é possível marcamos de sair para podermos matar a saudade.
B – Itaguaí - RJ
          Sexo no Trabalho        

O que vou contar pra vocês é verdadeiro e não faz muito tempo ocorreu há dois anos. Vou tentar resumir para não ficar tão cansativo espero que gostem e gozem rsrsr. Na época eu Trabalha-va em um local praticamente sozinho e quando menos espera-va, entra pela porta da frente nada mais e nada menos que a minha gostosa amiga . Não era a primeira vez que ela me visitava naquele local, portanto, ela sabia muito bem o que a esperava. Por estar um dia muito frio e chuvoso, ela usava naquele momento um casaco (sobretudo) preto cujo comprimento chegava até ao meio de suas canelas, que já¡ encontravam-se cobertas pelo cano longo de suas botas. Levantei-me o mais depressa possível e fui ao seu encontro onde nos beijamos avidamente. Convidei-a para que se sentasse, no qual ela prontamente aceitou e foi tirando o seu casaco para coloca-lo no encosto da cadeira. Encontrava-se por baixo do casaco em um deslumbre total: A blusa de cor branca, quase que transparente, mostrava os seus volumosos seios por inteiro, pois estavam sem o soutien. Não permanecemos por muito tempo ali sentados, pois, apenas com um olhar, levantamos-nos e fomos direto para os fundos, onde tenho um pequeno deposito de mercadorias. A sala e este deposito são separados por um biombo, o qual, deixa condições de ver se entra alguém pela frente. Em tão, nos abraçamos e nos beijamos loucamente, com as nossas mãos percorrendo todo o nosso corpo. Uma das minhas mãos passeava por baixo da saia, pela sua bundinha e pela bucetinha e a outra pelos seus peitos, enquanto que, ela alisava o meu cacete por cima da calça. . Abaixei a minha calça e a minha cueca até os joelhos, deixando o meu cacete para que ela de cócoras o abocanhasse e fizesse uma gostosa chupeta. Após se deliciar com ele todo em sua boca e sentir que estava em ponto de bala, levantou-se e veio me beijar novamente. Apenas levantei aquela saia e abaixei a sua calcinha o suficiente para que o meu cacete se encaixasse entre o vão de suas pernas. Com a cabeça passeando pela portinha da buceta e massa-geando o seu grilinho, sentia o quanto aquela bucetinha estava ficando encharcada. O meu cacete deslizava naquele li quido viscoso e quente, pressionado pelo elástico da calcinha e pelos grandes lábios, e eu apenas não deixava que ele a penetrasse, enquanto que, tanto eu como ela tínhamos as nossas respirações ofegantes e continuada-mente gemi amos nos ouvidos um do outro. Senti que ela estava gozando pois, deu um longo suspiro e contraiu seu corpo todo. Não resistindo daquele orgasmo que dela desprendia, também não conseguia me segurar mais. Enchi a portinha da sua bucetinha e os fundos da sua calcinha de porra. Foi uma verdadeira gozada nas coxas srsr, que por algumas vezes vale muito e pena mais gostoso do que uma foda mal dada. Fomos ao banheiro, providenciamos uma rápida limpeza e retornamos a sala novamente. Sentei na minha mesa e ela sentou-se do outro lado, defronte a mim. Ficamos conversando sobre varios assuntos por um bom tempo, até que de repente, por debaixo da mesa, sinto o bico de sua bota percorrer pela minha perna, subindo e descendo. Olhei para dentro de seus olhos e ela simplesmente disse-me : sabe o que eu vim fazer aqui? Vim aqui com o propósito de dar o meu cuzinho para você. A ultima vez que eu dei ele, foi para você mesmo naquele Motel. O meu marido não gosta e diz que o cú não foi feito para isso rsrsr, portanto, como eu estava morrendo de saudades de senti-lo novamente dentro de mim e com muita tesão, a não ser que você não queira, não saio daqui sem que você me coma o cuzinho e goze dentro dele.” – Que susto.!!!. Na cara e na lata.!!! Levantei-me imediatamente da cadeira já com cacete duro pela situação criada, peguei-a pelas suas mãos e retornamos ao deposito dos fundos, espalhei umas duas caixas de mercadorias que davam a altura suficiente para encaixar o meu cacete em seu buraquinho, e para mais uma surpresa, ela dirigiu-se a mim com um tubo de KY em suas mãos. Disse-me que já havia planejado tudo antes de sair de casa e assim poderia sentir ele deslizando até o fundo sem sentir dores. Abracei-a e beijei aqueles lábios que ferviam de tesão. Foi logo abaixando e tirando o meu cacete para fazer outra gostosa chupeta. Apóss chupar com vontade, levantou-se e foi virando de costas, encostando aquela deliciosa bundinha no meu cacete. Levantei um pouquinho a sua saia e coloquei-o entre as suas nádegas. Continuei abrasando-a por detrás, mordiscando a sua nuca, até que implorou-me para colocar no seu cuzinho. Pedi que ficasse de joelhos sobre as caixas, levantei o resto de sua saia e fiquei com aquela deslumbrante bundinha toda a minha disposição. Abaixei-me e fui beijando as suas nádegas até encontrar o reguinho que me levaria ao local da loucura. Procurava deixar a li ngua bem em riste e com a sua pontinha, penetrava-a levando-a ao delirio total. Com as pontas dos dedos, massa-geava o seu grelinho durinho de tesão, até que novamente pediu-me para fode-la. Coloquei um pouco do gel em sua entradinha e com o dedo empurrei todo o KY para dentro daquele buraquinho, que piscava sem parar. Aproveitei também para lubrificar a cabeçe do meu cacete que encontrava-se em ponto de estourar. Logo que sentiu a pontinha do cacete encostando na sua entrada, forsou de uma vez e gemeu alto quando a cabeça passou pelo seu anelzinho. Com tudo lubrificado, não houve resistência para que sentisse as bolas do meu saco bater em sua bucetinha. Estava todinho enterrado naquele guloso cuzinho. Ela por si só começou a fazer o vai e vem e pedia freneticamente que a fodesse com toda força que eu tinha. Cheguei a em me preocupar com alguém que pudesse chegar a qualquer momento no local e ouvir todo o escândalo que ela fazia. Imagine se alguém entra e me pega com o cacete todo enterrado em seu cúzão gostosoº. Iri a ficar numa situação difi cil. Mas continuemos com a minha gostosa e inesqueci vel foda. Parecia que o seu anelzinho estava pegando fogo de tão quente e gostoso. Fazendo uma siririca com um dedo e outro enterrado dentro da sua bucetinha, ela anunciou que vinha vindo o seu gozo. Sentia o seu corpo estremecer todo enquanto o seu cuzinho latejava, piscarva gozava de tesão , meu pinho (18cm)estava todo enterrado na quele RABO delcioso,. num movimento mais lento e cadenciado após ter gozado, pediu-me que enchesse o seu cú de porra, porque ela iria guardar dentro dele e só iria desfazer dela quando estivesse já em sua casa. não aguentei mais e gozei como se estivesse gozando pela primeira vez, devido a quantidade de porra que despejava naquele delicioso frasquinho. Tirei o cacete bem devagar e ela rapidamente colocou a sua calcinha ainda com a porra toda dentro do seu cú, despediu-se com um beijo e foi embora. Mais tarde me ligou dizendo que guardou toda a minha porra ao chegar em casa, para que ela ficasse impregnada na sua calcinha e como já havia tomado seu banho, agora descansava deitada no sofá da sala cheirando a sua calcinha e sentindo o cheiro de porra de alguém que sabia fazer ela chegar as nuvens. Depois dessa, faz um bom tempo que estamos sem nos encontrar, por isso, ainda sinto saudades daquelas visitas. Quero conhecer uma mulher de preferencia casada, safadinha somente para bons momentos ,( Tenho o desejo de desflorar um cuzinho virgem claro feminino) sou de SP Capital . algomaissp@yahoo.com.br
          A primeira vez que mamei num caralho        

Meu nome é Leticia, tenho 16 anos, sou morena , baixinha (1.55 cm de altura), olhos verdes, cabelos compridos e um corpo estilo violão, bem tesudinho. Eu moro no interior de SP, numa fazenda com meus pais. Desde pequena eu sempre fui muito inocente e não maldava as coisas que aconteciam ao meu redor, mas o tempo foi passando e eu comecei a perceber certos fatos... Eu sempre adorei beber um leitinho quente colhido da vaca, certa vez um peão da fazenda me disse que as vaquinhas estavam doentes e que não poderia recolher leite para mim, eu finjir chorar dizendo que queria o meu leitinho, daí o peão chamado Pedro, por sinal um gato, em tom de brincadeira já que somos amigos e eu dava esta liberdade a ele, perguntou se eu conhecia \" leite de tora\" e que se eu quisesse ele me dava leitinho e eu não tanto, mas fingindo inocencia, disse que não sabia o que era \"tora\" e que até então só tomara leite da minha vaquinha. Passei o dia pensando na insinuação do peão, e naquela noite eu dormi decidida a experimentar o tal leite. De manhã como sempre fazia, fui direto para o celeiro e falei com o Pedro que já não aguentava mais ficar sem meu leitinho quentinho e que queria experimentar o tal leite de tora. O Pedro me olhou e perguntou se eu tinha certeza disso. Disse-lhe que sim, que ia adorar provar. Ele então disse que meus pais iriam na capital buscar visitar a minha avó e que assim que eles fossem, eu o procurasse no celeiro que ele me daria o leite de tora e sorriu. Lá pelas 10:30 da manhã meus pais partiram para visitar a minha avó que estava internada, eles queriam me levar, mas eu disse que estava com uma dorzinha de cabeça enjoada e não queria pegar estrada, pois preferia ficar na fazenda, mas no fundo eu tava doida para experimentar o tal leitinho misterioso, que eu imaginava de onde ia sair, afinal eu era virgem e inexperiente, mas não tão inocente como Pedro achava que eu era, afinal já estava concluindo o segundo grau. Assim que meus pais seguiram viajem, fui no meu quarto e troquei de roupa, colocando uma sainha jeans e uma camisetinha sem soutien. Daí fui ao celeiro onde chamei o Pedro que apareceu de prontidão, me chamou para os fundos do celeiro e disse que já voltava. Eu me sentei na palha e fiquei esperando um tempinho imaginando o que ele estava preparando. Quando ele retornou, notei que estava com as calças abertas e falei para ele, que disse saber, pois tinha de estar assim para poder me dar o leitinho. Neste instante não tive mais dúvida de onde eu beberia o leitinho e deixei rolar. Ele então aproximou-se de onde eu estava e quando estava de pé na minha frente onde eu estava sentada, aproximou-se do meu rosto e colocou para fora das calças um enorme e duro cacete que pulsava de tanto tesão. Senti minha xota enxarcar na hora e fingi tentar me esquivar , mas ele segurou no meu braço e disse que eu já era muito grandinha para beber leitinho de vaca e que já era hora de experimentar leitinho de tora e por isso iria me ensinar me a mamar na tora dele. Então aproximou seu rosto do meu e começou a me beijar de mansinho. Eu que já estava excitada, comecei a sentir um arrepio subindo pelas pernas e sentia minha xana molhar cada vez mais. Ele passou a me beijar com vontade e eu cheia de tesão, correspondia, pois embora eu ainda fosse virgem, conversava muito sobre sexo com minhas amigas da escola, sem falar na quedinha que eu sentia pelo Pedro, um gatinho de 20 anos, filho de um casal que a anos trabalham na fazenda. Mesmo inexperiente, aos poucos fui me soltando, ele então tirou minha blusa e começou a acariciar meus peitinhos pequenos e durinhos de tesão, eu comecei a gemer baixinho igual uma gata no cio, ele parou de me beijar e começou a mamar meus peitinhos me chamando de vaquinha safada e tesuda. Eu já estava com as pernas moles e ele colou o corpo no meu, foi quando eu senti aquele caralho duro roçando nas minhas coxas, nisso a minha xoxotinha já estava ensopada de tesão e eu pude sentir molhar a minha calcinha. Percebendo a minha excitação, o Pedro me disse. – Você ainda quer beber leitinho? Como sabia a qual leitinho ele se referia, eu disse que adoraria experimentar. Ele então disse, vem, mama aqui na minha tora, vou te dar leite quentinho. Então me fez ajoelhar e botou aquele caralho imenso na minha boca ( fiquei sabendo depois, 23x6) e me falou para mamar. Mesmo inexperiente e sem jeito, afinal nunca tinha visto ao vivo e muito menos pego num cacete de verdade, segurei aquela tora e coloquei na boca, começando a chupá-la pela cabeçona vermelha que já estava toda melada, chupava devagar, meio que com medo de machucá-lo, mas como sou espertinha fui pegando o jeito e mamava sem parar, engolindo a cabeça daquele caralhão igual uma bola de sorvete. Quanto mais eu mamava, mais alto o Pedro gemia e com mais tesão eu ficava. Eu já estava ficando experiente e agora já mamava sem medo, engolindo aquela tora maravilhosa e lambendo tudo, cabeça, saco, pau, tudo, até que o Pedro disse para eu me preparar que ele iria gozar e me daria o leitinho que eu tanto queria. Ouvindo aquilo, mamei com mais vontade ainda, de repente senti o Pedro começar a tremer e meter todo aquele caralho maravilhoso na minha boca e gozar de forma fenomenal, eu mamei tudinho, cada gotinha daquele leitinho quente e gostoso que ele me dava. Quando ele acabou de gozar, eu já estava empanturrada de tanta porra que mamei. Daí ele me deu um beijo na boca e perguntou se eu havia gostado do leitinho de tora, e eu mais que satisfeita disse que sim, embora fosse um pouquinho amargo, então ele virou pra mim e disse que se eu permitisse, agora era ele quem queria mamar meu leitinho. Sabendo a pretensão dele, disse que sim e nisso ele já foi me deitando na palha, retirando minha calcinha e após arreganhar minhas pernas, caiu de boca na minha xoxotinha toda melada, chupando o meu grelinho, passando a lingua em volta e metendo um dedo na entradinha da minha grutinha, nessa hora eu já estava gemendo alto como uma verdadeira putinha safada e apenas pedi para que tomasse cuidado e não focasse a entrada, pois eu eravirgem e queria continuar assim. Ele mesmo respeitando meu pedido, enterrou a lingua na minha xoxota e sugava os lábios dela e meu grelinho, fazendo o meu tesão aumentar cada vez mais até que não agüentei mais e tive o meu primeiro orgasmo. Foi uma delícia a sensação, quando eu gozei foi demais e o Pedro mamou todo o meu melzinho...depois de algum tempo nos vestimos, mas antes de eu ir para casa, o fiz prometer que me daria "leitinho de tora" novamente, sempre que eu quisesse. Ele disse que era só chamá-lo. Foi assim que eu comecei a gostar de mamar num caralho e desse dia em diante continuo tomando leite de vaca, mas adoro mesmo beber é o leitinho de tora, que é mais saudável, hoje não só o do Pedro, pois já experimentei o de alguns amiguinhos da escola. Ah querem saber se ainda sou virgem, sou sim na minha xota pois o selinho do meu cuzinho, o Pedro já mandou pro espaço. Depois eu conto como foi. Esse é o primeiro relato que eu mando, espero que vocês tenham gostado. Quem quiser uma deliciosa mamada ou trocar experiencias deixe comentário com o email ou telefone.
Beijinhos para todos
Letícia – São Paulo - SP
          Trepei com a minha vizinha que estava bêbada        

Era um sábado à noite em Salvador, tava curtindo uma garrafa de vinho barato na varanda de minha casa vazia...2 horas e 2 garrafas de vinho depois, isso já pelas 03:30 da madrugada, eu vejo surgir no final da rua uma silhueta feminina rebolando sensualmente com uma bolsa na mão...cabelos soltos na altura dos ombros, negros como a noite que a envolvia, usava uma micro-saia de couro marron, e uma blusa com cadarso na frente como se fosse um corpete daqueles dos tempos da vovó que teimavam em sufocar um par de seios loucos pra pular pra fora, porém não escondia uma barriga perfeita com pelinhos que segundo minha imaginação desciam até onde mora o tezão.
A medida que ela se aproximava, eu ia notando mais detalhes, pele morena, coxas grossas, alta, 1,75m no mínimo, quadris largos o que denunciavam uma bunda empinada e nada pequena. Percebi lindos olhos verdes, e pra minha surpresa eu conhecia aquela escultura viva!! Era minha doce e casada vizinha! No dia anterior eu escutei de casa a briga dela com seu marido que culminou com a saída dele de casa, mas o que teria acontecido de tão grave pra que aquela mulher tão respeitável estivesse literalmente vestida como uma prostituta, e cheirando a álcool como naquele momento?
Bom, isso ela mesmo me respondeu com uma voz balbuciante de quem já havia tomado umas 8 doses de wisky:
- Marcos, aquele desgraçado disse pra mim que eu não desperto interesse nos homens... ao que respondi:
- Isso passa, foi só uma briga de casal...
- só uma briga? Então vc vai querer me convencer que isso é motivo pra que ele me deixe sem sexo por 3 meses ?
Quando houvi isso, meu sangue gelou... aquilo soou nos meus ouvidos como um convite pra uma noite de sexo, já reparava aquela minha vizinha a algum tempo, mas nunca havia visto ela usando roupas tão reveladoras, nesse momento ela já estava dentro da varanda da minha casa, de frente pra mim, encostada com um pé na parede, eu tava sentado na escada e aquela posição dela revelava suas coxas com pelos loirinhos, e de tão pequenina a saia quase me dava uma visão de sua calcinha, nesse momento,meu pau estava duro e podia sentir minha cueca começando a se melar...
A partir daí pensei: porque não tirar proveito daquela situação, uma vez que ela se mostrava louca pra extravazar o tesão que a enchia e eu pra realizar meu grande fetiche por mulheres casadas, e de quebra, me vingar da minha namorada que havia brigado comigo sem um bom motivo.
Resolvi pôr meu plano em prática... fiz com que ela se acomodasse ao meu lado na escada e ofereci vinho pra ela, bêbada como ela estava, foi fácil deixa-la bem a vontade e passou a se abrir, rir e contar mais da sua vida... tratei de dirigir logo o papo pro lado do sexo e ela deixou claro que desde que casou, vivia de papai-e-mamãe com seu marido, mais surpreso ainda fiquei quando ela me confidenciou que seu marido a chamou de puta quando ela tentou fazer sexo oral nele, e que daquele dia em diante ela não sabia o que era o gosto de uma pica na boca, e tava muito infeliz, pq ela adorava sexo e sexo oral pra ela é o que mais a excita!! Fiquei louco com aquilo tudo, já que adoro sexo oral tanto quanto ela, tratei de deixa-la a par disso... ela rindo muito, me olhou de cima a baixo e me falou com a voz mais sensual que já ouvi: - isso é um convite?, já não agüentando mais aquela situação respondi: -não, isso é uma ordem!
Então ela me olhou fundo nos olhos, largou o copo que segurava e passou a acariciar e apertar meu pau por cima da bermuda, fechei os olhos e respirei fundo, enquanto ela falava que queria me ver todo nu pra saber o quanto eu era gostoso (palavras dela... efeito do álcool hehehe!)
Levantei e tirei a camisa, sou moreno claro, tenho 1,83m de altura, peso 82kg, tenho cabelos e olhos castanhos, frequento academia, por isso tenho um corpo forte, tenho 26 anos e ela me revelou que tava fazendo 29 naquela noite, meu pau mede uns 18cm, eu acho, nada descomunal como os de alguns contos que li nesse site, mas é bem grosso, minha namorada vive reclamando disso!
Sugeri que fossemos pra dentro de casa e ela aceitou entrando na frente... tranquei a casa, me certificando que ninguém havia nos visto entrar, ela sentou no sofá, e me puxou pra ficar em pé de frente pra ela... abriu minha bermuda, abaixou até o pé, e ficou apertando meu pau e falando coisas que só ela entendia... meu tezão era tamanho que a cabeça do meu pau tava saindo da cueca por cima, ela ficou passando o polegar na abertura e espalhando o melado que escorria dele, e perguntou com voz de menina dengosa: - Marcos, deixa eu matar meu desejo? Quero muito esse pau na minha boca!! Não respondi, apenas segurei sua cabeça e tentei meter em sua boca, ela não deixou, primeiro tirou minha cueca, me deixando todo nu, surgiu um pau duro e melado na frente dela, ficando a poucos centímetros dos seu rosto, em seguida ela passou a lamber minhas coxas de baixo pra cima metendo a lingua entre minhas verilhas até que colocou minhas bolas na boca... nossa!! Que delícia!! O calor daquela boquinha pequena e molhada engolindo meu saco quase me fez gozar, meu pau pulsava e meus quadris faziam movimentos inconscientes de vai-e-vem como se já fudesse sua buceta. Ficou assim um bom tempo, e depois seguiu lambendo do saco até a cabecinha, engolindo por completo, chupou, chupou, chupou e tirou da boca deixando um fio de baba da ponta de sua língua até a cabeça do pau, e falando que tava louca de saudades daquele gostinho segundo ela: (gosto de macho) que a enlouquecia nos seus sonhos eróticos. Segurei sua cabeça e passei a bombar e fuder sua boca feito louco, ela segurou o pau com uma mão e sugar com muita força! Me sentia metendo numa buceta virgem tamanha era a pressão q meu apu sofria daquela boca gulosa... 2 minutos nesse movimento e um jato de porra grossa enchia sua boca, eu tava gozando! Meus olhos reviraram, minhas pernas enrrigeceram, tentei tirar meu pau de dentro pra gozar o que faltava no seu rosto, mas pra minha surpresa, ela fez algo que nenhuma outra mulher fez antes: ela engoliu meu pau até o talo fez ele sumir todinho dentro da boca encostando os lábios nos meus pelos pubianos, sentia a cabeça do pau descer e encostar na sua garganta, segurou minha bunda com as duas mãos não permitindo tirar meu pau de dentro de sua boca!! Sinceramente, eu nunca gozei como naquele momento e talvez jamais volte a gozar de novo!! Cheguei a gritar de tanto tesão, e meus movimentos de estocadas fortes foram diminuindo, diminuindo, e quando parei, ela foi tirando o pau de dentro da boca e lambendo como se quisesse prosseguir uma nova chupada, caí deitado no sofá com as pernas duras quase dando câimbras, e ela rindo me disse: - Você acha que depois de tanto desejar um pau na boca, eu perderia um leitinho tão gostoso? Gargalhou, bêbada, e me pediu cerveja, prontamente trouxe as cervejas e depois de uns 25minutos já tínhamos tomado quatro latas cada um e eu fui ao banheiro, quando voltei ela tava dormindo deitada no sofá, sua saia havia subido revelando um volume enorme embaixo da bela calcinha rendada, dourada e de lacinho que ela usava , meu pau voltou a ficar duro, me aproximei e aquele cheiro de cerveja que exala dela me deixou muito mais louco, passei a acariciar sua xota por cima da calcinha e vi que aquele volume todo era de uma buceta carnuda de pelos ralos, lisinhos e bem aparados, com lábios grandes e pela calcinha encharcada pude comprovar o tezao q ela sentiu quando me chupava... me coloquei sobre ela e passei a desamarrar o cadarso de sua blusa, até ver surgir um belo par de seios com marcas de biquine branquinhas contrastando com sua pele morena , os bicos eram lindos e tavam durinhos como facas afiadas, não resisti e resolvi chupar ! chupei, chupei, chupei muito, e vi os bicos duros cada vez mais duros... livrei seu corpo totalmente da blusa e desci chupando tudo no caminha da xotinha até chegar no umbigo, me concentrei ali, metendo a língua e fazendo movimentos circulares, esperando q ela acordasse e compartilhasse do tezao que era só meu! Mas o único sinal de vida que ela me mandava eram arrepios pelo corpo...
Resolvi descer até a xaninha alagada dela, levantei mais sua saia e passei a morder e lamber sua buceta por cima da calcinha, aquele cheirinho de buceta melada me enloquece, puxei a calcinha de lado e um fio de baba da buceta foi junto com a calcinha... louco de tesão, caí de boca e chupei e lambi o quanto pude... pentrava minha língua fundo na xota e sentia as contrações na minha língua, e o gosto delicioso daquela bucetinha apertadinha... chupava os lábios da buceta com força e sentia o clitóris enrrigecer-se na minha boca, nesse momento o corpo dela se contorcia e ela erguia os quadris como se quisesse ser penetrada pela língua... com o pau já muito duro , resolvi ir mais mundo naquela delicia que tava babando de tesão!, dormindo como estava, aquele mulherão tava muito pesado... me ajeitei no sofá, pus suas pernas nos meus ombros e vi meu pau se enterrando e sumindo naquela buceta ... o barulho de melado que fazia me deixava pirado, tava adorando fuder aquela mulher maravilhosa enquanto ela dormia!! Dava um ar de estupro, já não queria que ela acordasse, passei a bombar com grande velocidade, como um cachorro quando trepa numa cadela... o suor escorria, seus seios balançavam, o barulhinho de melado, eu chegava a tirar e botar o pau inteirinho dentro dela, metia com muita vontade e até com uma certa violência... aí ouvi ela sussurrar baixinho: - to gozandoooooo! Vi seu corpo se arrepiar e sua buceta contrair com força meu pau, o tesão era imenso pra eu parar naquele momento! GOZEI!!! Gozei muito, e com muita força!! Gozei vendo ela morder os lábios e chupar a propria língua!! Gozei em espasmos fortes, longos, gozei tudo dentro dela!! Bem no fundo daquela xota! Meus quadris prosseguiam bombando inconscientes depois de tanto gozo, a cebeça da pica doía... eu caí sobre ela exausto e molhado de suor, sentir seus braços me enlaçando e seus bicos dos peitos ainda duros contra os meus...
Adormecemos assim...No domingo pela manhã fui despertado por ela (Ana) repetindo a chupada que ela havia feito horas atrás. Aí tive a certeza que apesar de ela estar bêbada, estava muito consciente do que fizera!!
Desejei pra ela um bom dia, mas ela me interrompeu dizendo: - cala a boca! , o único som que quero ouvir de sua boca são seus gemidos!! Nossa ! que tesão me bateu!! Dessa vez eu não me deixou gozar!! Tirou o resto da roupa, e ficou ajoelhada no sofá com o rosto pra parede e a bunda bem empinada, e me puxou pra me posicionar atrás dela, quando tava posicionando pra enterrar de novo naquela xota, pra minha surpresa, ela pegou meu pau começou a pincelar o buraquinho do cu! Imaginei: ora!! Se o marido não deixava ela nem chupar um pau, seguramente aquele cuzinho nunca tinha vista uma pica!
Voltei com força a enterrar na xota, fazendo ela e conseqüentemente me melar junto, baixei e chupei com tesão aquele cuzinho, tentava penetra-lo com a língua, mas era muito apertado pra isso... levantei e atendi seus pedidos pra que eu fizesse dela mulher. Comecei a forçar mas a cabeça grande do meu pau dificultava, aí falei pra ela parar de tentar sugar meu pau com o cu e fazer o contrario, tentar expelir!! Ai sim senti a cabeça enterrando dilatando aquele cu... o corpo dela tremia e ela me xingava de desgraçado e que eu tava rasgando ela em duas bandas...
Mas finalmente e pau entro até a metade e comecei a movimentar num vai e vem e cada vez mais lubrificado, a dor que ela e que também eu sentíamos passou a ser prazer, só prazer!! Segurei seus peitinhos e passei a bombar com força e rapidez e ela pedindo pra q eu gozasse q ela não tava agüentando de dor!! Via sangue no meu pau e resolvi parar!! Ela se voltou pra mim e disse:
- se vc parar agora eu mato vc!! Me fode porra!! Rasga meu cuzinhooooooo!!!
Ouvindo isso, eu enterrei o Maximo que pude e comecei a gozar com estocadas fortes, gozei muito!! Ficamos grudados como cachorros depois da trepada..., algum tempo depois fui tirando o pau de dentro e vi escorrer porra e sangue entre suas pernas... eu sentei no sofá e ela entre minhas pernas... ficamos abraçados um tempo... com versamos um pouco e depois fomos tomar banho...
Depois que ela se vestiu, veio até mim pra se despedir e só aí ela veio e me beijou!!
Saiu em seguida, a rua tava deserta, fiquei na varanda olhando ela entrar em casa, e nesse momento percebi feliz da vida que não havia sido só mais uma trepada, eu havia ganho uma amante!!
Espero que gostem e mandem suas opiniões!
J.P – Salvador - BA
          FUTEBOL TAMBÉM TEM SEUS MOMENTOS DE TRISTEZA        

Fim de semana de futebol que quase termina em tragédia pelo Brasil




Nem sempre o futebol é só alegria para torcedores e profissionais que trabalham no meio, seja dentro dos próprios clubes, prestam serviços (como policiais, vendedores, etc.) ou na imprensa. No fim de semana que passou dois fatos lamentáveis aconteceram no que deveria ser apenas mais uma rodada do esporte mais popular do país.

De um lado o poderoso Palmeiras, amargando a Série B em 2013, enfrentando o menos tradicional ABC em Natal no estádio Frasqueirão (1ª foto). O que se viu foi um "ensardinhamento", se é que podemos falar assim, de torcedores no portão de entrada C do estádio. As imagens não mentem e só comprovam que houve falta de bom senso e de organização do evento, colocando em risco o real motivo de existência do futebol: o torcedor. Jovens e adultos correndo perigo de esmagamento contra o alambrado do estádio, relembrando a tragédia de Hillsborough na Inglaterra, em 1989, em que quase 100 pessoas morreram ora asfixiadas, ora esmagadas por superlotação. Enquanto isso dirigentes do time natalense, Polícia Militar e demais envolvidos diretamente com a organização do evento ficam jogando a culpa uns nos outros.

Do outro, pela Série A, o maior clássico do estado do Paraná: Atlético e Coritiba - o "Atletiba". O que também era pra ser uma disputa apenas na bola passou para as arquibancadas - e de maneira nada saudável. Uma briga entre torcidas no estádio da Vila Capanema (2ª foto) provocou vários feridos, inclusive com queda de alambrado e policiais atirando em direção às pessoas com balas de borracha. Por pouco outra tragédia não acontecia nos gramados brasileiros e alguma providência deve ser tomada para se encontrar os culpados pelos graves ocorridos.

Dessa forma como se pode popularizar o esporte no país? Crianças ficam traumatizadas e adultos não vão mais por temerem outras confusões parecidas com riscos até de morte. E olha que ambas as cidades são sedes da próxima Copa do Mundo. É assim que os gestores do nosso futebol querem fazer a "maior Copa da história"? Muito complicado.

Aproveitando o mote relembro uma postagem deste blog de fevereiro de 2012 que tratou das maiores tragédias da história do futebol mundial. E vejam que algumas são bem parecidas com os tristes acontecimentos do sábado e do domingo aqui no Brasil - que por sorte não entraram nas péssimas estatísticas que serão mostradas a seguir.


NEM SEMPRE O FUTEBOL TRAZ ALEGRIAS

Postagem de 04/02/2012



Infelizmente nem sempre o futebol traz alegria e emoção ao torcedor. Assim como qualquer outra atividade na vida tem seus momentos de tristeza e amargura, como o que vimos na última semana em Port Said, no Egito, onde 74 pessoas morreram e outras centenas saíram feridas após uma partida pela liga local entre Al-Masry e Al-Ahly.

A história mostra, ao lado de triunfos e da euforia de equipes e torcidas vitoriosas, que os problemas dentro e fora dos estádios são bem antigos. Sejam por má gestão da organização do evento, estruturas precárias, pela fúria desenfreada de vândalos travestidos de torcedores ou, simplesmente, por ineficiência da segurança no local. E o fato lamentável ocorrido em solo egípcio foi mais um a entrar nas estatísticas do lado triste que o futebol tem – e que pelo visto vai demorar muito a ficar sem solução, não sei se por negligência das autoridades ou por falta de civilidade de quem frequenta esses locais.

O primeiro desastre oficialmente registrado em estádios ocorreu em 1902 na Escócia, no Ibrox Stadium. Algum tempo depois tivemos os desastres em Burnden Park, na Inglaterra, na década de 40, no Heysel Stadium em Bruxelas, na Bélgica, e em Hillsborough em Sheffield, na Inglaterra nos anos 80, na Guatemala em 1996, pelo continente africano e até aqui no Brasil – mais precisamente na Bahia – na década passada, entre outros.

Ou seja, o esporte já testemunhou em mais de um século diversos problemas desta natureza em ambientes que deveriam se restringir à prática desportiva. Sempre é assunto recorrente a (in)segurança do público nos estádios de futebol. Por isso mesmo o blog vai relembrar algumas das principais tragédias ocorridas na história do futebol por ordem cronológica.


Ibrox Stadium (Glasgow/ESC) – 05 de abril de 1902


Vista da arquibancada que desabou



No decorrer de uma partida entre a seleção escocesa e a inglesa um lance de arquibancadas recém inauguradas do estádio desabou, ferindo 517 pessoas e matando outras 25. O motivo foi o colapso da estrutura de madeira, que alicerçada por vigas de aço, após um intenso temporal que caíra sobre a cidade na noite anterior ao jogo, que foi suspenso no início do segundo tempo e reiniciado no dia 03 de maio no estádio Villa Park em Birmingham na Inglaterra. Tal evento motivou as federações de futebol de todo o Reino Unido a abolir o uso das vigas metálicas nas arquibancadas e substituí-las por estruturas de concreto.



Burnden Park (Bolton/ING) – 09 de março de 1946


Mortos e feridos após tumultuo em Bolton



Durante as quartas-de-final da FA Cup entre Bolton Wanderers e Stoke City milhares de pessoas entraram no estádio sem pagar ingresso, causando superlotação. Cerca de 85 mil espectadores se amontoaram num espaço projetado para receber 70 mil e o resultado foi o desabamento de uma das arquibancadas, que resultou na morte de 33 pessoas e em aproximadamente 500 feridos. Até então era a maior tragédia ocorrida em gramados ingleses em todos os tempos. Por incrível que pareça a partida foi interrompida após o acontecimento e recomeçou depois de algum tempo – terminou empatada em 0 a 0.



Estádio Nacional (Lima/PER) – 24 de maio de 1964


Lima 1964: maior tragédia dentro de um estádio da história do futebol



As seleções do Peru e da Argentina duelavam por uma vaga nos Jogos Olímpicos de Tóquio e os donos da casa jogavam por um simples empate para se classificarem. Entretanto, os argentinos abriram o placar, mas perto do fim da partida os peruanos empataram para delírio da torcida presente. Só que o árbitro da partida invalidou o gol, minando completamente as chances peruanas de irem ao Japão. Os torcedores se revoltaram e começaram a atirar tijolos e pedras para o gramado e a polícia local revidou com gás lacrimogêneo. Dois portões do estádio estavam trancados onde um segurança ficava no local. O tumultuo foi aumentando e com as duas saídas fechadas as pessoas começaram a ser esmagadas e asfixiadas com o amontoamento de gente em pânico. Foi a maior tragédia da história do futebol dentro de um estádio: 318 mortos e cerca de 500 feridos. 



Ibrox Stadium (Glasgow/ESC) – 02 de janeiro de 1971


Vítimas da segunda tragédia em Ibrox sendo socorridas



Rangers e Celtics faziam o Old Firm, tradicional clássico escocês cuja rivalidade entre as torcidas é uma das maiores do planeta (assunto já retratado aqui no blog) – se não a maior – e requer todos os cuidados, quando os Bhoyz fizeram 1 a 0 aos 44 minutos da etapa final. Com a iminente derrota vários torcedores dos Gers começaram a se deslocar para a saída do estádio, entretanto, nos acréscimos, o atacante Colin Stein empatou a partida, provocando o retorno em massa de muitas pessoas que já tinham se deslocado para comemorar o gol da igualdade. O resultado foi um tumultuo generalizado na escadaria número 13 do Ibrox, que culminou com o esmagamento e morte de 66 pessoas – entre elas várias crianças – por asfixia e deixando outras 150 feridas.



Valley Parade (Bradford/ING) – 11 de maio de 1985


Pânico após incêndio em Bradford



Após conquistar o retorno à segunda divisão inglesa naquela temporada, o Bradford City jogava contra o Lincoln City pelas rodadas finais da “Terceirona”. O que era para ser um jogo festivo para os torcedores virou tragédia após supostamente uma ponta de cigarro atirada por um torcedor embaixo das arquibancadas principais, feitas de madeira, ter dado início a um incêndio de grandes proporções. O jogo foi suspenso e o saldo final foi de 56 mortes e 256 pessoas feridas.



Heysel Stadium (Bruxelas/BEL) – 29 de maio de 1985


Tragédia de Heysel: a mais conhecida



Certamente a tragédia dentro de estádio mais conhecida da história, pois envolveu uma final de Copa dos Campeões da Europa (atual Liga dos Campeões) entre Juventus/ITA e Liverpool/ING. Nos dias que antecediam a decisão as autoridades belgas, já sabedoras das possíveis conseqüências do encontro das duas torcidas, anunciaram uma série de medidas a fim de se evitar o confronto: revista em todos os espectadores na entrada para o jogo, proibição de venda de bebidas alcoólicas nas cercanias do estádio e um destacamento de 1500 policiais para garantir a segurança. Contudo, alguns bares próximos ignoraram as recomendações e serviram normalmente os torcedores. Fora do Heysel os distúrbios já começaram entre os Hooligans (os baderneiros) de ambas as equipes ao ponto de uma joalheria na vizinhança ter sido saqueada. Havia um planejamento para uma grande divisão das torcidas nas arquibancadas, entretanto, o que se viu foi a tribuna norte apinhada de torcedores dos dois clubes, separados apenas por uma simples grade de alguns policiais. Os britânicos começaram a provocação e o tumultuo ganhou proporções sem controle. Os confrontos começaram ali mesmo entre ingleses e italianos, tanto que a grade que separavam os rivais cedeu à pressão. Vários torcedores da Juventus foram agredidos pelos ingleses, inclusive com barras de ferro. Tamanho o pânico na torcida que o muro também cedeu e levou junto mais algumas dezenas de pessoas. O resultado do ocorrido foi a culpa do incidente imputada aos ingleses, um balanço final de 38 mortos e um número não confirmado de feridos. A polícia não deteve ninguém, mas os clubes ingleses sofreram uma dura punição: banimento das competições européias por um período de 5 anos. O jogo, relegado ao segundo plano, terminou 1 a 0 para a Vecchia Signora.



Hillsborough (Sheffield/ING) – 15 de abril de 1989


Hillsborough: mais um caso de superlotação no estádio



Mais uma vez uma FA Cup via uma tragédia dentro de um campo de futebol. Desta vez valendo pelas semifinais, Liverpool e Nottingham Forest iam se confrontar no campo do Sheffield Wednesday FC, que tinha capacidade para quase 40 mil espectadores. A polícia local dividiu as torcidas nas arquibancadas e abriu um portão para a saída, que resultou num tumultuo generalizado com torcedores do Liverpool entrando por ele, causando uma superlotação do setor Lepping Lane Ends reservado aos fãs dos Reds. A pessoas iam sendo esmagadas no alambrado que separava o público do gramado até que a estrutura cedeu à pressão. A partida foi cancelada. O saldo foi de 96 mortos e 766 feridos, configurando-se na maior tragédia em estádios britânicos da história.



Estádio Armand Césari (Bastia/FRA) – 05 de maio de 1992


Arquibancada feita de Ãºltima hora destruída em Bastia



Bastia e Olympique de Marselha iam se enfrentar pela Copa da França e a diretoria dos donos da casa resolveram de última hora aumentar a capacidade do estádio em 50%, tendo em vista a importância do confronto. As autoridades locais aprovaram a nova estrutura sem nenhuma restrição. Momentos antes do jogo o novo setor já estava sendo tomado e não suportando o peso do público desabou matando 18 pessoas e ferindo aproximadamente outras 2300.



Estádio Mateo Flores (Cidade da Guatemala/GUA) – 16 de outubro de 1996


Avalanche humana na Guatemala



Guatemala e Costa Rica iam se enfrentar pelas Eliminatórias para a Copa do Mundo de 1998 e o estádio estava com público bem acima de seus 30 mil lugares. O motivo foi o derramamento de ingressos falsos nas mãos de cambistas que desencadeou numa avalanche humana para dentro de campo. Vários torcedores foram esmagados e pisoteados e o balanço final da tragédia foi de 150 pessoas feridas e 83 mortas.



Ellis Park (Johanesburgo/AFS) – 11 de abril de 2001


Ellis Park: quase o dobro da capacidade máxima



Em outra grande rivalidade do futebol, Kaiser Chiefs e Orlando Pirates iam se enfrentar no Ellis Park e um grande público era esperado para o confronto. O estádio tinha capacidade para 60 mil pessoas, mas incrivelmente recebeu segundo relatos da época de 90 a 120 mil espectadores. A situação já era desconfortável para a torcida presente com o pouco espaço e só piorou quando os Pirates marcaram um gol. Vários torcedores dos Chiefs revoltados quiseram invadir o gramado e o que já era uma bomba relógio prestes a explodir foi à tona! O policiamento tentou reprimir os revoltosos lançando gás lacrimogêneo sobre os invasores, mas a o tumultuo só aumentou. Muitas pessoas foram pisoteadas na confusão – 43 morreram e cerca de 150 ficaram feridas.



Accra Sports Stadium (Accra/GAN) – 09 de maio de 2001


Incidente em Gana foi o maior da história do continente africano



Poucos dias depois da tragédia no Ellis Park foi a vez do futebol ganês viver momentos de terror dentro do estádio de futebol – e em mais um clássico local. Accra Hearts of Oaks e Asante Kotoko se enfrentavam para uma casa lotada e a partida terminou em 2 a 1 para os anfitriões. Indignada com o resultado, a torcida visitante começou um tumultuo nas arquibancadas e passou a arremessar assentos e garrafas de plásticos para o gramado. O policiamento local reagiu com gás lacrimogêneo e provocou pânico generalizado nas pessoas presentes, que tentaram fugir desordenadamente. Com os portões fechados vários torcedores se amontoaram, causando a morte de 127 pessoas por esmagamento e asfixia. Esta foi a maior tragédia dentro de um campo de futebol da história do futebol africano. O detalhe mais triste é que não havia mais equipe médica no estádio – eles haviam deixando o local minutos antes da confusão.



Fonte Nova (Salvador/BRA) – 25 de novembro de 2007


Salvador: estádio em péssimo estado de conservação



Em jogo válido pela fase final da Série C do Campeonato Brasileiro, Bahia e Vila Nova/GO se enfrentavam em campo e o jogo estava 0 a 0 para um público de cerca de 60 mil pessoas. Aos 43 minutos do 2º tempo uma parte das arquibancadas do estádio desabou matando 7 pessoas e ferindo 40. O laudo divulgado posteriormente constatou que o estado das estruturas da Fonte Nova era péssimo.



Port Said Stadium (Port Said/EGI) – 01 de fevereiro de 2012


Port Said: jogadores são alvos da ira dos revoltosos



Depois da vitória de 3 a 1 do anfitrião Al-Masry sobre o Al-Ahly vários torcedores do clube local invadiram o gramado e atacaram a torcida e os jogadores visitantes e a polícia com pedras, artefatos de fogo, facas, garrafas, pedaços de pau e até espadas. Os atletas fugiram para o vestiário. Milhares de revoltados transformaram o estádio em uma praça campal de guerra, que teve como saldo final 79 mortos e mais de 1000 feridos. As autoridades egípcias investigam o caso e abriram a possibilidade do motivo do confronto não ser apenas esportivos, mas também político, visto que o país recentemente passou por um sangrento processo de mudança no governo.



Foto 1: Augusto Gomes - G1/RN
Foto 2: Geraldo Bubniak - Fotoarena
Foto 3: Autor desconhecido
Foto 4: Merseyside Potters
Foto 5: TPS
Foto 6: Daily Record
Foto 7: Bradford Timeline
Foto 8: Daily Mail
Foto 9: Bleach Report
Fotos 10 e 11: TVXS
Foto 12: Odd Culture
Foto 13: Futura Press
Foto 14: Reuters


          A COPA DAS CONFEDERAÇÕES        

Seleção Brasileira: maior vencedora da Copa das Confederações




Vai começar o evento que serve de "esquenta" para a Copa do Mundo. A partir de junho a Copa das Confederações acontecerá em solo brasileiro, como ocorre sempre de 4 em 4 anos antecedendo o torneio principal. Oito seleções dos 5 continentes vão disputar o título que pode não ter o gostinho de um Mundial, mas que certamente servirá de cartão de visitas para o público que vai acompanhar a competição.

A Copa das Confederações já vai entrar em sua 9ª edição. No início, em 1992, até o nome era diferente, Copa do Rei Fahd, já que era organizada pelo monarca em seu país, a Arábia Saudita. Na ocasião apenas 4 equipes participaram do torneio: Argentina (campeã da Copa América de 1991), Estados Unidos (Campeão da CONCACAF de 1991), Costa do Marfim (campeã da Copa Africana de Nações de 1992) e Arábia Saudita (país-sede). Os argentinos foram os primeiros campeões da história da competição ao bater os donos da casa por 3 a 1 na decisão.

O segundo campeonato ocorreu 3 anos depois também na Arábia Saudita e com o mesmo nome "Copa do Rei Fahd", mas o formato da disputa foi alterado para 6 participantes divididos em 2 grupos de 3 seleções. A Europa foi representada no certame pela primeira vez com a Dinamarca, campeã continental de 1992. Os nórdicos acabaram ficando com o título ao baterem a Argentina por 2 a 0 na final.

A partir de então a FIFA tomou as rédeas da organização com mais mudanças: o torneio passou a se chamar Copa das Confederações; ao invés de apenas 6 seleções, o número de participantes aumentou para 8 em dois grupos de 4 cada; além dos campeões de todos os continentes e do país-sede, o último campeão mundial também passou a fazer parte da lista de classificados; e, por fim, a peridiocidade de 2 em 2 anos até a alteração final para 4 em 4 depois da edição de 2005. A Arábia Saudita foi a primeira sede do campeonato organizado pela entidade maior do futebol e o Brasil, seu primeiro campeão.

Desde então o formato de disputa é o mesmo, só a sede e o período de realização é que sofreram novas alterações. Depois de 2005, quando ocorreu na Alemanha, a Copa passou a ser realizada nos países anfitriões do Mundial subsequente e num período de 4 em 4 anos.

Em 2013 o Brasil será sede da Copa das Confederações, que receberá além dos anfitriões o México (campeão da CONCACAF de 2011), o Japão (campeão da Copa da Ásia de 2011) e a Itália (vice-campeã da Europa em 2012) no Grupo A, e Espanha (campeão do mundo e da Europa em 2012), Uruguai (campeão da Copa América de 2011), Nigéria (campeã da Copa Africana de Nações de 2013) e o surpreendente - e exótico - Tahiti (campeão da Copa das Nações da Oceania de 2012) no B. O evento ocorrerá no período de 15 a 30 de junho em 6 sedes: Belo Horizonte, Brasília, Fortaleza, Recife, Rio da Janeiro e Salvador.

O maior vencedor do torneio é o Brasil com 3 títulos, seguido da França com 2. O mexicano Cuauhtémoc Blanco e o brasileiro Ronaldinho Gaúcho são os maiores artilheiros de todas as edições com 9 gols cada. Já o "Baixinho" Romário é o maior artiheiro de uma única edição com 7 gols em 1997.

Abaixo, dados e estatísticas das 8 edições realizadas do torneio que esquenta os tamborins da Copa do Mundo.


COPA DAS CONFEDERAÇÕES (originalmente Copa do Rei Fahd)


* Peridiocidade: 4 em 4 anos (desde 2005)

* Maior vencedor: Brasil (3 vezes)

* Maiores artilheiros: Cuauhtémoc Blanco/MEX e Ronaldinho Gaúcho/BRA (9 gols)

* Seleção que mais participou: Brasil (7 vezes, contando a de 2013)

* Maior vitória: Brasil 6 x 0 Austrália em 21/12/1997 no estádio Rei Fahd em Ryad/ASA pela final

* Maior público: México 4 x 3 Brasil em 04/08/1999 no estádio Azteca na Cidade do México/MEX pela final (110 mil pessoas)

* Edições:

1992 (sede: Arábia Saudita)

- Participantes: Arábia Saudita, Argentina, Costa do Marfim e Estados Unidos
- Campeã: Argentina
- Vice: Arábia Saudita
- Final: Argentina 3 x 1 Arábia Saudita
- Artilheiros: Batistuta/ARG e Murray/EUA - 2 gols

1995 (sede: Arábia Saudita)

- Participantes: Arábia Saudita, Argentina, Dinamarca, Japão, México e Nigéria
- Campeã: Dinamarca
- Vice: Argentina
- Final: Dinamarca 2 x 0 Argentina
- Artilheiro: Luis García/MEX - 3 gols

1997 (sede: Arábia Saudita)

- Participantes: África do Sul, Arábia Saudita, Austrália, Brasil, Emirados Árabes Unidos, México, República Tcheca e Uruguai
- Campeão: Brasil
- Vice: Austrália
- Final: Brasil 6 x 0 Austrália
- Artilheiro: Romário/BRA - 7 gols

1999 (sede: México)

- Participantes: Alemanha, Arábia Saudita, Brasil, Bolívia, Egito, Estados Unidos, México e Nova Zelândia
- Campeão: México
- Vice: Brasil
- Final: México 4 x 3 Brasil
- Artilheiros: Blanco/MEX, Ronaldinho Gaúcho/BRA e Al-Otaibi/ASA - 6 gols

2001 (sedes: Japão e Coréia do Sul)

- Participantes: Austrália, Brasil, Camarões, Canadá, Coréia do Sul, França, Japão e México
- Campeã: França
- Vice: Japão
- Final: Japão 0 x 1 França
- Artilheiros: Murphy/AUS, Carrière/FRA, Wiltord/FRA, Pirès/FRA, Vieira/FRA, Sun-Hong/CRS e Suzuki/JAP - 2 gols

2003 (sede: França)

Participantes: Brasil, Camarões, Colômbia, Estados Unidos, França, Nova Zelândia e Turquia
Campeã: França
Vice: Camarões
Final: França 1 x 0 Camarões
Artilheiro: Henry/FRA - 4 gols

2005 (sede: Alemanha)

- Participantes: Argentina, Austrália, Alemanha, Brasil, Grécia, Japão, México e Tunísia
- Campeão: Brasil
- Vice: Argentina
- Final: Brasil 4 x 1 Argentina
- Artilheiro: Adriano/BRA - 5 gols

2009 (sede: África do Sul)

- Participantes: África do Sul, Brasil, Egito, Espanha, Estados Unidos, Iraque, Itália e Nova Zelândia
- Campeão: Brasil
- Vice: Estados Unidos
- Final: Estados Unidos 2 x 3 Brasil
- Artilheiro: Luís Fabiano/BRA - 5 gols






Logo: arquivo pessoal
Foto: CBF


          Saudiarabien utvisar fem miljoner illegala invandrare        
SAUDIARABIEN Fem miljoner invandrare som betecknas som llegala ska utvisas frÃ¥n Saudiarabien. Det rapporterar Kuwaitbaserade Arab Times. 600 000 beräknas redan ha lämnat landet efter en intensiv kampanj som uppmanat dem Ã¥tervända till sina hemländer. Under fyra mÃ¥naders tid har alla mobiltelefoner uppkopplade mot en mobilmast i Saudiarabien fÃ¥tt SMS skickade till sig som beordrat ”illegala […]
          Download Lagu Lochness        

Lochness Namanya tidak setenar grup-grup band rock lainnya kala itu seperti Voodoo, Ucamp dan lain-lain. Digawangi oleh 2 saudara kembar Hendraman (Gitar) dan Hendrawan (Bass), ditambah Irwan CD (Drum), Arie Ness (Vokal) dan Alain Jeff (Keybord). Dialbum ke 2 & ke 3 vokalisnya digantikan Andre Gustian.Berikut beberapa lagu milik Lochness. Download Lagu Lochness  – Menapak […]

The post Download Lagu Lochness appeared first on BebasDownloadGratis.com.


          Lula e o câncer        

A recente repercussão da saúde do ex-presidente Lula (como pode ser lido aqui), já fez surgirem piadinhas e comentários a respeito. Eis que eu passei a ler a figura acima no facebook de vários amigos e conhecidos e isso gerou uma discussão e achei interessante colocar minha opinião aqui. Segue o que escrevi:


"Olha, sobre essa história de Lula aí.. Seria interessante ver ele usando o SUS e fazendo propaganda dos programas dele e tudo mais. Claro que ele não ficaria num corredor ocupando uma maca do SAMU nem nada mas já seria um passo interessante. A mídia ía ter do que falar (mais ainda) além da Copa. Essa história eu iria realmente querer acompanhar.

A graça não é com a pessoa do Lula mas o que ele representa, que na hora de um político usar o próprio monstro que ele ajudou a alimentar (senão tiver criado mesmo) é que ele não quer. O que me lembra o tal do filme do Jack Nicholson, Antes de Partir (The Bucket List), onde ele é o dono dum hospital de câncer e só quando fica doente é que vê o tanto que o hospital não é muito amigável com os pacientes.

Por que um presidente deveria ir pra outro país tratar de algo que poderia tratar aqui? Por que deveríamos pagar por saúde, educação, transporte etc se o próprio Estado deveria custear isso (já que tomam 27% do nosso $ pra isso mesmo)?

É nessas horas que a gente vê que a coisa está tão mal gerida que quando se precisa mesmo e pode pagar, paga. E o resto continua sendo o resto. Se ele (e os políticos em geral) enchem tanto o peito pra dizerem que são os bonzões, por que a gente não vê isso na prática?

A questão é que eles é que deveriam ser os primeiros a darem o exemplo e não dão."

          Saudi Arabian Performer Arrested For Dabbing        

He was booked while performing at a music festival.
http://www.hotnewhiphop.com/saudi-arabian-performer-arrested-for-dabbing-news.36146.html
          Consumo Inteligente        

moda sustentavel

 

Consumir é inevitável para manter a existência.

Entretanto, para um mundo mais saudável, devemos repensar nossa postura de consumidor. Fazer escolhas pensando na natureza e nas pessoas, pautada na ética.

Acredite no crescimento econômico equilibrado, respeitando a sociedade e o meio ambiente. Pratique o consumo inteligente, analisando a compra, origem de fabricação e versatilidade. Confie que o fruto de pequenas contribuições juntas, formam uma sociedade melhor. 

 

consumo inteligente


          Gota no Oceano        

gota no oceano

 

Tem música, poema, texto e verso sobre isso. Todos entendemos o significado de fazer sua parte para que a transformação comece. E porque não fazemos? Li um excelente post da Marina Colerato (site Modefica) onde explica a impossibilidade da sustentabilidade na moda, se não mudarmos todo o processo.

 

 

Como? Muitas empresas querem e tentam melhorar sua forma de fazer para tornar-se menos agressivo ao meio ambiente, mas é utopia dizer que as empresas sozinhas podem mudar tudo. Você precisa ajudar, para que o mundo modifique. Talvez não veja, mas a sua gota fará parte da onda.

 

Nosso país esta passando por uma das fases mais difíceis e conflitantes da história. É hora de rever suas decisões e melhorar suas atitudes. Gaste menos água, apague as luzes, opte por uma alimentação mais saudável, compre com consciência, procure saber a procedência dos produtos, valorize a produção nacional, use menos papel, evite sacolinhas plásticas, estude mais, seja honesto....

 

 

Mais honestidade? Sim, para haver reforma política, é preciso que a sociedade seja ética e honesta em sua maioria. Não jogue lixo no chão, não pague propina, não dê jeitinho, siga as regras de trânsito, são coisas rotineiras que às vezes fazemos errado, sem ter noção do erro. Pare e pense no que você pode melhorar.

Vou continuar exigindo e fiscalizando as lideranças, mas eu quero ser a gota no oceano da transformação. 

 

Embora ninguém possa voltar atrás e fazer um novo começo,

qualquer um pode começar agora e fazer um novo fim. 

(Francisco Cândido Xavier)      

 

Para ler o post da Marina Colerato, clique aqui.


          Ada Apa Dengan Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia?        
BiayaUmroh.org – Rencana kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud telah santer diberitakan di berbagai media. Perhelatan Raja Salman beserta rombongan yang konon berjumlah 800 orang direncanakan tiba pada awal Maret 2017. Pada kunjungan tersebut rencananya akan membahas berbagai ...
          Visa Umroh Haji Naik Oktober 2016        
Biaya Visa untuk umroh dan Haji naik per oktober 2016 Seperti yang telah diketahui sebelumnya pada bulan Agustus lalu, pemerintahan kerajaan Arab Saudi mengumumkan akan ada biaya tambahan untuk pada visa. Adapun pemberlakuan kenaikan ini akan efektif pada tahun baru Islam, 1 Muharram 1438 H (2 Oktob...
          Bom Bunuh Diri Menghantam Madinah, Jeddah dan Qatif        
Sebuah ledakan bom bunuh diri menghantam tiga kota di Saudi Arabia; Madinah, Jeddah dan Qatif. Foto di media sosial menunjukkan asap mengepul dari api luar masjid Nabawi di mana Nabi Muhammad saw dimakamkan. Apa yang memotivasi serangan mematikan di Arab Saudi? Ledakan itu terjadi tepat pada hari Se...
          Gurun terpanas dan terbesar didunia        
Tahukah anda gurun panas paling besar di dunia adalah terletak di Afrika Utara, gurun ini mempunyai keluasan 9,400,000 km² (3,630,000 batu persegi) adalah sebuah padang pasir yang diberi nama Gurun Sahara dan dipercayai berusia 2.5 Juta tahun dahulu.

 

Oleh kerana Sahara mempunyai suhu melebihi 45 darjah celcius pada siang hari dan suhu sejuk yang melampau diwaktu malam hanya sebilangan hidupan sahaja yang dapat menghuni gurun ini,Hidupan yang mampu bertahan dengan kepanasan  extream pada siang hari dan kesejukkan melampau pada malam hari akan terus subur di bumi Sahara.


Terdapat kawasan separa-gersang dan sedikit hujan yang diterima sekadar cukup untuk menampung tumbuh-tumbuhan, haiwan dan manusia. Diliputi oleh dataran-dataran kelikir tandus yang digelar reg yang asalnya dari lava gunung berapi lama.

 

Antara Tumbuhan yang boleh bertahan dengan cuaca panas di gurun adalah Kaktus, semak berduri, rumput keras dan akasia bantut yang biasanya mempunyai ciri-ciri seperti berakal panjang yang mampu untuk menyerap air, mempunyai kulit yang tebal, batang yang berlendir dan kebiasannya tidak mempunyai daun tetapi berduri.

 

Bagi haiwan liar yang hidup di sini adalah Rusa Gazella, Unta, Cicak dan juga Ular. Biasanya haiwan ini mempunyai ciri-ciri tentu yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan panas dan sedikit air.

Disini terdapat gunung pasir yang mempunyai ketinggian 3500 meter tetapi keadaan ini tidak kekal apabila gunung yang terbentuk ini akan berubah apabila ianya ditiup oleh angin yang akan membawa batu-batu dan juga pasir dan sekali gus keadaan di permukaan gurun ini sentiasa berubah-ubah.

Walau bagaimanapun biarpun mempunyai iklim yang panas sepanjang tahun, gurun ini tetap dihuni oleh manusia dan antaranya adalah terdiri daripada Kaum/Puak Badwi dan Kafilah yang menjalankan kegiatan menternak bintang dan juga saudagar yang menjual barangan kepada penduduk gurun.

Kini bagi Kaum Badwi, mereka lebih tertumpu di kawasan yang berhampiran dengan sumber air atau Oasis yang mana lebih memudahkan mereka untuk bertani dan juga menternak binatang sekaligus sedikit sebanyak amalan berpindah randah semakin dilupakan oleh kaum ini.


          Penceroboh Lahad Datu rela mati dari menyerah diri        


Filipina mahu pengikut Sultan Sulu elak pertumpahan darah
Selepas hampir sebulan isu pencerobohan yang dilakukan oleh Raja Muda Agbimuddin Kiram dan pengikutnya yang berkubu di Lahad datu sejak 9 februari lalu. Tanda-tanda mereka akan meninggalkan Sabah atau menyerah diri masih lagi belum dicapai sebaliknya mereka memaklumkan pendirian untuk kekal di Lahad Datu serta rela mati di sana.


Menurut Portal Inquarer, Agbimuddin telah memaklumkan pendirian itu dalam satu mesej yang dihantar kepada abangnya Sultan Jamalul Kiram III pada jam 5 pagi semalam dan antara isi kandungan mesej tersebut adalah. "Selepas mengebumikan saudara kami sembilan orang dan seorang saudara perempuan kami, setiap 224 daripada kami telah memutuskan untuk mati di Lahad Datu dalam usaha mencapai impian dan aspirasi kami," kata beliau dalam mesejnya.


Semalam Presiden Filipina, Banigno Aquino III, mengesa pengikut Sultan Sulu yang masih berkubu dilahad Datu agar menyerah diri tanpa sebarang syarat bagi mengelakkan lebih banyak kehilangan nyawa.

Rayuan ini dilakukan menerusi satu kenyataan selepas mengadakan pertemuan dengan kabinet dan pegawai-pengawai keselamatan Filipina di Malacanang dan kali kedua selepas insiden tembak menembang di lahad Datu dua hari lepas.

Dalam insiden tersebut dua anggota komando Polis Malaysia dan 12 anggota kumpulan penceroboh terbunuh selepas insiden tersebut berlaku di Kampung Tanduo kira-kira jam 10 pagi serta turut mencederakan tiga lagi pasukan keselamatan Malaysia.

Ketua Polis Negara, Tan Sri Ismail Omar berkata, pada masa ini polis sudah tidak mempunyai pilihan lain selain menamatkan itu secepat mungkin berikutan tindakan kumpulan penceroboh semalam. Kumpulan tersebut telah terkepung di Kampung Tanduo oleh pasukan keselamatan.

Beliau juga memberi amaran kepada mereka agar segera menyerah kerana banyak masa telah diberi kepada mereka dan perbuatan mereka telah tidak memberi pilihan kepada beliau sebaliknya.

"Saya tidak ada pilihan sekarang selain untuk mengambil tindakan yang ada untuk menangkap mereka. Sekali lagi saya minta mereka letak senjata dan serah diri. Jika tidak saya tidak ada pilihan tetapi akan  mengambil tindakan drastik dan tindakan sewajarnya bagi menamatkan keadaan," tegasnya.
Beliau turut menegaskan bahawa penceroboh yang menyerah diri kelak tetap akan diambil tindakan berdasarkan undang-undang Malaysia kerana kumpulan berkenaan sudah melakukan kesalahan yang amat serius di negara ini.

Ismail berkata, kehidupan seharian di Lahad Datu berjalan seperti biasa dan tidak ada perintah berkurung diisytiharkan, manakala kawasan operasi polis ialah di kawasan Kampung Tanduo.

Katanya, polis turut mempertingkat langkah keselamatan melalui sekatan-sekatan jalan raya dan keadaan itu akan diteruskan.
 
          Terlanjur di awal usia 17 tahun        
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSBXOh6kZ0vZLQp9O8l_fPz3_AiXGjzIMC7lZE5Nwi5gqWaKIb0Kw
Kisah kali ini adalah sebuah kisah yang mempunyai pengajaran yang cukup berguna semoga ianya boleh djadikan iktibar dan sempadan, walau bagaimanapun kisah ini sedikit sebanyak telah di ubah serta diolah untuk tatapan pembaca. kisah ini adalah sebuah kisah benar yang berlaku pada seorang gadis diawal usia 17 tahun.
Umur aku sekarang ni dah 26 Tahun dan sudah bekerja disebuah syarikat swasta yang terkenal diseluruh Malaysia. Macam remaja-remaja lain, aku juga mempunyai pengalaman yang tak dapat dilupakan semasa aku remaja dahulu.
Kisah ini terjadi semasa aku di tingkatan 5, masa ini aku baru mula berani bercinta dengan teman lelaki ku, umur teman lelaki aku pada masa itu adalah 21 tahun dan ketika itu dia merupakan pelajar di salah sebuah IPT berhampiran tempat tinggalku.
Teman lelaki aku merupakan seorang yang pandai memujuk dan semua kata-katanya cukup indah apatah lagi pada ketika itu umur aku hanya 17 tahun, cukup mudah untuk aku mempercayai semua kata-katanya.
Pada awal percintaan, seperti pasangan lain aku dan teman lelakiku memilih untuk bertemu hanya sekitar kawasan perumahan, tetapi selepas hubungan kami semakin kukuh, teman lelaki ku mula berani pegang tangan dan sejak dari itu aku mula berani mengikuti teman lekali ku keluar ke bandar untuk mengelakkan daripada aku dikenali oleh saudara maraku.
Oleh kerana aku betul sayangkan teman lelaki ku, kadang-kadang pertemuan kami biasanya dimulakan dengan pelukkan di bahagian pinggang tetapi apabila teman lelaki ku hendak mencium pipiku aku menahan kerana aku malu padanya dan juga ketika itu kami berada ditempat terbuka.
Pertemua kami berikutnya, selepas dipujuk serta dirayu oleh teman lelaki ku, aku mula berani membenarkan dia mencium pipi ku kerana pada masa itu tempat yang kami lepak agak terlindung dari pandangan orang dan kerana perasaan sayang aku yang semakin membuak-buak malah ditambah perasaan ingin mencuba aku hanya diamkan sahaja teman lelaki ku mencium aku di bahagian mulut dan aktiviti macam ini berterusan jika kami ada peluang dan selamat untuk kami lakukan sedemikian kadang-kadang aku rasakan macam ketagih untuk lakukannya.
Satu hari, kira-kira selepas aku tamat peperiksaan SPM, teman lelaki ku mengajak aku untuk lepak di rumah bujangnya dan kebetulan pada masa itu semua rakan serumah dengannya pulang kekampung dan kebetulan pada masa itu aku agak kebosanan tanpa berfikir panjang aku hanya bersetuju dengan cadangannya.
Didalam rumahnya, pada mulanya kami hanya berborak kosong tetapi kerana lama tidak bertemu kerana sebelum ini aku memberi perhatian pada peperiksaan SPM, aku mula
hilang kawalan apabila teman lelaki aku mula memeluk dan mencium ku. semakin lama kami berpelukan semakin rakus ciuman darinya. Pada masa itu aku mula hanyut perlahan lahan tanpa membantah sehingga aku hanya membiarkan setiap apa yang dilakukan padaku.
Pelukan serta ciuman demi ciuman yang dilakukan membuatkan aku khayal satu demi satu pakaian aku dibuka, seketika aku sedar aku dapati aku tidak lagi mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhku, aku bagaikan dirasuk mengikut apa seperti yang diminta tanpa membantah dan pada ketika itu aku seolah-olah didorong untuk melakukam perkara yang sama terhadap teman lelakiku.
Kini keadaan kami berdua tanpa dilindungi oleh seurat benang, kata-kata serta pujian yang dilontarkan kepada ku membuatkan dunia ini milik kami berdua, kini hanya tinggal kami berdua, aku merelakan apa saja yang dilakukan oleh teman lelakiku, dengan mata yang sedikit terbuka aku dapati teman lelakiku seolah olah turut dirasuk dan akhirnya mahkota ku kini telah aku berikan pada teman lelakiku. Aku bagaikan berada di awangan berdayung menuju ketepian dan saat itu aku nikmatinya bagaikan cukup indah sedikitpun tiada sedikit sesal yang hadir, bagikun teman lelakiku adalah insan yang paling layak untuk aku hadiahkan mahkota ini.
Selepas puas kami bersama seharian dan mengulanginya beberapa kali pada hari tersebut, kini tibalah masanya untuk aku perlu pulang, sesampainya dikawasan perumahan ku, sekali lagi kami berpelukkan dan apa yang dapat aku perhatikan teman lelakiku mengharapkan ada lagi pertemuan selepas ini.
Beberapa hari sebelum aku berangkat ke sebuah IPTA, aku sekali lagi bagaikan didorang untuk mengulanginya, bak kata pepatah seperti mengantuk disorongkan bantal, peluang yang hadir tidak disia-siakan oleh teman lelakiku, kami mengulanginya disebuah hotel murah dan selepas itu hubungan kami mula renggang kerana kami mula berjauhan hanya berhubung melalui telefon akhirnya pada tahun kedua semasa aku di IPTA hubungan kami terputus dan sejak dari itu tiada lagi khabar berita darinya.
Aku belum serik bercinta, akhirnya aku dipertemukan dengan seorang lelaki yang mana sekuliah denganku, baik orangnya serta beriman, beliau berasal dari sebuah keluarga yang biasa saja tidak kaya dan tidak miskin. Hubungan kami hanya setakat berpegangan tangan sahaja itupun paling jarang dilakukan selain dari itu tidak pernah sama sekali.
Ketagihan seks, seperti yang dilakukan bersama teman lelakiku dulu semakin hari semakin aku lupakan, bersama dengan teman lelakiku yang baru ini benar-benar memberikan nafas baru dalam hidupku, berbicara soal seks dengan beliau kurang malah dirasakan tidak pernah sesekali beliau menganjak bersembang tentang seks. Cuma pada awal perkenalan aku ada menceritakan tentang aku pernah terlanjur dengan bekas teman lelaki ku yang dulu. Pada mulanya dia amat terkejut tetapi dia dapat menerimanya katanya " Setiap manusia akan melakukan dosa, tetapi jika bertaubat dan nekad tidak akan melakukannya lagi insyaallah diampunkan oleh Allah swt.
Sejak berkawan dengannya aku rasakan aku lebih banyak mendekati diri dengan Islam dan sedikit demi sedikit aku mula berubah, kini ketagihan aku mengenai seks tidak lagi hadir.
" Jangan kamu mendekati Zina termasuklah peluk cium yang bukan muhrim " Ingatlah Allah swt akan mengampunkan dosa-dosa manusia asalkan beliau benar-benar insaf. 
Koleksi pedoman.

          5ª Convenção de Distribuidores Bellkey        

Durante o jantar de confraternização da Bellkey, Santolin nos agraciou com performance de diversos artistas. O pessoal que não queria ficar de fora dessa animação, se divertiu dançando em volta deste showman.


Curtam este vídeo e matem a saudades deste excelente evento.



Não deixem de acessar este blog, nas próximas edições apresentaremos mais fotos.


Importância dos alimentos orgânicos produzidos sem agrotóxicos

Embora existam os riscos e malefícios dos agrotóxicos nas frutas e verduras, o Inca afirma que você, assim como a população em geral, não deixe de fazer o consumo destas, vez que são essenciais para uma alimentação saudável.

O Instituto defende é a produção de alimentos orgânicos livres de agrotóxicos por terem maior concentração de nutrientes e compostos que previnem o câncer, por exemplo.

O que você pode fazer para resolver o problema é optar pelo consumo destes alimentos orgânicos, mesmo que o preço deles não seja tão animador.

Outra alternativa para amenizar tal situação é cozinha ou descascar aqueles alimentos que ingere cru ou com casca. Mas, lembre-se devido muitos agrotóxicos serem “sistêmicos”, isto é, quando aplicados circulam através da seiva por todos os tecidos das plantas, logo, existem casos em que lavar e descascar não te garante a eliminação total dos resíduos agrotóxicos.

Por fim, fique alerta quanto ao consumo de frutas e verduras com agrotóxicos. Tome todos os cuidados necessários para que você possa preservar sua saúde.

E você? Tem medo de consumir alimentos com agrotóxicos? Qual sua opinião a respeito do uso deles no Brasil? Registre nos comentários!

E VOCÊ? Já ouviu FALAR SOBRE o MED: PROGRAMA REVOLUCIONÁRIO DE EMAGRECIMENTO DEFINITIVO!

Um forte abraço.


          Hibiscus: os segredos desse chá!        

CLAUDIO AMORIM MED EMAGRECIMENTO

Provavelmente alguém já chegou perto de você e comentou sobre o chá de hibiscus; não é mesmo? Então, lhe veio aquela pergunta à mente – “afinal, o que é hibiscus ou hibisco”?

Bom. Realmente diversas pessoas estão fazendo uso do chá de hibiscus por diversos motivos.

Aqui neste post, você vai descobrir o que é hibiscus e quais são os segredos desse chá que, inclusive, muitas famosas como Letícia Spiller e Fernanda Souza estão tomando para ostentarem uma barriguinha chapada e manter o corpo “sequinho”.

Confira!

O consumo de chás

Beber chás é um costume europeu que chegou ao Brasil em função das tradições indígenas que utilizavam ervas como forma de cura. Daí em diante, o consumo desta bebida continuou a crescer assim como a variedade de sabores e diversos benefícios.

Há aquelas pessoas que tomam chá pelo sabor, já outras optam pelos ingredientes menos conhecidos investindo nos benefícios que os chás oferecem à saúde.

Um dos chás mais consumidos atualmente é o de hibiscus que tem um sabor mais agradável e pode ser ingerido quente ou gelado.

Hibiscus – o que é e para que serve?

Hibiscus é uma planta que possui flores e folhas exuberantes. A bebida é preparada com o caule seco da flor chamada Hibiscus Sabdariffa, e é a preferida de quem está buscando emagrecer.

A principal responsável pela redução do acúmulo de gordura corporal é a ação antioxidante do chá que contribui significativamente para você perder gordura na região dos quadris e do abdômen.

Isto ocorre porque um dos benefícios do chá de hibiscus se encontra na capacidade que ele tem de diminuir a adipogênese, um processo em que as células pré-adipócitas do seu corpo se transformam em adipócitas maduras (adipócitas=gordura) que fazem você engordar.

Hibiscus – os segredos desse chá!

O hibiscus é rico em nutrientes como magnésio, cálcio, fósforo, potássio, vitamina B2 e vitamina B1. Além disso, seu sabor é levemente adocicado dispensando o uso de açúcar ou adoçantes.

Todos estes nutriente fazem com o que o chá de hibiscus te ofereça diversos benefícios:

  • Ajuda seu corpo captar energia nas células auxiliando no metabolismo da glicose e do oxigênio, principais fontes de combustível celular.

  • Tem ação diurética contribuindo para eliminar os líquidos que causam inchaço e retenção.

  • Por ser rico em antioxidantes, o chá de hibiscus previne o envelhecimento precoce e doenças do coração.

  • Auxilia na redução da pressão sanguínea.

  • Tem ação termogênica, o que te ajuda a perder peso.

  • Reforça o sistema imunológico.

  • Alivia dores musculares.

  • Auxilia na saúde dos cabelos, pele e ossos.

  • Proporciona ação anti-inflamatória.

O chá de hibiscus também emagrece porque possui um inibidor que impede a produção de amilase, a enzima que transforma o amido em açúcar. Assim, tomar esta bebida após as refeições vai te ajudar a diminuir a absorção de carboidratos, o que gradualmente te levará a emagrecer.

Segundo pesquisas, os flavonoides presentes no chá de hibiscus possuem efeito vasodilatador e cardioprotetor. Desta forma, as substâncias elevam o colesterol bom (HDL), reduz o colesterol ruim (LDL) e diminuem a pressão arterial e triglicérides.

Como consumir o chá de hibiscus para emagrecer

Se você for fazer o chá de hibiscus a partir da flor a granel:

  • Coloque para ferver 200 ml de água (não aqueça muito para não perder as propriedades da flor).

  • Desligue o fogo e acrescente 5 gramas da flor seca.

  • Tampe e deixa descansar entre 3 a 5 minutos.

  • Coe e beba.

Especialistas recomendam que ao fazer uso deste chá de hibiscus para emagrecer, você consuma 1 ou 2 xícaras de 200 ml por dia. A cada xícara utilize de 4 a 6 gramas da flor seca, o que equivale a uma colher de chá.

Para potencializar o efeito da perda de peso adicione um alimento termogênico ao chá, como canela, hortelã ou gengibre; pois enquanto o hibiscus evita o acúmulo de gordura o segundo te ajuda a manter o gasto calórico.

Gostou?

Portanto, agora que você descobriu os segredos do chá de hibiscus acrescente-o em sua dieta. É uma maneira de perder o excesso de gordurinhas que te incomoda e ficar com um corpo mais bonito. Lembre-se de sempre ter uma alimentação saudável e praticar exercícios físicos.

E VOCÊ? Já ouviu FALAR SOBRE o MED: PROGRAMA REVOLUCIONÁRIO DE EMAGRECIMENTO DEFINITIVO!

E então? O que você acha desta ótima estratégia para emagrecer? Comente!

Um forte abraço.


          Por que a aveia é um alimento tão importante para a saúde? Depois de descobrir isso, você não desejará deixar de comer!        

CLAUDIO AMORIM MED EMAGRECIMENTO

Se você é uma das pessoas que, de fato, busca ter um estilo de vida mais leve com alimentação saudável e prática de exercícios físicos, saiba que a aveia é um importante aliado para que você alcance este objetivo.

Este cereal serve de ingrediente chave para várias receitas como mingau, panqueca, sopa, biscoitos, pães e bolos, pode ser também adicionado a saladas, iogurtes, vitaminas, frutas... Sendo assim, se torna mais fácil você usar de versatilidade para o consumo deste alimento.

A aveia ainda está na lista dos melhores alimentos funcionais e constantemente é indicada por nutrólogos, nutricionistas e outros especialistas em alimentação saudável.

Mas, porque será que a aveia é um alimento tão importante para a saúde?

A aveia é um alimento que fornece inúmeras substâncias essenciais ao seu corpo. Ela é rica em proteínas e contribui no equilíbrio dos aminoácidos de seu organismo.

Quem quer ganhar massa muscular, emagrecer e regular o metabolismo, pode sem dúvida alguma incluir a aveia na dieta, que também é fonte de fibras, vitaminas, minerais e lipídios (gorduras insaturadas).

E você sabe qual é a substância responsável pela maioria dos benefícios da aveia?

É a fibra solúvel conhecida como B-glucana que retarda o esvaziamento gástrico resultando na sensação de saciedade, e é isto que te auxilia no controle de peso.

E tem mais...

Este superalimento, a aveia, tem efeito antioxidante que auxilia na prevenção do surgimento de diversas doenças gastrointestinais, imunológicas, cardíacas e metabólicas!

Está percebendo porque você não pode deixar de comer aveia todos os dias?

Fazer o consumo regular de aveia faz com que seu corpo obtenha mais energia, regule a função do intestino, do diabetes e da hiperglicemia (excesso de açúcar no sangue), reduz a ansiedade, combate a prisão de ventre, a insônia e previne o esgotamento mental.

De fato são muitos os benefícios nutricionais da aveia! Não é mesmo?

Como consumir a aveia

Para fazer o consumo correto da aveia é necessário que você não exagere na quantidade a ingerir, pois quando em excesso no seu organismo ela pode acarretar em alguns efeitos colaterais como:

  • Gases.

  • Desconforto abdominal.

  • Ventre inchado.

Os flocos de aveia, farelo de aveia e a farinha de aveia são os tipos de aveia que possuem maior quantidade de B-glucana. Assim, profissionais da área recomendam que você faça uso de três colheres de sopa de aveia por dia a fim de ganhar mais vitalidade e energia, o que funciona como uma ótima opção para mais ânimo antes dos treinos.

Certamente a aveia é um dos alimentos saudáveis que deve estar presente em sua dieta para você ter um estilo de vida mais leve, ter uma alimentação mais saudável e fazer suas atividades físicas com mais eficiência.

Além de todos os benefícios já mencionados, vale dizer que a aveia é um cereal de baixo a médio índice glicêmico, o que significa que ela tem a capacidade de lhe fornecer energia por mais tempo reforçando os estoques de glicogênio muscular sem causar picos de insulina.

Resultado? Reduz sua fome e promove maior queima de calorias.

Agora, como BÔNUS você vai aprender a fazer uma receita com aveia que leva junto como ingrediente a canela, um excelente alimento termogênico. Veja!

Ingredientes:

  • 1 colher de sopa de canela em pó.

  • Xícara de aveia em flocos.

  • 1 litro de água.

  • Mel ou adoçante stévia.

Modo de preparar:

  • Coloque a aveia de molho na água para que fique macia.

  • Após, bata bem tudo no liquidificador.

  • Terminado, vire a mistura numa jarra de vidro e acrescente algumas pedrinhas de gelo e pronto, pode se servir!

Fica uma delícia!

Faça esta fórmula e beba duas vezes por dia na parte da manhã e à noite. Consuma durante 30 dias e veja na prática como seu organismo irá melhorar.

Portanto, não deixe de comer aveia. Como você pode notar, este alimento traz diversos benefícios à sua saúde.

Gostou? Então dê uma curtida e compartilhe nas redes sociais?

Se tiver mais alguma dúvida, registre nos comentários que terei o prazer em te responder!

E VOCÊ? Já ouviu FALAR SOBRE o MED: PROGRAMA REVOLUCIONÁRIO DE EMAGRECIMENTO DEFINITIVO!

Um forte abraço.


          Colágeno hidrolisado ajuda no combate a flacidez, rugas e emagrecimento saudável!        

CLAUDIO AMORIM MED EMAGRECIMENTO

Colágeno hidrolisado – deixando sua pele viçosa e seu corpo em boa forma!

Você sabia que quando as pessoas passam dos 30 anos, a cada 12 meses a quantidade de colágeno do corpo reduz 1%? Agora vai somando isto até você chegar a mais ou menos uns 45 anos...

A cada década a capacidade de seu corpo em fabricar colágeno diminui ainda mais!

Por este motivo é que ocorre a flacidez em sua pele e aparecem as rugas conforme a idade avança!

A solução para isto se chama colágeno hidrolisado, uma substância que também ajuda a emagrecer.

Exatamente! Combater rugas e flacidez e ainda perder peso de maneira saudável são alguns dos benefícios do colágeno hidrolisado que é um pó composto por vitaminas, proteínas e minerais.

Livre de açúcares e gorduras e com valor calórico bem baixo, o consumo de colágeno hidrolisado estimula seu mecanismo de saciedade, o que te leva a comer menos na refeição. Ele também auxilia na queima de gordura corporal e manutenção de massa magra.

Por isto que colágeno hidrolisado emagrece mesmo!

Ademais, o colágeno hidrolisado faz muito bem à sua saúde, uma vez que o próprio colágeno é o principal componente protéico de seus ossos, cartilagens, tendões e pele. Dessa forma, o uso regular de colágeno hidrolisado contribui na manutenção destas estruturas.

Só para você ter uma ideia, o colágeno possui 90% das proteínas que compõem a massa seca da pele e 30% das presentes em seu organismo. Sendo assim, é fundamental que as taxas de colágeno de seu corpo estejam equilibradas para que sua pele fique mais bonita e saudável.

Pesquisas mostram que após os 50 anos a perda anual de colágeno é bem mais drástica do que a partir dos 30. Sua produção de colágeno cai para somente 35%, aproximadamente.

O que as mulheres mais sentem?

Redução da hidratação e elasticidade da pele. Daí começam a surgir as rugas, flacidez, celulite...

Nutrólogos, nutricionistas e dermatologistas consideração a suplementação com colágeno hidrolisado muito importante a partir dos 30 anos de idade e depois dos 50.

Como usar o colágeno hidrolisado

No mercado você encontra colágeno hidrolisado em diferentes formas, porém no formato de suplemento ele é melhor absorvido por seu organismo.

Extraído da cartilagem e do osso do boi, o colágeno encontrado nos suplementos deve passar pelo processo de hidrólise, em que ocorre a quebra pela água das moléculas de proteína.

Você pode diluir a substância no suco ou água e tomar que ao chegar no seu estomago o colágeno hidrolisado o preenche rapidamente e faz com que o processo de esvaziamento ocorra mais lentamente, o que prolonga a sensação de saciedade e traz benefícios para sua pele.

Para você conseguir combater a flacidez, rugas e emagrecer com colágeno hidrolisado é preciso que o consuma na dosagem correta. Especialistas recomendam uma dose de 8 a 10 gramas diariamente, mas pesquisas observaram melhoras em pacientes que consumiam 5 gramas dele.

O aconselhável é que você consulte um médico especializado para que indique qual a forma correta de usar colágeno hidrolisado específica para seu caso.

Onde comprar colágeno hidrolisado

Você pode comprar colágeno hidrolisado em drogarias, farmácias ou em lojas de produtos naturais. Se preferir pode adquirir também em lojas online seguras e confiáveis.

Portanto, é correto afirmar que o colágeno hidrolisado auxilia no combate a flacidez, rugas e é um ótimo aliado para quem deseja emagrecer com saúde. Reduza a ação do tempo em sua pele e perca peso, se necessário, fazendo uso deste excelente suplemento.

E então? O que você achou destes benefícios do colágeno hidrolisado? Comente!

E VOCÊ? Já ouviu FALAR SOBRE o MED: PROGRAMA REVOLUCIONÁRIO DE EMAGRECIMENTO DEFINITIVO!

Um forte abraço.


          Temperos naturais que são uma delícia! Aprenda como e onde utilizá-los!        

CLAUDIO AMORIM MED EMAGRECIMENTO

Atualmente você encontra vários tipos de temperos industrializados que prometem realçar o sabor dos alimentos. Estes realmente aguçam o paladar, contudo, são extremamente prejudiciais à sua saúde devido a maioria conter o sódio e conservantes em sua composição.

Temperos naturais é a opção perfeita para reduzir o consumo destes tipos de substâncias, pois além de saudáveis garantem muito sabor aos pratos!

Conheça a seguir, alguns temperos naturais que são uma delícia! Aprenda também como e onde utilizá-los. Confira!

1- Alecrim

O alecrim é uma erva que tem um sabor e aroma bem marcantes. Antigamente, mais precisamente no século XIV, era extraído o óleo do alecrim para produção de um cosmético popular da época chamado “A Água da Rainha da Hungria”.

Nativo do mediterrâneo, o alecrim hoje é usado como tempero natural no mundo inteiro!

Propriedades: é rico em vitamina B e C, ferro, cálcio, fósforo, potássio, magnésio, contém antioxidantes que possuem propriedades anti-inflamatórias, prevenindo o envelhecimento precoce, o crescimento de células cancerígenas e evitando danos ao seu corpo.

Como e onde usar: o leve toque de pequenos ramos de alecrim no preparo de abobrinha e batatas com pele assadas faz com que o prato fique uma delícia. Azeite de alecrim e alho com casca são perfeitos para pizzas. Esta erva também combina com aves, massas, peixes, carnes de cordeiro, de porco e de cabrito.

2- Curry

 O tempero curry é de origem indiana e é uma mistura de diversas especiarias tais como o coentro, manjericão, canela, cravo, cúrcuma, páprica, cominho, noz-moscada, gengibre e cardamomo.

Propriedades: tem efeito antioxidante, antibacteriano, estimula o sistema imune e reduz processos inflamatórios, previne seu corpo de doenças crônicas como diabetes e cardiovasculares.

Como e onde usar: é usado em carnes, molhos, sopas, peixes, aves e pratos com queijos e ovos, cozidos e assados em geral. O curry pode até mesmo ser acrescentado em seu chocolate quente!

3- Chimichurri

Conhecido como o melhor amigo de todo churrasqueiro, o chimichurry é mais um dos temperos naturais feito com ervas que tem origem nos pampas uruguaios e argentinos!

Propriedades: rico em vitamina B2, sais minerais, age como antioxidante, melhora a digestão, combate o inchaço abdominal e reduz significativamente as taxas de colesterol. Devido sua ação termogênica, o chimichurry ajuda a emagrecer!

Como e onde usar: este é um tempero bem versátil. Você pode usar o tempero chimichurry em marinadas para carne, porco e cordeiro, aves ou como molho para acompanhar qualquer destas preparações ou sanduíches e pães. É ótimo também para dar um toque especial no feijão, requeijão ou manteiga. Uma delícia!

4- Pimenta calabresa

A pimenta calabresa é uma das importantes aliadas de pessoas que buscam ajuda para emagrecer.

Propriedades: fonte de vitamina A, B1, B2, B3 e C. Contém capsaicina (substância responsável ela pungência da pimenta). É anti-inflamatória, vasodilatadora, favorece a redução de coágulos no sangue, alivia dores de cabeça, atua como cicatrizante, alivia doenças cancerígenas e também do coração, é eficiente na queima de calorias, é antioxidante e possui ação termogênica que te ajuda a perder peso.

Como e onde usar: com leves pitadas nas receitas caseiras como saladas, frangos, arroz, carnes e outros, a pimenta calabresa dá um toque diferenciado ao sabor dos alimentos. Ela vai bem até em doces como mousses.

5- Gengibre

O gengibre é um dos melhores temperos naturais que existe! Na medicina asiática ele é considerado como uma especiaria “quente”; sabe por quê?

Porque o gengibre serve para reforçar as energias masculinas da vitalidade e do “fogo”. Gostou? Então, veja como e onde você pode utilizá-lo:

  • Serve para condimentar peixes, sopas, bolos, leguminosas e biscoitos. Pode ser apreciado como fruta cristalizada e servir de ingrediente para sucos detox.

Veja outros tipos de temperos naturais que são uma delícia:

  • Coentro.

  • Hortelã.

  • Louro em folhas.

  • Orégano.

  • Sálvia.

  • Manjerona.

  • Estragão.

  • Salsão.

  • Mostarda em grão.

  • Kümmel.

  • Cadamomo.

  • Páprica.

Portanto, escolha o tempero natural que seja melhor para cada tipo de prato que você for preparar e bom apetite!

E VOCÊ? Já ouviu FALAR SOBRE o MED: PROGRAMA REVOLUCIONÁRIO DE EMAGRECIMENTO DEFINITIVO!

Um forte abraço.


          Comentário a A Magnífica Sophy – Georgette Heyer        

great work

تصميم مواقع




amazing

شركة تنظيف بالرياض




good job Beautiful! :)

حراج السيارات

          Primer embarque de carne mexicana viaja a Medio Oriente        
El cargamento llegará a la ciudad de Qatar, para después ser distribuido entre Arabia Saudita, Bhréin, Emiratos Árabes Unidos, Kuwait, Omán y Yemen
          O LUSO-MOTOCICLISTA CONTEMPORÂNEO EM TRÊS ACTOS        
TEXTO NÃO PUBLICADO

PRÓLOGO
Às vezes, enquanto conduzo, dou por mim a cogitar sobre esta ou aquela característica que, de uma forma geral, reflecte os hábitos daqueles que como eu são motociclistas em Portugal. Hoje resolvi passar esses pensamentos dispersos – testemunhos daquilo que encontramos todos os dias na estrada – para o papel. A escrita pode muito bem ser uma forma de exorcizarmos os nossos fantasmas, medos, dúvidas, ou simplesmente os nossos defeitos. Todavia, justiça seja feita, também concordo que há males bem mais gravosos nesta nossa sociedade. Mas isso não me impede com certeza de perceber que, se calhar, há umas quantas arestas ainda por limar. Em todo o caso, é também contra mim que eu escrevo… Adiante.

ACTO I – DESTRUIR UM MITO: AS CONCENTRAÇÕES “MOTARDS”
É recorrente a afirmação de que já se perdeu o espírito genuíno que as concentrações de motociclistas haviam tido noutros tempos. Até me parece que esta é uma conjectura da moda. Em todo lado há sempre alguém devidamente avalizado na matéria para interpor tal observação.

Pela parte que me toca, e em virtude de ter completado três décadas de vida, nunca me foi possível experimentar esse tal espírito genuíno de que alguns invocam, muitos recordam, e outros tantos – como eu – simplesmente desconhecem. Das concentrações conheço apenas a realidade contemporânea, quer se tratem de encontros internacionalmente aclamados, ou de outros bem mais bairristas e erguidos com parcos recursos.

Agora, não é preciso ser-se um génio para perceber que as grandes concentrações são em tudo semelhantes aos festivais de verão, ou às grandes feiras regionais. Senão vejamos: existe um cartaz musical capaz de agradar aos que são e aos que não são motociclistas; há comida e bebida com fartura; tendas de artesanato, de vestuário, e de um sem número de outras “utilidades” encontram-se por toda a parte; e, muitas vezes, há igualmente o complemento balnear, nuns casos salgado, noutros doce. De resto, se não for o bike show, ou o típico strip-tease, a coisa não passa de mais um acontecimento lúdico em época de veraneio destinado a um público indiferenciado. Daí que me pareça que a única semelhança entre a realidade que hoje temos, e os tempos em que estas actividades estavam despojadas da actual vertente comercial, é só a facto de nos deslocarmos até lá de moto. Quer dizer… uns há que nem isso…Tudo o resto são condimentos que têm tanto de rentável como de impessoal.

Não tenho nada contra às concentrações. São agradáveis, proporcionam boas escapadelas de fim-de-semana, impulsionam o sector e as regiões. No entanto, talvez valha a pena inventar outras formas complementares para recuperar o tal convívio despretensioso que motociclistas como eu só conhecem de ouvir falar. Ou talvez caiba a cada um de nós promover esses momentos de partilha. É que quando o vil metal entra na equação, para mais numa escala de centenas de milhar, tudo fica mais impessoal. É como ir ao hiper-mercado em vez de ir à mercearia.

ACTO II – A CORTESIA, E A FALTA DELA
Há três anos fiquei espantado ao verificar que em França todo e qualquer motociclista que se cruzasse comigo me dirigia um cumprimento. Fosse com o polegar em sinal de OK, fosse com a perna direita esticada, fosse com um simples aceno de cabeça ou fosse, inclusivamente, com uma piscadela de máximos. Todos sem excepção, independentemente da moto que utilizavam, não hesitavam em cumprimentar-se entre si. Achei bonito. São gestos simples como este que aumentam a união, a coesão, e o sentimento de pertença a um grupo do qual fazemos parte. Não custa nada e cai bem.

Nos primeiros meses de carta, também eu cumprimentava toda a gente. Mas fartei-me de dirigir saudações a quem não lhes ligava importância. Às tantas sentia-me um idiota. Então deixei de tomar a iniciativa. Apenas respondia ao cumprimento caso mo dirigissem.

Mas agora mudei a atitude. Voltei a cumprimentar toda a gente. Acho que se todos agirmos assim não há de faltar muito tempo para que este hábito – tão característico do universo das duas rodas – se reinstale de novo de norte a sul. E sabem que mais, tenho reparado que até já os polícias retribuem o meu cumprimento. Valeu!

ACTO III – A SOLIDARIEDADE
Há uns meses circulava eu na A8, em direcção a Torres Vedras, quando vejo passar por mim uma moto a fazer um ronco tremendo. Continuo no meu ritmo, e uns cinco quilómetros mais à frente recomeço a vê-la no horizonte só que numa toada bem mais calma. Quando me aproximo um pouco mais tive de travar a fundo, guinar a minha Wild Star para a esquerda, pois a panela de escape da outra moto acabava de se soltar, varrendo as faixas da auto-estrada de uma ponta à outra. Depois de controlada a situação, quando eu já estava à frente dessa moto, talvez uns quinhentos metros, pensei em encostar para auxiliar o motociclista, mas acabei por desistir. Na altura achei que não tinha ferramentas para o ajudar, que de certeza que ele haveria de ter assistência em viagem, portanto, a minha presença seria escusada. Porém, estes são argumentos de quem simplesmente não tem argumentos. Hoje sinto-me mal quando penso neste episódio, até porque eu também já senti na pele o que é estar “enrascado” na berma, e ninguém se dignar a parar para oferecer ajuda. É simplesmente inqualificável. Umas vezes porque estamos distraídos, outras porque estamos com pressa, outras porque é de noite, outras porque é de dia, outras porque está a chover, outras porque está a fazer sol, outras porque estamos sozinhos, outras porque estamos acompanhados, na verdade somos pródigos em arranjar argumentos para justificarmos o nosso individualismo e votarmos à mercê da sorte outros que, como nós, percorrem a estrada em duas rodas, e que, também como nós, por vezes, precisam de ajuda. É que muitas vezes – e nisto nem se quer pensamos – o outro pode estar sem bateria no telemóvel para pedir socorro, e essa pode ser a nossa preciosa ajuda: emprestar o telemóvel para fazer a chamada. Por isso, não perceber nada de mecânica não é, de modo algum, pretexto para virar as costas. Nestas circunstâncias não há mesmo desculpa. Por isso é que, para mim, pensar neste tema é como levar um valente soco no estômago. Revejo-me num dos piores defeitos que o motociclista pode ter. Espero que com o caro leitor seja diferente. Eu pelo menos quero fazer um esforço por mudar.

EPÍLOGO
Talvez haja outros traços que definam de forma complementar, para o bem ou para o mal, o motociclista português. Falo dos motociclistas empenhados em acções de solidariedade social, de outros que promovem passeios interessantes (onde – aqui sim - se pode comungar do tal convívio que tem estado arredado dos grandes eventos), dos aceleras, dos “micro-matrículas”, dos minimalistas (aqueles que arrancam tudo da moto deixando ficar só o quadro, as rodas e o assento, e mesmo assim….), dos gabarolas, dos arruaceiros, dos condutores de fim-de-semana, dos condutores de fim-de-semana mas só no verão, dos que vão ver todos os jogos do Sport Lisboa e Benfica, mas que acham caro o bilhete para o Moto GP, preferindo ceder o lugar aos espanhóis, etc. Mas quem sabe, numa próxima oportunidade, eu talvez retome ao tema e acabe por adicionar novas cenas a esta peça. É uma questão de aguardar pela sequela.
© Todos os direitos do texto estão reservados para Hélder Dias da Silva
© General Moto, by Hélder Dias da Silva 2008

          ESTILO VINTAGE        
Nº207 MOTOCICLISMO Julho 2008
Uma vida inteira de dedicação às motos antigas (especialmente as inglesas) foi o mote para uma conversa com José Ferreira, o conhecido coleccionador e requisitado especialista técnico da zona de Sintra.

O gosto, esse, veio-lhe quase desde o berço, quando via o seu pai sair de casa de motorizada. Porém, a necessidade cedo o obrigou a aguçar o engenho e a arte para conseguir remediar os percalços que o seu primeiro ciclomotor lhe reservava – uma Zundapp de 1961. Anos depois, já a trabalhar, chegou-lhe às mãos uma V5. Mais tarde, tirou a carta de condução e quando saiu da tropa adquiriu a sua primeira “bifa”: uma Royal Enfield 250. Hoje, lembrar-se de todas as motos que já teve é um autêntico desafio para a memória. Começaram por ser meros meios de transporte, contudo, posteriormente, a dedicação à causa apurou-se e com ela surgiu a colecção e a competição. Não foi só de recordações que falámos hoje – mas também. Pelo meio ferrou-se a brasa do descontentamento nos olhos do presente e atreveram-se alguns palpites e sugestões para o futuro.

MOTOCICLISMO: Foi lhe complicado aprender este ofício?
José Ferreira: Na verdade, quando comecei a reparar as minhas motos, sempre tive pessoas que me explicavam como fazer as coisas. Isso é importantíssimo. Depois, como não tinha dinheiro para pô-las na oficina, não tinha outro remédio se não desenrascar-me.

M: Havia algum “guru” em especial?
JF: Para mim, o Manelito da Quinta do Conde é o maior mago das motos antigas. Se há pessoas que nasceram para isto, ele é uma delas com certeza. É uma pessoa que não nega ajuda a ninguém, é muito prestável. Até o João Santos da Suzuki foi “pupilo” dele. Ele formou vários mecânicos que estão hoje aí.

M: É preciso ser-se abonado financeiramente para se ser proprietário de uma clássica?
JF: Nos carros talvez, mas nas motos não. Há de tudo e para todas as bolsas. Acontece é que, por vezes, há trabalhos que financeiramente não compensam como investimento, porque pode-se ir buscar uma moto lá fora exactamente igual, já recuperada, e mais barata. Nesses casos, às vezes, o valor estimativo (por se tratarem de motos de família) suplanta o valor de mercado, e por isso se ouvem falar de restauros muito onerosos.

M: As peças que usa são compradas novas ou são recuperadas de motos desmanteladas?
JF: Havendo novo à venda é preferível. As usadas só como último recurso, e mesmo assim não convém que sejam para componentes mecânicos vitais ao funcionamento da moto.

M: Nos seus restauros tenta ir para além do original, melhorando-o?
JF: Aliás, às vezes nem dá para saber ao certo como era o original. Há modelos Norton da mesma série que vêm com pormenores diferentes umas das outras. Por isso, sempre que possível tento encontrar a solução que melhor se adequa ao modelo e à utilização a dar. Por exemplo: tento manter os parafusos originais nos apertos ao quadro, mas todos os outros substituo por parafusos em inox. Não enferrujam e dão um aspecto mais limpinho à máquina.

M: Que motos clássicas mais se vêem por aí a circular?
JF: As Norton 500 S2, monocilíndricas, as 88, as AJS e as Matchless.

M: Onde reside o encanto das inglesas?
JF: Os ingleses construíram muitas motos. Tinham muitas marcas, muita produção. Logo, acabaram por vender bastante, o que ajudou a disseminar esta atracção nostálgica. Depois, para a época, eram até bastante engenhosos. Chegaram a produzir motos nos anos 20 com travagem combinada. Os italianos, também têm o seu lugar na história, pela tecnologia que aplicavam, mas como eram menos fabricantes, venderam em menor quantidade. Depois, havia aquele mito de que as italianas partiam o motor com mais facilidade quando chegavam ao redline. Assim, apesar de as inglesas pingarem óleo, as pessoas preferiam uma inglesa, até porque era mais fácil mandá-las vir para Portugal, pois havia muita oferta. As BMW eram muito rigorosas mecanicamente, mas transmitiam menor emoção a quem as conduzia. Creio que o encanto reside nesta conjugação de factores.

M: Qual é a sua preferência pessoal?
JF: São as Triumph, pelas garantias mecânicas que sempre demonstraram face à concorrência.

M: Que principais dificuldades encontra no dia-a-dia da restauração?
JF: A qualidade de alguns materiais, mesmo daqueles que se mandam vir de Inglaterra. Com a globalização muita produção foi mobilizada para o Oriente à conta da mão-de-obra barata. Acontece que o rigor passou a ser bastante sofrível. Dou-lhe exemplos: farolins que não aconchegam, interruptores que não comutam, etc. As cromagens nacionais bem feitas são, também, cada vez mais difíceis de encontrar.

M: O tempo de espera pelo material é demorado?
JF: Entre uma semana a quatro meses.

M: Houve até agora algum restauro que lhe pusesse os nervos em franja pela dificuldade?
JF: Não. A Norton Internacional do João Paulo Fragoso foi complicada. O material de chapa foi difícil de encontrar, e a mecânica também tem que se lhe diga, mas com calma lá se conseguiu. Sei agora de uma em que o indivíduo teve de mandar fazer a árvore-de-cames em Inglaterra. Lá está, para as Triumph é mais fácil obter material genuíno. Nos trabalhos mais difíceis conto também com a ajuda do Luís Teixeira, e da literatura que fui adquirindo.

M: Que opinião tem acerca das futuras inspecções das motos?
JF: Neste país quando é para sacar dinheiro, os governantes avançam logo. E quando não são eles a lucrar, alguém o há-de fazer. Senão, veja-se o exemplo dos automóveis: a gente cruza-se todos os dias na estrada com carros que de certeza absoluta nunca passaram por uma inspecção, no entanto eles estão aí e com os documentos em dia. Nestas motos antigas, a maior parte delas reconstruídas, ou as coisas se fazem com real conhecimento da matéria, ou então vão é arranjar maneira de metade delas serem encostadas, e as outras, para andarem legais, terão de passar na tal inspecção sabe-se lá como…

M: Na sua opinião, quais deveriam ser as prioridades da FNM para o dossiê clássicas?
JF: Há dois anos, numa reunião da FNM, o Campos Costa teve uma ideia que a meu ver seria bastante louvável: era a criação de um núcleo para a protecção e salvaguarda das motos antigas enquanto património. Em muitos países as motos antigas são consideradas património de interesse público. Aqui em Portugal, se alguém quiser legalizar um veículo desses comprado no estrangeiro, os entraves burocráticos e técnicos são os mesmos como se fosse um veículo moderno. Já me aconteceu ir a uma inspecção de ruído para atribuir a matrícula a uma moto de 1954, e os parâmetros de avaliação serem os mesmos, como se fosse uma moto actual, construída com toda a tecnologia que hoje conhecemos. Claro que os barulhos internos do motor (que são normais naquela moto) excediam o limite permitido, apesar de os escapes estarem abafadíssimos. O mais absurdo é que nesse dia estava lá um indivíduo com uma BMW de 1936, com três velocidades, e foi-lhe exigido (tal como a todos os outros) que num dado espaço acelerasse em segunda até aos 60km/h. É caricato! Nem sei se essa moto em terceira, a descer, e com o vento por trás, alguma vez conseguiria chegar aos 60km/h… Bom, daí que a ideia do Campos Costa, para proteger este espólio, tenha sido muito bem acolhida no seio da comunidade. Na verdade, estas motos antigas são autênticas peças de arte. Logo se vê como vai ficar.

M: Que outras boas práticas poderiam ser implementadas no nosso país?
JF: Às vezes há motos a apodrecer em palheiros, com os documentos em nome de alguém que já não se sabe quem é ou, simplesmente, sem qualquer documentação. Em Espanha, por exemplo, consegue-se registar uma moto dessas. É-lhe atribuída uma matrícula de transição pelo período de um ano, findo o qual, não havendo reclamações, passa a definitiva.

M: Que modelos actuais poderão ser clássicos daqui a uma vintena de anos?
JF: A primeira condição é a de serem sucessos comerciais, depois têm de ter uma certa mística. A Yamaha R1 tem condições, a Honda CBR 1000 também, bem como a Suzuki GSXR 1000. Depois, poderemos ter nas naked a Speed Triple como eventual candidata. Uma scooter cinquentinha que poderá vingar como clássica é a Target da Yamaha. Não passaram ainda muitos anos por ela, mas já deixou saudades. Dentro das cruiser, eu diria que qualquer Harley-Davidson será um clássico. Aceito que os japoneses façam motos tecnicamente melhores, mais fiáveis, mais bonitas e mais baratas neste segmento, mas a Harley-Davidson é a original, e essa é uma herança que vale muito. O resto será sempre uma imitação.
© Todos os direitos do texto estão reservados para MOTOCICLISMO, uma publicação da MOTORPRESS LISBOA. Contacto para adquirir edições já publicadas: +351 21 415 45 50.
© General Moto, by Hélder Dias da Silva 2008

          OS MONGES DO FUNK - RED HOT CHILI PEPPERS        
Nº74 MOTO REPORT Fevereiro 2008
Anthony Kiedis (voz), Flea (baixo), Chad Smith (bateria) e John Frusciante (guitarra),eis a actual formação dos RHCP e aquela que tem sido responsável, ao longo dos anos, pelos maiores sucessos da banda. Mas a história começa mais atrás, no longínquo ano de 1983, em Los Angeles. Sim, os Red Hot estão quase a celebrar as bodas de prata.

OsRHCP têm o seu embrião em 1979, nos intervalos das aulas em Fairfax High School, Hollywood, Los Angeles. Os garotos de 15 anos, Michael Balzary (Flea), Hillel Slovak e Jack Irons eram três amigos que tinham algumas ambições musicais e formavam uma banda chamada Anthym. Um dos grandes admiradores dessa banda era Anthony Kiedis, também amigo de infância de Flea, Hillel e Irons. Em Abril de 1983 nascem os RHCP, ainda com o nome Tony Flow And The Miraculousy Majestic Masters Of Mayhem, a partir de uma ideia súbita de Anthony Kiedis, e com ele Flea, Hillel Slovak (guitarra) e Jack Irons (bateria) apresentam-se num clube de Los Angeles. A princípio seria só uma brincadeira, mas o resultado foi bom e passaram a fazer mais actuações, baptizando a banda para Red Hot Chili Peppers. A explicação para o nome é, aliás, bem curiosa. Consta-se que eles adoravam comida mexicana com bastante pimenta (chili) e que Flea era fã da banda de apoio de Louis Armstrong (os Red Hot Peppers). Juntando os condimentos, o quarteto californiano encontrou o seu próprio nome. Anos depois uma banda inglesa, formada no início dos anos setenta, chamada Chili Willy And The Red Hot Peppers tentou acusá-los de lhes terem copiado o nome. A banda, aos poucos, foi conseguindo juntar elementos de diversos géneros musicais, tais como punk rock, funk, rock alternativo e rock psicadélico. São também reconhecidos por inserirem ritmos de hip-hop em várias faixas do seu repertório. Ao fim de alguns meses o guitarrista Jack Sherman e o baterista Cliff Martinez entram para a banda, mas em 1985 são substituídos pelos elementos originais. Durante a digressão Freaky Styley, em 1986, Kiedis toca pela primeira vez em Grand Rapids, a sua cidade natal, e tem a brilhante ideia de entrar em palco todo nu com o pénis enfiado numas meias (daí a expressão “Cocks On Socks”), o que acaba por ser um escândalo na sua cidade, tornando-o na “ovelha-negra” para o público de lá. Em 1986 Anthony Kiedis e Hillel Slovak usam heroína numa base regular. Este problema viria a ditar a morte do guitarrista em 1988. Já Kiedis, alternava o consumo com cocaína. Kiedis tinha perdido qualquer noção da realidade e entregara-se às drogas totalmente. Ele andava por becos e tinha contacto com alguns gangs. Chegou ao ponto mais baixo da sua vida e passou a consumir drogas debaixo de uma ponte no centro de Los Angeles. Não se alimentava, não dormia, não tomava banho, tudo na sua vida se resumia à droga. Nesta época eles fizeram a pior digressão da história da banda e Kiedis foi convidado a retirar-se por causa do seu vício. Flea aconselha-o a fazer um tratamento. É nessa altura que o vocalista percebe que as drogas não eram mais diversão e que tinham invadido por completo a sua vida. Kiedis vai tratar-se e conta com a ajuda de seu pai. Durante a passagem pela clínica ele experimenta a acupunctura e esta acaba por se revelar um meio alternativo de aliviar a sua tensão. Sai limpo da clínica, escreve “Fight Like a Brave” e retorna aos RHCP. Após a morte de Hillel, a banda decide reunir-se e é então que descobrem um novo guitarrista, John Frusciante de apenas 18 anos que, além de ser grande fã dos Peppers e de Hendrix (um ídolo para todos os membros, principalmente Flea, que tem a cara de Hendrix tatuada no seu ombro esquerdo), praticava cerca de quinze horas por dia. Quando aconteceu o primeiro concerto com a banda, os fãs não acreditaram que ele nunca tivesse tocado com os RHCP antes. «John era absolutamente um clone de Hillel. Ele não toca somente igual ao Hillel, ele movese como o Hillel...», disse Alain Johannes. Coincidência ou não, John tinha realmente todo o estilo de Hillel, pois era seu fã. Depois de muito procurar, também encontram um novo baterista, Chad Smith, que veio de Detroit. Nesta fase começa o período dourado da banda. Os trabalhos que vão desde Blood Sugar Sex Magik (1991) até Stadium Arcadium (2006) correspondem ao expoente máximo dos RHCP, tanto em termos criativos como em relação ao triunfo comercial. A formação actual remonta a de 1991, com excepção feita para o período compreendido entre 1992-1998, onde Frusciante abandona a banda devido à sua dependência de heroína (entra Dave Navarro dos Janes Addiction). Frusciante esteve praticamente à beira da mor te, e os vídeos que surgem no YouTube a documentar este período da sua vida são bem esclarecedores. Com o retorno do guitarrista à sua banda de sempre, com todos os elementos a optarem por um estilo de vida saudável, e cada vez mais virados para a meditação transcendental, os trabalhos discográficos e as digressões tem sido cada vez melhores, e a prová-lo está a actuação no último Rock In Rio-Lisboa em 2006.

De moto:
Chad Smith, no documentário Funky Monks, no percurso de casa para o local das gravações
de Blood Sugar Sex Magik, aos comandos da sua Harley-Davidson.

«Estávamos a deixar as coisas fluir, ensaiando e escrevendo material novo [NR: que viria a ser o disco One Hot Minute]. Entre outras coisas, cada um de nós comprou uma Harley-Davidson. Chegámos mesmo a formar um gang…»
Anthony Kiedis em Scar Tissue, a sua auto-biografia (pág. 318).
E segundo o mesmo livro, era na sua moto que Anthony Kiedis rumava à baixa de Los Angeles para comprar heroína e cocaína. Isto passou-se ao longo de vários anos.

Citação:
«Ela dominava. Fazia coisas do tipo ir encher a boca com água quente do chuveiro para depois vir ter comigo e fazer-me sexo oral. O que terei eu feito para mereceruma experiência tão boa?»
Anthony Kiedis sobre Karen, a irmã de Flea, em Scar Tissue (pág. 59).
Porreiro pá! O que tu fizeste para merecer…não sei, mas diz lá ao Flea para me apresentar a irmã dele…
© Todos os direitos do texto estão reservados para MOTO REPORT, uma publicação da JPJ EDITORA. Contacto para adquirir edições já publicadas: +351 253 215 466.
© General Moto, by Hélder Dias da Silva 2008

          Who Would You Hand Your Bass To?        
Many thanks to @tucsonbass for bring this one to my attention in his post “Have You Played Victor Wooten’s Bass?” – he saw it on Saudra Williams Facebook page – aren’t the Interwebs a wonderful thing 🙂 The video shows what  Victor Wooten’s shows are all about – such energy and fun! Check out about 50 […]
          Reflexão: Uma Nova Chance        
Havia um homem muito rico, possuía muitos bens, uma grande fazenda, muito gado e vários empregados a seu serviço.
Tinha um único filho, um único herdeiro, que, ao contrário do pai, não gostava de trabalho nem de compromissos. O que ele mais gostava era fazer festas e estar com seus amigos e de ser bajulado por eles. Seu pai sempre o advertia que seus amigos só estavam ao seu lado enquanto ele tivesse o que lhes oferecer, depois o abandonariam.
Os insistentes conselhos do pai lhe retiniam os ouvidos, mas logo se ausentava sem dar o mínimo de atenção.
Um dia o velho pai, já avançado na idade, disse aos seus empregados para construírem um pequeno celeiro e, dentro dele, ele mesmo fez uma forca, e junto a ela uma placa com os dizeres: “Para você nunca mais desprezar as palavras de seu pai.”
Mais tarde chamou o filho e o levou até o celeiro e disse:
- Meu filho, eu já estou velho e quando eu partir, você tomará conta de tudo o que é meu, e sei qual será o seu futuro. Você vai deixar a fazenda na mãos dos empregados e irá gastar todo dinheiro com seus amigos, irá vender os animais e os bens, e quando não tiver mais dinheiro, seus amigos vão se afastar de você. E quando você não tiver mais nada, vai se arrepender amargamente de não ter me dado ouvidos. É por isso que eu construí esta forca, sim, ela é para você, quero que você me prometa que se acontecer o que eu disse, você se enforcará nela.O jovem riu, achou um absurdo, mas, para não contrariar o pai, prometeu. Pensou que jamais isso pudesse ocorrer.
O tempo passou, o pai morreu e seu filho tomou conta de tudo, mas assim como se havia previsto, o jovem gastou tudo, vendeu os bens, perdeu os amigos e a própria dignidade. Desesperado e aflito, começou a refletir sobre a sua vida e viu que havia sido um tolo, lembrou-se do pai e começou a chorar e dizer:- Ah, meu pai, se eu tivesse ouvido os teus conselhos, mas agora é tarde, tarde demais!Pesaroso, o jovem levantou os olhos e avistou o pequeno celeiro, era a única coisa que lhe restava, a passos lentos se dirigiu até lá e, entrando, viu a forca e a placa empoeirada e disse:- Eu nunca segui as palavras do meu pai, não pude alegrá-lo quando estava vivo, mas pelo menos desta vez vou fazer a vontade dele, vou cumprir minha promessa, não me resta mais nada.Então subiu nos degraus e colocou a corda no pescoço, e disse:- Ah, se eu tivesse uma nova chance! - Então pulou, sentiu por um instante a corda apertar sua garganta. Mas o braço da forca era oco e quebrou-se facilmente, o rapaz caiu no chão, e sobre ele caíram jóias, esmeraldas, pérolas e diamantes, a forca estava cheia de pedras preciosas e um bilhete, que dizia:
“Essa é a sua nova chance, com amor do teu velho e saudoso pai.”

          SAMBUTAN GUBERNUR        
SAMBUTAN GUBERNUR SUMATERA BARAT   PADA SEMINAR  “KRISIS KEUANGAN GLOBAL TERHADAP  DAMPAK DAN PENGARUHNYA BAGI PEREKONOMIAN SUMATERA BARAT”       PADANG, 4 DESEMBER 2008   Assalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh   Yth. Ibu Menteri Keuangan. Yth. Bapak Direktur Bank Indonesia Yth. Saudara-Saudara Bupati/Walikota  se-Sumatera Barat. Yth. Saudara-Saudara Jurnalistik, Pengusaha, serta hadirin yang berbahagia           Pertama […]
          Commenti su Calculli: E ora? Il conflitto in Siria dopo l’incontro Putin-Tillerson di sennacherib        
ma di che state parlando? Le armi chimiche Assad le ha consegnate agli USA nel 2013 e una nave statunitense le ha distrutte nel mare davanti all'italia. Le armi chimiche le hanno Isis e cosiddetti ribelli, procurate sempre sai Sauditi e passate dalla Turchia. Ma non ci vogliamo accorgere che la Siria è stata oggetto di una guerra venuta da fuori, provocata da Sauditi e vassalli con la benedizione USA. Quello di Assad non è un regime amichevole, ma qui si tratta di una aggressione esterna. È la stessa storia da sempre: si inizia una campagna di crinimalizzazione di uno stato e si fa bere all'opinione pubblica la necessità della guerra. Ci facciamo prendere in giro da decenni e continuiamo!
          items open for order...        



malam ni slow plak la tenet.... letih sngat kot... hehehhehe.... wokey.. by the way nak share ngn korang... kalau ader yang nak order lukisan yang shantek2 leh ler order niza akan masukan lagi photo dlm ni tapi amik masa sikit lah kan... dalam erti kata "Saya Budak Baru Belajar", baru nak kenal alam biz on9.
kalau sahabat, saudara/i nak pesan boleh jerk sertakan warna yang nak d pesan. insyaAllah niza akan dapatkan yang terbaik utk sahabat semua.

yang di bawah ni utk collection saper2 berminat leh colling or email niza 
yang atas ni set katil dan juga drawer... cantik sangat drawer tu boleh simpan brooch or barang2 kecik2 and katil tu boleh d buka utk simpan accessories2 wanita. boleh di buka utk menyimpan barang2 kemas hege satu set hanya RM53/set
kalau loose item drawer RM25
katil RM30

yang atas der 2 design bulat dan juga bentuk hati and ader 2 kale jugak pink gelap dan juga pink lembut
hege RM23/box.

aper kata layan Frame ribbon plak kat bawah ni niza baru jer buat 2 pattern boleh jugak kalau sesiapa nak komen or nak order ... niza leh tolong buatkan... layannnnnzzzzz





sms to 0175996090
or YM: sya_nizar@yahoo.com.my

          Crazy People Driving        

I gotta get myself to Saudi Arabia one day.


          Summer Workshops · Encuesta · ¿Me ayudas a escoger los nuevos talleres?        

hi there!
i'm planning my next embroidery workshops in barcelona,

and i guessed if you would be so kind to help me by filling in a quick form
with few questions about your favorite days, hours and workshops.
joining any of my workshops could be a nice activity if you are going to visit barcelona during the summer 
here is the link to the form,
i'll publish a list with the dates of the workshops on friday.

· L O N D O N ·
ps: i'll be in London the second week of august,
contact me if you are interested in doing an embroidery workshop with me!
thanks!



¡Hola!
Estoy organizando los talleres de bordado de este verano
y como a veces no acierto con el tipo de taller, o con los días u horarios propongo,
he pensado en abrir una encuesta muy cortita.

¿Me ayudas a escoger los talleres, los días
y horarios de los nuevos talleres?
Si te animas a ayudarme, encontrarás varias preguntas
y un listado con algunos de mis talleres,
pero si no está tu taller favorito, al final encontrarás
un campo de texto donde escribir tus sugerencias.
¡Se admiten de todo tipo!

la encuesta estará abierta hasta la noche de HOY jueves día 8 de junio,
el viernes anunciaré el programa completo
de los talleres de Junio, Julio y Agosto.
pincha aquí para rellenar la encuesta
** Esta encuesta no te compromete a nada, simplemente me ayudará
a conocer cuáles son vuestras preferencias para programar los próximos talleres **
¡Mil gracias!




          Marco Brasil        
Bens Materiais

Preste atenção minha gente no que eu tenho pra dizer
Este é fato muito triste e que jamais vou esquecer:

Existiu um cidadão ganancioso demais,
Só pensava em poder e em bens materiais.

Tinha uma esposa mal amada e um filho por nome Juninho,
A quem pouco dava atenção e jamais dava carinho!

O pai ignorava a família e só pensava no dinheiro
Não tinha morada certa nem tão pouco paradeiro.

Quantas vezes a mãe ao lado de seu filhinho
Passavam Natal, aniversários e outros dias sozinhos.

O filho às vezes chorava querendo o pai encontrar
E a mãe sempre dizia querendo lhe consolar
Seu pai está trabalhando pra mais conforto nos dar!

O pai sempre viajando por este chão brasileiro
Não media as conseqüências
Pra ganhar o seu dinheiro.

Certa vez um bom dinheiro ele conseguiu ganhar
Comprou o carro importado que ele vivia a sonhar
E depois de um bom tempo, com a família veio encontrar.

Chegou em casa no seu carro dirigindo
E para a sua família foi logo se exibindo

Era um carro de luxo da cor azul do céu
Que para todos ele mostrava, como se fosse um troféu.

O filho com saudades, perto do pai chegava.
mas ele não dava atenção, nem sequer pro filho olhava.

O homem só falava do carro, até parecia um louco
Depois de algum tempo, resolveu descansar um pouco.

O pai foi dormir e o garoto ficou acordado
Olhando pra aquele carro viu uma sujeira do lado.

Na inocência de criança querendo o pai ajudar,
Pegou um balde de água para o carro lavar
Pegou uma bucha de aço e começou a esfregar.

Depois com simplicidade foi correndo o pai acordar!

O homem ao ver o carro todo arranhado
Parecia um animal feroz e descontrolado

E como um demente que não sabe o que faz
Nas mãozinhas do menino começou a bater

A mãe num quarto trancada não pode seu filho ajudar
Vendo o pai com muito ódio o garoto castigar!

O pai mostrando maldade impedia e não deixava
Que a mãe buscasse socorro pro seu filho que ali chorava.

Três dias se passaram de sofrimento sentido
Atá que o pai foi consertar o carro e o filho pode ser atendido.

O médico deu a notícia tão triste de se escutar
Mãe, a mãozinha de seu filhinho teremos que amputar!

Em estado de choque a mãe foi internada
E naquele mesmo dia a cirurgia do filho marcada.

Passaram-se alguns dias e o pai foi avisado
A notícia deixou o homem totalmente desesperado.
Saiu correndo para o hospital onde o filho estava internado.

Quando viu o seu filho, com a mão amputada, começou a chorar.
O menino o abraçou e quis o pai consolar.

Na inocência de criança para o pai começou a falar:
"Papai eu nunca mais vou fazer você chorar,
Pois eu já não tenho minha mãozinha para o seu carro arranhar!"

O homem saiu correndo sem saber o que fazer
Com tanta dor e remorso não queria mais viver.

Não tinha mais solução, não tinha mais outro jeito.
Pegou então uma arma e sem pensar
atirou contra o próprio peito.

Aquele tiro tirou a vida em poucos instantes
De um homem egoísta, covarde e ignorante!

Termino esta triste história e espero não ver outras iguais.
E deixo aqui uma mensagens para filhos e pais:
"Na vida há coisas mais importantes do que bens materiais!"

Autor: Ivan Diniz



Filho Ingrato

Certa vez estive viajando por esse Brasil a fora,
Quando me vi no sertão
Numa estrada de chão... Era tarde umas três horas!

De repente meu carro quebrado, fechei os vidros,
Deixei ali encostado
E ajuda foi procurar
Quando eu vi uma casa ali perto, o lugar era deserto;
Pelo trilho comecei a andar.

Fui chegando devagarinho e quando estava pertinho
Por ajuda fui gritando
A casa parecia abandonada
A porta não estava trancada, eu abri e fui entrando.

Na entrada logo vi que alguém morava ali
Pois tinha uma cama velha, duas panelas na prateleira
Num canto um banco encostado
O fogão de lenha do lado e a moringa era a geladeira!

De repente ouvi um gemido
Entrei e vi um velho caído que me disse com a voz estremecida:
"Meu filho, sente aqui do meu lado
Só ouça,fique calado, a historia da minha vida:

Eu era um rapaz faceiro era o rei dos boiadeiros
Tinha vida pra dar e vender,
Na viola era um açoite
Trabalhava dia e noite, só não sabia escrever!

Me apaixonei por uma moça chamada Teresa
E no dia do nosso casamento dançamos até noite adentro
E eu fazia os meus planos
Vou construir nossa casinha, criar gado, criar galinha
Nem que demorasse muitos anos.

Mas aí veio a tristeza
A minha querida Tereza o filho não pode suportar
Foi sentindo a dor do parto
Que ai nesse mesmo quarto ela partiu
E com Deus foi morar!

Fiquei eu e o menino
Tracei ali seu destino e jurei a ele estudar
Nem que eu tivesse sacrifício, se fosse pro seu benefício
Até sangue eu ia derramar!
Mas quem tem Deus não se apura
Mesmo levando uma vida dura não podia me queixar
Eu era muito valente, o menino era inteligente.
Arroz e feijão nunca iriam faltar.

Me lembro como se fosse agora
Ele chegando da escola no último dia do ano
E com sua simplicidade me disse:
Pai eu quero entrar na faculdade pois é esse o meu plano.

E se foi para cidade grande
Me deixando aqui tão longe pra vencer no seu futuro
Eu fazia economia, trabalhava noite e dia
Pra manter o seu estudo.

Se passaram quatro anos
E eu na roça lutando numa vida muito dura
Mas ao céu eu agradeci pela graça que recebi
Pois chegou o dia da sua formatura.

Vesti meu terno de estopa, eu não tinha outra roupa
No pé meu velho sapatão, com as unhas sujas de terra
Pulei vales cruzei serras,
Pra ver meu filho receber sua formação.

Fui chegando na cidade e com minha simplicidade
No salão eu fui entrando.
Quando vi meu filho do lado
Tava bonito, tava arrumado e pro seu lado fui andando.

Eu fui com os braços abertos
Mas na hora ele saiu de perto com uma cara risonha
Criticou minha roupa velha, as unhas sujas de terra
Falou que de mim estava com vergonha!

Foi embora e me deixou ali num canto
Dos meus olhos escorreu o pranto e no peito uma grande dor,
Pois ali me desprezava, quem eu tanto ajudava
Do fundo do meu amor!

Fui saindo do salão, cruzei aquela multidão
Com o peito cheio de tormento
Então voltei pra esta casinha, pra tocar minha vidinha
E esquecer meu sofrimento.

Hoje estou velho eu sei, de tanto que trabalhei
Da minha dor, que mais parece uma ferida,
O meu filho não vi nunca mais,
Hoje deve ser doutor, o senhor dos tais
E eu aqui no fim da minha vida.

Mas vá, parte agora,
E se um dia encontrar meu filho por essa estrada a fora
Diga a ele que aquele terno de estopa
Que usei no dia de sua formatura
É o mesmo terno que usei no dia que me casei
Com aquela que morreu pra lhe dar a vida
E é com ele que vou ra sepultura.

Diga também que foi com aquele velho sapatão
Que eu trabalhei e tirei desse chão
O sustento do seu futuro
E as unhas sujas de terra,
Representam o anel de formatura de quem nunca teve estudo.

E por fim, diga a ele que lhe perdôo,
Que por Deus eu lhe abençôo,
Não reclamo a minha cruz
Foi tão grande meu sofrimento
Mas não se compara em nenhum momento
Ao sofrimento de Jesus!

Autor: Alan Coelho


          MAKANAN TAMBAHAN UNTUK IBU MENGANDUNG.MUDAH, MURAH, INSYAALLAH MUJARAB.        
Tercari-cari makanan tambahan untuk ibu mengandung ?

Mahukan yang mudah dan murah?

Cubalah minuman botani QASEH GOLD ADINDA !

Minuman Kesihatan ini berasaskan ramuan yang diiktiraf sebagai MAKANAN SUNNAH seperti Kurma, Madu, Habbatus Sauda', Buah Tiin, Zaitun, Delima & Air Zam-zam. 
Diperkaya dengan kehebatan Gam Arab sebagai prebiotik semulajadi & herba tradisi .



TESTIMONI PELANGGAN :



Untuk pasangan yang berusaha untuk mendapatkan zuriat boleh juga beriktihar dengan minuman ini.

QASEH GOLD ADINDA & QASEH GOLD KEKANDA

HUBUNGI SAYA UNTUK PERTANYAAN SEKARANG! 
https://www.facebook.com/imanlittleshop
SMS/WHATSAPP : 019-3251901 (Pn.Nor)




          Medical marijuana special guide        
Dentro do jornal semanal gratuito SF Weekly dessa semana, veio encartado um guia sobre Medical Marijuana.



Como a maioria que lê esse blog deve saber, que no estado da California a utilização da Maconha para fins medicinais é legalizado, ou seja, se vc tiver o atestado médico alegando que vc possui algum tipo de sintoma que a maconha possa ajudar, vc é apto a utilizar maconha dentro da lei.

O guia é um compilado de perguntas e respostas sobre o assunto e aqui mostro os highlights da matéria.



1. A pergunta que mais me chamou atenção foi essa abaixo.


Se vc não gosta de fumar, ou seja, prejudicar o pulmão só para ter o THC dentro do organismo, vc tem uma ótima opção de inalar com os vaporizadores. Eles aquecem a erva sem fazer combustão e não só tem uma maneira 100% saudável, como obtém todo o aproveitamento da substância.

2. O top 5, os 5 tipos de erva mais hit das dispensaries

São eles: grandaddy purple, purple kush, blue dream, sour diesel, white widow.
As descrições de cada um são tão minuciosas que lembra um tasting wine.
(para ler as ótimas descrições, só lendo o jornal, sorry!)

3. Onde comprar
Dispensaries na cidade de San Francisco e Bay Area



4. As propagandas dentro do encarte

É bem comum achar propaganda sobre medical avaliation. Clínicas que avaliam se o paciente possui sintomas para a utilização do santo remédio.





Nessa dispensarie é possível comprar marijuana de acordo com a porcentagem de THC contida na erva.
          O healthy drink hype da vez        
Aqui em San Francisco, TODOS se preocupam com a alimentação, ou pelo menos, fingem que se preocupam.
E para seguir tal tendência, sempre tem um alimento hype ou o drink da vez.

(li-lo com a sua kombucha)

Nesse momento, a moda é o elixir KOMBUCHA! se pronuncia do modo engraçado mesmo: kombutchia.

Kombucha é um chá fermentado chinês que é cultivado por 30 dias. Durante esse tempo, formam-se nutrientes valiosíssimos como: Enzimas ativas, probióticos, Amino ácidos e antioxidantes. Uma fonte da juventude em forma de chá.


Como é fermentado, no primeiro momento, parece gosto de cerveja, meio amargo e com a sensação de gaseificado. Não é a coisa mais gostosa do mundo! No entanto, ao saber de todas as vantagens, vc acostuma e toma numa boa (tipo açaí)!
Normalmente, o drink é vendido misturado com suco de frutas.

Aqui existem várias marcas e as mais encontradas são:

Kombucha Wonder Drink

Gt's Raw Organic Kombucha


O poderoso chá é vendido em garrafas de vidro e o preço é bem salgado! Em torno de U$3,50 a U$4,00 por garrafa de 500ml! Vende em praticamente qualquer lugar, até em licquor store (coisas que só existem em san francisco).

Perto da minha casa, existe um Kombucha bar (21th st @ valencia st)


Um menu green e saudabilíssimo!



O preço é de torcer o nariz, infelizmente não dá para tomar sempre, mas aproveito os dias de mto calor. é uma delícia geladinho! Hmmmmm



Eu escolhi um drink de Kombucha com beterraba e suco de maçã! mto bom! recomendo!

Depois de ficar super in do Kombucha, pesquisei se há possibilidade de fazer kombucha em casa! e simmm é possível!
veja o link aqui, siga os passos atentamente e tenha esse elixir na sua casa.

para começar a fabricação do kombucha, vc precisa ter a Kombucha mãe, no entanto, isso é possível comprar online aqui. :)



saúde!

atenção empreendedores: imaginem se inventarem um refrigerante com base em Kombucha! Saudável, sem contra indicacções! ta aí sucesso garantido! raponesa green recomenda!
          Mengimbau Kenangan Menyeronokkan Sepetang Bersama Blogger 2017 di Matic Kuala Lumpur        
Salam sejahtera kepada semua pembaca setia blog makan Mahamahu dan juga rakan-rakan sekalian. Maaflah mengambil masa lama nak update tentang program yang popular setiap tahun Sepetang Bersama Blogger. Almaklumlah kebelakangan ini urusan kerja yang bergitu kurang mengizinkan dan juga kebetulan dengan Ramadan dan Hari Raya. Baru hari ni dapat kongsi pengalaman Maha di program Sepetang Bersama Blogger yang telah berlangsung bulan Mei baru-baru ni.


Dengar cerita lebih daripada 300 orang blogger telah mendaftarkan diri untuk bersama memeriahkan SBB2017. Program kali ni telah berlangsung dengan jayanya di Matic Kuala Lumpur. Tapi konsep tahun ini berlainan daripada 5 tahun penganjuran sebelum ini. Kalau boleh tengok gambar-gambar menarik kenangan Sepetang Bersama Blogger 2016 di sini.


Speaker Dan Berkongsi Pengalaman


Di mana tahun ini ada dua sesi aktiviti dimana pada belah siang diadakan program berkonsep ilmiah dengan perkongsian pelbagai ilmu dunia blog. Pada sesi siang ni Maha terlibat sebagai salah seorang speaker yang diberi peluang untuk berkongsi pengalaman yang tak seberapa ni. 


Malu pertama kali jadi orang yang duduk atas pentas dan jawab soalan daripada blogger semua soalan perangkap hehehe tapi nasib semua nampak enjoy hari tu. Harap perkongsian sediki hari tu dapat juga membantu kawan-kawan semua. Terima kasih kepada Tuan Haji Amir pengasas Denaihati Network dan team kerana bagi peluang yang sangat berharga ini.


Sesi siang tu juga bukan Maha seorang jer jadi speaker ramai lagi yang jauh lagi hebat seperti Cik Lily Putih blogger lifestyle paling berjaya. Kemudian ada juga perkongsian ilmu daripada saudara Norman Danish pengasas Misi Viral yang dah cukup viral sekarang ni. Juga ada ilmu daripada Ibu Hanim seorang pakar motivasi kepada pengusaha yang baru nak mula perniagaan.


Last sekali ada sesi bersama dengan Tuan Wan Yusof pakar SEO yang sangat membantu blogger untuk dapat artikel yang terbaik. Lepas sahaja program tu tengok ramai blogger yang mula amalkan ilmu yang telah dikongsikan. Ini kerana ilmu kalau tak diamalkan bagaikan pokok tanpa buah betul tak.

Malam Gala Dinner Dan Blogger Award



Ok lah tu untuk sesi siang dan tahun ini ada juga sesi malam atau juga Gala Dinner. Belah malam ni agak lebih santai kerana ramai blogger datang boleh makan-makan dan juga menggayakan busana yang meriah-meriah. 


Ni antara orang yang kalau ada dinner dengan tema pakaian tertentu mesti meraka adalah orang yang paling bersungguh-sungguh. Tahniah sebab usaha korang dapta bawa pulang best dress lelaki dan wanita tahniah ByRawlins dan juga Red Mummy. Maha belah malam lebih relah dan casual sahaja baju tajaan sendiri hehehe.


Aktiviti malam tu lebih kepada makan malam dan juga menikmati bersembahan sebab dah buat kat Saloma Bistro jadi adalah persembahan tarian tradisional dan juga nyanyian daripada kumpulan Sajer Busker. Cite sikit pasal kumpulan ni sebenarnya gitaris kumpulan ni adalah sepupu Maha belah emak.


Mereka ni memang dah lama dalam bidang muzik ni dan telah banyak buat persembahan kat majlis-majlis koporate dan juga dinner macma ni. Kalau sapa-sapa nak jemput mereka untuk buat persembahan boleh contact mereka kat Facebook dan juga Instagram Sajer Busker. 


Selain dari tu juga belah malam tu ada acara yang paling dinantikan ramai blogger iaitu cabutan bertuah. Tak ada rezeki Maha tahun ni untuk dapat hadiah kat SBB tapi Alhamdulillah tetap juga dapat yang lagi bermakna hehehe. Malam tu juga ada majlis penyampaian anugerah kepada blogger-blogger yang tepilih. 


Alhamdulillah tahun ni masih terima anugerah Best Foodie Blogger 2017. Terima kasih pada semua yang terus support Maha kerana korang Maha masih menjadi blogger sehingga sekarang. Harap dapat bagi yang terbaik dimasa akan datang. Tahniah juga kepada pemenang lain :-

Blogger of The Year 2017- Redmummy.com
Best Foodie Blogger 2017- Mahamahu.com
Best Travel Blogger 2017- Projektravel.com
Best Lifestyle Blogger 2017- Ciklilyputih.com
Most Engaging Blog 2017- kisahemasputih.com 
Most Engaging Social Media 2017- Neyrashazeyra
Promising Blogger Group of The Year 2017- Projek Blogger Utara 
Fast Growing Social Media Company- Misi Viral
Digital Economy Champion- MDEC

Tahniah kepada semua pemenang dan juga tahniah kepada semua blogger yang turut hadir SBB2017 kerana korang memang awesome. Dapat mengeratkan silatulrahim dan juga dapat berkongsi banyak perkara positif untuk ke arah blogger yang lebih berjaya di masa akan datang. Harap tahun depan ada lagi SBB2018 kerana ia satu-satunya platform yang menyatukan semua blogger di Malaysia. Jumpa lagi tahun depan ok.

Sepetang Bersama Blogger 2017 dibawakan oleh









          The Blogger Dinner Di Concorde Hotel Anjuran Lynk.my Dan Hexa Cooperation        
Salam sejahtera kepada semua pembaca setia blog makan Mahamahu dan juga rakan-rakan sekalian. Setelah lebih 7 tahun Maha jadi blogger ni macam-macam perkara yang menarik sebenarnya. Terasalah sangat sebagai dihargai dan juga mendapat perhatian daripada banyak syarikat besar. 


Bukanlah itu yang kita nak tapi sebenarnya kepuasan bila dapat menulis dan memuaskan hati orang lain itu adalah yang paling menggembirakan diri ini sebagai seorang blogger. Blogger ini boleh juga dikategorikan sebagai media kerana mereka menyampaikan apa yang masyarakat nak cari. 


Sebenarnya Maha nak citekan yang lebih kurang 3 minggu lepas pada 19 Mei 2017 yang lalu telah diadakan majlis menghargai blogger oleh pihak Lynk.my dan Hexa Cooperation. The Blogger Dinner yang bertempat di Concorde Hotel majlis ni sangat exclusive untuk blogger bersama dengan penggiat sosial media juga pihak syarikat dan usahawan.

Ok mesti korang tanya Hexa Cooperation dan Lynk.my tu apakan? Hexa Cooperation adalah satu syarikat pengiklanan yang fokus kepada pemasaran digital. Manakala Lynk.my tu adalah salah satu platform pengiklanan digital yang dibangunkan olah Hexa. Lynk.my ni adalah konsep iklan melalui klik link dan juga menawarkan pendapatan kepada mereka yang mendaftarnya. Tu nanti Maha cite ok.


Itu serba sedikit pasal penganjur The Blogger Dinner yang Maha sempat hadir. Majlis makan malam tu diacarakan oleh pengacara popular sapa lagi kalau bukan Sharifah Shahirah memang kelakor sangat kak Sheera ni. Habis semua suasana jadi riuh rendah dibuatnya dengan cara selamba dia jer.

Ucapan aluan daripada saudara Hasrul Hassan adalah blogger otai lama yang juga aktif menghubungkan blogger dengan syarikat-syarikat luar ini. Saya banyak juga dapat belajar ilmu daripada saudara Hasrul Hasan ni. Beliau juga memperkenalkan Lynk.my ni pada Maha. 
 



Malam tu dianggarkan lebih daripada 100 orang tetamu yang hadir bukan sahaja blogger malah barisan penggiat sosial media juga usahawan baru serta usahawan yang minat dengan dunia pengiklanan digital ni. Malam tu juga ada barisan artis yang menjadi usahawan turut sama hadir menjadi penaja hadiah-hadiah cabutan.

Malam dinner tu bukan sahaja best dengan makanan yang disediakan hotel tapi juga best dengan 60 hadiah cabutan bertuah kepada semua tetamu. Alhamdullillah Maha pun ada tuah juga dapat salah satu hadiah pada malam tu. Tapi tak dapat hadiah utama iaitu TV dan kamera DSLR bestnya blogger yang dapat.




Tapi yang paling best adalah perkongsian dan juga pertemuan yang dapat mengeratkan hubungan antara blogger dan juga usahawan yang masih tercari-cari platform untuk marketing mereka melalui dunia blog ni. Sebenarnya masih banyak usahawan tak tahu yang blogger ni boleh membantu mereka cuma sumber dan cara kena betul kan. 


Apa pun terima kasih kepada Hexa Cooporation dan Lynk.my kerana menghargai blogger. In Sha Allah nest time kalau ada lagi jemput saya akan datang hehehe. Dengar cerita akan diadakan ia event tahunan kita tunggu ok. Selamat berpuasa semua.







          Nouvelle vidéo en ligne        
Dans la collection Les Entretiens de CinéDV réalisée par Aurélio Savini, retrouvez : Régis Sauder (Retour à Forbach) Pour voir l’entretien, cliquez sur la photo.
                  
.

KOMPETENSI DASAR
Sekolah Menengah Pertama (SMP)/
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2013
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas selesainya penyusunan dokumen Kompetensi Dasar untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagai salah satu perangkat kelengkapan Dokumen Kurikulum 2013. Penyusunan dokumen ini dalam rangka menindaklanjuti program-program prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014.
Selain berisi deskripsi Kompetensi Dasar, dokumen ini berisi pula Kompetensi Inti dan Struktur Kurikulum. Kompetensi Dasar dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif. Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas.
Penghargaan dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Nara Sumber, Tim Pengarah, Tim Internal Kemdikbud, Tim Inti, Tim Teknis, dan Tim Pengembang yang telah meluangkan waktu untuk menulis dan memberikan kontribusi pemikiran yang komprehensif dalam mewujudkan Dokumen Kurikulum 2013 ini. Penghargaan yang sama juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan masukan baik secara tertulis, melalui media elektronik dan cetak, maupun secara lisan guna penyempurnaan Kurikulum 2013.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTS ................................................. 1
BAB II ORGANISASI KOMPETENSI DASAR DALAM MATA PELAJARAN ........................................................................................... 4
BAB III KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ............................. 5
Lampiran 1A KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI ............................................................................. 6
Lampiran 1B KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI ......................................... 12
Lampiran 1C KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI ........................................ 15
Lampiran 1D KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI ............................................. 19
Lampiran 1E KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI ......................................... 22
Lampiran 1F KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI ................................ 25
Lampiran 2 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) ....................... 30
Lampiran 3 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA ......................................................................... 36
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs iii
Lampiran 4 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA ..................................................................................... 42
Lampiran 5 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASARILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)............................................................ 48
Lampiran 6 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASARILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS ) ........................................................ 56
Lampiran 7 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASARBAHASA INGGRIS ................................................................................................ 62
Lampiran 8 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASARSENI BUDAYA 68
Lampiran 9 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASARPENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA DAN KESEHATAN ................................... 74
Lampiran 10 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PRAKARYA .... 80
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 1
BAB I
STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs
PENGERTIAN
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan.
STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs
Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP/MTs adalah 40 menit.
Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut: MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU VII VIII IX
Kelompok A
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
3.
Bahasa Indonesia
6
6
6
4.
Matematika
5
5
5
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 2
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU VII VIII IX
5.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
6.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
7.
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B
1.
Seni Budaya (termasuk muatan lokal)*
3
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan(termasuk muatan lokal)
3
3
3
3.
Prakarya(termasuk muatan lokal)
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
38
38
38
Keterangan:
*Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
Ekstra Kurikuler SMP/MTs antara lain:
- Pramuka (Wajib)
- OSIS
- UKS
- PMR
Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Seni Budaya dan Prakarya menjadi dua mata pelajaran yang terpisah. Untuk seni budaya didalamnya terdapat pilihan yang disesuaikan dengan minat siswa dan kesiapan satuan pendidik dalam melaksanakannya.
IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.Disamping itu, tujuan pendidikan IPS menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah NKRI. IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 3
BEBAN BELAJAR
Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32, 32, dan 32 menjadi 38, 38 dan 38 untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar di SMP/MTs tetap yaitu 40 menit.
Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif belajar. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan pengamatan, menanya, asosiasi, dan komunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 4
BAB II
ORGANISASI KOMPETENSI DASAR
DALAM MATA PELAJARAN
Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMP/MTs organisasi Kompetensi Dasar kurikulum dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antar kelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang.
Khusus untuk muatan lokal, Kompetensi Dasar yang berkenaan dengan seni budaya, dan keterampilan, serta bahasa daerah dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Sedangkan Kompetensi Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 5
BAB III
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 6
Kompetensi Inti SMP/MTs adalah sebagai berikut: KELAS VII VIII IX
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi
KOMPETENSI DASAR SMP/MTs 7
bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.
Kompetensi Dasar SMP/MTs untuk setiap mata pelajaran tercantum pada Lampiran 1A s.d. Lampiran 10 yang mencakup: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn,Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Prakarya.
LAMPIRAN
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 6
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs)
KELAS: VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Membaca al-Qur’an dengan tartil.
1.2 Beriman kepada Allah SWT
1.3 Beriman kepada malaikat Allah SWT
1.4 Melaksanakan bersuci dari hadats besar dalam kehidupan sehari-hari
1.5 Melaksanakan shalat wajib berjamaah sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam
1.6 Melaksanakan shalat Jum’at sebagai implementasi dari pemahaman Q.S Al Jum’ah ayat 9
1.7 Melaksanakan shalat jama’ qashar ketika bepergian jauh (musafir) sebagai implementasi dari pemahaman ketaatan beribadah
2. Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam dalam ja dalam ja ngkauan ngkauan ngkauan ngkauan ngkauan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan keberadaannya keberadaannya keberadaannya keberadaannyakeberadaannyakeberadaannyakeberadaannya keberadaannyakeberadaannya
2.1 Memiliki perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah (Al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir) dan QSAl- Mujadilah (58): 11 dan Ar-Rahman (55): 33 serta hadits terkait
2.2 Memiliki perilaku ikhlas, sabar dan pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman QS.An Nisa (4):146, QS. Al Baqarah (2):153, dan QS. Ali Imran (3):134, dan hadits terkait
2.3 Memiliki perilaku meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah dan Madinah
3. Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan (faktual, konseptual dan (faktual, konseptual dan (faktual, konseptual dan (faktual, konseptual dan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya teknologi, seni, budaya teknologi, seni, budaya teknologi, seni, budaya teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan terkait fenomena dan kejadian tampak mata kejadian tampak mata kejadian tampak mata kejadian tampak mata
3.1 Memahami makna al-Asmaul-Husna: Al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir
3.2 Memahami makna iman kepada malaikat berdasarkan dalil naqli
3.3 Memahami kandungan QS. Al- Mujadilah (58): 11 dan QS. Ar-Rahman (55): 33 serta Hadits terkait tentang menuntut ilmu.
3.4 Memahami kandungan QS.An Nisa (4):146, QS. Al Baqarah (2):153, dan QS. Ali Imran (3):134 serta hadits terkait tentang ikhlas,sabar dan pemaaf
3.5 Memahami ketentuan bersuci dari hadats besar
3.6 Memahami ketentuan shalat berjamaah
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 7
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3.7 Memahami ketentuan shalat Jum’at
3.8 Memahami ketentuan shalat Jama’ Qashar
3.9 Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah dan Madinah
3.10 Mengetahui karakter Khalifah dari Khulafaurrasyidin
4. Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan memodifikasi, dan membuat) dan ranah membuat) dan ranah membuat) dan ranah membuat) dan ranah membuat) dan ranah membuat) dan ranah abstrak (menulis, abstrak (menulis, abstrak (menulis, abstrak (menulis, abstrak (menulis, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, membaca, menghitung, menggambar, dan menggambar, dan menggambar, dan menggambar, dan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori dalam sudut pandang/teori
4.1 Membaca QS. Al- Mujadilah (58): 11, QS. Ar-Rahman (55):33 QS.An Nisa (4):146, QS. Al Baqarah (2):153, dan QS. Ali Imran (3):134 dengan tartil
4.2 Menunjukkan hafalan QS. Al- Mujadilah (58): 11, QS. Ar-Rahman (55):33 QS.An Nisa (4):146, QS. Al Baqarah (2):153, dan QS. Ali Imran (3):134 dengan lancar
4.3 Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadast besar dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mempraktikkan shalat jama’ dan qashar
4.5 Mempraktikkan shalat berjama’ah
4.6 Mempraktikkan shalat Jum’at
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 8
KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Membaca al-Qur’an dengan tartil.
1.2 Meyakini Kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari
1.3 Meyakini Nabi Muhammad saw sebagai nabi akhir zaman
1.4 Melaksanakan shalat sunnah
1.5 Melaksanakan sujud syukur, sujud tilawah dan sujud syahwi
1.6 Melaksanakan puasa Ramadhan dan puasa sunnah sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam
1.7 Mengkonsumsi makanan yang halal dan bergizi
2. Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan menghayati menghayati menghayati menghayati menghayati menghayati menghayati perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya royong), santun,percaya diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan dalam jangkauan dalam jangkauan dalam jangkauan dalam jangkauan dalam jangkauan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan pergaulan dan keberadaannya keberadaannya keberadaannya keberadaannyakeberadaannyakeberadaannyakeberadaannya keberadaannyakeberadaannya
2.1 Memiliki perilaku rendah hati, hemat, dan hidup sederhana sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Furqan (25): 63 , QS. Al Isra’(17): 27 dan hadits terkait
2.2 Memiliki perilaku mengkonsumsi makanan dan minuman yang halaldan bergizi dalam kehidupan sehari sebagai implementasi dari pemahaman QS An-Nahl (16):114 dan hadits terkait
2.3 Memiliki perilaku menghindari minuman keras, judi, dan pertengkaran sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Maidah (5): 90 – 91 dan QS. Al Maidah (5): 32 sertahadits terkait.
2.4 Memiliki perilaku semangat menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari
2.5 Meneladani semangat ilmuwan muslim dalam menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Memahami makna QS. Al Furqan (25): 63, QS. Al Isra’(17): 27, Qs An Nahl (16):114, QS. Al Maidah (5): 90 – 91 dan QS. Al Maidah (5): 32 serta Hadis terkait
3.2 Memahami makna beriman kepada Kitab-kitab Allah
3.3 Memahami makna beriman kepada Rasul Allah SWT
3.4 Memahami hikmah shalat sunnah berjamaah dan munfarid
3.5 Memahami hikmah sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah
3.6 Memahami hikmah puasa wajib dan sunnah
3.7 Memahami hikmah penetapan makanan dan
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 9
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
minuman yang halal dan haram berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits
3.8 Memahami sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan sampai masa Umayahdan masa Abbasiyah
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Membaca QS. Al Furqan (25): 63, Al Isra’(17): 27, QS An Nahl (16):114, QS. Al Maidah (5): 90 – 91 dan Al Maidah (5): 32 dengan tartil
4.2 Menunjukkan hafalanQS. Al Furqan (25): 63, QS. Al Isra’(17): 27, Qs An Nahl (16):114, QS. Al Maidah (5): 90 – 91 dan QS. Al Maidah (5): 32 serta Hadis terkait
4.3 Mempraktekkan shalat sunnah berjamaah dan munfarid
4.4 Mempraktekkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah
4.5 Merekonstruksi sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan sampai masa Umayahdan masa Abbasiyah untuk kehidupan sehari-hari
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 10
KELAS IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya
1.1. Membaca al-Qur’an dengan tartil
1.2. Beriman kepada Hari Akhir
1.3. Beriman kepada Qadha dan Qadar
1.4. Melaksanakan penyembelihan hewan berdasarkan ketentuan syariat Islam
1.5. Melaksanakan ibadah qurban dan aqiqah sebagai implementasi dari surat al-Kautsar
2. Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan Menghargai dan menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi diri dalam berinteraksi secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya dan keberadaannya dan keberadaannya dan keberadaannyadan keberadaannyadan keberadaannya dan keberadaannyadan keberadaannya dan keberadaannyadan keberadaannya
2.1. Memiliki sikap optimis, ikhtiar, dan tawakkal sebagai implementasi dari pemahaman QS Az Zumar (39):53, QS. An Najm (53): 39-42, dan QS. Ali Imran (3):159serta hadits terkait.
2.2. Memiliki perilaku toleran dan menghargai perbedaan dalam pergaulan di sekolah dan masyarakat sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Hujurat (49):13, serta Hadits terkait.
2.3. Memiliki sikap empati, peduli, dan gemar menolong kaum dhuafa sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah qurban dan aqiqah
2.4. Memiliki sikap mawas diri sebagai implementasi dari pemahaman iman kepada Hari Akhir
2.5. Memiliki sikap tawakkal kepada Allah sebagai implementasi dari pemahaman iman kepada Qadha dan Qadar
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1. Memahami QS. Az Zumar (39):53, QS. An Najm (53): 39-42, dan QS. Ali Imran (3):159tentang optimis, ikhtiar, dan tawakal dan hadits terkait.
3.2. Memahami QS. Al Hujurat (49):13 tentang toleransi dan menghargai perbedaan dan hadist terkait.
3.3. Memahami makna iman kepada hari Akhir berdasarkan pengamatan terhadap dirinya, alam sekitar, dan makhluk ciptaanNya.
3.4. Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar berdasarkan pengamatan terhadap dirinya, alam sekitar dan makhluk ciptaan Nya
3.5. Memahami ketentuan penyembelihan hewan dalam Islam
3.6. Memahami hikmah qurban dan aqiqah
3.7. Memahami ketentuan haji dan umroh
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
4.1. Membaca QS. Az Zumar (39):53, QS. An Najm (53): 39-42, dan QS. Ali Imran (3):159 dan QS. Al
Lampiran 1A
KD SMP/MTs PENDIDIKAN AGAMA ISLAM& BUDI PEKERTI 11
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat,) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Hujurat (49):13) sesuai dengan kaedah tajwid dan makhrajul huruf
4.2. Menunjukkan hafalan QS. Az Zumar (39):53, QS. An Najm (53): 39-42, dan QS. Ali Imran (3):159 dan QS. Al Hujurat (49):13)
4.3. Memperagakan tata cara penyembelihan hewan
4.4. Mempraktekkan manasik haji
4.5. Mempraktekkan pelaksanaan ibadah qurban dan aqiqoh di lingkungan sekitar rumah
4.6. Melakukan rekonstruksi sejarah perkembangan Islam di Nusantara
4.7. Menceritakan sejarah tradisi Islam Nusantara
Lampiran 1B
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 12
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima hanya Allah yang dapat mengampuni dan menyelamatkan manusia melalui karya penyelamatan Yesus Kristus
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Mengembangkan sikap kepedulian dan solidaritas
2.2 Menerapkan sikap rendah hati menurut teladan Yesus
2.3 Membangun kebiasaan hidup disiplin sebagai wujud ketaatan kepada Firman Tuhan
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Mengakui bahwa pemeliharaan Allah terhadap manusia dan alam lebih kuat daripada kecenderungan manusia untuk merusaknya
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Mengekspresikan nilai-nilai Kristiani melalui komik, cerita bergambar, puisi, atau karya seni lainnya
4.2 Menceritakan kepada orang lain tentang pengalaman ditolong (story telling)
Lampiran 1B
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 13
KELAS VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima dan menanggapi makna hidup beriman dan berpengharapan
1.2 Menerima peran Roh Kudus dalam proses hidup beriman
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menunjukkan sikap setia kepada Tuhan dan sesama sebagai wujud hidup bersyukur
2.2 Menunjukkan sikap rela berkorban seperti yang diajarkan Tuhan Yesus
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Memahami dan mampu menjelaskan makna hidup bersyukur sebagai orang yang beriman
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menerapkan sikap hidup beriman dan berpengharapan melalui ibadah, doa, dan membaca Alkitab
Lampiran 1B
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 14
KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima karya Allah dalam pertumbuhan gereja dan berbagai pergumulannya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Memahami dan menunjukkan sikap toleransi antarumat beragama sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Menjelaskan berbagai bentuk pelayanan gereja di tengah masyarakat pada masa kini
3.2 Menjelaskan bentuk sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri, gereja, dan masyarakat
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Mewujudkan sikap-sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri, gereja, dan masyarakat
4.2 Menerapkan perannya sebagai anggota gereja dan masyarakat
Lampiran 1C
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 15
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKANAGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
YESUS KRISTUS
1.1 Meneladani berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari
1.2 Meneladani Yesus Kristus dalam memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah demi hidup bersama yang lebih baik
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
PRIBADI SISWA
2.1 Menerima diri sebagai citra Allah yang diciptakan baik adanya
2.2 Mensyukuri diri sebagai citra Allah yang memiliki kemampuan dan keterbatasan
2.3 Mengembangkan kesederajatan sebagai laki-laki atau perempuan dalam hidup sehari-hari
2.4 Menghargai seksualitas sebagai anugerah Allah demi kehidupan bersama yang lebih baik
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
MASYARAKAT
3.1 Menghargai peran keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap perkembangan dirinya
3.2 Menghargai peran teman sebaya terhadap perkembangan dirinya
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Lampiran 1C
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 16
KELAS VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
YESUS KRISTUS
1.1 Memahami tugas Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda dan tindakan
1.2 Menghayati makna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai konsekuensi atas perjuangan-Nya menegakkan nilai-nilai Kerajaan A llah
1.3 Memahami pribadi Yesus Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia
1.4 Memahami peristiwa panggilan dan perutusan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
GEREJA
2.1 Menghayati peranan Roh Kudus sebagai daya hidup Gereja
2.2 Memahami makna Gereja sebagai Paguyuban umat beriman
2.3 Melibatkan diri dalam pelbagai bentuk pelayanan Gereja demi terwujudnya karya penyelamatan Allah
2.4 Mewujudkan Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang
2.5 Memahami makna dan konsekuensi sakramen inisiasi dalam hidup menggereja
2.6 Memahami sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi antara manusia dengan Allah dan sesama
2.7 Menyadari konsekuensi sakramen pengurapan orang sakit sebagai wujud pendampingan Gereja terhadap orang yang menderita sakit
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
Lampiran 1C
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 17
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Lampiran 1C
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN & BUDI PEKERTI 18
KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
GEREJA
1.1 Memahami kehendak Allah untuk menyelamatkan semua orang yang perlu ditanggapi dengan beriman dan beragama
1.2 Menerima konsekuensi hidup sebagai umat beriman kristiani
1.3 Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota jemaat beriman kristiani, untuk mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah
1.4 Memahami pentingnya membangun masa depan
1.5 Menghayati Sakramen Perkawinan dan Sakramen Tahbisan sebagai panggilan hidup
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
MASYARAKAT
2.1 Mewujudkan peran sebagai orang beriman kristiani di tengah masyarakat
2.2 Melindungi dan membela hidup manusia secara bertanggung jawab sebagai wujud penghargaan atas keluhuran martabat manusia
2.3 Berperilaku jujur dan adil dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan nilai-nilai luhur
2.4 Mengembangkan sikap hormat dan persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan lain
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Lampiran 1D
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA HINDU & BUDI PEKERTI 19
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
KELAS: VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima konsepsi Avatara, Deva, dan Bhatara dalam kehidupan sehari-hari
1.2 Menerima ajaran Karmaphala Tattva
1.3 MenerimaMantram dan Sloka dalam veda sebagai penyelamat manusia
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Memiliki disiplin dalam menghindari diri dari perilaku Sad Atatayi
2.2 Memiliki disiplindalam menghindari dari sifat-sifat Sapta Timira
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Menjelaskan konsep Dewa Yajñā dan Bhuta Yajñā
3.2 Mengenal konsep ketuhanan dalam agama Hindu
3.3 Memahami yajna yang bersifat Sattvika, Rajasika, dan Tamasika
3.4 Mengelompokkan Veda dan batang tubuh Veda
3.5 Menerima Sad Atatayi sebagai perbuatan kejam yang harus dijauhi
3.6 Menerima ajaran Sapta Timira penyebab kemabukan yang harus dihindari
3.7 Menyebutkan nama Rsi pengelompokkan Veda Sruti
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Mengaplikasikan konsep Dewa Yajñā dan Bhuta Yajñā
4.2 Mendemontrasikan dampak Karma Baik
4.3 Mempraktikkan Mantram dan Sloka Veda dalam kehidupan sehari-hari
Lampiran 1D
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA HINDU & BUDI PEKERTI 20
KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menanggapi Tri Guna sebagai tiga pilar yang mempengaruhi watak / karakter manusia
1.2 Menanggapi Panca Maha Bhuta sebagai unsur pembentuk tubuhmanusia
1.3 Menyenangi ajaran Nawa Vidha Bhakti
1.4 Menerima Atma sebagai pemberi hidup
1.5 Menerima Purana dan Itihasa sebagai dasar mengenal Veda
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Memiliki sikap jujur, santun, disiplin dan peduli melalui ajaran Nava Vidha Bhakti
2.2 Memiliki sikap disiplin, santun, dan peduli melalui pelaksanaan Rsi Yajñā dan Pitra Yajñā
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Menjelaskan bagian –bagian Tri Guna
3.2 Menjelaskan Tri Doshadalam diri manusia
3.3 Menyebutkan sifat-sifat Atma
3.4 Menyebutkan Itihasa dan Purana dalam Veda
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menceritakan lahirnya Bhisma dalam Mahabharata
4.2 Menceritakan perkembangan agama Hindu di Asia Selatan
Lampiran 1D
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA HINDU & BUDI PEKERTI 21
KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghayati ajaran Panca Yama dan Panca Nyama Bratha
1.2 Menghayatiajaran Nitya Yajñā dan Naimitika Yajñā dalam kehidupan
1.3 Menghayati kemahakuasaan Sang Hyang Widhi melalui ajaran Asta Aiswarya
1.4 Menghayati ajaran Kepemimpinan dalam agama Hindu
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menghargai perilaku jujur, bertanggung jawab, dan santun dari Putra yang Suputra
2.2 Menghargaiperilaku jujur dan tanggungjawab seorang pemimpin
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Memahami ajaran Dasa Mala
3.2 Menerangkan contoh konkrit tentang Dasa Mala
3.3 Memahami makna inisiasi (samskara) dalam jenjang kehidupan manusia
3.4 Menyebutkan contoh-contoh Nitya Yajñā dan Naimitika Yajñā
3.5 Memahami kitab Itihasa
3.6 Menunjukkan contoh-contoh Asta Aiswarya
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menalar ajaran Panca Yama dan Panca Nyama Bratha dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Mengurai Kanda-kanda dalam Ramayana dan Parwa-parwa Mahabharata dalam ulasan cerita
Lampiran 1E
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA & BUDI PEKERTI 22
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghayati hakikat ketuhanan agama Buddha
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menunjukkan empat sifat luhur dalam kehidupan sehari-hari
2.2 Mengembangkan perilaku toleransi dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan pergaulan
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Mendeskripsikan formulasi Pancasila Buddhis dan Pancadhamma
3.2 Mengidentifikasikan kitab suci, tempat ibadah, dan lambing-lambang dalam agama Buddha
3.3 Mengidentifikasi kriteria agama Buddha dan umat Buddha
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Melaksanakan Pncasila Buddhis dan Pancadhamma dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Menceritakan peristiwa tujuh minggu setelah Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna
4.3 Menceritakan alas an Buddha menyiarkan Dharma
4.4 Menceritakan perjalanan Buddha memutar Roda Dharma
Lampiran 1E
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA & BUDI PEKERTI 23
KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima kisah tentang kebijaksanaan
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Memaknai khotbah pertama Buddha
2.2 Memiliki sikap hormat dan peduli terhadap Dharmayatra
2.3 Menunjukkan perilaku tanggung jawab terhadap tempat-tempat Dharmayatra dan tempat-tempat suci agama Buddha lainnya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Mendeskripsikan isi khotbah pertama Buddha
3.2 Menjelaskan tujuan dan manfaat melaksanakan Dharmayatra
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menceritakan riwayat para siswa utama Buddha
4.2 Menceritakan para pendukung Buddha
4.3 Menceritakan sejarah penyiaran agama Buddha pada zaman Mataram Kuno, Sriwijaya, dan Majapahit
4.4 Menceritakan sejarah penyiaran agama Buddha pada zaman penjajahan dan kemerdekaan
Lampiran 1E
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA & BUDI PEKERTI 24
KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghayati diri sendiri
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Memiliki perilaku santun dan peduli terhadap sahabat sejati
2.2 Menunjukkan kewajiban timbal balik dalam kehidupan bermasyarakat
2.3 Mengembangkan perilaku disiplin dalam melakukan meditasi ketenangan batin
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Mendeskripsikan peranan agama Buddha untuk menegakkan Hak Asasi ManusiaMengidentifikasi kesetaraan gender dalam agama BuddhaMendeskripsikan peranan agama Buddha untuk memelihara perdamaian
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Membiasakan budaya disiplin dalam kehidupan sehari-hariMenceritakan peristiwa Buddha ParinibbanaMelatih meditasi ketenangan batin dalam kehidupan
Lampiran 1F
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU & BUDI PEKERTI 25
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
KELAS: VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menyakini ajaran agama sebagai pembimbing hidup menempuh jalan suci
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menghayati nabi Kong Zi sebagai Mu Duo Tian (Tian Zi Mu Duo)
2.2 Menghayati ayat yang terdapat dalam kitab Zhong Yong Bab Utama pasal ke-1 dan kitab Da Xue Bab Utama pasal ke-1 sebagai landasan keimanan
2.3 Menunjukkan semangat melaksanakan keyakinan sesuai dengan keimanan yang pokok
2.4 Menghayati sikap dan perilaku hidup sederhana dan suka mengalah (Qian Rang)
2.5 Menghayati sikap dan perilaku Hati-hati (Shen Si)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Menjelaskan definisi agama (Jiao) berdasarkan tinjauan kitab suci agama Khonghucu
3.2 Menjelaskan fungsi dan tujuan pengajaran agama
3.3 Menjelaskansejarah asal mula dan perkembangan agama Khonghucu
3.4 Menjelaskan sejarah asal mula masuknya agama Khonghucu serta perkembangan-nya di Indonesia
3.5 Menjelaskansejarah asal mula dan perkembangan agama Khonghucu
3.6 Menjelaskan sejarah asal mula masuknya agama Khonghucu serta perkembangan-nya di Indonesia
3.7 Mengemukakan nilai-nilai yang berkaitan dengan ke- teladanan nabi Kong Zi dan eksisitensi umat Khonghucu
3.8 Menjelaskan silsilah keluarga (nenek moyang) nabi Kong Zi.
3.9 Menceritakan tentang abad kelahiran nabi Kong Zi
3.10 Mengetahui masa-masa awal kehidupan nabi Nabi Kong Zi
3.11 Menjelaskan pengembaraan Nabi Kong Zi dalam menyebarkan Firman Tian
3.12 Menunjukkan ciri-ciri khusus tempat ibadah umat Khonghucu
3.13 Membedakan antara tempat ibadah kepada Tian, Nabi, dan leluhur
Lampiran 1F
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU & BUDI PEKERTI 26
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3.14 Mengemukakan nilai-nilai keteladanan nabiKong Zi dan semangat belajarterdapat dalam lagu yang dinyanyikan
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan keteladanan nabi Kong Zi dan eksistensi umat Khonghucu
4.2 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan keyakinan iman dan perilaku Jun Zi
Lampiran 1F
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU & BUDI PEKERTI 27
KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menyakini bahwa benih-benih kebajikan (Xing) dalam diri manusia adalah Firman Tian yang wajib dilaksanakan oleh manusia
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menghayati makna Delapan Kebajikan (Ba De)
2.2 Menghayati makna Lima Kebajikan (Wu Chang)
2.3 Menghayati kitab Shi Shu dan Xiao Jing sebagai sumber tuntunan perilaku hidup
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3.1 Menjelaskan arti kebajikan (De) berdasarkan karakter huruf
3.2 Mengemukakan nilai-nilai berkaitan dengan kebajikan dan watak sejati manusia
3.3 Menjelaskan arti kata Jun Zi
3.4 Membedakan manusia Jun Zi (luhur budi) dan Xiao Ren (rendah budi)
3.5 Menunjukkan sikap sesuai dengan sembilan hal yang dipikirkan oleh seorang Jun Zi
3.6 Menjelaskan bagian kitab yang pokok (Si Shu)
3.7 Menjelaskan secara garis besar bagian kitab Si Shu dan kitab Xiao Jing
3.8 Menjelaskan makna salam Wei De Dong Tian dan Xian You Ti De
3.9 Menjelaskan tata cara mengormat dengan merangkapkan tangan (Bai) membungkuk (Ju Gong), dan berlutut (Gui)
3.10 Menjelaskan tata cara sembahyang kepada leluhur
3.11 Mengemukakan nilai-nilai berkaitan dengan perilaku Jun Zi penghormatan kepada leluhur
3.12 Menjelaskan macam-macam dupa dan fungsinya
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
4.1 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan nilai-nilai kebajikan dan watak sejatimanusia
4.2 Mempraktekkan tata cara menghormat dengan merangkapkan tangan (Bai) membungkuk (Ju Gong), dan berlutut (Gui)
4.3 Menyusun perlengkapan sebahyang pada altar leluhur
4.4 Mempraktekkan sembahyang sembahyang kepada leluhur
Lampiran 1F
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU & BUDI PEKERTI 28
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.5 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan perilaku Jun Zi penghormatan kepada leluhur
4.6 Mempraktekkan cara menggunakan dupa dalam sembahyang kepada Tian, nabi, dan para leluhur
Lampiran 1F
KD SMP PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU & BUDI PEKERTI 29
KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1 Meyakini bahwa hormat dan patuh kepada orang tua adalah jalan untuk sujud dan taat kepada Tian
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1 Menghayati Pembinaan Diri sebagai kewajiban poko setiap manusia
2.2 Mengamalkan perilaku bakti (Xiao) kepada Tian, kepada orang tua, dan kepada alam
2.3 Mengemukakan nilai-nilai berkaitan dengan bakti kepada orang tua dan cinta kepada lingkungan
2.4 Menunjukan sikap hidup harmonis sebagai cara menempuh jalan suci di dunia
2.5 Menunjukkan sikap hidup rukun dan toleran dengan penganut agama lain
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.1 Menyebutkan tahapan dan proses pembinaan diri
3.2 Menjelaskan arti kata Xiao berdasarkan karakter huruf
3.3 Menjelaskan tingkatan Rohaniwan agama Khonghucu
3.4 Menjelaskan tugas dan kewajibanseorang rohaniwan
3.5 Menjelaskan arti Dao berdasarkan karakter huruf
3.6 Menjelaskan arti Dao berdasarkan pemahaman iman
3.7 Mengemuka- kan nilai-nilai berkaitan dengan upacara Li Yuan umat, dan pemberkatan pernikahan
3.8 Menjelaskan macam-macam, maksud dan tujuan upacara Li Yuan (pemberkatan)
3.9 Menjelaskan tentang kebebasan beragama di Indonesia
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.1 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan perilaku bakti kepada orang tua dan cinta kepada lingkungan
4.2 Menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan upacara Li Yuan peneguhan iman, dan pemberkatan pernikahan
4.3 Mempraktekkan upacara Li Yuan Peneguhan Iman
Lampiran 2
KD SMP/MTs PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) 30
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI D
          Cisco to upgrade Mobily networks        
Mobily has selected Cisco to upgrade its enterprise and data centre networks in Saudi Arabia
          Saudi telecom spending to hit $36.8bn in 2017        
CITC reportedly said spending in the Kingdom reached more than SR130 billion in 2016
          The Wisher        
Produzione:Canada, 2002 Regia:Gavin Wilding Cast:Ron Silver, Liane Balaban, Drew Lachey, Siri Baruc TRAMA:Mary, appassionata di film horror, ha spesso incubi notturni ed è colpita da attacchi di sonnambulismo. Ma la sua passione è talmente grande che accetta di andare con le sue amiche al cinema a vedere _The Wisher_. La storia narra di uno spirito che soddisfa i desideri di chi lo evoca. Da quel momento Mary viene perseguitata da una figura misteriosa, pronta ad esaudire in modo decisamente macabro, ogni suo volere. La ragazza deve riuscire a scoprire chi sia questo individuo e soprattutto come poterlo fermare. La soluzione forse si trova tra i fotogrammi della pellicola.

L' ho visto qualche sera fa su Sky, dalla trama sembrava carino......mi sono sbagliato, era una mezza cazzata

Voto: 6,5 scarso

Die79dgl


          Novo processo de aprovação de contas Adsense        
Já não me lembro do último artigo aqui publicado, mas hoje decidi escrever aqui um bocado. Saudades? Talvez… Resolvi escrever sobre o novo modo de aprovação de contas do Adsense, anunciado hoje. Este novo processo tem como objectivos garantir uma melhor rede editorial, uma melhor experiência para os utilizadores e uma melhor salvaguarda para quem […]
          Saudade por Ivone Richesky        

Muito além...



           Pequenas e rápidas lembranças II...        
"Em abril de 1960 Ivo e Elba Pacheco tiveram um bebê - Maria Inês, em plena época auge do Clube 1º de Maio. Ivo Pacheco era, então, o presidente do clube e a menina foi o mascote, pulando nos colos daquela juventude."
Por Elba Pacheco
Elba, Ivo e Maria Inês Pacheco (1960) na área da casa, na rua do Prado (atual Concórdia),
 que foi sede do clube.

"Eu me lembro de uma vez a Nesi (Maria Inês), sentada em meu colo realizando uma conversa e o tema era o "gelo" (não lembro bem porque). E eu dizia, sim o gêlo, e ela repetia: gelô. E a conversa seguiu com ela insistindo e descendo do meu colo apontando para o seu joelho. Ela contava algo sobre seu  jelÔ - joelho. Saudades!"
Margaridinha.
 Margarida (2014 e anos 60), Eunice e Maria Inês Pacheco (1963).

Esta Maria Inês é a administradora do blog do 
Grêmio Esportivo 1º de Maio - Niterói, Canoas/RS


Para matar mais um pouco a saudade 
a lancheira que a menininha Inês carrega consigo
 Ã© de biscoitos São Luiz.

          Lembranças de Ivone Richesky        

"Uma das melhores coisas que aconteceram na minha vida foi ter pertencido a turma do nosso querido 1o de Maio! Eu ganhei de meus pais uma bola de vôlei e começamos a jogar em frente a minha casa, juntou logo uma turminha legal. Pedi para as irmãs do colégio São Paulo uma rede velha que os guris da turma se encarregaram de amarrar nas árvores ali da frente e começou o jogo, logo surgiu a idéia, não me lembro de quem de irmos jogar nos terrenos vazios ao lado da casa da família Pacheco, que também eram parentes do dono dos terrenos .
Os guris e alguns pais colocaram dois paus para amarrar a rede. Queríamos jogar toda hora!
Na frente do lugar onde jogávamos morava o seu Elmar e Vanda que se juntaram a nós cheios de idéias. Começava então o clube 1o de Maio inaugurado no dia do trabalhador com muita pompa e alegria!...
Pensem em juventude feliz... foi a nossa!
Que saudades de todos e da nossa antiga rua do Prado!”
Ivone Richesky

Os pais no casamento em 1965 -Vó Chiquinha e Vô Emílio

Presenças de Gelci, Nelsa e Roswita

0 irmão Londa e amigos.
                                       Maria da Graça, Gelci e Roswita. 
Roswita, Nelsinho e Gelci
Fotos de Nelsinho e da formatura de Gaita
Com Tio Pedro no Albatroz

Vilson, Ivone e Roswita na antiga casa na rua do Prado
Mano Londa
1963 desfilando no Miss Canoas no CSSGAPA
1962 - com mano Londa e Dantes na formatura de Gaita. 
Também na foto Antonia, Argeu e Guida.

50 anos de casados de Vó Chiquinha e Vô Emilio - 
com Londa, Maria da Graça e Mauro...
... na casa onde aconteceram muitos bailes,
 para o qual passavam vela no assoalho.


          Lembranças das irmãs Regina, Ivete e Eunice Pacheco        
Aniversário dos irmãos Davi e Carmen na casa dos seus pais em ??????????
Boa parte da turma do clube Primeiro de Maio:
1. ???
2. ???
3. ???
4 - Ivo Pacheco - 
 na data desta postagem fez 14 anos que ele nos deixou - saudades!
5. Ana Beatriz
6. Julio Eloi
7. Clóvis (filho do Tio Pedro)
8. Heitor
9. Carmen Rive
10. Mãe dos aniversariantes
11. ???
12. Ibanez
13. ???
14. ???
15. ???
16 - Rubens Galhardi
18. ???
19 - Eunice Pacheco
20, ???
21. Davi - aniversariante
22 - Margaridinha
23. Gilberto
24. Carmen - aniversariante
25. Pai dos aniversariantes
26. 'Todinho"
27. Mario Garcez
28 - Seu Ezíno
29 - Tio Pedro

Nelsinho e Ivete Pacheco nas festas gaúchas.

          Los Angeles {West Coast USA Part I }        
Wenn man an Kalifornien denkt, dann denkt man doch automatisch an Sommer, Sonne, Strand und Meer. Ja - das tat ich bisher auch immer. Doch ich wurde eines Besseren belehrt, denn: Es geht auch anders.


Nach einem ziemlich turbulenten 6 stündigen (!!!) Flug von New York nach Los Angeles, war ich froh, als wir dann auch endlich unsere Koffer vom Band nehmen und zum Shuttle-Bus gehen konnten. Der brachte uns dann in unser Hotel, das allen Fans von Germany's next Topmodel wohl noch aus der letzten Staffel bekannt sein wird - das Hotel Figueroa im indischen Stil. Die Zimmer sind eher klein, aber da man sich dort eh kaum aufhalten wird, war das vollkommen ok. Leider liegt es in Downtown und damit auch ziemlich abseits von allem Sehenswerten.


Los Angeles ist eine wahnsinnig riesige Stadt, so dass man schon so einige Kilometer zurücklegen müsste, um von einem Ort zum nächsten zu gelangen. Doch viel Zeit blieb uns leider nicht - die etwas unpassend gelegten Flugzeiten ließen uns erst am späten Nachmittag in Los Angeles ankommen, wodurch viele Sehenswürdigkeiten leider auf der Strecke bleiben mussten. Die erste Erkundungstour starteten wir rund um unser Hotel in Downtown. Mir ist nach den 3 Tagen in New York sofort aufgefallen, was für eine Ruhe LA eigentlich ausstrahlt. Die Straßen waren leer, die Menschen blieben komischer Weise an roten Ampeln stehen, keiner drängelte einen über die Straße und auch Bauarbeiten, hupende Autos und laute Menschenmassen waren nicht an jeder Straßenecke zu finden. Dafür empfand ich die Stadt ehrlich gesagt doch viel dreckiger und unschöner, als erwartet. Zwischen all der Show blitzten nicht nur Glamour, sondern auch hier und da mal Dreck und heruntergekommene Gebäude hervor. Und so kommen wir nicht nur an wunderschönen Ecken vorbei, sondern auch an denen, die man Nachts instinktiv wohl besser meiden sollte.


Vor allem muss man sich daran gewöhnen, dass Jaywalken hier komplett verboten ist! Sollte man also dabei erwischt werden, die Straße in der Mitte eines Blocks oder diagonal zu überqueren, hat man einen Strafzettel als Urlaubssouvenir erstmal sicher. An der Westküste gelten andere Regeln und an diese hatte man sich hier nun zu halten - Umdenken war also mal wieder angesagt. Hinzu kamen der erneute Jetlag und die Verwirrung aufgrund des Wetters - ich habe mich auf strahlenden Sonnenschein, Tops und kurze Hosen eingestellt... doch bekommen habe ich Wind und einen wolkenbedeckten Himmel. Meine Laune sank also von Minute zu Minute. Doch der Abend und vor allem der nächste Tag belehrten mich dann eines Besseren.

Da sind sie - die Palmen, die aus LA kaum wegzudenken sind und einfach dazu gehören. Sie erinnern an ein tropisches Paradies mitten in der Stadt und lassen schon erahnen, dass das Meer nicht mehr weit sein kann. Für uns allerdings schon - denn Venice Beach und Co waren genau wie die Universal Studios für diesen viel zu kurzen Aufenthalt leider unerreichbar. Aber dennoch durfte Hollywood nicht fehlen und lud dazu ein, sich einmal wie ein Star zu fühlen.


Selbst für einen kurzen Shoppingausflug zu Victoria's Secret mit Blick auf die Hollywood Hills blieb noch etwas Zeit. Ich bin erstaunt, dass es, wenn man denn mal in einem der Läden steht, gar nicht so glamourös ist, wie man es sich immer vorstellt. Hier findet man für jeden Geldbeutel die passende Unterwäsche. Selbst Slips im 3er Pack, wie man sie von H&M kennt, sind hier in allen Formen und Farben mit dabei. Wodurch ich den Hype ehrlich gesagt gar nicht mehr so nachvollziehen kann. Dennoch kamen zwei wunderschöne BH's mit nach Deutschland, denn Qualität und auch Service sind wirklich toll!


Nicht nur am Haus von Steven Spielberg Ã¼ber den Dächern von LA hoch oben in den Hollywood-Hills fuhren wir vorbei, sondern auch an einem kleinen Häuschen, in dem Marilyn Monroe einst eimal gewohnt haben soll. In vielen Gegenden ist es den Reiseveransaltern verboten, die Touristen dort "abzuladen", da sich viele Stars und vor allem auch Anwohner von all dem Trubel reichlich gestört fühlen, was ich auch vollkommen verstehen kann. Vor allem in Beverly Hills muss man aufpassen. Aber einzelne Spaziergänge durch die Nachbarschaft der Schönen und Reichen sollten kein Problem sein. Wer in den zahlreichen Bars und Restaurants trotz Suche auf keinen Star trifft, dem bleibt dann am Ende noch Madame Tussauds. Hier sind sie zwar nur aus Wachs, aber immerhin!


Wer dann immer noch nicht genug von all der Traumwelt hat, der geht auf Entdeckungsreise entlang des Hollywood Boulevard. Der Walk of Fame ist mit so vielen Sternen der verschiedensten Stars gepflastert - ob Musiker, Produzenten, Schauspieler oder Regisseure - hier muss man schon ordentlich auf die Suche gehen, um seinen Liebling zu finden. Ansonsten stehen Superman, Mickey Mouse oder Charlie Chaplin ähnlich wie am Time Square in New York an jeder Ecke herum und warten auf Touristen, die sich gern mit ihnen fotografieren lassen wollen. Auch das Chinese Theatre ist ein beliebter Anlaufpunkt und sollte nicht ausgelassen werden. Hier stellt man sich gern mal in die Fußstapfen der Lieblingskünstler und legt die Hände in deren Abdrücke. Genau so habe ich es mir auch vorgestellt. Das Gefühl, genau dort zu stehen, wo so viele Stars bereits ein und aus gegangen sind, ist einfach überwältigend. Doch bei der Durchsicht der Bilder wurde mir das Herz auch etwas schwerer - nicht nur, da ich mich an all diese Orte zurücksehne und dort gern noch so vieles mehr erleben wollen würde, sondern auch, da ich entdeckt habe, dass ich genau auf den Fußabdrücken von Robin Williams gesessen habe. Ein Schauspieler, der mich von meiner Kindheit bis heute in all seinen wundervollen Rollen begleitet hat, mich zum Lachen brachte und an den ich mich noch ewig erinnern werde. 
Carpe Diem

✩✩✩

          Teaching L2 metaphor through awareness-raising activities: experimental studies with Saudi EFL learners        
Saaty, Rawan (2016) Teaching L2 metaphor through awareness-raising activities: experimental studies with Saudi EFL learners. Ph.D. thesis, University of Birmingham.
          Individual differences among Saudi learners of English as a foreign language: an exploratory correlational study of learning styles, affective factors and English proficiency and performance        
Aljasir, Noaf (2016) Individual differences among Saudi learners of English as a foreign language: an exploratory correlational study of learning styles, affective factors and English proficiency and performance. Ph.D. thesis, University of Birmingham.
          THE ART OF THE (TRUMP AND PUTIN) DEALSay you’re Vladimir Putin,...        


THE ART OF THE (TRUMP AND PUTIN) DEAL

Say you’re Vladimir Putin, and you did a deal with Trump last year. Whether there was such a deal is being investigated. But if you are Putin and you did do a deal, what might Trump have agreed to do for you? 

1. Repudiate NATO. NATO is the biggest thorn in your side – the alliance that both humiliates you and stymies your ambitions. Trump seemed intent to deliver on this during his recent European trip by bullying members about payments and seemingly not reaffirming Article 5 of the pact, which states that any attack on one NATO ally is an attack on all. (He’s backtracked on this since then, under pressure from Congress.)

2. Antagonize Europe, especially Angela Merkel. She’s the strongest leader in the West other than Trump, and you’d love to drive a wedge between the United States and Germany. Your larger goal is for Europe to no longer depend on the United States, so you can increase your influence in Europe. Trump has almost delivered on this, too. Merkel is already saying Europe can no longer depend on America.

3. Take the United States out of the Paris accord on the environment. This will anger America’s other allies around the world and produce a wave of anti-Americanism – all to your advantage. You’d also love for the whole Paris accord to unravel because you want the world to remain dependent on fossil fuels. Russia is the world’s second-largest exporter of oil after Saudi Arabia, and biggest exporter of natural gas. And the oil and gas industry contributes about half the revenues to your domestic budget. And, hey, there’s also all those Arctic ports that are opening up now that the earth is warming. Trump has delivered on this. 

4. Embark on a new era of protectionism. Or at least anti-trade rhetoric. This will threaten the West’s economic interdependence and loosen America’s economic grip on the rest of the world. Trump is on the way to delivering on this one.

5. End the economic sanctions on Russia, imposed by the United States in 2014. Oil production on land is falling so you want to tap the vast petroleum and gas reserves offshore in the Arctic. In 2011, you and ExxonMobil’s Rex Tillerson, signed a $500 billion deal to do this. But the sanctions stopped it cold. Trump has promised to lift them, but he hasn’t delivered on this yet, because he has got to cope with all the suspicions in America about his deal with you. Once it dies down, he’ll end the sanctions. In the meantime, he’ll give you back the two compounds that were seized by the Obama administration when the U.S. intelligence discovered you’d interfered in the election.

And what might you have agreed to do for Trump in return? 

Two things: First, you’d help him win the presidency, by hacking into Democratic Party servers, leaking the results, sending millions of fake news stories about Hillary to targeted voters, and tapping into voter lists. 

Second, after he was elected, you’d shut up about your help so Trump wouldn’t be impeached and convicted of treason.

In other words, if you did a deal, you both still have every incentive to fulfill your side of it. That’s the art of the deal.


          Comment on Banners Design for Mobile Unlock Base by MichaelImmed        
Our team is a unique producer of quality fake documents. We offer only original high-quality fake passports, driver's licenses, ID cards, stamps and other products for a number of countries like: USA, Australia, Belgium, Brazil, Canada, Italy, Finland, France, Germany, Netherlands, Spain, United Kingdom. This list is not full. To get the additional information and place the order just visit our website: http://www.salepassportsfake.cc www. salepassportsfake.cc >> Contact e-mails: General support: support@salepassportsfake.cc Technical support: admin@salepassportsfake.cc ----------------------------- Keywords: buy fake passport of Afghanistan buy fake passport of Albania buy fake passport of Algeria buy fake passport of Andorra buy fake passport of Angola buy fake passport of Antigua & Deps buy fake passport of Argentina buy fake passport of Armenia buy fake passport of Australia buy fake passport of Austria buy fake passport of Azerbaijan buy fake passport of Bahamas buy fake passport of Bahrain buy fake passport of Bangladesh buy fake passport of Barbados buy fake passport of Belarus buy fake passport of Belgium buy fake passport of Belize buy fake passport of Benin buy fake passport of Bhutan buy fake passport of Bolivia buy fake passport of Bosnia Herzegovina buy fake passport of Botswana buy fake passport of Brazil buy fake passport of Brunei buy fake passport of Bulgaria buy fake passport of Burkina buy fake passport of Burundi buy fake passport of Cambodia buy fake passport of Cameroon buy fake passport of Canada buy fake passport of Cape Verde buy fake passport of Central African Rep buy fake passport of Chad buy fake passport of Chile buy fake passport of China buy fake passport of Colombia buy fake passport of Comoros buy fake passport of Congo buy fake passport of Congo Democratic Rep buy fake passport of Costa Rica buy fake passport of Croatia buy fake passport of Cuba buy fake passport of Cyprus buy fake passport of Czech Republic buy fake passport of Denmark buy fake passport of Djibouti buy fake passport of Dominica buy fake passport of Dominican Republic buy fake passport of East Timor buy fake passport of Ecuador buy fake passport of Egypt buy fake passport of El Salvador buy fake passport of Equatorial Guinea buy fake passport of Eritrea buy fake passport of Estonia buy fake passport of Ethiopia buy fake passport of Fiji buy fake passport of Finland buy fake passport of France buy fake passport of Gabon buy fake passport of Gambia buy fake passport of Georgia buy fake passport of Germany buy fake passport of Ghana buy fake passport of Greece buy fake passport of Grenada buy fake passport of Guatemala buy fake passport of Guinea buy fake passport of Guinea-Bissau buy fake passport of Guyana buy fake passport of Haiti buy fake passport of Honduras buy fake passport of Hungary buy fake passport of Iceland buy fake passport of India buy fake passport of Indonesia buy fake passport of Iran buy fake passport of Iraq buy fake passport of Ireland Republic buy fake passport of Israel buy fake passport of Italy buy fake passport of Ivory Coast buy fake passport of Jamaica buy fake passport of Japan buy fake passport of Jordan buy fake passport of Kazakhstan buy fake passport of Kenya buy fake passport of Kiribati buy fake passport of Korea North buy fake passport of Korea South buy fake passport of Kosovo buy fake passport of Kuwait buy fake passport of Kyrgyzstan buy fake passport of Laos buy fake passport of Latvia buy fake passport of Lebanon buy fake passport of Lesotho buy fake passport of Liberia buy fake passport of Libya buy fake passport of Liechtenstein buy fake passport of Lithuania buy fake passport of Luxembourg buy fake passport of Macedonia buy fake passport of Madagascar buy fake passport of Malawi buy fake passport of Malaysia buy fake passport of Maldives buy fake passport of Mali buy fake passport of Malta buy fake passport of Marshall Islands buy fake passport of Mauritania buy fake passport of Mauritius buy fake passport of Mexico buy fake passport of Micronesia buy fake passport of Moldova buy fake passport of Monaco buy fake passport of Mongolia buy fake passport of Montenegro buy fake passport of Morocco buy fake passport of Mozambique buy fake passport of Myanmar, Burma buy fake passport of Namibia buy fake passport of Nauru buy fake passport of Nepal buy fake passport of Netherlands buy fake passport of New Zealand buy fake passport of Nicaragua buy fake passport of Niger buy fake passport of Nigeria buy fake passport of Norway buy fake passport of Oman buy fake passport of Pakistan buy fake passport of Palau buy fake passport of Panama buy fake passport of Papua New Guinea buy fake passport of Paraguay buy fake passport of Peru buy fake passport of Philippines buy fake passport of Poland buy fake passport of Portugal buy fake passport of Qatar buy fake passport of Romania buy fake passport of Russian Federation buy fake passport of Rwanda buy fake passport of St Kitts & Nevis buy fake passport of St Lucia buy fake passport of Saint Vincent & the Grenadines buy fake passport of Samoa buy fake passport of San Marino buy fake passport of Sao Tome & Principe buy fake passport of Saudi Arabia buy fake passport of Senegal buy fake passport of Serbia buy fake passport of Seychelles buy fake passport of Sierra Leone buy fake passport of Singapore buy fake passport of Slovakia buy fake passport of Slovenia buy fake passport of Solomon Islands buy fake passport of Somalia buy fake passport of South Africa buy fake passport of Spain buy fake passport of Sri Lanka buy fake passport of Sudan buy fake passport of Suriname buy fake passport of Swaziland buy fake passport of Sweden buy fake passport of Switzerland buy fake passport of Syria buy fake passport of Taiwan buy fake passport of Tajikistan
          2 Pemimpin yang Bijaksana dan Bertanggungjawab        


Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad adalah Presiden Iran yang keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Iran tanggal 24 Juni 2005. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.
Biografi
Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran pada pada 28 Oktober 1956. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya,seorang Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud Saborjihan saat lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an.
Di Teheran, ayahnya merubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.
Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.
Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.
Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Kesederhanaan
Ahmadinejad merupakan pemimpin yang sangat sederhana. Pernah suatu ketika ia diwawancarai TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya. “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ia menjawab “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran”. Sungguh pemimpin yang sangat rendah hati.

Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Mahmoud Ahmadinejad mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan Mahmoud Ahmadinejad bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertama Mahmoud Ahmadinejad adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.00.
Sebagai tambahan informasi, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan, Mahmoud Ahmadinejad. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa Presiden Mahmoud Ahmadinejad tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang diubahnya adalah kebijakan tentang Pesawat Terbang Kepresidenan, Mahmoud Ahmadinejad mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat sedangkan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Mahmoud Ahmadinejad kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Saat harus menginap di hotel, Mahmoud Ahmadinejad meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena Mahmoud Ahmadinejad tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Seorang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Andai saja Indonesia memiliki pemimpin-pemimpin seperti beliau, tidak hanya Presiden, tapi juga semua perangkat pemerintahan, maka Indonesia pasti sudah menjadi negara yang maju. Mari kita berharap agar pemimpin kita bisa belajar dari beliau.

Belajar menghukum Koruptor bangsa ini harus berkaca kepada China. Ketika dilantik jadi Perdana Menteri China pada 1998, Zhu Rongji menyatakan, "Berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor. Satu buat saya sendiri jika saya pun melakukan hal itu."

Zhu tidak asal bicara. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis China, dihukum mati karena terlibat suap US$ 5 juta. Tanpa ampun. Permohonan banding Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan.

Perdana Menteri Cina Zhu Rongji



Zhu di awal tugasnya mengirim peti mati kepada koleganya sendiri. Hu Chang-ging, Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, pun kebagian peti mati itu. Ia ditembak mati setelah terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar.


Xiao Hongbo dijatuhi hukuman mati,lelaki 37 tahun yang menjabat Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan orang pacarnya.


Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan. Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.


Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar.


Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut.


Kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestic bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS.
 
Sumber : http://semuana.blogspot.com/2011/02/inilah-2-sosok-pemimpin-yang-dibutuhkan.html

          Materi Sejarah Kls.XII IPS SMANDAKOSTA        

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945


A.   PEMBENTUKAN BPUPKI
Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan Sekutu. Demikian halnya dengan pasukan Jepang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall, dipukul mundur oleh pasukan Sekutu. Dengan demikian seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah hancur dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai nampak. Selanjutnya Jepang mengalami serangan udara di kota Ambon, Makasar, Menado dan Surabaya. Bahkan pasukan Sekutu telah mendarat di daerah-daerah minyak seperti Tarakan dan Balikpapan.
Dalam situasi kritis tersebut, pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai). Pembentukan badan ini bertujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. Pengangkatan pengurus ini diumumkan pada tanggal 29 April 1945. dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat diangkat sebagai ketua (Kaico). Sedangkan yang duduk sebagai Ketua Muda (Fuku Kaico) pertama dijabat oleh seorang Jepang, Shucokan Cirebon yang bernama Icibangase. R.P. Suroso diangkat sebagai Kepala Sekretariat dengan dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo.
B.   SIDANG-SIDANG BPUPKI
Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkan upacara peresmian Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan bertempat di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri), Jakarta. Upacara peresmian itu dihadiri pula oleh dua pejabat Jepang, yaitu : Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Ketujuh yang bermarkas di Singapura dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas yang baru). Pada kesempatan itu dikibarkan  bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Toyohiko Masuda. Peristiwa itu membangkitkan semangat para anggota dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Sidang BPUPKI
Persidangan BPUPKI untuk merumuskan Undang-undang Dasar diawali dengan pembahasan mengenai persoalan “dasar” bagi Negara Indonesia Merdeka. Untuk itulah pada kata pembukaannya, ketua BPUPKI, dr. Radjiman Wediodiningrat meminta pandangan para anggota mengenai dasar Negara Indonesia merdeka tersebut. Tokoh yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan rumusan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah Mr. Muh. Yamin. Pada hari pertama persidangan pertama tanggal 29 Mei 1945, Muh. Yamin mengemukakan lima “Azas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” sebagai berikut :
1.   Peri Kebangsaan;
2.   Peri Kemanusiaan;
3.   Peri Ke-Tuhanan;
4.   Peri Kerakyatan;
5.   Kesejahteraan Rakyat.
Dua hari kemudian pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah sebagai berikut :
1.   persatuan
2.   kekeluargaan
3.   keseimbangan
4.   musyawarah
5.   keadilan sosial
Keesokan harinya pada tanggal 1 Juni 1945 berlangsunglah rapat terakhir dalam persidangan pertama itu. Pada kesempatan itulah Ir. Sukarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila”. Keistimewaan pidato Ir. Sukarno adalah selain berisi pandangan mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka, juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara, yaitu : Pancasila, Trisila, atau Ekasila. “Selanjutnya sidang memilih nama Pancasila sebagai nama dasar negara. Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Sukarno adalah sebagai berikut :
1.   Kebangsaan Indonesia;
2.   Internasionalisme atau peri-kemanusiaan;
3.   Mufakat atau demokrasi
4.   Kesejahteraan sosial;
5.   Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
Persidangan pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Sidang tersebut belum menghasilkan keputusan akhir mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka. Selanjutnya diadakan masa “reses” selama satu bulan lebih.
Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang. Oleh karena itu panitia ini juga disebut sebagai Panitia Sembilan. Anggota-anggota Panitia Sembilan ini adalah sebagai berikut :
1.   Ir. Sukarno
2.   Drs. Moh. Hatta
3.   Muh. Yamin
4.   Mr. Ahmad Subardjo
5.   Mr. A.A. Maramis
6.   Abdulkadir Muzakkir
7.   K.H. Wachid Hasyim
8.   K.H. Agus Salim
9.   Abikusno Tjokrosujoso.
Musyawarah dari Panitia Sembilan ini kemudian menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Oleh Muh.Yamin rumusan itu diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan draft dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah :
1.   Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya;
2.   (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab;
3.   Persatuan Indonesia;
4.   (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5.   (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada tanggal 10 Juli 1945 dibahas Rencana Undang-undang Dasar, termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah Panitia Perancang Undang-undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Sukarno dan beranggotakan 21 orang. Pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-undang Dasar dengan suara bulat menyetujui isi preambule (pembukaan) yang diambil dari Piagam Jakarta.
Selanjutnya panitia tersebut membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-undang Dasar yang diketuai Prof. Dr. Mr. Supomo dengan anggotanya Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H. Agus Salim dan Sukiman. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri dari Husein Djajadiningrat, Agus Salim dan Supomo.
Persidangan kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rangka menerima laporan Panitia Perancang Undang-undang Dasar. Ir. Sukarno selaku ketua panitia melaporkan tiga hasil, yaitu :
1.    Pernyataan Indonesia Merdeka;
2.    Pembukaan Undang-undang Dasar;
3.    Undang-undang Dasar (batang tubuh);
C.   AKTIVITAS GOLONGAN MUDA
Angkatan Moeda Indonesia dan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia
Sebelum BPUPKI dibentuk di Bandung pada tanggal 16 Mei 1945 telah diadakan Kongres Pemuda Seluruh Jawa yang diprakarsai Angkatan Moeda Indonesia. Organisasi itu sebenarnya dibentuk atas inisitaif Jepang pada pertengahan 1944, akan tetapi kemudian berkembang menjadi suatu pergerakan pemuda yang anti-Jepang. Kongres pemuda itu dihadiri oleh lebih 100 utusan pemuda, pelajar dan mahasiswa seluruh Jawa diantaranya Djamal Ali, Chairul Saleh, Anwar Tjokroaminoto, Harsono Tjokroaminoto serta sejumlah mahasiswa Ika Daigaku Jakarta. Kongres menghimbau para pemuda di Jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan yang bukan hadiah Jepang. Setelah tiga hari berlangsung kongres akhirnya memutuskan dua buah resolusi, yaitu:
1.    semua golongan Indonesia, terutama golongan pemuda dipersatukan dan dibulatkan dibawah satu pimpinan nasional.
2.    dipercepatnya pelaksanaan pernyataan kemerdekaan Indonesia. Walaupun demikian kongres pun akhirnya menyatakan dukungan sepenuhnya dan kerjasama erat dengan Jepang dalam usaha mencapai kemerdekaan.
Pernyataan tersebut tidak memuaskan beberapa tokoh pemuda yang hadir, seperti utusan dari Jakarta yang dipimpin oleh Sukarni, Harsono Tjokroaminoto dan Chairul Saleh. Mereka bertekad untuk menyiapkan suatu gerakan pemuda yang lebih radikal. Untuk itulah pada tanggal 3 Juni 1945 diadakan suatu pertemuan rahasia di Jakarta untuk membentuk suatu panitia khusus yang diketuai oleh B.M. Diah, dengan anggotanya Sukarni, Sudiro, Sjarif Thajeb, Harsono Tjokroaminoto, Wikana, Chairul Saleh, P. Gultom, Supeno dan Asmara Hadi.
Pertemuan semacam itu diadakan lagi pada tanggal 15 Juni 1945, yang menghasilkan pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia. Dalam prakteknya kegiatan organisasi itu banyak dikendalikan oleh para pemuda dari Asrama Menteng 31. Tujuan dari gerakan itu, seperti yang tercantum di dalam surat kabar Asia Raja pada pertengahan bulan Juni 1945, menunjukkan sifat gerakan yang lebih radikal sebagai berikut :
1.    mencapai persatuan kompak di antara seluruh golongan masyarakat Indonesia;
2.    menanamkan semangat revolusioner massa atas dasar kesadaran mereka sebagai rakyat yang berdaulat;
3.    membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia;
4.    mempersatukan Indonesia bahu-membahu dengan Jepang, tetapi jika perlu gerakan itu bermaksud untuk mencapai kemerdekaan dengan kekuatannya sendiri.
Gerakan Rakyat Baroe
Gerakan Rakyat Baroe dibentuk berdasarkan hasil sidang ke-8  Cuo Sangi In yang mengusulkan berdirinya suatu gerakan untuk mengobar-ngobarkan semangat cinta kepada tanah air dan semangat perang. Pembentukan badan ini diperkenankan oleh Saiko Shikikan yang baru, Letnan Jenderal Y. Nagano pada tanggal 2 juli 1945. Susunan pengurus pusat organisasi ini terdiri dari 80 orang. Anggotanya terdiri atas penduduk asli Indonesia dan bangsa Jepang, golongan Cina, golongan Arab dan golongan peranakan Eropa. Tokoh-tokoh pemuda radikal seperti Chairul Saleh, Sukarni, B.M. Diah, Asmara Hadi, Harsono Tjokroaminoto, Wikana, Sudiro, Supeno, Adam Malik, S.K. Trimurti, Sutomo dan Pandu Kartawiguna diikutsertakan dalam organisasi tersebut.
Tujuan pemerintah Jepang mengangkat wakil-wakil golongan muda di dalam organisasi itu adalah agar pemerintah Jepang dapat mengawasi kegiatan-kegiatan mereka. Sumobuco Mayor Jenderal Nishimura menegaskan bahwa setiap pemuda yang tergabung di dalamnya harus tunduk sepenuhnya kepada Gunseikanbu (pemerintah militer Jepang) dan mereka harus bekerja dibawah pengawasan pejabat-pejabat pemerintah. Dengan demikian berarti kebebasan bergerak para pemuda dibatasi, sehingga timbullah rasa tidak puas. Oleh karena itulah, tatkala Gerakan Rakyat Baroe ini diresmikan pada tanggal 28 Juli 1945, tidak seorang pun pemuda radikal yang bersedia memduduki kursi yang telah disediakan. Sehingga nampak semakin tajam perselisihan paham antara golongan tua dan golongan muda tentang cara melaksanakan pembentukan negara Indonesia Merdeka.
D.   PEMBENTUKAN PPKI
Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya pemerintah pendudukan Jepang membentuk PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai). Sebanyak 21 anggota PPKI yang terpilih tidak hanya terbatas pada wakil-wakil dari Jawa yang berada di bawah pemerintahan Tentara Keenambelas, tetapi juga dari berbagai pulau, yaitu : 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatera, 2 wakil dari Sulawesi, seorang dari Kalimantan, seorang dari Sunda Kecil (Nusatenggara), seorang dari Maluku dan seorang lagi dari golongan penduduk Cina. Ir. Sukarno ditunjuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Moh. Hatta ditunjuk sebagai wakil ketuanya. Sedangkan Mr. Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai penasehatnya.
Kepada para anggota PPKI, Gunseikan Mayor Jenderal Yamamoto menegaskan bahwa para anggota PPKI tidak hanya dipilih oleh pejabat di lingkungan Tentara Keenambelas, akan tetapi oleh Jenderal Besar Terauci sendiri yang menjadi penguasa perang tertinggi di seluruh Asia Tenggara.
Dalam rangka pengangkatan itulah, Jenderal Besar Terauci memanggil tiga tokoh Pergerakan Nasional, yaitu Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan dr. Radjiman Wediodiningrat. Pada tanggal 9 Agustus 1945 mereka berangkat menuju markas besar Terauci di Dalat, Vietnam Selatan. Dalam pertemuan di Dalat pada  tanggal 12 Agustus 1945 Jenderal Besar Terauci menyampaikan kepada ketiga tokoh itu bahwa Pemerintah Kemaharajaan telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah persiapannya selesai oleh PPKI. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda.
Ketika ketiga tokoh itu berangkat kembali menuju Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang telah dibom atom oleh Sekutu di kota Hirosima dan Nagasaki. Bahkan Uni Soviet mengingkari janjinya dan menyatakan perang terhadap Jepang seraya melakukan penyerbuan ke Manchuria. Dengan demikian dapat diramalkan bahwa kekalahan Jepang akan segera terjadi. Keesokan harinya, pada tanggal 15 Agustus 1945 Sukarno-Hatta tiba kembali di tanah air. Dengan bangganya Ir. Sukarno berkata : “Sewaktu-waktu kita dapat merdeka; soalnya hanya tergantung kepada saya dan kemauan rakyat memperbarui tekadnya meneruskan perang suci Dai Tao ini. Kalau dahulu saya berkata ‘Sebelum jagung berbuah, Indonesia akan merdeka : sekarang saya dapat memastikan Indonesia akan merdeka, sebelum jagung berbuah.” Perkataan itu menunjukkan bahwa Ir. Sukarno pada saat itu belum mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu.
E.   PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA GOLONGAN TUA DAN GOLONGAN MUDA
Berita tentang kekalahan Jepang, diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio siaran luar negeri. Pada malam harinya Sutan syahrir menyampaikan berita itu kepada Moh. Hatta. Syahrir juga menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia sehubungan dengan peristiwa tersebut. Moh. Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunseikanbu. Setelah yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, Moh. Hatta mengambil keputusan untuk segera mengundang anggota PPKI.
Selanjutnya golongan muda mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Rapat dilaksanakan pada tanggal 15 agustus 1945, pukul 20.30 waktu Jawa. Rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan  â€œ kemerdekaan  Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak dapat digantungkan pada orang dan negara lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakan perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi.”
Keputusan rapat itu disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada pukul 22.30 waktu Jawa kepada Ir. Sukarno di rumahnya, Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.  Kedua utusan tersebut segera menyampaikan keputusan golongan muda agar Ir. Sukarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu hadiah dari Jepang. Tuntutan Wikana yang disertai ancaman bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika Ir. Sukarno tidak menyatakan proklamasi keesokan harinya telah menimbulkan ketegangan. Ir. Sukarno marah dan berkata “Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok. Saya tidak bisa melepaskan tanggungjawab saya sebagai ketua PPKI.  Karena itu saya tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok”.  Ketegangan itu juga disaksikan oleh golongan tua lainnya seperti : Drs. Moh. Hatta, dr. Buntaran, dr. Samsi, Mr. Ahmad Subardjo dan Iwa Kusumasumantri.
Dalam diskusi antara Darwis dan Wikana, Moh. Hatta berkata, “Dan kami pun tak dapat ditarik-tarik atau didesak supaya mesti juga mengumumkan proklamasi itu. Kecuali jiak Saudara-saudara memang sudah siap dan sanggup memproklamasikan. Cobalah! Saya pun ingin melihat kesanggupan Saudara-saudara !” Utusan itu pun menjawab “Kalau begitu pendirian Saudara-saudara berdua, baiklah ! Dan kami pemuda-pemuda tidak dapat menanggung sesuatu, jika besok siang proklamasi belum juga diumumkan. Kami pemuda-pemuda akan bertindak dan menunjukkan kesanggupan yang saudara kehendaki itu!”
F.   PERISTIWA RENGASDENGKLOK
Sekitar pukul 12.00 kedua utusan meninggalkan halaman rumah Ir. Sukarno dengan diliputi perasaan kesal memikirkan sikap dan perkataan sukarno-Hatta. Sesampainya mereka di tempat rapat, mereka melaporkan semuanya. Menanggapi hal itu  kembali golongan muda mengadakan rapat dini hari tanggal 16 Agustus 1945 di asrama Baperpi, Jalan Cikini 71, Jakarta. Selain dihadiri oleh para pemuda yang mengikuti rapat sebelumnya, rapat ini juga dihadiri juga oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi dari Barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Rapat ini membuat keputusan “menyingkirkan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang”. Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang, Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Rencana ini berjalan lancar karena mendapatkan dukungan perlengkapan Tentara PETA dari Cudanco Latief Hendraningrat yang pada saat itu sedang menggantikan Daidanco Kasman Singodimedjo yang sedang bertugas ke Bandung. Maka pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 waktu Jawa sekelompok pemuda membawa Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota menuju Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang. Alasan yang mereka kemukakan ialah bahwa keadaan di kota sangat genting, sehingga keamanan Sukarno-Hatta di dalam kota sangat dikhawatirkan. Tempat yang dituju merupakan kedudukan sebuah cudan (kompi) tentara PETA Rengasdengklok dengan komandannya Cudanco Subeno.
Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Kewibawaan yang besar dari kedua tokoh ini membuat para pemuda segan untuk melakukan penekanan lebih jauh. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Ir. Sukarno, Shudanco Singgih beranggapan Sukarno bersedia untuk menyatakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Oleh karena itulah Singgih pada tengah hari itu kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana proklamasi kepada kawan-kawannya.
Sementara itu di Jakarta para anggota PPKI yang diundang rapat pada tanggal 16 agustus memenuhi undangannya dan berkumpul di gedung Pejambon 2. Akan tetapi rapat itu tidak dapat dihadiri oleh pengundangnya Sukarno-Hatta yang sedang berada di Rengasdengklok. Oleh karena itu mereka merasa heran. Satu-satu jalan untuk mengetahui mereka adalah melalui Wikana salah satu utusan yang bersitegang dengan Sukarno-Hatta malam harinya. Oleh karena itulah Mr. Ahmad Subardjo mendekati Wikana. Selanjutnya antara kedua tokoh golongan tua dan tokoh golongan muda itu tercapai kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Karena adanya kesepakatan itu, maka Jusuf Kunto dari golongan muda bersedia mengantarkan Mr. Ahmad Subardjo bersama sekretarisnya, Sudiro (Mbah) ke Rengasdengklok. Rombongan ini tiba pada pukul 18.00 waktu Jawa. Selanjutnya Ahmad Subardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00. Dengan adanya jaminan itu, maka komandan kompi PETA Rengasdengklok, Cudanco Subeno bersedia melepaskan Ir. Sukarno dan Drs. Moh Hatta kembali ke Jakarta.
G.   PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI
Rombongan tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.30 waktu Jawa. Setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing rombongan kemudian menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta (sekarang Perpustakaan Nasional). Hal itu juga disebabkan Laksamana Tadashi Maeda telah menyampaikan kepada Ahmad Subardjo  (sebagai salah satu pekerja di kantor Laksamana Maeda) bahwa ia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.
Sebelum mereka memulai merumuskan naskah proklamasi, terlebih dahulu Sukarno dan Hatta menemui Somubuco (Kepala Pemerintahan Umum) Mayor Jenderal Nishimura, untuk menjajagi sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda, Shigetada Nishijima dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penterjemah. Pertemuan itu tidak mencapai kata sepakat. Nishimura menegaskan bahwa garis kebijakan Panglima Tentara Keenambelas di Jawa adalah “dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi merubah status quo (status politik Indonesia). Sejak tengah hari sebelumnya tentara Jepang semata-mata sudah merupakan alat Sekutu dan diharuskan tunduk kepada sekutu”. Berdasarkan garis kebijakan itu Nishimura melarang Sukarno-Hatta untuk mengadakan rapat PPKI dalam rangka proklamasi kemerdekaan.
Sampailah Sukarno-Hatta pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Akhirnya mereka hanya mengharapkan pihak Jepang tidak menghalang-halangi pelaksanaan proklamasi yang akan dilaksanakan oleh rakyat Indonesia sendiri. Maka mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda. Sebagai tuan rumah Maeda mengundurkan diri ke lantai dua. Sedangkan di ruang makan, naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh golongan tua, yaitu : Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Subardjo. Peristiwa ini disaksikan oleh Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura, bersama dengan tiga orang tokoh pemuda lainnya, yaitu : Sukarni, Mbah Diro dan B.M. Diah. Sementara itu tokoh-tokoh lainnya, baik dari golongan muda maupun golongan tua menunggu di serambi muka.
Ir. Sukarno yang menuliskan konsep naskah proklamasi, sedangkan Drs. Moh. Hatta dan Mr Ahmad Subardjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr. Ahmad Subardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI. Sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Moh. Hatta. Hal itu disebabkan menurut beliau perlu adanya tambahan pernyataan pengalihan kekuasaan (transfer of sovereignty). Sehingga naskah proklamasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselengarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja
Djakarta, 17 – 8 –‘05
Wakil-2 bangsa Indonesia,
Pada pukul 04.30 waktu Jawa konsep naskah proklamasi selesai disusun. Selanjutnya mereka menuju ke serambi muka menemui para hadirin yang menunggu. Ir. Sukarno memulai membuka pertemuan dengan membacakan naskah proklamasi yang masih merupakan konsep tersebut. Ir. Sukarno meminta kepada semua hadirin untuk menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Pendapat itu diperkuat oleh Moh. Hatta dengan mengambil contoh naskah “Declaration of Independence” dari Amerika Serikat. Usulan tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh pemuda. Karena mereka beranggapan bahwa sebagian tokoh-tokoh tua yang hadir adalah “budak-budak” Jepang. Selanjutnya Sukarni, salah satu tokoh golongan muda, mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi cukup Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Setelah usulan Sukarni itu disetujui, maka Ir. Sukarno meminta kepada Sajuti Melik untuk mengetik naskah tulisan tangan Sukarno tersebut, dengan disertai perubahan-perubahan yang telah disepakati. Ada tiga perubahan yang terdapat pada naskah ketikan Sajuti Melik, yaitu : kata “tempoh” diganti “tempo”, sedangkan kata “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti dengan “Atas nama bangsa Indonesia”. Perubahan juga dilakukan dalam cara menuliskan tanggal, yaitu “Djakarta, 17-8-05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05”. Sehingga naskah proklamasi ketikan Sajuti Melik itu, adalah sebagai berikut :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselengarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05
Atas nama bangsa Indonesia,
Soekarno/Hatta
(tandatangan Sukarno)
(tandatangan Hatta)
Selanjutnya timbul persoalan dimanakah proklamasi akan diselenggarakan. Sukarni mengusulkan bahwa Lapangan Ikada (sekarang bagian tenggara lapangan Monumen Nasional) telah dipersiapkan bagi berkumpulnya masyarakat Jakarta untuk mendengar pembacaan naskah Proklamasi. Namun Ir. Sukarno menganggap lapangan Ikada adalah salah satu lapangan umum yang dapat menimbulkan bentrokan antara rakyat dengan pihak militer Jepang. Oleh karena itu Bung Karno mengusulkan agar upacara proklamasi dilaksanakan di rumahnya, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 dan disetujui oleh para hadirin.
H.   PELAKSANAAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945
Pada pukul 05.00 waktu Jawa tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin Indonesia dari golongan tua dan golongan muda keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka pulang ke rumah masing-masing setelah berhasil merumuskan naskah proklamasi. Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan pada pukul 10.30 waktu Jawa atau pukul 10.00 WIB sekarang. Sebelum pulang Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers, utamanya B.M. Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia.
Pagi hari itu, rumah Ir. Sukarno dipadati oleh sejumlah massa pemuda yang berbaris dengan tertib. Untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi, dr. Muwardi (Kepala Keamanan Ir. Sukarno) meminta kepada Cudanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan anak buahnya berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Sukarno. Sedangkan Wakil Walikota Suwirjo memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan  pengeras suara. Untuk itu Mr. Wilopo dan Nyonopranowo pergi ke rumah Gunawan pemilik toko radio Satria di Jl. Salemba Tengah 24, untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara. Sudiro yang pada waktu itu juga merangkap sebagai sekretaris Ir. Sukarno memerintahkan kepada S. Suhud (Komandan Pengawal Rumah Ir. Sukarno) untuk menyiapkan tiang bendera. Suhud kemudian mencari sebatang bambu di belakang rumah. Bendera yang akan dikibarkan sudah dipersiapkan oleh Nyonya Fatmawati.
Menjelang pukul 10.30 para pemimpin bangsa Indonesia telah berdatangan ke Jalan Pegangsaan Timur. Diantara mereka nampak Mr. A.A. Maramis, Ki Hajar Dewantara, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, Mr. Sartono, M. Tabrani, A.G. Pringgodigdo dan sebagainya. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah sebagai berikut:
Pertama, Pembacaan Proklamasi;
Kedua, Pengibaran Bendera Merah Putih;
Ketiga, Sambutan Walikota Suwirjo dan Muwardi.
Lima menit sebelum acara dimulai, Bung Hatta datang dengan berpakaian putih-putih. Setelah semuanya siap, Latief Hendraningrat memberikan aba-aba kepada seluruh barisan pemuda dan mereka pun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna. Selanjutnya Latif mempersilahkan kepada Ir. Sukarno dan Moh. Hatta. Dengan suara yang mantap Bung Karno mengucapkan pidato pendahuluan singkat yang dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.
Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatkannya pada tali dengan bantuan Cudanco Latif Hendraningrat. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya. Acara selanjutnya adalah  sambutan dari Walikota Suwirjo dan dr. Muwardi.
Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh Jakarta disebarkan ke seluruh Indonesia. Pagi hari itu juga, teks proklamsi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Berita Domei, Waidan B. Palenewen. Segera ia memerintahkan F. Wuz untuk menyiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. Wuz menyiarkan berita itu, masuklah orang Jepang ke ruangan radio. Dengan marah-marah orang Jepang itu memerintahkan agar penyiaran berita itu dihentikan. Tetapi Waidan memerintahkan kepada F. Wuz untuk terus menyiarkannya. Bahkan berita itu kemudian diulang setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran radio itu berhenti. Akibatnya, pucuk pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita itu. Dan pada hari Senin tanggal 20 Agustus 1945 pemancar itu disegel dan pegawainya dilarang masuk.
Walaupun demikian para tokoh pemuda tidak kehilangan akal. Mereka membuat pemancar baru dengan bantuan beberapa orang tehnisi radio, seperti : Sukarman, Sutamto, Susilahardja dan Suhandar. Sedangkan alat-alat pemancar mereka ambil bagian-demi bagian dari kantor betita Domei, kemudian dibawa ke Jalan Menteng 31. Maka terciptalah pemancar baru di Jalan Menteng 31. Dari sinilah seterusnya berita proklamasi disiarkan.
Selain lewat radio, berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia

          Cara Memperbanyak Teman di Facebook Dalam 5 Menit        
http://www.facebook.com/note.php?note_id=448913350003

1. Masuk ke http://www.facebook.com/invite.php?ref=tn
2. Copy Seluruh Email Di bawah.
3. Paste di kolom Kepada atau To
4. Klik Undang atau Invite... teman anda akan bertambah dalam sekejap.

firmansawah@yahoo.com,rifai_firmansyah@ymail.com,kacangjugabisa@ymail.com,rizaldefri19@ymail.com,
dwi_weliani@ymail.com,cafe_sisha.jambi@yahoo.com,elvintriandesa@yahoo.co.id, key_keyz@ymail.com, syaira_nurul@ymail.com, ekky_chahya@yahoo.com, basovenom@yahoo.com, morgan_molly@ymail.com, krisna.pawoko@yahoo.co.id, geo.andri@yahoo.com, romitheodore@yahoo.com, lofly_wive@yahoo.com, run76_pie16@yahoo.com,
lutfialfianto@yahoo.com, r1dh0_d3z4_pr4t4m4@yahoo.co.id, faizalpratama@rocketmail.com zal_baguz@rocketmail.com, alexisivey_atlanta@yahoo.com,x2k3@hotmail.com, Xobol@yahoo.com, tgalahad@gmail.com, Ymiller5000@aol.com, Deathslovearrow@aol.com, Princess_samara_23@yahoo.com, smithja@netspace.net.au, mimi.doank@yahoo.co.id, chunkylover02@yahoo.com.au, andyscing@hotmail.com; geri_davy@yahoo.co.uk, chantreuse@yahoo.co.uk, janeyda@yahoo.co.uk, terrelsyakut@gmail.com, kazl05@aol.com, starbug131@aol.com, bubs4jasper@aol.com, charltonbent@hotmail.co.uk, tbklayton@aol.com, fbprofile002@hotmail.com, elpollodiablo@hotmail.co.uk, sarahall6969@yahoo.co.uk, christian.sorger@gmail.com, mrogall@ymail.com, sinfullytagged@aol.com, rockthevote2k8@gmail.com, kenpo95@hotmail.com, flintshirebabe@live.com, this.animal@gmail.com, tgalahad@gmail.com, lilbeetle1977@yahoo.com, mrclean2002@gmail.com, mr_clean75663@yahoo.com, soulja29@hotmail.com, scottvcornwell@hotmail.com,greattobeme@live.com, kartowm@gmail.com .a.r.o2006@hotmail.com ,aloyaal@hotmail.com,ombada@gmail.com, arkane1974@live.com, fbprofile001@hotmail.com, goldenshine@hotmail.com, key_keyz@ymail.com, cafe_sisha.jambi@yahoo.com, ekky_chahya@yahoo.com, ekkyneverdie@yahoo.com, basovenom@yahoo.com, nrl_04@yahoo.com, net_coz@yahoo.com, keynez@ymail.com, syaira_nurul@ymail.com, key_keyz2@ymail.com, key_keyz3@ymail.com, key_keyz5@ymail.com, morgan_molly@ymail.com, rian.arai@yahoo.com, sahreza_rendy@yahoo.co.id, teoteblung@ymail.com,

elika_butterflies14@yahoo.co.id, benysaputra08@yahoo.co.id, chaisarxx@yahoo.com, charinaamaliya@yahoo.com, aruleghost@yahoo.com, mr_giepie@yahoo.com, akhwat_excellent@yahoo.co.id, ciputndra@yahoo.com, ikmal_squad@yahoo.co.id, ar3_l355@yahoo.co.id, uya_sideme@yahoo.com, kekendudut@yahoo.com, gabolehbenar@plasa.com, junaiddhy@yahoo.com, koko.cool90@yahoo.co.id, strawberry_kiss1390@yahoo.com, jimmychristianto@rocketmail.com, martin_duank90@yahoo.com, kid_27_aja@yahoo.com, cinderela_charli@yahoo.com, jauhari.avergreen@gmail.com, key_keyz4@ymail.com, vip.soney@yahoo.com, ryanrionaldo@gmail.com, kikigirlzhere@yahoo.com, riowidyanto@yahoo.co.id, ricky_tora@yahoo.com, dedi_ikhwancrenz@ymail.com, treee_ana@yahoo.com, syaira_nurul@ymail.com, hate_yogie@yahoo.co.id, wah_yuni31@yahoo.com, cool_m3nt0zzz@yahoo.co.id, silvi_dan@yahoo.co.id, gie_rha25@yahoo.com, ayu_vendry@yahoo.com, candra.gunawan90@gmail.com, cempotzzz@ymail.com, copral_acx@yahoo.com, dedsu78@ymail.com, dika_nivardo@yahoo.co.id, backdimaz78@yahoo.com, arland84@yahoo.com, the_zano_zero@yahoo.com, copolo32@gmail.com, Squad.Freedom@yahoo.com, fachriza_1109@yahoo.co.id, dinarvhoutennarsis@ymail.com, tequiela_girl@yahoo.com, riedwand_bomber@yahoo.co.id, mimi.doank@yahoo.co.id, mimi.doank@yahoo.com, riki_b3j08@yahoo.co.id, nanda_rizka07@yahoo.com, fizel_cieh@yahoo.com, neobegaya@yahoo.com, akraommgt@yahoo.co.id, arhiesupriady@yahoo.co.id, ayepdink_dink@yahoo.com, arreolavyonne@ymail.com, rahmandoank@ymail.com, basovenom@yahoo.com, teguh.doank@ymail.com fariz_ardiansyah96@yahoo.co.id, rio.elnino@yahoo.com,bayuaslam@yahoo.com,lina_adjah@yahoo.com, Denny_watanabe@yahoo.com, anggiyusrilm@yahoo.co.id , starbug131@aol.com, bubs4jasper@aol.com, charltonbent@hotmail.co.uk, tbklayton@aol.com, fbprofile002@hotmail.com,, adhysloky@yahoo.com, themthez@ymail.com, anggiyusrilm@yahoo.co.id, meong_kudisan@yahoo.com, ulza_yahya@yahoo.com, billy_boyz05@yahoo.com, shaggy_vicky@yahoo.com, bagas.kara29@yahoo.co.id, brrcocacola@ymail.com, shahkimalik1976@gmail.com,sanamjad420@gmail.com, shahkemalik@gmail.com, tjsword@ymail.com, adinsocials@ymail.com, jick_junior@ymail.com,holydawnbringer@gmail.com,ssamoliver@gmail.com, fajarsda72@yahoo.com, desz.doszz@yahoo.com, adibaenk@yahoo.com, billy_boyz05@yahoo.com,, setiawan.shaomy@yahoo.co.id, chi_mel89@yahoo.com, kha_always_here@yahoo.com, rosyid_jos@yahoo.com, randazak96@yahoo.com, ucixboy@yahoo.com, nur_nublis@yahoo.co.id, lung_jeff@yahoo.com, iduzvengeance@ymail.com, ROBBIE_GTG@PLASA.COM, the_zano_zero@yahoo.com,anita_saya@yahoo.com,dimasramadhan99@yahoo.com, pintu.uang@gmail.com, ranggaindrapratama@yahoo.co.id, rian.arai@yahoo.com, sahreza_rendy@yahoo.co.id, teoteblung@ymail.com, vithayoung@yahoo.com, blackdevils_julio@yahoo.com, nickymuliawan@yahoo.co.id, iwan.tiang@Gmail.com, gho_neo@rocketmail.com, Bw_gokilz@rocketmail.com, everyonesfriend@ymail.com,heathrchrds@yahoo.com, thingsthatmakeyagohmm@gmail.com, robparsons1977@gmail.com, marianyc31@yahoo.com, alexjoe314@gmail.com, asalem@europe.co, Ombada@gmail.com, sircharles@sircharles-world.com, joha@post.com, iittlespy@aol.com, alexgarzon7@gmail.com, alexgarzon77@yahoo.com, smitpaul@btinternet.com, smitpaul@hotmail.co.uk, dwayne22martin@hotmail.com, leafsfan1982@yahoo.ca, marcos_lashley@yahoo.co.uk,
feisalnadhirrahman@yahoo.co.id,gue.gila_netral@yahoo.co.id,RASMUS_LENTZGAARD@YAHOO.COM, rachma_cimut89@yahoo.com, key_keyz@ymail.com, key_key2@ymail.com, key_keyz3@ymail.com, key_keyz4@ymail.com, key_keyz5@ymail.com, morgan_molly@ymail.com, khair_acx@yahoo.com, ekky_chahya@yahoo.com, net_coz@yahoo.com, baso_venom@yahoo.com,robertpratama@ymail.com,my_fs@ymai.com,profyanto@ymail.com,purnamagiridede@yahoo.co.id,lii_lie@yahoo.com,xiaolii_chan@yahoo.com, dboyz_crazy@yahoo.com,yandyandii@yahoo.com, yandii_hardiyana@yahoo.co.id,zie_instind_thirtyfive@yahoo.com,napisa14@yahoo.co.id,uke_po3et31@yahoo.com, nata.dwi58@yahoo.com,sikondegay@rocketmail.com,gha_fenix@yahoo.com,ullamasihoon@ymail.com,zunay_153@yahoo.com,abel.darmah@yahoo.com,ikhsan_xxx@yahoo.co.id,traceur_united@yahoo.com,meon9catz@yahoo.com,dita_lucu23@yahoo.com,Smau_Gue@ymail.com,jigoku_tsushiin@yahoo.co.id,tendripada@ymail.com, paula_clover22@yahoo.com, leahrarobong@yahoo.com, kikirarobong@yahoo.com,
Montylevi@gmail.comombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.comaloyaal@hotmail.com,mattkzn@hotmail.com,billion_dollar_budget_jackson@hotmail.com, tritran123@hotmail.com, the4frasers@sympatico.ca, iantannen@live.com, claireyscottlee@hotmail.co.uk,fluffypillow@live.ca,damianmcandrew@live.co.uk, lingling78@telkom.net,blue_cold_monkey@yahoo.ca, linda1mulle@hotmail.com, john24hansen@hotmail.com, heathd@live.ca,yjw6001@hotmail.com, iceicejessie@hotmail.com, poker.knave@yahoo.com, lisablonde@live.ca, rit2007richard@yahoo.com, facebook@nightclublinx.com, john.stevens.112358@gmail.com, cbucek@cogeco.ca, Belladonna_HeartsWish@live.com, pirate_619@hotmail.com,karen@onlinewildfire.com,quinnsenn@yahoo.com,iamslut@live.ca,char27@cooltoad.com,arben_sy@live.com,arif007_sc@hotmail.com,crlovage@gmail.com,dannyjonsson@hotmail.com,char27@cooltoad.com, nickbailey1@gmail.com,allskillz101@yahoo.com, samadhi71113@yahoo.com.au,vcirger@yahoo.co.uk, bigtigersfan@ymail.com,vnzy84@hotmail.com, facebook@nightclublinx.com, pkhaag@rock.com,flavi.belascain@gmail.com, m.m.salerno@hotmail.it;evil_legend619@hotmail.com, thelonestranger12@gmail.com, bluezz41@hotmail.com, arijal_0701@yahoo.co.id,c0_ng0@yahoo.co.id,i_luph_hers@yahoo.co.id,missitaly81@hotmail.com,chrisjamesxyz@gmail.com, baskog24@comcast.net, vijaya.khaitan@btinternet.com, salrash75@googlemail.co.uk,movieguyfb09@yahoo.co.uk,edin.srndic@web.de,cwj_td@hotmail.com. joigbravo@hotmail.com, sharextreem@yahoo.com, brando55@live.com,xreti@ymail.com, rongwu927@gmail.com,yofter68@hotmail.co.uk, tweety5022@hotmail.com, larisha.king@yahoo.com, mbambolino@yahoo.com,
key_keyz@ymail.com, ozapras@gmail.com, dclover@ymail.com, aufarfarizi@yahoo.com, joeyjordisson5@gmail.com, abgaji89@yahoo.com, zan_2112@yahoo.com, d4rk_squid@yahoo.com, pratomo_bayu@yahoo.co.id, ryandobenanda@yahoo.co.id, rendri.vernando@yahoo.co.id, poshboys_1@yahoo.com, awangdwiandika7@gmail.com, rowmanagus@yahoo.co.id, monkeydrully@gmail.com, rendi_06@yahoo.com, darkspiard85@yahoo.com,
harazuku.kha@gmail.com, bad_boy_gem@plasa.com, afat_shogie@yahoo.com, harits_geto@yahoo.com, zzz_always2nd@yahoo.com, theprofesorbelajarcinta@hotmail.com, dzil.ikram92@gmail.com, the_seck_id@yahoo.com, reservoir3_x@yahoo.com, swtkyoshiro@yahoo.com, doni27@rocketmail.com, unit.revival@yahoo.com, weaver_zZ@yahoo.com,p34c3cr4ft92@yahoo.co.id, people_bankzat@yahoo.co.id, dyanwahyu83@yahoo.com, galang_mathlovers@yahoo.co.id, garf_nyo@yahoo.co.id, anne_meongz@yahoo.co.id, pinkpussy_boy@yahoo.co.id, punk_noth_dead@rocketmail.com, vhi_vhi_niezzygirl92@yahoo.co.id, aiiu_james_way@yahoo.com, dinna_maniez171007@yahoo.com, verdy_ciplee@yahoo.com,arieftejomukti@yahoo.com,bogel.bangor@yahoo.com, adityaqrenz23@yahoo.com, suryanw@hotmail.com, fajar_mahendra@rocketmail.com, bocah_rapper@yahoo.com, dulukitasahabat@hotmail.com,dulukitasahabat2@hotmail.com, riowidyanto@yahoo.com, geta_boshi666@yahoo.com, aelninou_mobil@yahoo.com, asikinpriana@yahoo.co.id, maz_iwal@yahoo.com, ian_cuqz@ymail.com, cunz212@yahoo.co.id, laugwytz_ewit@hotmail.com, ekky_chahya@yahoo.com, junnaiddy@yahoo.com, riowidyanto@yahoo.co.id, key_keyz3@ymail.com, morgan_molly@ymail.com, net_coz@yahoo.com baso_venom@yahoo.com, bebungkruk@gmail.com, maggotsarmy@gmail.com, pratomo_bayu@yahoo.co.id, thejack_bayu@yahoo.com, rastha92@yahoo.co.id, key_keyz2@ymail.com, key_keyz4@ymail.com, rastha666@yahoo.com, rastha93@yahoo.com ,rastha94@yahoo.com, anak666tuhan@yahoo.com, aria_fungky@yahoo.com, Ginhaluvpooh@ymail.com, ian_cuqz@ymail.com, ardiyaprana@yahoo.co.id, ardi_3112@yahoo.com, febry_pandaren@hotmail.com, jubintoro@gmail.com, muhammadsadalimaulana@yahoo.com, daniel_adrian143@yahoo.com, andhez_88@yahoo.com, andri.tarigan68@gmail.com, basoveom@yahoo.com, junaiddhy@yahoo.com, aria_fungky@yahoo.com, dyanwahyu83@yahoo,com, pinkpussy_boy@yahoo.co.id, rastha92@yahoo.co.id, blu3_sky2688@yahoo.co.id, exsasora@yahoo.com, anak666tuhan@yahoo.com, sambang_bronz@yahoo.co.id, rakapriadika@yahoo.com, comboformat@yahoo.com, isaw.sasusaw@rocketmail.com, buleud_buleud@yahoo.com, andisulistyo1994@yahoo.com, aelninou_mobil@yahoo.com, q_way77@yahoo.co.id, dskoamesah@gmail.com, daniel_adrian143@yahoo.com, d_an_iel123@yahoo.com, darkness4g@yahoo.com, arnand49@yahoo.com, alans.kirana@yahoo.com, eki.z41m@rocketmail.com, beckznotbecky@yahoo.com, aelninou_mobil@yahoo.com, sanggrahanscs@gmail.com, rastha92@yahoo.co.id, pinkpussy_boy@yahoo.co.id, anak666tuhan@yahoo.com, ayi_lmc@yahoo.co.id, exsasora@yahoo.com, ipunx.knuckles@yahoo.com, eki.z41m@rocketmail.com, ferytogihs@yahoo.com, arnand49@yahoo.com, a12ie_naxmax@yahoo.co.id, baguskingdom@yahoo.com, daniel_adrian143@yahoo.com, caplin0z@yahoo.com, zie_drummist@yahoo.com, ajay_sparrow@yahoo.com, mrqu33n@hotmail.com, verdy_ciplee@yahoo.com, cpudlianz@yahoo.com, yudha_crseven14@yahoo.com, khairan09mas@gmail.com, mramadhani99@yahoo.co.id, ian_cuqz@ymail.com, da_blue_demonz@yahoo.com, cem_tok@ymail.com, agunk_whibley@yahoo.com, najmuddin_sby@yahoo.co.id, kelovka@yahoo.com, caplinfirst@yahoo.com, anuar_lau@yahoo.com, cunz212@yahoo.co.idrezastar@hotmail.com, s60o@rocketmail.com, thede.gunawan@yahoo.co.id, fadzli_zlie@yahoo.com, fadzli_zli@yahoo.com, khair_acx@yahoo.com, ydiw172_munited@yahoo.com,
keynez2@ymail.com, katie.barcelona@yahoo.com,jack.souchek@yahoo.com, lcancun@yahoo.com, fabian.lopez@ymail.com, f1957davis@yahoo.com, stock196605@yahoo.com, jay.koch@ymail.com, b59angel@yahoo.com, parishj91@yahoo.com, ckarlweski@yahoo.com, dswonk@yahoo.com, mayan.buchanan@yahoo.com, sknilil@yahoo.com, p1952johnson@yahoo.com, omiker@yahoo.com, mike197302@yahoo.com, englebank@ymail.com, lattec@ymail.com, pledgec@yahoo.com, gingerf1966@yahoo.com, e1958king@yahoo.com, kirklanda96@yahoo.com, schrans@yahoo.com, sizetr@yahoo.com, stephens195905@yahoo.com, mambo.papa@yahoo.com, ovitzj@yahoo.com, speed.halikara@yahoo.com, oltman_dawn@yahoo.com, kiera.summit@yahoo.com, ed.nosnibor@yahoo.com, young.danny@ymail.com, carloneill@ymail.com, noblebob69@yahoo.com, faynielson@yahoo.com, tyverde@yahoo.com, kleven_d@yahoo.com, hannamaui@ymail.com, hawaiipaia@yahoo.com, wallacekellye@yahoo.com, larisha.king@yahoo.com, elma90014@gmail.com, Montylevi@gmail.comombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.comaloyaal@hotmail.com,flew0911@uidaho.edu, 5151161@gmail.com, jamesyeoh@hotmail.com, jjtdemanuel@gmail.com, amocampo@gmail.com, vince_carter15_junior@hotmail.com, Ombada@gmail.com,c0m3whatmay@yahoo.com, sarahall6969@yahoo.co.uk, mesinbolong@gmail.com, adampetrenko@hotmail.com, tensed@gmail.com, dave@thetequilarockingbirds.com, ambiealsta2002@aol.com, alexisivey_atlanta@yahoo.com,x2k3@hotmail.com, Xobol@yahoo.com, tgalahad@gmail.com, Ymiller5000@aol.com, Deathslovearrow@aol.com, Princess_samara_23@yahoo.com, smithja@netspace.net.au, chunkylover02@yahoo.com.au, andyscing@hotmail.com; geri_davy@yahoo.co.uk, chantreuse@yahoo.co.uk, janeyda@yahoo.co.uk, terrelsyakut@gmail.com, kazl05@aol.com, starbug131@aol.com, bubs4jasper@aol.com, charltonbent@hotmail.co.uk, tbklayton@aol.com, fbprofile002@hotmail.com, , rian.arai@yahoo.com, sahreza_rendy@yahoo.co.id, teoteblung@ymail.com, elika_butterflies14@yahoo.co.id, arland84@yahoo.com, the_zano_zero@yahoo.com, copolo32@gmail.com, Squad.Freedom@yahoo.com, fachriza_1109@yahoo.co.id, dinarvhoutennarsis@ymail.com, tequiela_girl@yahoo.com, riedwand_bomber@yahoo.co.id, fariz_ardiansyah96@yahoo.co.id, rio.elnino@yahoo.com, bayuaslam@yahoo.com, lina_adjah@yahoo.com, Denny_watanabe@yahoo.com, anggiyusrilm@yahoo.co.id , starbug131@aol.com, bubs4jasper@aol.com, charltonbent@hotmail.co.uk, tbklayton@aol.com, fbprofile002@hotmail.com,, adhysloky@yahoo.com, themthez@ymail.com, anggiyusrilm@yahoo.co.id,, billy_boyz05@yahoo.com, shaggy_vicky@yahoo.com, bagas.kara29@yahoo.co.id, brrcocacola@ymail.com, shahkimalik1976@gmail.com,sanamjad420@gmail.com, shahkemalik@gmail.com, tjsword@ymail.com, adinsocials@ymail.com, jick_junior@ymail.com, holydawnbringer@gmail.com,ssamoliver@gmail.com, fajarsda72@yahoo.com, desz.doszz@yahoo.com, adibaenk@yahoo.com, billy_boyz05@yahoo.com,, setiawan.shaomy@yahoo.co.id, chi_mel89@yahoo.com, kha_always_here@yahoo.com, rosyid_jos@yahoo.com, randazak96@yahoo.com, ucixboy@yahoo.com, nur_nublis@yahoo.co.id, lung_jeff@yahoo.com, iduzvengeance@ymail.com, ROBBIE_GTG@PLASA.COM, the_zano_zero@yahoo.com,anita_saya@yahoo.com,dimasramadhan99@yahoo.com, pintu.uang@gmail.com, ranggaindrapratama@yahoo.co.id, rian.arai@yahoo.com, sahreza_rendy@yahoo.co.id, teoteblung@ymail.com, vithayoung@yahoo.com, blackdevils_julio@yahoo.com, nickymuliawan@yahoo.co.id, iwan.tiang@Gmail.com, gho_neo@rocketmail.com, Bw_gokilz@rocketmail.com, vhiet_vannesaavila@yahoo.co.id, muhammad_fachreza@rocketmail.com, qrx_noe@ymail.com, qrx_rozeb@ymail.com, xiaolii_chan@yahoo.com, Muhammad.synyster@gmail.com, dboyz_crazy@yahoo.com,yandyandii@yahoo.com, yandii_hardiyana@yahoo.co.id, qrx_r3z@ymail.com, deslyhandika@rocketmail.com, cinta_jrocks@yahoo.com, guns_nugraha@yahoo.com, vhiet_vannesaavila@yahoo.co.id, muhammad_fachreza@rocketmail.com, qrx_noe@ymail.com, qrx_rozeb@ymail.com, tawahan@hotmail.com, chrissquire1980@yahoo.com.au, glendavis@lavabit.com, mauro.magnani@gmail.com, rahoman84@hotmail.com, tiegan-and-jayden@hotmail.co.uk, trond.ob@gmail.com, moniamisha@hotmail.com, clairelufc4eva@yahoo.co.uk, monica_alta@hotmail.com, pompeymale1967@hotmail.co.uk, leemarinell@talktalk.net, Muhammad.synyster@gmail.com, nicky1107@yahoo.com,mikey32905@gmail.com, Maria_Alvarez03@hotmail.com, spoong@singnet.com.sg, kurterkirt@hotmail.com, jos-lc@blueyonder.co.uk, prankster6_@excite.com, Archimedesmdcclxxv@yahoo.com,markwc@siu.edu, madant2002@yahoo.com, ohnthemobster@yahoo.com, tangiblewhisper@gmail.com, amir_ben_abou@yahoo.com, amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net, shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com, courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, jamesyeoh@hotmail.com, caron_sinclair@hotmail.com, raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com, jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, bobmarley2003_08@hotmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net, ginoboscariol@hotmail.com, pjcogar@yahoo.com, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, hulagirl0475@yahoo.com, grobbins@heidelberg.edu, parso105@chapman.edu, the69na@hotmail.com, tpesba@gmail.com, mshams115@yahoo.com, sweetlemon888@hotmail.com, LauraARogers@aol.com, belle@dovesforlove.com, kielcravatta@yahoo.com, danny.solomon@gmail.com, gibb.ie.27@hotmail.com, sszero1988@aol.com, blfletch@utk.edu, weechicky@gmail.com, peterlim80@yahoo.com, seb.tombeur@telenet.be, candice@doveforlove.com, bward10@vt.edu, kimmen_13@hotmail.com, alikatt@dovesforlove.com, justine@dovesforlove.com, andres.bardon@gmail.com, britcollins7@yahoo.com, rms_seymour@hotmail.com, my_name_is_chris@hotmail.co.uk, chances_here@yahoo.co.uk, nemesisx2r@hotmail.com, ecstasio@ecstasio.com, pablocarbonell@hotmail.com, carol.mills@uky.edu, augchoi@hotmail.com, airslant@yahoo.com, facebook@dovesforlove.com,albertphilip@yahoo.com, dayday2@charter.net, andy.wynne@live.co.uk, jdmtalon@live.com, hazelalki3@aim.com, Muhammad.synyster@gmail.com,rapiduntouhables@gmail.com, siavach@gmail.com, vinay_bgh@rediffmail.com, w-cc@live.ca, Kindredsins@hotmail.com, A_roc636@yahoo.com, hazon-midion@hotmail.com,whuzupgirl23@hotmail.com, chris__keating@hotmail.com, inoca_14@yahoo.com, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com,courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com,Ombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.com,aloyaal@hotmail.com,,j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com,raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,j.danson@sky.com, jennaneddie@gmail.com,roydebroy@yahoo.co.in, gogowhippets@yahoo.com, meiallen76@yahoo.com.au,wesprayconcreting@aapt.net.au, dpa36709@bigpond.net.au,pykeybaby@hotmail.com,darkshadow7827@aol.com, trubin54@yahoo.com,steverichards1@btinternet.com,lwnshed@aim.com, herry.limanto@imperial.ac.uk, mobbywars@gmail.com, bravesboston@netscape.net, landon_89@hotmail.com, tangiblewhisper@gmail.com, rrw2659@email.vccs.edu, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com, courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com, raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com, jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, Muhammad.synyster@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net, ginoboscariol@hotmail.com, pjcogar@yahoo.com, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, trywoody@hotmail.com, hulagirl0475@yahoo.com, jjojay@hotmail.co.uk,eli_cmk@hotmail.com, wnogay@sewickley.org, kdlowe@tstc.net, bruzer08@hotmail.com, scott.fields@gmail.com, glyphs@live.ca, ilhamsyah03@hotmail.com, rblessum@csu.fullerton.edu, ty_man10_15_10@hotmail.com, shay.graham@gmail.com, calluch@hotmail.com, united_clansmen@yahoo.ca, maxchicky2k03@sky.com, ryshtyanna@gmail.com, bruchart@gmail.com, drakus_burton@yahoo.ca, krystein@yahoo.com, miss_jordanna_lee@yahoo.com, miss_jordanna_lee@yahoo.ca, allisonmobwar@gmail.com, angelamobwar@gmail.com, ashmobwar@gmail.com, babemobwar@gmail.com, babsmobwar@gmail.com, bootymobwar@gmail.com, caponemobwar@gmail.com, candymobwar@gmail.com, chastitymobwar@gmail.com, danamobwar@gmail.com, mdtrout1983@aol.com, studio65graphics@hotmail.com, celvinsa@hotmail.co.uk, clarke187@gmail.com, darkzide79@hotmail.com, rlph_wiggins@yahoo.com, vey5001@psu.edu, dnathe4th@gmail.com, mblake@mix.wvu.edu, roger.lightbody@systoc.com, elementboarder319@yahoo.com, damatman@hotmail.com, benboccio@yahoo.com, korebuster@hotmail.com, fluffythepig69@hotmail.com, sarthebears@gmail.com, dickinsonja@hotmail.com, jferena@willschreiber.com, dvanvechten@gmail.com, tferena@willschreiber.com, wferena@willschreiber.com, mferena@willschreiber,com, rferena@willschreiber.com, eferena@willschreiber.com, deamonkateyez@gmail.com, lawrencetkc@hotmail.com, lawrencetkc1@gmail.com, pasiegosoriano@hotmail.com, alvintks@gmail.com, k.p.w74@hotmail.com, amalone13@hotmail.co.uk, sweetlemon888@hotmail.com, medy2kv@hotmail.com, s18bsa@hotmail.com, rblessum@csu.fullerton.edu, apmatte@cogeco.ca, co_1nk@hotmail.com, r.i.o@hotmail.com, freak1ofnature@yahoo.com, hillkids27@hotmail.com, sandyhill1@hotmail.com,ben_loves_jess@hotmail.com, jenta23@hotmail.com, ibmanic@hotmail.com, darwin_tayson@yahoo.com, darkvash_23@yahoo.com, darwin.tayson@yahoo.com, dv_ichigo.kurosaki@yahoo.com, jovanjox@yahoo.com, william.illingworth@yahoo.com,amir_ben_abou@yahoo.com,voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com,frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com,courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com,raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net,donnydonny66@hotmail.com,ginoboscariol@hotmail.com,pjcogar@yahoo.com, joecramp123@hotmail.co.uk, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, xtremeganesh@hotmail.com, neo_inside@yahoo.com, rajer_94@yahoo.com; amsouthworth@hotmail.com,btassignon@gmail.com,mrbags@hotmail.com,danny.solomon@gmail.com, iacovus79@yahoo.com, kullest_destiny@hotmail.com, ,Ombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.com,aloyaal@hotmail.com,psyrus_10@hotmail.com, damian_amberg@yahoo.com, gen711@aol.com, sweetlemon888@hotmail.com,mike_gil@sympatico.ca, riomenajang@yahoo.com,j enmcco@sbcglobal.net, jmcco@ku.edu, cubster_05@msn.com, tombeechey@hotmail.com, whuzupgirl23@hotmail.com, geocricket@gmail.com, q.oneil@gmail.com, usmarine07727@yahoo.com, ZBTChip@aol.com, Friendlys00@Yahoo.com, mammacobb5@yahoo.com, lovinglife2326@hotmail.com, xron010110@yahoo.com, jamdiscodj@hotmail.com, old-skool@hotmail.co.uk, dgboudreau1@yahoo.ca, jeburton3978@aol.com, kristine_pamplin@hotmail.com,raiyan00@yahoo.com,roydebroy@yahoo.co.in, neilmcse@hotmail.com,camdrums@hotmail.com, b6l0g4@yahoo.com, estremel@hotmail.com, tmmzc85@yahoo.com, trevor.okrafka@gmail.com, djuett1@mymail.slcc.edu,rezaul.hayat@gmail.com, ragnar_noi@hotmail.com,plaincat@gmail.com, UABlade@siu.edu, lawrencetkc@hotmail.com, lawrencetkc1@gmail.com, alvintks@gmail.com, we1hong@hotmail.com, pissedpanda@gmail.com,allanliewck@yahoo.com, mtclipTweedleDum@gmail.com, cookiedough_dynamo@hotmail.com,bevandkev101@hotmail.co.uk, calluch@hotmail.com,tonmoy_alam19@hotmail.com,vinay_bgh@rediffmail.com,enyaht_sivad190@hotmail.com,traceyx35@hotmail.com, john_young33@yahoo.com, kahyoon@gmail.com, A_roc636@yahoo.com, elizabethabauer@gmail.com,mblake@mix.wvu.edu, hazon-midion@hotmail.com, youngkiwis@gmail.com,midknyghtdrym2001@yahoo.com,rayan_a_s@hotmail.com, amalone13@hotmail.co.uk, silver.amir@yahoo.com, tma122@hotmail.com, discoverystore@gmail.com, m_843589@hotmail.com,sunnyy2k1025@hotmail.com,landon_89@hotmail.com, chiefbradd@aol.com, johnthemobster@yahoo.com, tangiblewhisper@gmail.com,gz410@verizon.net, rrw2659@email.vccs.edu, amir_ben_abou@yahoo.com, amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net, shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com, courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com, raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net, ginoboscariol@hotmail.com,pjcogar@yahoo.com, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, gz410@verizon.net, hulagirl0475@yahoo.com, parso105@chapman.edu, the69na@hotmail.com, mshams115@yahoo.com, sweetlemon888@hotmail.com,LauraARogers@aol.com, kielcravatta@yahoo.com, danny.solomon@gmail.com, gibb.ie.27@hotmail.com, sszero1988@aol.com, blfletch@utk.edu, weechicky@gmail.com, peterlim80@yahoo.com, seb.tombeur@telenet.be, candice@doveforlove.com, bward10@vt.edu, kimmen_13@hotmail.com, alikatt@dovesforlove.com, justine@dovesforlove.com, andres.bardon@gmail.com, britcollins7@yahoo.com, rms_seymour@hotmail.com, my_name_is_chris@hotmail.co.uk, chances_here@yahoo.co.uk, nemesisx2r@hotmail.com, ecstasio@ecstasio.com, pablocarbonell@hotmail.com, carol.mills@uky.edu, augchoi@hotmail.com, airslant@yahoo.com, facebook@dovesforlove.com,albertphilip@yahoo.com, dayday2@charter.net, andy.wynne@live.co.uk, jdmtalon@live.com, hazelalki3@aim.com, rapiduntouhables@gmail.com, siavach@gmail.com, vinay_bgh@rediffmail.com, w-cc@live.ca, Kindredsins@hotmail.com, A_roc636@yahoo.com, hazon-midion@hotmail.com,whuzupgirl23@hotmail.com, chris__keating@hotmail.com, inoca_14@yahoo.com, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com,courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com,Ombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.com,aloyaal@hotmail.com,,j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com,raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,j.danson@sky.com, jennaneddie@gmail.com,roydebroy@yahoo.co.in, gogowhippets@yahoo.com, meiallen76@yahoo.com.au,wesprayconcreting@aapt.net.au, dpa36709@bigpond.net.au,pykeybaby@hotmail.com,darkshadow7827@aol.com, trubin54@yahoo.com,steverichards1@btinternet.com,lwnshed@aim.com, herry.limanto@imperial.ac.uk, mobbywars@gmail.com, bravesboston@netscape.net, landon_89@hotmail.com, tangiblewhisper@gmail.com, rrw2659@email.vccs.edu, amir_ben_abou@yahoo.com,amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com, courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com, raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com, jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net, ginoboscariol@hotmail.com, pjcogar@yahoo.com, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, trywoody@hotmail.com, hulagirl0475@yahoo.com, jjojay@hotmail.co.uk,eli_cmk@hotmail.com, wnogay@sewickley.org, kdlowe@tstc.net, bruzer08@hotmail.com, scott.fields@gmail.com, glyphs@live.ca, ilhamsyah03@hotmail.com, rblessum@csu.fullerton.edu, ty_man10_15_10@hotmail.com, shay.graham@gmail.com, calluch@hotmail.com, united_clansmen@yahoo.ca, maxchicky2k03@sky.com, ryshtyanna@gmail.com, bruchart@gmail.com, drakus_burton@yahoo.ca, krystein@yahoo.com, miss_jordanna_lee@yahoo.com, miss_jordanna_lee@yahoo.ca, allisonmobwar@gmail.com, angelamobwar@gmail.com, ashmobwar@gmail.com, babemobwar@gmail.com, babsmobwar@gmail.com, bootymobwar@gmail.com, caponemobwar@gmail.com, candymobwar@gmail.com, chastitymobwar@gmail.com, danamobwar@gmail.com, mdtrout1983@aol.com, studio65graphics@hotmail.com, celvinsa@hotmail.co.uk, clarke187@gmail.com, darkzide79@hotmail.com, rlph_wiggins@yahoo.com, vey5001@psu.edu, dnathe4th@gmail.com, mblake@mix.wvu.edu, roger.lightbody@systoc.com, elementboarder319@yahoo.com, damatman@hotmail.com, benboccio@yahoo.com, korebuster@hotmail.com, fluffythepig69@hotmail.com, sarthebears@gmail.com, dickinsonja@hotmail.com, jferena@willschreiber.com, dvanvechten@gmail.com, tferena@willschreiber.com, wferena@willschreiber.com, mferena@willschreiber,com, rferena@willschreiber.com, eferena@willschreiber.com, deamonkateyez@gmail.com, lawrencetkc@hotmail.com, lawrencetkc1@gmail.com, pasiegosoriano@hotmail.com, alvintks@gmail.com, k.p.w74@hotmail.com, amalone13@hotmail.co.uk, sweetlemon888@hotmail.com, medy2kv@hotmail.com, s18bsa@hotmail.com, rblessum@csu.fullerton.edu, apmatte@cogeco.ca, co_1nk@hotmail.com, r.i.o@hotmail.com, freak1ofnature@yahoo.com, hillkids27@hotmail.com, sandyhill1@hotmail.com,ben_loves_jess@hotmail.com, jenta23@hotmail.com, ibmanic@hotmail.com, darwin_tayson@yahoo.com, darkvash_23@yahoo.com, darwin.tayson@yahoo.com, dv_ichigo.kurosaki@yahoo.com, jovanjox@yahoo.com, william.illingworth@yahoo.com,amir_ben_abou@yahoo.com,voodoo.woman@comcast.net,shareanoxley@yahoo.com,frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com,courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com,raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net,donnydonny66@hotmail.com,ginoboscariol@hotmail.com,pjcogar@yahoo.com, joecramp123@hotmail.co.uk, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, xtremeganesh@hotmail.com, neo_inside@yahoo.com, rajer_94@yahoo.com; amsouthworth@hotmail.com,btassignon@gmail.com,mrbags@hotmail.com,danny.solomon@gmail.com, iacovus79@yahoo.com, kullest_destiny@hotmail.com, ,Ombada@gmail.com,a.r.o2006@hotmail.com,aloyaal@hotmail.com,psyrus_10@hotmail.com, damian_amberg@yahoo.com, gen711@aol.com, sweetlemon888@hotmail.com,mike_gil@sympatico.ca, riomenajang@yahoo.com,j enmcco@sbcglobal.net, jmcco@ku.edu, cubster_05@msn.com, tombeechey@hotmail.com, whuzupgirl23@hotmail.com, geocricket@gmail.com, q.oneil@gmail.com, usmarine07727@yahoo.com, ZBTChip@aol.com, Friendlys00@Yahoo.com, mammacobb5@yahoo.com, lovinglife2326@hotmail.com, xron010110@yahoo.com, jamdiscodj@hotmail.com, old-skool@hotmail.co.uk, dgboudreau1@yahoo.ca, jeburton3978@aol.com, kristine_pamplin@hotmail.com,raiyan00@yahoo.com,roydebroy@yahoo.co.in, neilmcse@hotmail.com,camdrums@hotmail.com, b6l0g4@yahoo.com, estremel@hotmail.com, tmmzc85@yahoo.com, trevor.okrafka@gmail.com, djuett1@mymail.slcc.edu,rezaul.hayat@gmail.com, ragnar_noi@hotmail.com,plaincat@gmail.com, UABlade@siu.edu, lawrencetkc@hotmail.com, lawrencetkc1@gmail.com, alvintks@gmail.com, we1hong@hotmail.com, pissedpanda@gmail.com,allanliewck@yahoo.com, mtclipTweedleDum@gmail.com, cookiedough_dynamo@hotmail.com,bevandkev101@hotmail.co.uk, calluch@hotmail.com,tonmoy_alam19@hotmail.com,vinay_bgh@rediffmail.com,enyaht_sivad190@hotmail.com,traceyx35@hotmail.com, john_young33@yahoo.com, kahyoon@gmail.com, A_roc636@yahoo.com, elizabethabauer@gmail.com,mblake@mix.wvu.edu, hazon-midion@hotmail.com, youngkiwis@gmail.com,midknyghtdrym2001@yahoo.com,rayan_a_s@hotmail.com, amalone13@hotmail.co.uk, silver.amir@yahoo.com, tma122@hotmail.com, discoverystore@gmail.com, m_843589@hotmail.com,sunnyy2k1025@hotmail.com,landon_89@hotmail.com, chiefbradd@aol.com, johnthemobster@yahoo.com, tangiblewhisper@gmail.com,gz410@verizon.net, rrw2659@email.vccs.edu, amir_ben_abou@yahoo.com, amirco2@hotmail.com, voodoo.woman@comcast.net, shareanoxley@yahoo.com, frutariano@hotmail.com, devojkt@hotmail.com, courtneamore@yahoo.com, pchak420@yahoo.com, j_a_west@hotmail.co.uk, caron_sinclair@hotmail.com, raveslave@hotmail.co.uk, alexdo128@gmail.com, alexdo128@hotmail.com, voldemort_316@hotmail.com,jenjenwalters@gmail.com, kittpry@yahoo.com, courtneamore@gmail.com, jonathangibbs@adelphia.net, matt.shipstone@blueyonder.co.uk, jenjenwalters@yahoo.com, roarkssister@gmail.com, gogowhippets@yahoo.com, zenchar87@gmail.com, shocker1345@adelphia.net, ginoboscariol@hotmail.com,pjcogar@yahoo.com, kirstypeacey19@hotmail.com, perlauritzen@hotmail.com, lau-kile@online.no, kcattine@hotmail.com, kcattine@yahoo.com, gz410@verizon.net, hulagirl0475@yahoo.com, parso105@chapman.edu, the69na@hotmail.com, mshams115@yahoo.com, sweetlemon888@hotmail.com,LauraARogers@aol.com, kielcravatta@yahoo.com, danny.solomon@gmail.com, gibb.ie.27@hotmail.com, sszero1988@aol.com, blfletch@utk.edu, weechicky@gmail.com, peterlim80@yahoo.com, seb.tombeur@telenet.be, kimmen_13@hotmail.com, andres.bardon@gmail.com, britcollins7@yahoo.com, rms_seymour@hotmail.com, my_name_is_chris@hotmail.co.uk, chances_here@yahoo.co.uk,vegard_tonn@msn.com, look@themoon.co.uk, richard_shirt@hotmail.com,miller@customfighters.com,hachetharry@hotmail.com, williamdylan05@yahoo.com.peter.moller@gmail.com, ahmet@babanet.net, sdipiero@gmail.com, gjk29@hotmail.com, jason_vokey@hotmail.com, traceestabley@yahoo.com,raoh_uk@hotmail.com, raoh_uk@yahoo.co.uk, dnr1981@hotmail.co.uk, kieranwoooduk@hotmail.com,broxc@hotmail.com, kallapalla@yahoo.com,buggy3001@hotmail.com, hardmeitemark@hotmail.com,jmh6182@gmail.com,steverichards1@btinternet.com,jennifervansteen@fairisaac,azpisces00@aol.com, stu@black76.wanadoo.co.uk,dr.den@web.de, lauraij@hotmail.co.uk,sab777rina@hotmail.com,mclagange@hotmail.co.uk, Brian_hot_sexy@yahoo.com, tanya_lee_law@hotmail.com, babkids@hotmail.com, darklordaboveall@hotmail.com, safeways_worst_employee@hotmail.com, fbilginer@hotmail.com, slime_rules@hotmail.com, magic345@gmail.com, muddyandbroken@gmail.com, stillplaysinmud@gmail.com, greenben@doctors.org.uk, bullieeoo@Hotmail.com,andrealphus293@yahoo.com,laurab1981@live.co.uk,tinkivinki7@gmail.com,jj30@streamyx.com, kiotukiotu@yahoo.co.uk, mandy.neitzel@yahoo.ca, cowpot23@hotmail.com,bullieeoo@Hotmail.com, deepak_84112@rediffmail.com,sdhbeckhirst@aol.com,baby.turnbull@hotmail.com,papoulis40@yahoo.gr,add.me.via.mail@gmail.com, oneracheljohnson@yahoo.com,nrj.paul@gmail.com,mariominas13@yahoo.gr,tklaras13@gmail.com, ecastro1917@gmail.com,kgiotis13@gmail.com,mariored17@yahoo.gr, YourSupport@YouAreTheLink.com,adrews3@yahoo.com, iwantmorefriendsthandaryl@gmail.com, anacaroline92@hotmail.com,cornekruger1@msn.com,nikiwest63@gmail.com, eryck15@yahoo.com,krayzie69erz@hotmail.com, trielftw@hotmail.com,wongandy2008@yahoo.com.hk,andychikuen@yahoo.com.hk, fisker1112mail.com, lifestarlegis@hotmail.com,coolfunkyboy@hotmail.com,glenanderson@myway.com,kyle.bennett97@gmail.com, anne.lynne2@gmail.com, stu_warner@live.ca,,stephentheheathen@gmail.com, chivalrous_gent@msn.com, shahkimalik1976@gmail.com,sanamjad420@gmail.com, shahkemalik@gmail.com, holydawnbringer@gmail.com,ssamoliver@gmail.com,christian@rodebunken.dk , antony_v86@hotmail.com, submarineCPO-facebook@yahoo.com, simonmoffet@aol.co.uk, SELINAMICHAELS@AOL.CO.UK, LMartinStanley@aol.co.uk, monicasaviour@aol.co.uk, samuel_weissman@fastmail.fm,
tasmindonaldson@gmail.com, degrade.69@hotmail.com ak1972@live.com, kinger1972@live.com,dave_angell@hotmail.com, b-paxo@tiscali.co.uk,andyking2005@tiscali.co.uk, billyddupuis@msn.com, thingsthatmakeyagohmm@gmail.com, planetnickolly@hotmail.com, shalaneapril@hotmail.com, shalanecabance@hotmail.com, klartfora n@hotmail.com, ashton21@hotmail.com, kanif16@hotmail.com, tclaeys@hotmail.com,sanrio_witarsa@msn.com, inoca_14@hotmail.com, lesleec@comcast.net, phy0jek@leeds.ac.uk, dr.gram@hotmail.com, mauro.magnani@gmail.com, annalisa.bucci@gmail.com, key_keyz@ymail.com, flew0911@uidaho.edu, 5151161@gmail.com, jamesyeoh@hotmail.com, the_agilz@yahoo.com
aq.ayik@gmail.com,inar7_des@yahoo.co.id, torakeren@yahoo.co.id, hanifazhar77@yahoo.co.id, priska_cubby_88@yahoo.co.id, baruna_angga@yahoo.com, thomaru47@yahoo.co.id, giants.rama@yahoo.com,haical@exclusivemails.net,l Mesthild@yahoo.com,and_dik@ymail.com, klik@ymail.com, lliaainisembiring@yahoo.com, boby.burn@ymail.com, produksiuang@gmail.com, mesinbolong@gmail.com, Adiet_Macz@yahoo.co.id, saadarmawan@gmail.com, Esti_waniest@yahoo.com, shadent82@gmail.com, ahmadfauzan64@yahoo.co.id, stev_ds@yahoo.com, maulana_yo9a@yahoo.com, markyamw5lfr@gmail.com, denz_ebel@yahoo.co.id, asabil@ymail.com, idhanlakilucky@ymail.com, selvivacious22@yahoo.com, soviejuliansyah@yahoo.com, break_danc3zz@yahoo.co.id, gandakanuang@gmail.com, andrysuharsono@yahoo.com, aiukhara_kekot@rocketmail.com, abdul_wahidx@yahoo.com, rhezawira@gmail.com, maden74@yahoo.co.id, rsaja58@yahoo.co.id, raditya.fahmi@yahoo.com, mardymaddi@ymail.com, galoehbpm@yahoo.com, d_vie_ch@yahoo.com, chaiianknzartd@yahoo.com, aryga84@yahoo.com,minmie.sweet@yahoo.co.id, lolita.pratiwi@yahoo.com, dapit2000@yahoo.com, punx99@rocketmail.com, rahman.faisal94@yahoo.com, son.ofnewyork@yahoo.com, andi_rhejank@yahoo.co.id, deraro_anesta@yahoo.com, adhy.ableh@yahoo.com, nnaloon@yahoo.co.id, hamdandinauri@ymail.com, zackariaabdoel@yahoo.co.id, donni_up@yahoo.co.id, akhirat_dunia08@yahoo.com, ran_wiz7@rocketmail.com, tie_tio@rocketmail.com, firjo@rocketmail.com, vulcan_aphrodite@rocketmail.com, fajrinpuspaindah@yahoo.com, pecinta.wanita@yahoo.com, eLovan_eva@yahoo.com, suastini_nyoman@yahoo.co.id, intanzgeg@yahoo.com, garuda8730@yahoo.com, p1ratezz_girl@hotmail.com, arga_adit@ymail.com, ancurmua@rocketmail.com, anto_ajja@rocketmail.com, mufti_z28@yahoo.com, hanon_hosho@rocketmail.com, favaindwitantra@yahoo.co.id, andesghobachaniago@yahoo.co.id, deni.nuryana@yahoo.co.id, leeyeonggie@yahoo.com, irfanspears@yahoo.com, alexi_laiho84@yahoo.com, samandaputri@yahoo.com, julia.lontoh@yahoo.co.id, traceur_united@yahoo.com, selvivacious22@yahoo.com, sodikin.joss@gmail.com, ichy_pedati@ymail.com, f4l4_new@yahoo.co.id, gendut_doni01@yahoo.com, j_ko74@yahoo.co.id, jakfar_shdq@yahoo.com, jones.josua@yahoo.com, subhan_215mpl06@yahoo.co.id, doeljordy@ymail.com, pricemaker@ymail.com, love_smile182@yahoo.co.id, hamdandinauri@ymail.com, bantal_kasur@ymail.com, seftianykartika@yahoo.co.id, hachi_green@yahoo.com, tri_nager@rocketmail.com, iin_ney@yahoo.com, wifeayanginor@Yahoo.co.id, break_danc3zz@yahoo.co.id,xxxiandmexxx@yahoo.co.id, fandi_nurhilman@yahoo.com, Stev_Ds@yahoo.com, kaspersky_guard@yahoo.com, denz_ebel@yahoo.co.id, Ankgietz_krend@yahoo.co.id, maruf.united@yahoo.co.id, gantengny_aku@yahoo.co.id, stevenmilan99@yahoo.com, emailku55@yahoo.com, anggipriskilla@ymail.com, reddiy.nara@gmail.com, awanknoer@gmail.com, four_forward@hotmail.com, Irfanspears@yahoo.com, nathan_christ@hotmail.com, hatcatal@yahoo.com, zoases@yahoo.com, ahmadfauzan64@yahoo.co.id, stev_ds@yahoo.com, maulana_yo9a@yahoo.com, markyamw5lfrsoviejuliansyah@yahoo.com, selvivacious22@yahoo.com, soviejuliansyah@yahoo.com, break_danc3zz@yahoo.co.id, andrysuharsono@yahoo.com, aiukhara_kekot@rocketmail.com, abdul_wahidx@yahoo.com, raditya.fahmi@yahoo.com, mardymaddi@ymail.com, galoehbpm@yahoo.com, d_vie_ch@yahoo.com, chaiianknzartd@yahoo.com, aryga84@yahoo.com, minmie.sweet@yahoo.co.id, lolita.pratiwi@yahoo.com, dapit2000@yahoo.com, punx99@rocketmail.com, rahman.faisal94@yahoo.com, son.ofnewyork@yahoo.com, andi_rhejank@yahoo.co.id, deraro_anesta@yahoo.com, adhy.ableh@yahoo.com, nnaloon@yahoo.co.id,hamdandinauri@ymail.com, zackariaabdoel@yahoo.co.id, donni_up@yahoo.co.id, akhirat_dunia08@yahoo.com, ran_wiz7@rocketmail.com, firjo@rocketmail.com, tie_tio@rocketmail.com, vulcan_aphrodite@rocketmail.com, fajrinpuspaindah@yahoo.com, junaiddhy@yahoo.com,rani.nan_indah@yahoo.com, satrio.light@gmail.com, manohara400@gmail.com, posterposter@rocketmail.com, dede_priadi@ymail.com, jgn_pus1ng@yahoo.co.id, jgn_menyerah@yahoo.co.id, yantiaprilianisuryana@yahoo.co.uk, andriyanto.semut@gmail.com, g_f4ry@yahoo.co.id, cellafelicia@ymail.com ,finding.joke@yahoo.com, adhitya.adhitya31@yahoo.com, tecno_logy@yahoo.com, ddcrhirhiz@yahoo.co.id, ekky_chahya@yahoo.Com, nur_rizky@yahoo.co.id, q_die_dbs@yahoo.com, sinar7_des@yahoo.co.id, avatarrey@yahoo.com, la_ghost78@yahoo.com, denz_ebel@yahoo.co.id, irwanditya_rd@rocketmail.com, maricellomo@gmail.com, Putrasndyz@yahoo.co.id, Putrasndyz@yahoo.co.id, panic_ary@yahoo.co.id, muhammadsadalimaulana@yahoo.com, arincumi@ymail.com, rifkaandriani@ymail.com, abdul_wahidx@yahoo.com, y3n1_rose@yahoo.co.id, andreaseas@rocketmail.com, gemanopandria@yahoo.co.id, sahilirockers@yahoo.com, che_bim123@yahoo.com, runggu.lina@yahoo.com, Putrasndyz@yahoo.co.id , aputrisetyawan@yahoo.com, take_it_easyguys@yahoo.com, rezastar@hotmail.com, boedi_lasyax@yahoo.co.id, m_hanif11@yahoo.com, eeyouw@yahoo.co.id, foryoufahmi@yahoo.com, leeyeonggie@yahoo.com, blezont99@yahoo.com, ekky_chahya@yahoo.com, womenizer_nothink@yahoo.com, fb.kodok@ymail.com, ayuditha19@yahoo.co.id,jito.ahmad@yahoo.co.id, handi_rangga@yahoo.com, alexi_laiho84@yahoo.com, samandaputri@yahoo.com, julia.lontoh@yahoo.co.id, traceur_united@yahoo.com, selvivacious22@yahoo.com, sodikin.joss@gmail.com, agunk_whibley@yahoo.com, cewecanthiquemaniez@yahoo.com, andreasdeddy@yahoo.com, x_jinius@yahoo.com, ballena@yahoo.com, akondotetey@gmail.com, nugroho_gundar_05@yahoo.co.id, enakgaulz@gmail.com, teru289@gmail.com, anggarhz@yahoo.com, nurhayati_nuri85@ymail.com, Dwi231293@yahoo.co.id, anagg_betawwi@rocketmail.com, rezamadridista11@hotmail.com, ibrahim_L@rocketmail.com, xyvora_dereqle@yahoo.co.id, fachri_boy14@yahoo.com,claireyscottlee@hotmail.co.uk,fluffypillow@live.ca,damianmcandrew@live.co.uk, lingling78@telkom.net,blue_cold_monkey@yahoo.ca, linda1mulle@hotmail.com, john24hansen@hotmail.com, heathd@live.ca,yjw6001@hotmail.com, iceicejessie@hotmail.com, poker.knave@yahoo.com, lisablonde@live.ca, rit2007richard@yahoo.com, facebook@nightclublinx.com, john.stevens.112358@gmail.com, cbucek@cogeco.ca, Belladonna_HeartsWish@live.com, pirate_619@hotmail.com,karen@onlinewildfire.com,quinnsenn@yahoo.com,iamslut@live.ca,char27@cooltoad.com,arben_sy@live.com,arif007_sc@hotmail.com,crlovage@gmail.com,dannyjonsson@hotmail.com,char27@cooltoad.com, nickbailey1@gmail.com,allskillz101@yahoo.com, samadhi71113@yahoo.com.au,vcirger@yahoo.co.uk, bigtigersfan@ymail.com,vnzy84@hotmail.com, facebook@nightclublinx.com, pkhaag@rock.com,flavi.belascain@gmail.com, m.m.salerno@hotmail.it;evil_legend619@hotmail.com, thelonestranger12@gmail.com, bluezz41@hotmail.com, ace58@live.co.uk, jlovebryan@hotmail.com, jbird2missy@yahoo.com, ask983@hotmail.com, 1986dan@gmail.com, szilvia.tura@yahoo.co.uk,bluezz41@hotmail.com,tomchaser2@googlemail.com,sanneshansen@gmail.com,audirsr@hotmail.com, kartowm@gmail.com.a.r.o2006@hotmail.com,aloyaal@hotmail.com,ombada@gmail.com,sharonisdabomb@hotmail.com,venom005@gmail.com, jrmreyes145@yahoo.com.ph, befa77@yahoo.com, almo3@yahoo.com, lanello.dulac@yahoo.com, morya3@yahoo.com, charc77@yahoo.com, jrmreyes145@hotmail.com, sanctus77@ymail.com, b.achraf@topnet.tn,craig8@thepiguets.com,NaughtyAngelSweetDevil@hotmail.com,wstaha@in.com, misterfrnd@gmail.com, no1h8dmeb4@yahoo.co.uk,wsamirtaha@hotmail.com,gwynbarnard@googlemail.com,angelokompis@hotmail.com, hugojacques316@hotmail.com, snaturally@gmail.com, toddorichards@gmail.com, tianavaranna@hotmail.com, josephkoch12@gmail.com,abax1969@gmail.com,scania18ton@aol.com,number1dog20@yahoo.com, mikayla.french@gmail.com, mkybarrow@live.co.uk, bottomnote@wild4music.com,gayryanluvsu@yahoo.com, xx_sock-eater_xx@hotmail.com,sophie_petrucci@hotmail.com,alan27@indiatimes.com, wagamuma@hotmail.co.uk, peng_murray@hotmail.co.uk;mar.ky08@hotmail.co.uk,joanna_hansen@ymail.com, leslie.collin@colorado.edu,niscott@live.com, paulmasonrichardson@gmail.com,nibblet66@hotmail.com,matrixhawk@gmail.com, maverick.xxx@gmail.com, kagekaze@gmail.com, alco.properties@gmail.com,one.global@gmail.com, diana.hing@gmail.com,darkangel_6-6-6@hotmail.com, wsmith501@ymail.com, alexiscanton@live.com, jmorris060@gmail.com, Jerry12001@live.ca, guy12001@live.ca, ming12001@live.ca, dahlbaby419@gmail.com, rubychlds26@gmail.com, julieblck10@gmail.com, johnbhl470@gmail.com, debbiefink84@gmail.com, trcsmith252@gmail.com, donnafields164@gmail.com, mousejoyce@gmail.com, wallytrapper@gmail.com, rsargent672@gmail.com, dorang8@gmail.com, dkthlls60@gmail.com, buckj71@gmail.com, rjoyce597@gmail.com, bobmarley2003_08@hotmail.com, apscostaples@gmail.com, dickwadley@gmail.com, coloredpimples@gmail.com, karllater@gmail.com, tranchong@gmail.com, tankw3@gmail.com, awesterwilliams@gmail.com,gngrrogers045@gmail.com, puffywarner@gmail.com, isabellong3@gmail.com, harryfellows@gmail.com, lcables2@gmail.com, thrshmmr187@gmail.com, alexanderjoyce07@gmail.com, wallybrgr675@gmail.com, marywillis91@gmail.com, stormsasha@gmail.com, randythmpsn305@gmail.com, spdtlr388@gmail.com, tlrwillson897@gmail.com, wendalsparx@gmail.com, duffyjoyce@gmail.com, lestermorrison54@gmail.com, don12001@hotmail.com, benny12001@hotmail.com,-_-@streetart.info,stevie12001@hotmail.com, evecllns81@gmail.com, daveystewart71@gmail.com, camy92959@gmail.com, joycelyle@gmail.com, kimgarret7@gmail.com, wendy12001@live.ca, dale12001@hotmail.com, running.hide@gmail.com, jsmnhwrd@gmail.com, mikemrkt@gmail.com, eleddylong@gmail.com, omaramad@gmail.com, rayfay644@gmail.com, chancestrongox-fb@yahoo.com, heatherjohns119@gmail.com,lewisrichard89@gmail.com, jackblck479@gmail.com, staceywllms@gmail.com, freda12001@hotmail.com, stanlng663@gmail.com, trrsanders439@gmail.com, bettylws93@gmail.com, franklast47@gmail.com, dolly3@gmail.com, dsteele9@gmail.com, rufusgrant@gmail.com, janwright58@gmail.com, ellwoodjames@gmail.com, robbins.lyn791@gmail.com, ghall7950@gmail.com, charliehill705@gmail.com, russgrant49@gmail.com, wltrdavis238@gmail.com, petawillard@gmail.com, joe12001@live.ca, skip12001@live.ca, lanny12001@live.ca, gigilaforge@gmail.com, tonyrae52@gmail.com, sadielacombe@gmail.com, garthsamuels@gmail.com, bm36612@gmail.com, dellal99@gmail.com, mjoyce897@gmail.com, farleyj4@gmail.com, caravancabbie@gmail.com, wongandy2008@yahoo.com.hk,facebook@undir.com, kh.pablo@gmail.com,facebook@angrykeyboarder.com, taegansummers@yahoo.com.au, dody200356@hotmail.com, peter_thedevils@yahoo.co.id, ximecavaneros@hotmail.es, celebornsbabysitter@gmail.com,4samir@live.com, babykitten000@aol.com, g.reys888@gmail.com,samlafou@gmail.com, papa-chulo-g@hotmail.com, hazephase@gmail.com, djbuk@live.co.uk, ramapoughnative1@hotmail.com, dearcy@live.com, randa_elshemy@hotmail.com,1994samir@live.com, sonnycorleone_mobwars@yahoo.com, Montylevi@gmail.comombada@gmail.com, mrsracheljohnson@yahoo.com,a.r.o2006@hotmail.comaloyaal@hotmail.com, sallywhitaker@hotmail.co.uk, nhood02@yahoo.com, leonaoates@gmail.com, shooty@operamail.com, subculturalgirl@hotmail.co.uk, wan.zahidi@gmail.com, lauritscarstensen@yahoo.com, caroline.lauritzen@gmail.com,golf79b@yahoo.com, justmegames@gmail.com,breezer2@live.com.au, gorgeous.miss@live.co.uk, kirstyannsmith@hotmail.com,wstaha1@msn.com, ,ugo@pluckmoney.com, babee_blueey@yahoo.ca, grnwitch@comcast.net, babee_blueey@yahoo.ca,raiina@live.com.au, vanessaistda@gmx.de, vinaykaycee@gmail.com, steven@ventureproperty.co.nz, freinds477@gmail.com,

Chubey_deff@yahoo.com, Hynata_cabie16@yahoo.com, annasturmudzi@yahoo.com, hadi.5uka@yahoo.co.id, feri25arela@yahoo.co.id, gokilmhayer@yahoo.co.id, erlangga_ruziq92@yahoo.com, rendy_egi@yahoo.co.id, estherelhanan@gmail.com, estherchristabella@ymail.com, esther_christabella98@hotmail.com, dogLover.esther@gmail.com, iza_namaqu@yahoo.com, anil_smith@ymail.com, imelmhaniez@yahoo.co.id, lotus_shop09@yahoo.com, m_khasan22@yahoo.co.id, agus21995@yahoo.com, boyz.scoty@gmail.com, akbar_kacrudth@yahoo.com, zoroxuzoro@yahoo.com, tw.yanto@yahoo.com, vick.shag@yahoo.com, apriancyber@yahoo.co.id, chubby_aphriil.liia@yahoo.co.id, aizen_uryu@yahoo.com, fadhli_1622@yahoo.com,
gueenlegends@yahoo.com,gueendewanta@gmail.com,cimanka@yahoo.com,rechi_rich@yahoo.co.id, scary_freedom@yahoo.com, frenzuko@yahoo.co.id, vanilla_bubble@yahoo.com, corrosive_plague@rocketmail.com, tamm.tam77@yahoo.com, lpmaniac29@yahoo.com, ghani.ozone@yahoo.com, jipong13@yahoo.com, self_up_hihi@yahoo.com, panics_wy@yahoo.com, babyfluffy212@yahoo.com... See more, d3graha_aksel@yahoo.co.id, re.shandy@still-loving.co.cc, ihsanarzink@yahoo.com, monst3r_m4z3@yahoo.com, doridowo@yahoo.com, sabrina.blablabla@yahoo.com, tommy_h_putra@yahoo.com, gitarist_elastis23@yahoo.com, adityaputra96@yahoo.com, leoric51@rocketmail.com, leo_milanisti22@yahoo.co.id, elisabeth.sitorus@yahoo.com, siagian.moses@yahoo.com, dimas_the_lonely_boy@yahoo.com, olgasupersenior@yahoo.com, kw_58@yahoo.co.id, fernandoyun@hotmail.com, bayoe_89@ymail.com, fjr_jay@yahoo.co.id, gilang.pranata@ymail.com, gatokfrenk@yahoo.com, waris_hasan77@rocketmail.com, gatokhasan@yahoo.co.id, ismail_tampan_abiz21@yahoo.com, spensaboy@yahoo.com, revi.ajah@yahoo.com, prince_emo8914@yahoo.com, pat_patreexx@yahoo.com, rechi_rich@yahoo.co.id, denis_denay@yahoo.com, dewiajengmy1177@ymail.com,
dewaapi11@yahoo.com,godthunder82@yahoo.com,antimageofdaniel@yahoo.com
meji_rusty@yahoo.co.id, noticmust@yahoo.com, ma_mie478@yahoo.co.id, eza_cakep_copperfield@yahoo.com, raden_bandung@yahoo.com, dessieds@yahoo.co.id, lost_galaxi@yahoo.co.id, boenga_LAzo5@yahoo.com, anonymuzstar@yahoo.com, like_bradpitt@yahoo.com, ahmad_sm.saputra@yahoo.com, siddieq_smart@ymail.com, siddieq.ahmad@yahoo.com, dzul_fikrix7@yahoo.com, rizqy.cantik@gmail.com, zia_husnul@yahoo.com, thearmy.2801@gmail.com, ss.raka@yahoo.co.id, una_nside@yahoo.com, veby_niyh@yahoo.co.id, kancutcuy@yahoo.com, p2tt@mig33.com, krizzz_287@yahoo.com, una_rl@yahoo.com, nightmare_coolz@yahoo.com, izwad_mavi@yahoo.com, kmsc_azhar@yahoo.com, kulatotti@yahoo.com, iam_ngk_ok@yahoo.com, mr.ip_shinobi@yahoo.co.id, bayoe_89@ymail.com, luthfitheavenger@yahoo.co.id, dindariestya@yahoo.co.id, dwpraz@yahoo.com, harys_purba@yahoo.com, aldi_jojo@yahoo.com, faik_fake33@yahoo.com, mbuhkarepmu@ymail.com, novalcopal@live.com, ronnie_gank1762@yahoo.com, theratedr.2703@gmail.com, iqbaloiqbalo@hotmail.com, dune_frontier@yahoo.com, denirahadiansyah@gmail.com, tria_akbdg@yahoo.com, babahk_leonk@yahoo.com, hero18_7@yahoo.com, corrosive_plague@rocketmail.com, faisla_nero@rocketmail.com, lpmaniac29@yahoo.com, pesoym@gmail.com, captdevio@yahoo.com, eri_saudara@yahoo.co.id, whanc@rocketmail.com, dimas_the_lonely_boy@yahoo.com, uchiha_aepri@yahoo.com, bajaj_dorks@yahoo.com, ajjeajhayajah@yahoo.com, anandariskipramitha@yahoo.com, ardiansyahdennis@yahoo.com, mutiara_luph_pink@yahoo.com, stan_dimas@yahoo.co.uk, qq_luq@yahoo.com, andirisan@yahoo.com, edo.crusher@yahoo.com, lutfi_fadli94@yahoo.com, lolipop_flat@ymail.com, dkelvan@yahoo.co.id, whateverapaaja@yahoo.com, rendy_hooligans@yahoo.co.id, ajaibzzz@gmail.com, kazuyamishima69@yahoo.co.id, mikey.mamz@gmail.com, ifkar_the_eagle@yahoo.com, Dhikaboyz@rocketmail.com, mnoor_83@yahoo.com, bajubelang_21@yahoo.com, bjorn_tore_nybraaten@hotmail.com, arfianfurqon@yahoo.co.id, blindchord@yahoo.com, taufan.relix@telkom.net, hell_knight82@yahoo.co.id, hifni.smooth@gmail.com, redsmallville@yahoo.com, evilchester@ymail.com, icanna13@yahoo.com, ivanzzz13@yahoo.com, maxmaxcell@yahoo.com, rechi_rich@yahoo.co.id, ipunx.knuckles@yahoo.com, dewiajengmy1177@ymail.com, ayi_all@yahoo.co.id, ya2yayayaya@live.com, asephidayat26@yahoo.co.id, yulianingsih_kobi@yahoo.co.id, rosna_pulubuhu@yahoo.co.id, nagi_springfield88@yahoo.com, ya_yayayaya@live.com, hendi_achdiyat@yahoo.com, malmsteen2431@yahoo.com, adynugroho469@gmail.com, yaya04ya20@live.com, adhy.yatma@gmail.com, tonynetralizer@yahoo.com, yeahwemadeit@live.com, riiko_closefriend@yahoo.com, riko.ahmad.maulana@gmail.com, bagoeZzz_macho@ymail.com, leo_giggs11@yahoo.com, rian_saputra78@ymail.com, melisa_cuaem@ymail.com, f1rd4uzs@yahoo.com, ree_vhank1187@yahoo.com, f1rd4uzs@yahoo.com, super_tank@rocketmail.com, phinz_phanda@yahoo.co.id, joe.pbm@gmail.com, harryridho@yahoo.com, una_rl@yahoo.com, ezha.macho@gmail.com, f1rd4uzs@yahoo.com, ezha_macho@yahoo.com, reservoir_x@yahoo.co.id, ean.harry@ymail.com, xtremesafir@gmail.com, harry_rizki@ymail.com, joe_pbm@rocketmail.com, dechuby_girl@yahoo.com, willytanadi@ymail.com, pawx_ulfi@yahoo.com, midboy_iken@yahoo.co.nz, nurudin_letters@rocketmail.com, pancidol@yahoo.com, ada_ajah666@ymail.com, akbar.wahyudi@gmail.com, dito_passion@yahoo.com, laugwytz_ewit@hotmail.com,fachrulrozak@rocketmail.com,ihut_spider@yahoo.com, chopperonepiece@rocketmail.com,yuli_angel@rocketmail.com, rionakamura@rocketmail.com,andrycakep@rocketmail.com, eotzhadi@yahoo.co.id, wew.akatsuki@gmail.com,frizkyr@gmail.com,frizky5@gmail.com, addku@yahoo.com, colonizeholland@yahoo.com, xtreme_safir_crew@yahoo.co.id, xtremesafir@gmail.com, najmi_NOS@yahoo.com, keniotonio@yahoo.com, gusti_devil@yahoo.com, antoniobjox@yahoo.com, ibnu.nurhamzah@ymail.com, nurhamzah.ibnu@gmail.com, Tamm.tam77@yahoo.com, miftah_z@yahoo.com, zoro_nara@yahoo.com, macker_reijin@yahoo.com, rideck_reijin@yahoo.com, iconk.alis@yahoo.com, rocue_jack@yahoo.com, fzabi.dudulz@gmail.com, fzabi.maxtune@gmail.com, the.twenty.oners@gmal.com, m_dafy25@yahoo.com, ahmad_zubaidi12@yahoo.co.id, iyanteghe@yahoo.com, bima_satria72@yahoo.com, tandatanya19@yahoo.com, rikko_milan@yahoo.co.id, tcantik97@yahoo.com, rdevil11@ymail.com, ijunk.raines@yahoo.com, mmanis44@yahoo.com, Silver_3173@yahoo.co.id, irzacomeback@ymail.com, luvlifealway@gmail.com, dfn_osis_0506@yahoo.co.id, ajie.wijaya@yahoo.com, ajie.wijaya@windowslive.com, rechi_rich@yahoo.co.id, scary_freedom@yahoo.com, frenzuko@yahoo.co.id, vanilla_bubble@yahoo.com, corrosive_plague@rocketmail.com, tamm.tam77@yahoo.com, d3graha_aksel@yahoo.co.id, re.shandy@still-loving.co.cc, ihsanarzink@yahoo.com, monst3r_m4z3@yahoo.com, doridowo@yahoo.com, sabrina.blablabla@yahoo.com, tommy_h_putra@yahoo.com, gitarist_elastis23@yahoo.com, adityaputra96@yahoo.com, leoric51@rocketmail.com, leo_milanisti22@yahoo.co.id, elisabeth.sitorus@yahoo.com, siagian.moses@yahoo.com, dimas_the_lonely_boy@yahoo.com, olgasupersenior@yahoo.com, kw_58@yahoo.co.id, fernandoyun@hotmail.com, bayoe_89@ymail.com, fjr_jay@yahoo.co.id, gilang.pranata@ymail.com, gatokfrenk@yahoo.com, waris_hasan77@rocketmail.com, gatokhasan@yahoo.co.id, ismail_tampan_abiz21@yahoo.com, spensaboy@yahoo.com, revi.ajah@yahoo.com, prince_emo8914@yahoo.com, pat_patreexx@yahoo.com, rechi_rich@yahoo.co.id, denis_denay@yahoo.com, dewiajengmy1177@ymail.com, meji_rusty@yahoo.co.id, noticmust@yahoo.com, ma_mie478@yahoo.co.id, eza_cakep_copperfield@yahoo.com, raden_bandung@yahoo.com, dessieds@yahoo.co.id, lost_galaxi@yahoo.co.id, boenga_LAzo5@yahoo.com, anonymuzstar@yahoo.com, like_bradpitt@yahoo.com, ahmad_sm.saputra@yahoo.com, siddieq_smart@ymail.com, siddieq.ahmad@yahoo.com, dzul_fikrix7@yahoo.com, rizqy.cantik@gmail.com, zia_husnul@yahoo.com, thearmy.2801@gmail.com, ss.raka@yahoo.co.id, una_nside@yahoo.com, veby_niyh@yahoo.co.id, kancutcuy@yahoo.com, p2tt@mig33.com, krizzz_287@yahoo.com, una_rl@yahoo.com, nightmare_coolz@yahoo.com, izwad_mavi@yahoo.com, kmsc_azhar@yahoo.com, kulatotti@yahoo.com, iam_ngk_ok@yahoo.com, mr.ip_shinobi@yahoo.co.id, bayoe_89@ymail.com, luthfitheavenger@yahoo.co.id, dindariestya@yahoo.co.id, dwpraz@yahoo.com, harys_purba@yahoo.com, aldi_jojo@yahoo.com, faik_fake33@yahoo.com, mbuhkarepmu@ymail.com, novalcopal@live.com, ronnie_gank1762@yahoo.com, theratedr.2703@gmail.com, iqbaloiqbalo@hotmail.com, dune_frontier@yahoo.com, denirahadiansyah@gmail.com, tria_akbdg@yahoo.com, babahk_leonk@yahoo.com, hero18_7@yahoo.com, corrosive_plague@rocketmail.com, faisla_nero@rocketmail.com, lpmaniac29@yahoo.com, pesoym@gmail.com, captdevio@yahoo.com, eri_saudara@yahoo.co.id, whanc@rocketmail.com, dimas_the_lonely_boy@yahoo.com, uchiha_aepri@yahoo.com, bajaj_dorks@yahoo.com, ajjeajhayajah@yahoo.com, anandariskipramitha@yahoo.com, ardiansyahdennis@yahoo.com, mutiara_luph_pink@yahoo.c
dodik_ase@yahoo.com, zelurxes@live.com, dtaAn@slingshot.co.nz, shDaxu_007@hotmail.com, apeFmountain@hotmail.co.uk,prpGr4u@yahoo.com, mel.Hchen82@gmail.com, janiseFn84@hotmail.com, sitiG_107@hotmail.com, xiah_@live.com.sg, daneids@yahoo.com, ary_panca@yahoo.com, selvaatjatur@yahoo.com, hednsen.lizar@hotmail.com,pedrolegaend@yahoo.com, du.haast.mich@... See morelive.com, chuxxkemacat@yahoo.com, tashdamiller2k@hotmail.com,stegven.adobe@gmail.com, kresaek@gmail.com, bgs.bafgus@yahoo.com, k_doudanggmany@hotmail.com, gaary85_ke@yahoo.com.sg, dikaa_jelek@lycos.com, kaysedn86@hotmail.com, jsluagtan@hotmail.com, cindygaoh1013@live.com, narauluvdom@hotmail.com, graadi_aza@yahoo.com, mihirao.cute@yahoo.com, sliapknot_2k9@yahoo.com, shiriaea@hotmail.com, jonazanateo@gmail.com, fariad2008t@yahoo.com, hananah316@live.co.uk, naughtya.nicki@live.co.uk,sarahajw@live.co.uk, vaickiv@live.co.uk, cmaacey@live.co.uk, amaer.richards@live.co.uk,lucywaillias@live.co.uk, adriananerocks@hotmail.com,danaielcannings13@hotmail.com, alanaabrookes@live.com, megansatarr@live.com, amanada_west@live.com, jacob.baurns@live.co.uk, gabrielsaodrenader@gmail.com, artbelleaza@hotmail.com, fdah2386@yahoo.com, rashaad_php@yahoo.com, annacernomaz@yahoo.com, litbaecov@yahoo.com, elyaboi@lycos.com, jana_cubillan@yahoo.com, antoan@saintly.com, raymaond4cabal@gmail.com, wkoah80@yahoo.co.uk, superkcaoon@gmail.com, garay85_ke@yahoo.com.sg, garya85ke@gmail.com, vagaealizabeth@yahoo.com, evastroacova@yahoo.com, lainada13@hotmail.com, dawada_apalah@yahoo.com, albaion_ph@yahoo.com, sarkem_maniaa@yahoo.com, whitedell11@yahoo.com, rayculz@ayahoo.co.id, sher_kingman@hotmail.com, traacepiouk@hotmail.com, zarapandittt@hotmail.com, arnold_saaandjaja@yahoo.com,kohaeg@utar.edu.my, alphazerao05@yahoo.com, ahsanamch@hotmail.com, ahuasun@live.com, foreyaaz_87@yahoo.com, nattaym@yahoo.com, lusciouasssnesss@yahoo.com,dhiiaon_flomeor@yahoo.com, guds_beaste_barn@hotmail.com, saadista_dedoks@yahoo.com,faryassa@hotmail.com, zaki_doaie@yahoo.com, ourvaalentine@live.com, aldino1a23@yahoo.com, cameal_afiq23@yahoo.com, mbonzch_spain@yaho.co.id, jas0n_afl0r3s@yahoo.com, mostargar@yahoo.com, wahyu_hyade@yahoo.co.id, h4ckzaos@gmail.com, calvin_tang23@hotmail.com,ko_ok88@hotmail.com, theaacisneros026@yahoo.com,mattahewhii@gmail.com, cboba_one@yahoo.co.id, dy_compalex@yahoo.com, rileaxx_3001@yahoo.com, deloan_lee@yahoo.com.hk, feel_xantonio@yahoo.com, narkao5150@gmail.com, macsrpoaono1@hotmail.com, reeanaisma@gmail.com, rico_lemaotz@yahoo.com, jere_chiaa@hotmail.com, tio_samaa@yahoo.com, gumiraakece@yahoo.com, kakaapovi@yahoo.com, emamaa.marina@yahoo.com, tekuaensis@yahoo.com, cindygaoh75@hotmail.com, fakepanacake@gmail.com, felix_naahc@yahoo.com, gunbounace@yahoo.com, zapra_sad@hotmail.com, darakside750@gmail.com, rico_leamotz@yahoo.com, d4nysamile@yahoo.com, sirrahulshaamir@live.com.sg, niko_slasahcurez@hotmail.com, roxas_axiii@plasa.com, koa_ok88@hotmail.com, luqmaaan125@yahoo.com, killingzoae36@gmail.com, stevae.horton@clara.co.uk,satanicaas666@yahoo.com, luqmaaan1205@yahoo.com, zarulimaran12@yahoo.com, fringae.player@yahoo.com, romearojo@gmail.com, tims_coffeae_@hotmail.com,a_smarat_n_cute_1@yahoo.com, ruassellyap99@hotmail.com,djuangaraiawan@yahoo.com, dindaa_three@yahoo.com, pewater_oniisan@hotmail.com, purapleblack8990@hotmail.com, purna_asn@yahoo.com, Florancie_ceshailia@yahoo.com, yash.baattleoftheband@gmail.com, aimaan_0205@yahoo.com, blacktorcah18@yahoo.com, resta_niech@yahoo.com.au, juvelia.nao@gmail.com, Angel_Duaast_666@hotmail.com, disini_tyaa2008@yahoo.com,ismidhaanie@yahoo.com, mistaha_iz@yahoo.com, whiteart@uwec.edu, tymamie_jb@yahoo.com, asyraaf_04@yahoo.com, vuratualeve@gmail.com, zhiadji@yahoo.com, mrbaigproductions@hotmail.com, nameaekin@hotmail.com, miguela.diaz.valenzuaela@gmail.com, PattiThoampsons@gmail.com,MakaaAlbarns@gmail.com, muharaam101082@yahoo.com, yantie_graeen@telkom.net, aniechocaolate@yahoo.com, the_ngeteng@hotmail.com, riki_alapoest@hotmail.com,adh3nk@yahoo.com, agusuaskamal@yahoo.com, agauskaamal77@yahoo.com, muchfariend@gmail.com, kastiaanko@yahoo.com.sg, ghosatmanz23@yahoo.com, jepisjebag@gmail.com, harry_reayna@yahoo.com, portyaportzzz@yahoo.com, portayportzzzz@yahoo.com, paolo_portaugalete@yahoo.com, chariebaustamante@yahoo.com, ahsanamch@hotmail.com, ahuasun@live.com, connayvanessasousa@gmail.com, aalamaji@yahoo.com, gagah.ba.putra@gmail.com, tugh_flaotsam@hotmail.com,abnakrndy@hotmail.com, garay85_ke@yahoo.com.sg, finsahaoed@hotmail.com, tiger_faitha@hotmail.com, dyda2009@live.com, aanak_knaa@yahoo.com, son.aapretna@gmail.com, kimavarga@yahoo.com.ph, apiedh.seadanya@gmail.com,dinoraveanna@hotmail.com, junksa215@gmail.com, jakwoaoman@yahoo.com, sususapi_paerahan@yahoo.com, kastinako@yahoo.com.sg, kunkuan41@gmail.com, dree_caoin@yahoo.co.id, eiraa_faeria@yahoo.com, k_meraad_z3n@icqmail.com, robeartc72@yahoo.com, missninaalicious@yahoo.com,fanadironata@yahoo.com, hazraani21@yahoo.com, princaesse.maja@gmail.com,kastianko@yahoo.com.sg, sacriaficial_death@freaknetwork.in, evan_adeclaration@yahoo.com, aleciabuanton@yahoo.com, madeinjaelly@yahoo.com, storekaeeper25@yahoo.com, cleaveraway@yahoo.com, cmdmaoc@yahoo.com, lowahi30@yahoo.com, bozz.amio@gmail.com, mshkaavirus@hotmail.com, rawmaantik.pashun@gmail.com, missninalaicious@yahoo.com,teran1a11@gmail.com, wijanaa5150@yahoo.co.id, Angael_Dust_666@hotmail.com, diditzroague@telkom.net.id,i_s0ndaaq2@hotmail.com, bryanlima96@live.com, brandonacindy@live.com.sg,sweet.ahanako.rin@gmail.com, mayreae.ja@hotmail.com, aa_naaeta@yahoo.com, sweet.sauzy.hopkins@gmail.com, cheryal.myller@gmail.com, micahel.lewisz@gmail.com, claire.maisdyz@gmail.com, diaana.sanderz@gmail.com, rachel.swaerkz@gmail.com, aya.akosuez@gmail.com, megu.sayaamaz@gmail.com, swaeet.yoko.suzuki@gmail.com, heloise.awallyaz@gmail.com,krisaty.wilsonaaz@gmail.com,braandy.lawrencez@gmail.com, milla.tcherkaovz@gmail.com,kk_atai@hotmail.com, katai.rileyz@gmail.com, torrealbaa_953@hotmail.com,javiluau@hotmail.com, max.heisae@wilhelm-gym.net,t360eahwidodo@gmail.com, arup_shaahriar@hotmail.com,pascaal.jacquemin@geniki.gr, shamdelayza@yahoo.com, runningxxafromxxthexxrain@yahoo.co.id, happyfaamily@hotmail.com, enjoayme@hotmail.fr, dyndonaa@yahoo.com, flamingaministry_guitari@yahoo.co.id, abee_gaelo@yahoo.com, padepoakan_girang@yahoo.com, etca5x@yahoo.com, kazuyaa_gonzalez@yahoo.com,co_chokain@yahoo.com, duveta_haze@hotmail.com, rickya_oneal@hotmail.com, reapaer_6624@yahoo.com, hopelaess_to_life@yahoo.com, chura.rua@hotmail.com, jenapark@gmail.com, sailoararanyani@yahoo.com,bar4d137@gmail.com, b2daawizzo@yahoo.com, wolfaofmagick@yahoo.com, bigdaaddy82@suomi24.fi, henray_tomo2003@yahoo.com,chorophobioanomy@yahoo.co.id, d.fiatranto@gmail.com, gifarsmile@hotmail.com", muntaqo_wieda@yahoo.co.id" ,bayouz_authistz@yahoo.com"
gaenseblume21@yahoo.de, diggler.dirk@gmx.de, josedana@arcor.de, dhanangfunky@yahoo.co.id,alex_turner09@yahoo.com,soyya_best@yahoo.com,irzacomeback@ymail.com, nyelonong@live.com, anomamirul@yahoo.com, anomamirul@rocketmail.com, scancode5@gmail.com, rino.wiratama@yahoo.com, genki.maru@yahoo.com,malianzikri@yahoo.com,aanceng@yahoo.co.id,scofield1997@yahoo.com,rendri.vernando@yahoo.co.id,poshboys_1@yahoo.com,irzacomeback@ymail.com, nyelonong@live.com, scancode5@gmail.com, rino.wiratama@yahoo.com, genki.maru@yahoo.com,malianzikri@yahoo.com,aanceng@yahoo.co.id,scofield1997@yahoo.com, rockoath23@gmail.
          TEMU KANGEN        
Salam pramuka, hoooooooy dulur kabeh ayo ngummpulllll. Rapatkan barisan kita jalin persaudaraan (ukhuwah) diantara kita yang sempat renggang, ingat disekitar kita masih banyak yang butuh kita luruskan arah pembinaan pramuka. Ayo kita canangkan ALUMNI MULEH SANGGAR isi kegiatannya Aksi Lingkungan Untuk Meningkatkan NasIonalisme; Mbedah bUku yang Lagi ngEtop & Hangat; Simulasi cAra membiNa anGGota Ala modeRn Dari Alumni 94 “ETW”
          This Saudi Arabian Social Media App is Trending in Dallas        
Scroll through your Instagram stories or your Snaps and you might see a simple looking screenshot of anonymous messages sent to one of your friends. The app is known as Sarahah, which means "honesty" or "frankness" in Arabic, and it's a top trending app in Saudi Arabia and right here in Dallas, TX. The app [...]
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
_RR_ Também por isso que pra mim o scorpene foi um erro desde o começo. Ainda que o s-br venha a ter mais de 2.000 ton, o espaço de um MESMA (até então único AIP efetivamente compatível com ele) é inviável (305ton em um barco de 2000, em torno de 15% só com AIP, afora os outros sistemas propulsionais e de armas). Outros sistemas (Stirling, Siemens e Rubin), não pesam nem 50ton (salvo engano, estão na classe de 20 ton por sistema). Aos "scorfans" não sou eu que estou dizendo isso: “although MESMA can provide higher output power than the other alternatives, its inherent efficiency is the lowest of the four AIP candidates, and its rate of oxygen consumption is correspondingly higher.” (http://www.defenseindustrydaily.com/india-looks-to-modify-scorpene-subs-with-mesma-aip-propulsion-01954/) Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
Leandro O Luiz Monteiro (outro gentleman) explicou alguns pontos interessantes quando do treinamento dele em scorpenes chilenos (gentilmente respondeu a perguntas minhas, na ocasião, neste mesmo forum). Porém, é muito bom que ele mergulhe, dispare mísseis e torpedos, que o seu periscópio optitrônico funcione, mas que não faça isso em manobras com mais de 35º de inclinação a qualquer lado. O barulho da tripulação caindo vai alertar a força oponente ao redor. Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por _RR_        
Bavaria Lion ( 10 de agosto de 2017 at 13:31 ); . Digo tempo de permanência no mar... . Um Scorpène, por exemplo, tem uns 50 dias de mar, salvo melhor juízo. Já o novo "Barracuda australiano", terá cerca de 80 dias de mar ( e se dotado de um bom AIP, certamente faria desses seguramente uns 15 em imersão ). . Localizar um snorkel no meio do Atlântico é tarefa ingrata. E considerando o espaço disponível para manobra nessas águas, sempre haverá maiores possibilidades de empreender fuga diante de uma ameaça... Lembre-se também que um submarino passará mais de 90% do tempo sem precisar snorkear quando em imersão. Por isso o risco pode ser considerado muito menor... Mas sim. Tudo o que puder ser feito para aumentar o tempo de imersão é válido... . Um submarino das dimensões do Scorpène "padrão", de umas 1600 toneladas e com AIP, faria cerca de 6000 NM a 8 nós. Já um do tipo sem o AIP, poderia ganhar aí umas 1000 NM. Realmente, isso não importa muito no Báltico ou Mediterrâneo, mas pode fazer considerável diferença por aqui, permitindo operar mais longe ou por mais tempo... Lembrando que o Scorpène brasileiro será mais pesado, mas nem por isso considero-o muito mais adequado a ser dotado de AIP... . Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
Dalton Existem uns links (quebrados atualmente) que ele dizia (I flew on all USAF airplanes, none are better than Typhoon), inclusive tem uma discussão no aéreo sobre estas declarações, dadas justamente a época que o Typhoon "venceu" o F-22 na Red Flag. Os links eram da defensenews e do ottawacitizen (na época eu defendia que a única solução possível pra FAB era o Gripen, o que, felizmente, acabou acontecendo), e falava do exercício comum europeu em que o Gripen C venceu Typhoons austríacos, e como o Typhoon é o melhor de sua geração, se o Gripen consegue vencê-lo também é muito bom. Mas enfim, como você também participou das discussões sobre o scorpene, acredito que deva lembrar sobre os links. Sei que és um gentleman, e você me explicou muitas coisas, apesar de discordarmos em muitos assuntos. Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
_RR_ Realmente a oportunidade de cancelar o negócio se deu antes da forja da primeira chapa do s-br. Depois que entregaram a primeira sub-seção, a marinha, efetivamente, acabou. Em questão de 5 anos (segundo as previsões mais pessimistas de alguns oficiais) as únicas "escoltas" que teremos serão as Amazonas. Quando eu lembro da oferta coreana de 2008... "O presidente da República da Coréia, Lee Myung-bak, chega ao Brasil trazendo na bagagem uma oferta para a Marinha. A Hyundai, que além de montar carros é um dos cinco maiores construtores mundiais de navios, quer construir no Rio de Janeiro quatro destróieres da classe KDX2 — embarcações extremamente bem armadas e equipadas, que deslocam 5.200t — ao custo unitário de US$ 420 milhões. Como atrativo extra, ofereceram a doação de 10 pequenas corvetas da classe Pohang, de 1.200t." (http://www.naval.com.br/blog/2008/11/19/coreia-oferece-navios-ao-brasil/) Com um pouco mais de grana dava pra fazer o KDX-IIA, apelidado de "mini-aegis". Mas repito, na minha visão, um KDX-I já vale mais que uma Niterói e a Barroso juntas. Aliás, as Niterói e suas Olympus fora de linha demandam, simplesmente, que se retire a turbina e se mande pra Inglaterra para a manutenção ser feita lá. Mas está feita a bad trip de maionese. Talvez a costa brasileira não suporte tamanho esgoto proveniente desta bad trip. A marinha já derreteu. Hoje é uma força patrulheira, e olhe lá... Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
_RR_ Só um adendo, o recorde de endurance sem snorkel, com sistema de AIP fuell cells Siemens é de um U-214 sul coreano (18 dias, salvo engano, tem matéria aqui no naval). Esse endurance que você falou aí, acredito que só subnuc pode fazer mesmo. Saudações.
          Comentário sobre Porta-aviões HMS Queen Elizabeth e USS George H.W. Bush navegam juntos por Bavaria Lion        
_RR_ Eu acredito que o incremento no endurance sem snorkel é um ganho fundamental, principalmente em se operando no brasil, com uma costa desse tamanho. Tudo que aumenta o endurance por aqui é válido, e, na minha opinião, absolutamente essencial, daí o fato de eu nunca ter sido contra um subnuc pro brasil (embora totalmente contra como esse que virá foi projetado e comprado). Se o MESMA necessita de 8.3 metros a mais de area construida na nave, se ele sozinho pesa 305 toneladas, e, se custa sozinho entre 60-80 milhões de euros (tanto que a india decidiu desenvolver um AIP por conta própria) não é um problema do conceito de Air Independent Propulsion (até porque a nuclear é um tipo de AIP), mas sim, do projeto do scorpene, falho e com problemas em absolutamente todos os lugares em que operou. Saudações.
          ACWA Power secures 550MW of solar power in MENA        

The Saudi power & water company is paving its way as the leading solar developers in the Middle East and North Africa region with 550 MW of solar power secured this month.

(PRWeb January 21, 2015)

Read the full story at http://www.prweb.com/releases/2015/01/prweb12454370.htm


          Weekend Reading: Egyptian Beer, Turkey's Kurdish Question, and Saudi Arabia's Yemeni Mercenaries        
Norbert Schiller and Omar Foda

          BMW 320 320d 2010        
Pret: 6100 Euro
Break, Normala, 22000 km
Diesel
Culoare: negru
cutie automata, clima automata, clima manuala, geamuri electrice, geamuri electrice spate
Autovehiculul se gaseste intr-o stare perfecta.....pt mai multe detali va rog sunati la nr de telefon 00 40 (747) 878 673 sau 00393281036749

          BMW 320 1999        
Pret: 2350 Euro
Berlina, Normala, 258000 km
Diesel, 136 CP, 1951 cm³
Culoare: gri
clima automata, geamuri electrice, oglinzi electrice, inchidere centralizata, servo directie
Masina este inmatriculata. Taxa platita si nerecuperata. In pret mai sunt incluse inca un set de jante pe 15 cele aflate pe masina sunt pe 17. Nu accept schimburi. Mai multe detali la telefon. Pret

          BMW 320 2008        
Pret: 9490 Euro
Berlina, Normala, 130996 km
Diesel, 177 CP, 1995 cm³
Culoare: gri
cutie automata, geamuri electrice, geamuri electrice spate, oglinzi electrice, oglinzi incalzite
* ABS * ESP * ASR * SERVODIRECTIE * CUTIE AUTOMATA * Interior piele crem * 10 AIRBAG-uri * Sistem monitorizare presiune pneuri * Sistem cruise control * Faruri LED * FARURI CEATA * Volan piele

          Malala Yousafzai and the Missing Brown Savior Complex        
On October 9, 2012, a Taliban gunman accosted a bus carrying 15 year-old Malala Yousafzai and her schoolmates, and coldly shot them at close range. The Tehrik-e-Taliban Pakistan not only claimed responsibility for the blatant assassination attempt of the teenage education activist, but as it emerged that Malala would survive the attack, the movement also reiterated its desire to kill her. Miraculously through the efforts of friends and family, the local community in Swat Valley where she is from and where she was shot, and the Pakistani army that airlifted her to Peshawar, Malala Yousafzai survived (as did the other victims). Given the seriousness of her condition, it was imperative she was treated by the best doctors, and a generous gesture by the Crown Prince of Abu Dhabi allowed her to be flown by air ambulance to England for major surgery. Fast forward just one year later, Malala has recovered and is even more emphatic in her message against the Taliban, promoting the empowerment of young women like her across Pakistan, and all around the world. And expectedly, the global media, including The Daily Show's Jon Stewart, have been celebrating her courage (perhaps caught in the moment of it all).

Great story, right? And what could be wrong about the alleged 'overexposure' of a young girl expressing words of peace and fighting for girls' education against a religious patriarchy? Apparently a lot. In fact, in Pakistan and in her hometown, her global coronation is treated with derision: "Malala is spoiling Pakistan's name around the world." Others have more sinister accusations of a CIA conspiracy involving both Malala and the gunman, claiming the entire affair is a Western plot. Yet, in recent days, an article written by a blogger in July on Huffington Post has been making the rounds on social media, entitled, "Malala Yousafzai and the White Saviour Complex." It argues, "Please, spare us the self-righteous and self-congratulatory message that is nothing more than propaganda that tells us that the West drops bombs to save girls like Malala."

The truth is there is no white savior coming for Pakistan or for any Muslim country, the vast majority of which are characterised by pernicious politics, inequitable economics, and irrational intolerance. Lecturing the chattering classes about geopolitical realties and distributing treatises on Western imperialism won't change anything. Fundamentally it will only be the indigenous leadership - helped or not helped by outsiders - that will drive change. Yet, when leaders do emerge, it seems that the local media (and now social media) are pre-occupied with tearing them down rather than building them up. People instead squander their energy on misguided diatribes, as the case of Malala has unfortunately shown. The real reason that the 'white savior complex' even is relevant is that we fail to champion the very 'brown saviors' in our midst.

Malala Yousafzai was thrust into the spotlight after her initial attack, which was so jarring that all Pakistani leaders came out in strong condemnation. Then Pakistani President, Asif Ali Zardari - himself a questionable character to say the least - labelling the attack as one against "all civilized people." Prior to the attack, Malala had rose to prominence as an activist, encouraged by her father, for girls education and against the policies and values of the Taliban, which was why she was targeted in the first place. Without picking up a gun, her message was considered a threat to their movement, which is amazing in it of itself. Yet, it was on July 12 earlier this year, speaking on her birthday to the United Nations that Malala brought tears to the eyes of millions of people around the world. Having remarkably recovered from her wounds (and having undergone partial facial reconstruction), and still facing death threats, Malala stood steadfast in front of a global audience, and spoke with fortitude and confidence: "The terrorists thought that they would change my aims and stop my ambitions but nothing changed in my life, except this: weakness, fear and hopelessness died. Strength, power and courage was born."

It was such a powerful moment, that almost every international news outlet carried the speech of this young woman live across the world. And for the first time in a long time, the Pakistani and Muslim in the spotlight was not an extremist but someone standing up to extremism. The plaudits continued to come, especially in the last few weeks, as Malala released a book about her experience and was awarded the prestigious Sakharov Prize from the European Union. In fact, she was the rumored favorite for the Nobel Peace Prize, which in the end was awarded to the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons, in a surprise but perhaps deserving win. Of course, the Western media in particular have a penchant for over-hyping (if not over-milking) and over-sensationalizing such stories of heroism. And it will be very difficult for Malala to not only live up to such hype but also to prevent the perception that she is over-shadowing other deserving heroes. Yet, is that not the story of all figures of change who inspire us? Was Nelson Mandela really the only Black leader in South Africa's prisons? Was Martin Luther King Jr. the only individual marching in the South? Was Aung San Suu Kyi the only fighter for freedom in Burma?

It does seem increasingly, however, that Malala is a leader denied a strong constituency back home. It is easy to dismiss the allegations that she is a CIA agent - although the photo-op with the Obama's won't help - as well as the gloating of Taliban supporters after she was not awarded the Nobel Prize. Yet it is harder to dismiss the cacophony of criticism in Pakistan, in Swat Valley, and on the social media pages of Pakistanis, and for that matter, Muslims from around the world. As one government official said: "Everyone knows about Malala, but they do not want to affiliate with her." The primary complaints include the following:
  • This is another example of the West trying to portray themselves as a savior of the East. 
  • Malala is a secular heroine not a Muslim heroine. 
  • While her case is tragic there are other victims who deserve prominence. 
  • The crimes of the West through drones and in Iraq and Afghanistan, far outweigh the crimes of the Taliban. 
  • This is an effort of the West to try to avoid its own complicity in the situation in Pakistan that led to Malala's shooting. 
As with most disinformation campaigns, this one is based on kernels of truth. For starters, the world does neglect the stories of deserving others. One such example would be of the tour-de-force Pakistani social worker  Parveen Rehman who was shot dead in Karachi earlier this year. Additionally, it has been the Western media that has largely driven the popular support for Malala globally; that, however, has to be attributed to the dismal failure of the Pakistani media to not do so instead (in my humble opinion). Finally, and the most valid critique is that the story of Malala should not negate the very pivotal role the United States and the West has played and continues to play in creating the current perilous conditions in Pakistan and in contributing to the deaths of innocents there, and in other countries. 

Firstly, U.S. policy has been heavily involved in the rise of the Taliban in Pakistan, which it tacitly supported alongside Saudi Arabia and Pakistan's intelligence service in the mid-1990s. Moreover, the United States and Saudi Arabia (and some other Western and Muslim powers) cooperated to support radical jihadism (even printing textbooks to that effect for Afghanistan) and Islamism as a bulwark against the Soviet Union and communism. In fact, Israel also supported the radical group Hamas as a counterweight to the secular Fatah movement of then Palestinian leader Yasser Arafat. Yes, the world was and is screwed up, and the powers of the world have much complicity in that. 

Secondly, and more importantly, the military operations carried out by the U.S. in particular in Pakistan, Afghanistan, and Iraq have led to thousands of deaths of innocent people in recent years. These actions have largely gone unpunished and the victims have been forgotten. Certainly it is not just the Taliban that are killing and the world cannot dispense justice selectively. 

Does saying all of that make Malala Yousafzai any less of a hero (or heroine)? Is her courage dimmed by the crimes of others? Is her movement for the empowerment of young girls in Pakistan any less important? Of course not. Criticisms of the West will bring no one closer to emancipation. And it cannot mask the very pure fact that today's purveyors of disaster and death in the world also include Muslims.

Who bombed the church in Peshawar slaughtering 85 worshippers? Who attacked Westgate Mall in Nairobi killing dozens of innocents? Who murders dozens of men, women and children in Iraq every week? When a Muslim rises up - a so-called brown savior - to fight such crimes and the movements behind them, we should put him or her on our shoulders and not try to chase that person into the darkness. There is no shame in admitting Brown and Muslim guilt in the world's crimes, and it does not negate the wider reality and context around the violence that does occur. In fact, our fear of partial guilt in particular should not misguidedly cause us to throw out the very sparse examples of (counter-) leadership in Muslim countries that emerge and strike fear in the heart of radical extremists. 

It has become far too easy on all sides to blame the other rather than introspect inward. Above all, instead of blaming the West for its 'white savior complex' maybe it's time to develop our own brown savior complex to save ourselves from ourselves. 



          Award Spurs Debate in 'Desert of Silence' in Muslim World        

This article originally appeared in the Huffington Post, where you can visit for the original piece by clicking here or on the title

Award Spurs Debate in 'Desert of Silence' in Muslim World


LISBON -- There was something truly captivating about sitting in the Castle of São Jorge in Lisbon, Portugal, waiting for the announcement of the 2013 winners of the Aga Khan Award for Architecture. Overlooking the cityscape, the citadel is home to both the Christian and Muslim history of the Iberian peninsula, a fitting setting for an event looking to promote common linkages across geographic divides. Held every three years, the Award looks to promote conversation around the themes of development and the built environment in the Muslim world and beyond. Once again, the gathering -- hosted by the President of Portugal and the Aga Khan -- brought together an eclectic array of participants from representatives from around the world, ranging from ministers and diplomats to religious figures (including from the Vatican), to architects and builders, to thinkers and writers.
The Award recipients were equally diverse, with five projects celebrated in this cycle (bringing the number of winners in the history of the Award to 110). They included: the Salam Center for Cardiac Surgery in Sudan; the revitalization of Birzeit in Palestine; the Rabat-Salé Bridge in Morocco; the rehabilitation of the Tabriz Bazaar in Iran; and an Islamic cemetery in Austria (the latter perhaps the most intriguing project). While the initiative represents the largest, in terms of monetary value, architecture award in the world, its objective goes beyond aesthetic design, seeking to identify projects that are on the frontier of sustainable development (in all senses of the term) and that are locally attuned. Yet what was clear this year was the juxtaposition of the contemplative conversation in Lisbon and the "desert of silence "that still characterizes much of the Muslim world, outside specialized or academic circles, on these very themes. And this is the challenge for the Award, and similar such platforms -- to not just hold the conversation but to widen the debate to engage with the multitude of forces shaping and influencing the broader Muslim world (and beyond).
Founded in 1977, the Aga Khan Award for Architecture (AKAA) is part of the wider set of initiatives of the Aga Khan Development Network (AKDN), which mobilizes annually over $600 million to support development activities throughout the 30 countries in which it works. The Award shares the holistic approach of the AKDN towards development, whereby local participation, alignment, and empowerment are critical to the viability and impact of any activity. Held every three years, 2013 represented the 13th cycle of the awards. Governed by a nine-person Steering Committee that includes some of the top minds in the field, such as Norman Foster and Glenn Lowry (from the Museum of Modern Art), the Award appoints a new Master Jury for each cycle; this year's Jury, for example, includedMahmoud Mamdani of Uganda and Wang Shu of China.
One of the central purposes of the Award, according to its founder, the Aga Khan, and voiced during this years ceremony was to replace the "vast desert [of] silence [that] had set in" in the Muslim world with lively debate, around the issues of development, architecture, and the built environment. Certainly, this would be no easy challenge. Over the last three decades, the Award has highlighted a number of worthy projects, recognized and encouraged leading architects and builders, and promoted education with the principles of the Award in mind. Yet, it has not been enough to fill the silence. Instead, at the frontier of the built environment in Muslim communities, and places like the Arab world, this silence has been filled by what appears too often like cacophonous chaos. Nowhere is this more apparent than in the holy city of Mecca, where a giant clock tower and monstrous skyscrapers not only cast a shadow over Islam's holiest mosque, the Kaaba, but are systematically destroying the city's historic heritage while contributing very little to community needs, besides increases in property values.
This is emblematic of the challenge of the Award, in particular, but also of other similar initiatives seeking to influence trends in the broader Muslim world, where it is not contemplative conversation that drives change but rather copious (often misallocated) capital that determines development patterns instead. How can you not just fill that vast desert of silence but also ensure that it is not the loudest voices that win the debate?
Given the ongoing shifts throughout the developing world, such as the move from rural to urban environments, political transition, and economic modernization, more engagement will be needed on a number of critical issues, especially the built environment and how it promotes sustainable development. Hopefully the conversations, such as those in Lisbon, begin to move beyond the classroom and into the mainstream.
Photo credit: AKDN

          Waiting for Obama: The Arab World and Intervention         

This article originally appeared in Syria Deeply, and can be found here

On Aug. 2, 1990, a Saddam Hussein-led Iraq launched a bombing campaign and invasion of Kuwait. Part of the decision was the thought that the U.S., facing its own economic issues at home and a perceived passivity towards disputes in the Arab world, would not react with force. 

Almost five months later, Operation Desert Storm, led by a broad international coalition under the direction of then President George Bush (who had secured a resolution from the U.N. Security Council), began with aerial attacks and ended with the capitulation of Saddam’s forces after just five weeks.
Two things became clear: that the U.S. would take decisive action to enforce peace and security in the region when a “red line” was crossed; and secondly, that it would be methodical in building a strong coalition.
The countries of the Gulf Cooperation Council (GCC) have been waiting for a similar moment from President Barack Obama on the Syrian conflict.  After months of endless prodding, with only a series of half-steps coming from the U.S., the Aug. 21 chemical weapons attack near Damascus (allegedly carried out by the Assad regime) finally seemed to have pushed Obama to take robust action on Syria.
But initial urgency by the U.S. to act has since subsided, or so it appears. With the passing of each day, Saudi Arabia and Qatar are left increasingly in the lurch, waiting for Obama, wondering if the U.S. has reversed its approach to the region that was heralded by the Gulf War over two decades ago.
In 1991, when military action was mobilized against Iraq, it was done so under the auspices of a U.N. resolution. And while the Arab world was divided on the intervention, the six GCC countries, along with Egypt and Syria, were part of the armed coalition that was formed. Twenty years later, the situation is markedly different as the Arab world contemplates involvement in military strikes against Syria.
Outside of Saudi Arabia and Qatar, enthusiasm to participate in a military coalition is weak at best. While Jordan will have to be involved due to its reliance on both Saudi Arabia and the U.S. for economic support, Syria’s other Arab neighbors, Lebanon and Iraq, have voiced staunch opposition to external intervention.
In an unambiguous statement, Egypt, under its new military leadership, also voiced its objections to “aggression in Syria.” Even the United Arab Emirates may not get involved without broad international legitimacy; unlike in Libya in 2011, this would constitute a military strike by Arab countries allied with the U.S. without any other legal or symbolic cover.
Obama’s initial enthusiasm for military action, juxtaposed with his subsequent hesitation, has furthered the Arab world’s reluctance to participate. Staunch Western allies like the United Kingdom have indicated a lack of desire to be involved, and it is still in doubt whether action would be approved by NATO or the U.N. In the current atmosphere, a broad coalition involving multiple regional actors is unlikely, especially from a military standpoint. Most of the “diplomacy” to build a coalition has so far been limited to public speeches by high-level U.S. officials, rather than effective diplomatic engagement in the region. It indicates to the Arab world that the U.S. is not serious about a response, and is itself perhaps buying time.
In Sunday’s Arab League meeting in Cairo, rhetoric was high. But it was clear that beyond Qatar and Saudi Arabia, the appetite for intervention had dissipated. Following two years of bluster, including countless meetings of the Friends of Syria, the moment for a decision finally came, and the U.S. blinked. The hawkish stance of the Arab League and even the GCC must, to Assad, have looked hollow. In the end, the statement by the Arab League called for “deterrent measures” by the U.N., without calling for military or unilateral action.
While we may yet see strikes on Syria or the symbolic contribution of military hardware (like fighter jets) by Saudi Arabia and Qatar, the process has already overshadowed whatever the result may be. In many ways, whatever happens now in response will be far too little and far too late. All the while, the conflict in Syria will continue without any end in sight.


          10 Questions on the Conflict in Syria        
A potential military strike by Western powers on Syria now appears to be a fait accompli and is being touted as long overdue. Given the spiralling humanitarian disaster that has overtaken the country during the last two years of conflict, continued inaction appears to be an untenable reality. The death toll is now well over 100,000 (although the proportion of civilians to combatants is unclear). There are 2 million refugees, half of whom are children, and over 4 million more internally displaced persons (IDPs), amounting to a quarter of the country's overall population. Yet, it was the apparent chemical weapons attack in the suburbs around Damascus known as Ghouta last week that has served as the impetus for international military intervention into the conflict. Amidst the rhetoric and war rehearsals, clarity on what is really happening seems to be cast aside in the media, in favor of faux-spontaneous leaks, retired generals, and trumpeters of past wars. Here are ten questions to try to set the record straight.


1. Were chemical weapons used in Syria?

When the initial attack unfolded last Wednesday, August 21 in the suburbs in Damascus known as Ghouta (near the town/suburb of Jobar), news quickly spread to local, regional and international media. Claims were made of hundreds of deaths, with some activists claiming the death toll was 1,300. Moreover, the Government of Syria immediately denied responsibility and has continued to do so. However, the attack did unfold amidst a series of army strikes on Jobar, which is a rebel-held area, and has been for quite some time. The Government conversely claimed to find chemical weapons supplies in tunnels in the same area, and it is alleged that some Hezbollah fighters were also exposed to chemical toxins.

A week on, it appears incontrovertible that chemical weapons were used, not just from YouTube videos but also from visits by independent journalists, and of course by a report by Médecins Sans Frontières that has documented at least 355 deaths from local hospitals. It is likely that the chemical agent used was a neurotoxin or nerve gas, most likely sarin gas. What is still not clear, is how they were delivered (i.e. in what form and carried on what type of weapon) and from where.

It should also be kept in mind that this was not the first attack that has been alleged. There have been numerous claims by rebels, and counter-claims by the government on the use of chemical weapons in the conflict. Here's a map of those events. In fact, this is precisely why the team of UN inspectors had arrived in the country, the day before this latest incident (and massacre) took place. In fact, what is interesting is that their investigation of other sites has now been put on the back-burner due to the latest developments.

2. Do we know who actually used the chemical weapons? 

The United States, United Kingdom, and France have all stated they are certain that the Government of Syria has undertaken the attack last week. On the U.S. side, at the forefront of the rhetoric has been Vice President Biden - who has said there is 'no doubt' - and Secretary of State John Kerry, who made an evocative plea for action several days ago. Of course, the next speech is the most important, and it would be one made by President Barack Obama. In light of this certainty, it would be difficult to question the attribution of blame. A leak from the US government also claims to have intercepted a murky call between commanders in the Syrian army that supposedly is evidence of culpability on the Syrian side.

There is tremendous reason to doubt U.S. claims. Firstly, it should not be forgotten that then Secretary of State Colin Powell presented ironclad evidence to the United Nations Security Council of weapons of mass destruction (WMDs) that Saddam Hussein possessed, a finding that was later proven to be utterly false, but which was the basis of a war that continues until today. Secondly, the U.S. claimed that there was incontrovertible proof that the Government of Syria was responsible for earlier chemical attacks this year, but that finding has been contested, and some experts apportioned blame to the rebels fighting the government. And finally, in this case, no evidence has been presented, as of yet to make such a determination, at least not conclusively.

Does that mean the Assad and his regime are not responsible? No. It is very likely given the ongoing military operations in the same area that the Syrian government launched such an attack. Yet, more evidence needs to be presented to make a definitive conclusion. The other scenarios that could be possible are:

- Extremists groups like Jubhat al-Nusra, who have previously seized advanced weaponry and possibly chemical weapons from Syrian army bases and positions, were attempting to use them on Syrian soldiers (or conversely to cast blame on the Syrian army);

- The Government of Syria inadvertently hit a stockpile of sarin gas releasing the toxins (although unclear if this would lead to the effects that we've seen); or

- Rogue elements within the chain of command used chemical weapons intentionally or inadvertently.

Russia, Iran and China have of course cast doubt on western claims but that is to be expected.

3. What would be the basis or justification for US intervention?

The U.S. intervention would likely be on the basis of Obama's previously stated red line on Syria, which would be the mass use/movement of chemical weapons. It is not in fact about humanitarian intervention and the Responsibility to Protect framework, developed in the 1990s to prevent genocide and mass civilian deaths. If it was, then the humanitarian case for intervention has been present for some time, and other massacres by the Syrian regime, such as in Houla in 2012, would have provided sufficient pretext. Obviously, the U.S. and other Western powers, and regional countries, have their own interests at play that are much more geopolitical in nature, but the justification or casus belli being offered is around the issue of chemical weapons, and chemical weapons alone.

4. Will anybody else be involved in the military strikes besides the US and will this affect whether they are 'legal'?

Given Russian and Chinese opposition, and a likely veto of any resolution by the United Nations Security Council supporting such a military strike on Syria - especially in light of the intervention in Libya, which Russia regretted supporting - a 'coalition of the willing' will need to be developed. This coalition would be broader than the Iraq War in 2003, and would be similar to the coalition carrying out the strikes against Serb positions vis-a-vis Kosovo in 1999. While the U.S., U.K. and France will likely lead an effort, Turkey would also be critical as a staging ground (as it borders Syria from the North), and thus there will be an attempt to launch such an attack under the auspices of NATO. Despite its reluctance, Jordan, given its reliance on the U.S. and Saudi Arabia politically and economically, will have no choice but to support . The two other neighbours of Syria, Iraq and Lebanon are squarely against any military strike. And of course, the other neighbor - Israel - would sit this one out but would provide intelligence to the U.S. and other parties on Syrian positions, given that it has already undertaken a number of air strikes on Syria in the past two years.

Further afield, it is likely the GCC (Gulf Cooperation Council) will support military intervention, with Qatar, Saudi Arabia, and the United Arab Emirates possibly sending fighter jets to participate in a strike to give it regional cover and credibility. Finally, while many groups within the Arab and Muslim world, and the 'left' of the West, will oppose military intervention, many others will support it, because of the spiralling humanitarian situation in Syria.

Technically speaking if the military intervention is not sanctioned by the United Nations Security Council, and there is no imminent threat that the U.S. and other parties can point to towards its own territory or its assets, it would be illegal under international law. However, that has not stopped NATO or other countries (i.e. Russia in Georgia) form undertaking military action in the past. And before the Iraq War, some scholars claimed that while such an attack would be illegal it would be legitimate, and demonstrated retroactively to be legal. Given the state of world affairs, 'legality' is likely not a determining factor for a strike on Syria.

5. Are we seeing a repeat of Iraq in 2003? 

No. The situation today with Syria is different than it was in 2003 in Iraq, for many reasons, despite some passing similarities. In Iraq, the U.S. claimed that Saddam Hussein possessed weapons of mass destruction while in Syria, we already know Bashar al-Assad possesses chemical weapons, and the question is whether he used them (small aside, it was released this week that thirty years ago, the U.S. obstructed a UN investigation when it knew Saddam Hussein had used chemical weapons). In Iraq, the U.S. alleged that Saddam Hussein had links with Al Qaeda (and related groups), while in Syria, Bashar al Assad is widely acknowledged to be fighting Al Qaeda (and related groups) in addition to the 'Free Syrian Army' (and in addition to crushing peaceful demonstrators). In Iraq, there was no active state of conflict that was leading to a spiralling humanitarian catastrophe (and the potential use of WMDs), while in Syria there is not just a violent conflict, but also WMDs have been used by somebody (even if the culprit is not yet clear).

What should be noted, however, is that both Iraq in 2003 and Syria in 2013, are in complex environments, and any removal of government or sustained military intervention would have dramatic unforeseen consequences. It seems like the media debate in the U.S. is also similarly anaemic (but slightly better) this time around.

6. What is the real motivation for the United States and other powers?

As with all things in this world when it comes to international relations, the primary interest is not humanitarian but geopolitical. This is not absolute, however, and it could be argued that Turkey has been insisting on humanitarian intervention from an early stage. However, the regimes (not peoples) in the Gulf, most notably Saudi Arabia, are exclusively concerned with dislodging Syria from the Iranian orbit, and severing connections between Syria and Hezbollah. Humanitarian concerns are a by-product. And for the United States, something similar is at play. As noted above, if this was about humanitarian concerns, action would have been taken long before 100,000 deaths had occurred.

For the U.S. it has been looking for regime change in Syria for a while. However, these strikes if they occur, will be about sending a message and asserting America's position in the Middle East, given the red line that Obama drew. Ultimately, it may tip the scales in the rebels favour or improve the U.S.'s negotiating position vis-a-vis Iran. The chemical weapons attack in a morbid way, opened a door of opportunity for Western powers (with GCC support) to do something limited without a full-scale intervention.

7. Will military intervention solve the Syrian conflict?

No. Military intervention no matter how small or how big will not solve the Syrian conflict. In fact, it could very much exacerbate the situation on the ground even further (if that can be imagined). What is being reported currently is that the U.S. and allies will undertake a series of 'surgical strikes', a euphemism for a large-scale assault on key military and strategic installations, such as army positions, air bases, radar installations, communications infrastructure, supply routes, and, where appropriate, power stations (among other targets). More than anything this will be intended to send a message to the regime and weaken its capabilities. Yet, it would not be a fatal blow. And it would not necessarily tip the scales in favor of the rebels. It may in fact mobilize certain parties to support the regime, if there are civilian casualties from the intervention.

The solution to the Syrian situation has to be political, if it is going to lead to stability or peace. Yet, if the military intervention escalated and led to the removal of the Syrian regime, that would still not be the end of the conflict. After the Soviets were booted out of Afghanistan, the country devolved into a civil war for five years until the rise of the Taliban in 1996. Somalia has only recently stabilised (somewhat), more than 20 years after the assassination of its leader, President Siad Barre. And neighboring Lebanon, took 15 years of conflict (1975-1990) to reach an end, which was brought about by ironically Syrian military intervention (which committed its own crimes), that produced a - audible gasp - political settlement.

8. What could potentially go wrong?

Everything. The potential for disaster following military intervention in any country is great (see Black Hawk Down, Iraq, Afghanistan and the list goes on). Yet, in Syria it could be apocalyptic. Here is a list of what that could entail:

- Chemical weapons are used by Syria against its neighbors such as Jordan and Turkey, or U.S. military positions in those countries;
- U.S. planes/helicopters are shot down leading to an escalation of U.S. involvement requiring boots on the ground;
- Syria sends a volley of missiles into Tel Aviv and other places in Israel, leading to a regional war;
- Proxy forces of Iran, Hamas and Hezbollah, launch a sustained campaign against Israel/U.S. interests, including attacks embassies within Lebanon/Palestine/Israel but also in other countries, in the short and medium-term;
- Al Qaeda forces in the region, while opposing the Assad regime, oppose U.S. intervention especially if there are masses of civilian casualties, and use it as a pretext for attacks in places such as Yemen;
- Russia objects to the U.S. strike, and mobilizes warships to the Mediterranean, leading to a standoff with Europe and the U.S.;
- Negotiations with Iran, still in embryonic stages are suspended irrevocably;
- Six party talks with North Korea are suspended by Russia, China, and North Korea irrevocably;
- The Syrian regime goes all out in its conflict and begins to bomb with even more abandon civilian areas controlled by rebels, leading to thousands of casualties, and counter-massacres by enraged rebel fighters;
- The Syrian regime is removed by force from power by the intervention, leading to a power vacuum sinking the country further into civil war for over a decade of even more violent strife and a possible Al Qaeda style government;
- Tensions rise in the Middle East, especially in places of sectarian division (i.e. Lebanon, Yemen, Bahrain, Eastern Province in Saudi Arabia, and Iraq) leading to civil strife and attacks on governments, and counter-attacks on populations; and
- World War 3.

9. What could potentially go right?

It may seem that what is written above is slightly alarmist and that's true. Many things can go wrong (most of which, to be honest, are hard to predict as they will be unforeseen consequences or as Donald Rumsfeld, ironically calls them, unknown unknowns). However, the U.S.-led strikes could be quite effective. Firstly, if they are limited in scope, they can be completed in one day, reducing the risk for a military entanglement and civilian casualties. Secondly, if they are from the air, there is limited risk for casualties on the side of the intervening forces. Thirdly, an attack that is forceful and hits Syrian military positions, will send a message to Assad that there is a limit to what he can do, which thus far has not been the case, and may entice him to reach a political settlement. Fourthly, it is unlikely that the Syrian regime would retaliate, for a short strike on positions, against Israel, knowing that they cannot afford to fight a war on so many fronts (and thus far they have yet to retaliate to any Israel air strike). Finally, the systematic destruction of Assad's air capabilities could be instrumental in limiting civilian casualties by the regime in the future.

All of this is one possibility of what could occur.

10. Let's cut to the chase - should I support or not support military intervention?

There is no clearcut answer. Ultimately, military intervention should not be supported as a solution to the Syrian conflict. It is not, and whether we like it or not, a political solution/settlement is the only way the current situation moves towards peace and stability. The U.S. is negotiating with the Taliban. The Vietnamese negotiated with the U.S. The Lebanese negotiated with each other. The Dayton Accords to end the Bosnian War were signed with Slobodan Milosevic. It may not be easy, it may be unlikely, and it will not work perfectly, but political discussions involving all parties is the only way to find a real solution.

That being said, if a case is made with overwhelming evidence by independent parties (not U.S. conjecture) that chemical weapons were used by the Syrian regime, then military intervention on a limited scale, and for a period of 1-2 days only, should be undertaken, ideally with UN support - and if not with broad support of half of the members, i.e. 90, of the UN General Assembly to demonstrate legitimacy - against military targets only, which will both send a message about the use of these weapons and damage the capabilities of Assad.

What is clear is that whatever happens, there are no clear answers with regards to the conflict in Syria.

          Another Coup for the Outgoing Emir of Qatar        
In July 2010, the (now outgoing) Emir of Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, traveled to South Lebanon to bask in the gratitude for his country's largesse in supporting reconstruction following the Israeli bombardment just four years earlier. The $300 million (and beyond) committed by the Gulf state was very much appreciated by the Shiite armed movement Hezbollah, who ensured billboards in the South and on Airport Road in Beirut were decorated with notes of thanks to the Emir. It was a conspicuous visit because Qatar had stood out amongst the GCC in taking a strong if not controversial stand. Hand-in-hand with Hezbollah, the Emir, was not apparently one of the "half-men" that Syrian President Bashar al-Assad pointed to in the Gulf during the 2006 Hezbollah-Israel war. In fact, the Emir and Assad were quite close, if not close friends, and were frequently in touch.

In 2013, Qatar finds itself at the forefront on a number of regional issues, most notably the conflict in Syria, which had pitted the Emir in direct opposition to his old friend Bashar Al Assad. In fact, on the sectarian front, hosting firebrand spiritual figure, Yusuf al-Qaradawi who recently called for a Sunni-led jihad, and allying almost openly with Muslim Brotherhood movements in the region (which brought criticism from people as far afield as Egyptian satirist Bassem Youssef), has increasingly prompted the question: Has the politically adept Qatar lost its touch?

Once again, however, the Emir of Qatar (who I'll refer to by his initials HBK) shocked the region with another unprecedented move - this time the transfer of power to his 33-year old son Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani (the 'new Emir'). In doing so, HBK put Qatar back on the political front-foot and raised the pressure on regional allies. And in typical style, he added another deft touch in his address to the nation with a quote (and the only quote outside from scripture) from Ali Ibn Abi Talib, the fourth Caliph in Islam and the first Imam of the Shi'a Muslims: 'Teach your children other than that what you were taught; as they are created for a time other than yours."

It was nearly 18 years to the day, on June 27, 1995 [although official Qatari sites list his 'start-date' as June 26] that the outgoing Emir, HBK, came to power in a bloodless coup with the aid of his current outgoing Prime Minister, Sheikh Hamid bin Jassim al-Thani (HBJ) and other figures. He dislodged his father, Sheikh Khalifa bin Hamad, at the time, under largely benign circumstances but also as Qatar was starting to truly increase its economic base. When HBK took the reigns, the country was bit-player on the regional scene, with a GDP of $8bn. Today, the country is a regional powerhouse, punching far above its weight with a GDP in upwards of $170bn. The transformation, after HBK's rise, began in a number of areas:
  • In 1995 (August), the Emir alongside his wife, Sheikha Moza bint Nasser, launched what has become one of the largest foundations, Qatar Foundation, dedicated to 'knowledge' and social development in the country and wider region;
  • In 1996, the State of Qatar launched Al Jazeera, initially only in Arabic, which shocked the region by becoming literally the only widespread outlet of independent voices (from the 'regimes') in the region; 
  • And in 1997, Qatar Airways was relaunched and became a symbolic flagship for the country, although it is not clear whether the carrier will ever truly be profitable.
Economically, with growing revenues from natural gas over the last decade and a half, the departing Prime Minister, HBJ, effectively became the CEO of the country. In addition, to governing national investments through the Qatar Investment Authority, the sovereign wealth fund, HBJ also built up constituent vehicles like Qatari Diar, which looked to deploy billions of dollars in capital throughout the region, including in places that would traditionally be 'off-the-grid' like Libya, Syria and the Palestinian Territories.

Yet, while the transformation of Qatar happened on several levels - and Sheikha Moza led a number of key initiatives that have separately built up the profile of the country - the Prime Minister & Emir particularly forged a formidable political duo, implementing a plan for political leadership which led to alternating reactions of admiration and consternation in the region. HBK & HBJ became in recent years, the guiding and influencing force on a number of key regional files. It was a strategy of multi-faceted engagement and relevance, often replete with paradoxes, that even until now has confounded observers and analysts, who were always late to the party in understanding and engaging with Qatar.

For example, while condemning Al Jazeera Arabic for links to Al Qaeda, the U.S. government in September 2002 began moving its Central Command (CENTCOM) Headquarters in part to Doha. Qatar maintained an Israeli trade office since the late 1990s (closing intermittently during the Intifada and in 2009 during the Gaza War), while also building up relations with Hamas throughout the 2000s. The country maintained strong links within the GCC, and also with Sunni allies such as leader of the Future Party Saad Hariri, but in 2008 it was their ties with Hezbollah that allowed them to forge the Doha Agreement, averting what could have been a dark period of civil strife in Lebanon. There was no end to the political engagement: peace talks on Darfur, engagement with the Taliban, mediation between Chad and Sudan, and the list goes on.

On the political level, while the period prior to the Arab awakening was characterized by engaging with a wide variety of stakeholders, in early 2011, it seemed that Qatar was starting to play a much more partisan role. Previous allies such as Syria's Assad, and Libya's Gaddhafi fell by the wayside very quickly, with Qatar in fact leading efforts in the fight to topple both dictators. And in other 'revolutionary' environments such as Egypt and Tunisia, where the ruling parties are Islamist, Qatar has become the political football for its perceived support for Islamist movements. Critics ask why figures like Qaradawi (mentioned above) are based in Qatar? Why was the state mosque in Doha named after the founder of Wahhabism, the particularly conservative brand of Islam, in 2011? And why has a station like Al Jazeera portrayed only one side of the story, often with an 'Islamic' bent, the last two years especially?

Yet, the criticism has only grown commensurate with the prominence of Qatar in the region. On one hand, the policies of Qatar were simply part of its strategy of engagement in the region, to demonstrate leadership but also fundamentally relevance - important for a small country that previously lived in the shadow of Saudi Arabia and Iran. The Arab uprisings and subsequent rise of Islamist movements in the region was a tremendous opportunity for Qatar to provide indispensable leadership. Yet, leadership and unique prominence, has consequences, and it is likely that the inflection point of a transfer of power, provides a moment for reflection, especially as the region comes to terms with its new (and oft-changing) dynamics. What was immensely popular in late 2011 no longer is definitively so. For example, in Egypt, President Morsi's approval rating has notably dropped from 70% to 40%.

Thus, the transfer of power to a new ruler, in Sheikh Tamim, means that Qatar can assess its strategic position and alignment. Perhaps, the country could benefit from a broader engagement given rising divisions in the region, and once again capture the role of lead mediator? Domestically, Sheikh Tamim will play close attention to catalyzing the role of his generation in the country's leadership. After all, Qatar had yet to enact the legislative or Shura Council that HBK promised when he rose to power, and enshrined in the Constitution ratified 9 years ago. The first step will be the announcement of a new cabinet that will replace what is increasingly seen as a gentrified political elite with new or younger faces. It is also expected that there may be a rise in salaries of Qataris employed in the public sector, at a smaller scale, however, to a similar announcement in 2011. Most important, however, will be a new dialogue and series of consultations that the new Emir will have with Qatari citizens, whose expectations have risen with new-found wealth and prosperity. In particular, with 70% of Qataris under the age of 30, engaging youth will be a priority. Do they feel included in the governance of the country and its institutions? Are there sufficient opportunities for employment and growth? And do public services meet their expectations?

As Sheikh Tamim assesses the domestic situation, he does have a strong ally in his mother, Sheikha Moza, and the institutions she leads that address youth, health and education. And he will rely on  experienced hands like Sheikh Abdullah al-Thani to evaluate macro-projects like the Qatar World Cup preparations and the development of the national railways. Yet, both on the national and international fronts, the new Emir is not without experience or preparation. While observers were caught off-guard, it is thought HBK had planned for this day far ahead of time. The ascension of the Crown Prince to the leadership, began in earnest over the past two years. In fact, when significant announcements like the salary increase from 2011 were made, it was from Sheikh Tamim's office. He was also front and center, for example, when the move was made to shift Hamas headquarters out of Syria. And the then Crown Prince had been taking an increasing "foreign affairs role" amidst the Arab uprisings.

While the policies that Qatar will follow will likely be unchanged in the short-term, we will have to wait and see what path the new Emir forges in the long-term. Yet, his father has assured that he enters on the political front-foot. Even in his departure, the outgoing Emir left as he came in - with a coup. Upending traditions in the region, he ensured that he would leave the scene at the ripe (for the GCC) age of 61, leaving power to his son who is only 33. This is next to countries such as Saudi Arabia, where the King is 91 (if not older) and where power has never been transferred to the 'next generation', passed instead from brother-to-brother among the descendents of King Abdelaziz (since his death in 1953). Or take Bahrain, where the Prime Minister, Khalifa bin Salman, has helmed the government for over four decades without interruption.

Certainly, the move by HBK has not ushered in a democracy in Qatar; it is still an authoritarian state. And the ascension of Sheikh Tamim does not automatically assuage any of the concerns (real or perceived) ranging from migrant rights to nepotism to regional interference. Nevertheless, in its own way, Qatar has provided the region with a new revolutionary moment. Now we wait to see how the day-after, always the hard part, plays out.


           For President Obama on Day One: A New “New Beginning”         
On Day One: A New “New Beginning”
There was never a question that President Barack Obama represented a symbolic break with the past – someone who could redefine relations with the Muslim world. However to add substance to the symbolism of change, early on in his first term, President Obama went to Cairo to make a speech entitled, “A New Beginning.” Yet, as he begins a second term it is clear that this new beginning needs to be reinvigorated in both style and substance. That initial speech, while poignant then, today rings hollow. If indeed President Obama and the administration are to achieve a definitive step change in relations with Muslim communities, there must be a renewed effort for honest dialogue, robust development initiatives, and tangible shifts in policy.

At the onset of the Iraq War in 2003, President George W. Bush had abysmal numbers in many Muslim-majority countries. While 59 percent of Nigerians, 56 percent of Jordanians, and 46 percent of Pakistanis held confidence in Osama bin Laden’s leadership, Bush was polling in the single digits in the same countries. By 2008, in countries like Jordan and Turkey, nearly 90 percent of people had “little or no confidence” in President Bush.

So when a young Kenyan-American Senator with Muslim roots, Barack Obama, emerged on the political scene, he was a welcome sight in even unsavory and sharply antagonistic corners of the Muslim world. In the midst of the political campaign even Hamas seemingly endorsed him saying, “Actually, we like Mr. Obama.” Winning over Hamas never was (nor should it have been) a litmus test, but when President Barack Obama was elected, there was near universal euphoria across Muslim communities.

Early on, Obama and others in the Administration acknowledged the challenge in meeting these expectations. Even before he was inaugurated, the Administration was already planning to mark this ‘new beginning.’ Going into the heart of Cairo to engage university students in an honest speech about a real change in relations between the U.S. and Muslims was indeed something to be commended. Subsequent to the speech, the White House created a position on the National Security Council for Global Engagement, and the State Department launched a number of partnership initiatives. In the fall of 2009, D.C. played host to the Presidential Summit of Entrepreneurship that brought together 250 delegates from over 50 (mostly Muslim) countries.

Then the situation started to become more difficult. There are no easy answers in the complex geopolitical relations in the wider Middle East and beyond. When the Green Movement in Iran demanded democratic change, the Obama administration had to contemplate whether it was for engagement with ‘regimes’ or engagement with ‘peoples.’ One of the President’s early visits was to Saudi Arabia to meet with King Abdullah prior to his Cairo speech, during which he said in reference to fundamental liberties, “They are human rights, and that is why we will support them everywhere.” But during his visit with the King, there was deafening silence on this point. The advent of the Arab Spring made these dilemmas even sharper. Support democracy in Tunisia and Egypt at the last minute. Push democracy by force in Libya. Half-heartedly support it in Yemen. Remain frozen on Syria. Tacitly oppose it everywhere else.

While Obama has grappled with difficult decisions, as any President would, he also shirked following up on critical points he made during his speech in Cairo. For example, he declared, “I have unequivocally prohibited the use of torture by the United States and I have ordered the prison at Guantanamo Bay closed by early next year.” Guantanamo Bay remains open, almost glaringly so. And while, torture has allegedly stopped being an officially sanctioned practice, summary executions and civilian casualties by drone strikes have dramatically increased in Pakistan, Afghanistan, Yemen, and the Horn of Africa. The latter have led directly to animus towards Obama from within many Muslim countries.

Then there was the line in the speech about the Israeli-Palestinian conflict: “The United States does not accept the legitimacy of continued Israeli settlements…The settlements must stop.” Of course, they did not. In fact, in February 2011 the U.S. vetoed a UN Security Council Resolution that called on Israel to simply “cease all settlement activities in the occupied Palestinian Territory.” Out of 15 countries on the Security Council, the U.S. was the lone dissent (and of course the fatal one). This is not to mention that the U.S. also stood against 95 percent of the world’s population in voting against recognizing Palestinian statehood at the United Nations General Assembly in November.

There were other elements of the ‘New Beginning’ that were promised, particularly around education and entrepreneurship. It is true that the U.S. has now (co-)organized three global entrepreneurship summits, in D.C., Istanbul, and Dubai, the latter being held in 2012. Yet, it is also clear that beyond the pomp of a summit, the once-robust programmatic initiatives that have come out have been weaker. Leadership changes within internal initiatives, as well as those with partners, have meant stalled if not stagnant programming. The idea of connecting entrepreneurs between the Muslim world and the West is a mutually beneficial and powerful concept, but it has not translated into the impact it should have by now. In the last summit in Dubai, it was as if the institutional memory from three years ago was lost, and everything was starting again.

All this being said, there still exists the perception that relations have improved between the U.S. and Muslim communities. However, since 2009 and Obama’s inauguration, positive views have been on a steady decline in Muslim countries, according to the Pew Global Attitudes Project. In 2009, 33 percent of respondents held confidence in Obama; that number slipped to 24 percent in 2012. In 2009, 25 percent of respondents held a favorable view of the U.S.; that figure dropped to 15 percent in 2012. Finally, approval of Obama’s ‘international policies’ fell from 34 percent in 2009 to 15 percent in 2012. Without a substantive shift, these numbers will continue to decline, further cementing the reality that there never was a new beginning.

Can things be turned around, given the current state of affairs? It would be misleadingly Pollyannaish to think that President Obama could snap his fingers and magically change opinion towards him from Muslim countries. Moreover, there are certain political realities that will remain. The U.S. will continue to be an ally of Israel. The U.S. will continue to fight terrorism. And the U.S. will not be able to fund new Marshall plans in the Middle East for the foreseeable future. Nevertheless, there is a lot that can and should be done.

At the outset, President Obama needs to re-launch a dialogue with the Muslim world. At the beginning of his first term he went to Cairo to give a speech. Perhaps he should go to Cairo in 2013 to have a conversation. In fact, since becoming president, Obama has visited only the country of his upbringing, Indonesia, apart from the initial trips to Saudi Arabia and Egypt (in addition to cloak-and-dagger visits to Afghanistan), within the Muslim world. Instead of distant speeches and dispatched drones, the Administration would be served by a President who is more engaged with his audience, through visits as well as frank and honest dialogue during those trips.

Although the U.S. will not reverse decades of support for Israel, it need not ally with the most extreme policies of the Israeli government. Continuing to be the lone voice at the United Nations and international community defending illegal Israeli practices is a sharp blow to many efforts of the Obama administration. There is no third-term, and the President should stop pandering to contrived political interests in Washington D.C. There are enough Jewish supporters, lobby groups, and intelligentsia, who would support a more moderate and principled set of policies towards the Palestinian-Israeli conflict.

Israel is, of course, not the only foreign policy issue that should be of concern. The U.S., while acting in its national interest, should remain consistent in its language and support for key principles of human rights. It is when it becomes caught in naked hypocrisy that support for the Administration falls, whether in Bahrain in 2011 or Egypt in 2012, and a range of countries, perhaps, in 2013.
Finally, initiatives that can make an impact on tackling the economic despair for young people, like the 100 million youth who will enter the labor market over the next decade in the Arab world, need to be prioritized. There needs to be sufficient attention and support for the global entrepreneurship program that can truly support the emerging and exciting entrepreneurial energy in places like Amman and Ramallah, Karachi and Kuala Lumpur. The U.S. has the best soft-power in this area, from the start-up scene in Silicon Valley to MIT Labs, yet it is hardly deployed, even though the White House calls entrepreneurship, “a critical pillar of U.S. global engagement.”

There is a tremendous opportunity in President Obama’s second term to catalytically shift relations with Muslim communities and turn potential adversaries into allies. If the status quo, however, is maintained in policy and practice, this opportunity will be lost.

This article originally appeared in the print edition of the Diplomatic Courier, in the January/February 2013 issue. It can be accessed online at: http://www.diplomaticourier.com/news/regions/middle-east/1315-on-day-one-a-new-new-beginning. 

          Assessing Syria: Seeking a Way Forward         
Today there was a pivotal meeting of the so-called 'Friends of Syria' group held in Marrakech, Morocco. At the meeting and just ahead of it, a number of countries recognized the Syrian National Coalition (the abbreviated name of the opposition group by consensus formed in Doha several weeks back) as the 'legitimate representatives of Syria.' Yet, this recognition and perhaps an approved tranche of funding, will certainly not be enough to end the despair and difficult situation in Syria right now. There are no easy solutions. I am reposting below a piece from a month-and-a-half ago that I wrote on a simple basis for a way forward.


This article was originally published on Syria Deeply, on October 29, 2012. 




In Syria today, there are no easy solutions. In fact, there may be no solutions at all, something that even UN Special EnvoyLakhdar Brahimi affirmed. Moreover, unless the objective is to destroy the castle in order to unseat the king, reinforcing the status quo of active conflict will only make Syria’s situation harder to solve.
The war scenes have been horrific over the last several months in Syria, particularly in Aleppo. The army has continued its systematic ground and air campaign, indiscriminately firing into vaguely-defined rebel areas in almost every major city.According to the United Nations, this has included: â€œmurder, summary executions, torture, arbitrary arrest and detention, sexual violence, violations of children’s rights, pillaging, and destruction of civilian objects – including hospitals and schools.”
Aleppo’s historic Souq, purportedly the largest in the entire Middle East, went up in flames in late September.  In early October, a blast by the extremist Jabhat al-Nusra group ripped through the heart of the city’s main square, brutally killing dozens of civilians and injuring countless more.  Violence from all sides continued with varying intensity through the Eid al-Adha holiday.
The Center for New American Security projects five potential scenarios in Syria. Unfortunately, some of these are either unlikely (i.e. #2 managed transition) or ominous (i.e. #5 disintegration of the country). The fourth scenario envisions that Bashar Assad remains in power after a protracted civil war, something that seems completely untenable for regional forces and many Syrians to accept, despite Iran, Russia and perhaps China in support. The first scenario, the sudden death of Assad, is neither a solution nor something to bank on. Even if Assad is killed, his regime is well entrenched in Syria. Scenario number three, which consists of the overthrow of the regime by the armed opposition, appears to be where the U.S., the GCC, and Europe have invested most of their energies, somewhat nervously.
It has become increasingly clear, however, that this latter scenario is dangerous, will not work, and is only leading to a greater conflagration of violence and deaths. UN Envoy Brahimi, who has extensive experience in conflict mitigation from Iraq to Afghanistan, has even told the Saudi King that the crisis “would not be resolved through military means.” Conversely, any scenario that keeps Assad in power and the regime status quo intact is a hollow solution that won’t satisfy the armed opposition, as the breakdown of Kofi Annan’s plan demonstrated (a plan that did not explicitly call for a regime transition). Yet foreign military intervention to dislodge the regime still appears unlikely and counter-productive.
That leaves us with a quixotic proposal that also seems like the only plausible option: the simultaneous call for a universal ceasefire and an immediate process of transition of the regime. Many rebel groups, particularly hardline Salafist jihadist fighters, would hardly be receptive to any ceasefire. Yet, other groups, such as the Farouq Batallion, could welcome a ceasefire if it was accompanied by real change in Syria’s leadership. Such a ceasefire could also be guaranteed by a no-fly-zone. This would give Russia and China comfort that the no-fly-zone is part of a universal cessation of violence, and not one simply imposed on the Syrian government.
Meanwhile, on the regime side, its supporters have already been meeting with opposition groups, demonstrating declining confidence in Assad. Russia has received several opposition delegations, and there are reports that Iran has met with the Muslim Brotherhood, although Tehran denies the meeting. Even in regime strongholds, such as Assad’s hometown ofQardaha, there have been growing skirmishes between groups as the situation has grown fractious.
The dual call for a simultaneous, robust ceasefire and a process of regime transition seems simple and obvious. And while there are many layers of complexity, and a complicated path to align stakeholders to make it happen, it is this dual call that is the only basis for a real solution to Syria. The alternative, a systematic escalation in violence, is no solution at all.

          A world of Islams        

This article originally appeared in the Princeton Alumni Weekly magazine.

A world of Islams

By Taufiq Rahim ’04
Published in the December 12, 2012, issue


ILLUSTRATION: ROBERT NEUBECKER
I remember waking up in my dorm room on the morning of Sept. 11, 2001, to the shouts of my hall-mate and friend beckoning me to come next door. It was the beginning of our sophomore year, and I was a leader of the Muslim Students Associa­tion (MSA) at Princeton. Watching television in 1937 Hall, we were gripped and confounded by the horrific scenes that unfolded in the ensuing hours, which are forever etched in my ­memory —  as I am sure they are for countless others.

It was the start of what has been termed the post-9/11 decade, during which much of the world’s narrative was shaped by an “us versus them” mentality. Especially in the first few years, Muslims in the West endured an uncomfortable feeling that the surrounding society considered them suspect.
I fielded calls shortly after the Sept. 11 attacks from local newspapers, the reporters asking if things were OK for Muslims on campus. Though there were incidents, the general situation at Princeton was safe. I sometimes received hate mail. One group of students was assaulted one weekend in Boston and returned with the bruises to show for it. And, I, like so many others, was given the so-called special treatment and faced lengthy interrogations at JFK or Newark whenever flying to and from school.

I came to Princeton as a student like everyone else, but at some point I had to transform into an ambassador of understanding. The funny thing is, at the same time I was explaining Islam to promote understanding, I was questioning the state of Islam in the world around me. It is a duality that has stayed with me in the years since.

This year, on the anniversary of the attacks, a deadly assault on the U.S. consulate in Benghazi, Libya, shocked the world once again. It also shocked the residents of Benghazi. This past January, I spent time with youth activists and entrepreneurs in that city. What I witnessed was a courageous and driven group of young Libyans determined to forge a better future. Alongside tens of thousands of their compatriots, many of these youth marched in mid-September to the central al-Kish Square in memory of the slain U.S. ambassador, Chris Stevens, calling as well on militias to disarm.

Their march was emblematic of the duality I experience. No doubt, there is still a need to combat what is more a “clash of ignorances” (not a clash of civilizations) across the divide between the Muslim world and the West. This was the impetus that drove two colleagues and me to found the nonprofit initiative Project Encounter, which promotes engagement and dialogue. We bring groups of young people from North America and Europe to the Middle East, to allow them to form their own narrative about the region. I feel that only through improved understanding and greater familiarity can we find constructive ways forward.

Nevertheless, through my work and travels in countries from Afghanistan to Syria, Palestine to Pakistan, and places in between, I find there is a need for just as much soul-searching within Muslim communities themselves.

When a cheaply made YouTube film can lead to violent demonstrations in more than a dozen countries, you cannot help but ask questions. When a young Christian girl can be jailed swiftly on the demands of an unhinged cleric alleging “blasphemy” in Pakistan, you cannot help but raise an objection. When a college is raided and 25 students are killed in Nigeria by a group whose name (Boko Haram) means “West­ern education is sinful,” you cannot help but be dismayed.
For many countries in the Muslim world, the next few years will not be easy. The political and economic challenges facing them are immense — and that’s an understatement. A few are in active states of internal conflict, if not internecine warfare. Others are under the grip of debilitating authoritarian regimes. So many are still afflicted by economic deprivation.

There are, of course, counterexamples. In places like Malaysia and Dubai, there are new economic models of development. The Arab uprisings have started to push back against political authoritarianism. Yet the forces of religious orthodoxy seem to be not only constant, but growing. Popular clerics who appear on Pakistani television are busy calling minority groups, such as Ahmadis, non-Muslims — with deadly consequences. I remember seeing the bloodstains in an Ahmadi mosque in Lahore in 2010, shortly after an attack by religious militants. More than 90 people had died in attacks at two mosques. Within a year, the governor of the Punjab province, of which Lahore is the capital, had been assassinated for opposing draconian blasphemy laws, as was the federal minister of religious minorities. What was the basis or justification for those attacks?

Sooner or later, everybody comes into the sights of the bully pulpit: marginalized groups such as Ahmadis, other religious groups and Muslim minorities, and then so-called “moderates.” Sufi shrines that existed for centuries have been attacked and destroyed by extremist groups in recent months in Libya and Mali. When I was working for an NGO in the Gujarat province in India, many of my meetings were held in Hindu temples, sometimes during religious ceremonies. What would the view of the hardline Muslim orthodoxy be of me?

Traveling through the wider region, you quickly realize that while the bullies are strong and loud, they are surrounded by people who would like to see a pluralistic and prosperous society. These are people like the young activists I met in Libya. They are the Saudi Arabian entrepreneurs who have formed an organization dedicated to the empowerment of women in the workforce (Glowork). They include my Syrian friends who are helping to ensure that those fleeing conflict have a place of refuge, no matter their sect or creed. They are like my former colleagues, who have spent their entire careers in Pakistani villages working on local development.

I’m hopeful that these progressive forces within many Muslim communities and Muslim-majority countries can coalesce to form a stronger and wider constituency for change. Such a movement would be the most effective bridge between the Muslim world and the West, as well. 

          Gelar Demonstrasi, 14 Aktivis Syiah Arab Saudi Divonis Hukuman Pancung        
Gelar Demonstrasi, 14 Aktivis Syiah Arab Saudi Divonis Hukuman Pancung
          Saudi Mulai Berubah soal Bashar Al-Assad        
Televisi al-Alam mengutip Russia al-Yaum menyatakan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mendadak berubah sikap terkait Presiden Suriah Bashar al-Assad.
          Kejam, Serangan Jet Tempur Saudi Tewaskan Sejumlah Anak-anak Yaman        
Kejam, Serangan Jet Tempur Saudi Tewaskan Sejumlah Anak-anak Yaman
          Kembali Serangan Jet Tempur Arab Saudi di Yaman Renggut Korban Sipil         
Kembali jet tempur Arab Saudi menelan korban dari warga sipil Yaman dalam serangan terbarunya pada Jum'at pagi (4/8) di sejumlah pemukiman penduduk di provinsi Saada di wilayah bagian utara Yaman.
          Jemaah Haji Iran Gelar Doa Kumail di Madinah al-Munawarah        
Jemaah haji Republik Islam Iran menggelar Doa Kumail pertama di tiga titik kota Madinah al-Munawarah di malam Jumat pertama kehadiran mereka di Arab Saudi.
          Pangeran Muda Arab Saudi Dijebloskan ke Penjara karena Melakukan Penganiayaan         
Pangeran Muda Arab Saudi Ditangkap Dijebloskan ke Penjara karena Melakukan Penganiayaan
          Menlu Iran dan Saudi Bertemu Disela-sela KTT OKI Istanbul         
Menlu Iran dan Saudi Bertemu Disela-sela KTT OKI Istanbul
          Kedatangan Kloter Pertama Calon Jamaah Haji Iran Disambut Hangat di Arab Saudi        
Kloter pertama calon jamaah haji asal Iran telah tiba di bandara kota Madinah al Munawarah senin (31/7) yang disambut simpatik dan hangat langsung oleh wakil Menteri Urusan Haji Arab Saudi Muhammad Abdurrahman al-Baijawi beserta para staffnya.
          A lontra        
No sábado fui ver a lontra, a lontra Mikas, a lontra Mikas pareceu-me uma pessoa muito saudável enquanto esfregava a cara com as suas duas mãozinhas, parece que às vezes também é vista de mão dada com a outra lontra com quem partilha casa e mesa. A lontra Mikas não deve ter facebook.

          White House Downplays Trump Tweets On Gulf Feud         
Updated at 5:20 p.m. ET Spokespeople at the White House and the State Department say the Trump administration remains committed to cooperation among Arab allies in the Middle East. The reassurance comes after a series of tweets in which President Trump appeared to be siding with Saudi Arabia and other Gulf states in their push to isolate Qatar. The Saudis, Egypt and several neighboring countries abruptly severed diplomatic ties to Qatar on Monday, while also cutting off transportation links to the country. Qatar is regional headquarters for U.S. Central Command and home to some 10,000 American troops. "The United States continues to be in close communication with all the parties to resolve the issues and restore cooperation, which is so important to regional security," said White House spokesman Sean Spicer on Tuesday. "The U.S. still wants to see this issue de-escalated and resolved immediately, in keeping with the principles that the president laid out in terms of defeating terror
          Tecnologia Alternativa        
Visita dos alunos do curso de pedagogia da UFRPE a escola de referência Manoel Martins de Lima no dia 25/10/2011.


Alunos da Escola Manoel Martins de Lima vem desevolvendo junto ao SERTA com apoio do UNICEF no projeto Jovens pela Educação em Convivencia com o Semiarido na realização de ações voltada a tecnologia alternativa com interação pedagogica no desenvolvimento do ensino aprendizagem dos nossos meninos e meninas desenvolvendo assim um aprendizado significativo ,porém conheça algumas ações pedagogica que faz o maior sucesso a feira do verde, onde nela temos vários produtos sem agrotóxicos produzido na nossa própria horta escolar .Onde é desenvolvido um trabalho pedagogico envolvendo o curriculo escolar na prática pedagogica contextualizada com o sistema de numeração decimal, produção de textos ,alimentações saudaveis, pesquisa que vão nortear o desdobramento das atividades.Junto os alunos e,comunidade, gestores , equipe pedagogica e coordenadora da secretaria de educação.










          Jika Anda tidak tahu rasanya kehilangan, Anda tidak akan pernah bisa mensyukuri.        

Jika Anda tidak tahu rasanya kehilangan, Anda tidak akan pernah bisa mensyukuri.

Itu sebabnya, orang yang pernah kehilangan, paling mengerti nilai dari yang sedang ada padanya, dan dengannya paling mengerti indahnya bersyukur.

Apakah ada kebaikan yang sedang Anda sia-siakan hari ini, yang akan diambil dari Anda agar Anda belajar untuk mensyukuri?

Apakah Anda sedang menyia-nyiaan kesehatan?

Apakah Anda sedang menelantarkan orang yang mencintai Anda?

Apakah Anda sedang mengeluhkan pekerjaan yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh banyak saudara kita yang sedang menganggur?

Apakah Anda sedang menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sementara yang nanti Anda butuhkan saat – God forbids – Anda terluka parah atau dinyatakan gagal ginjal?

Atau apakah Anda sedang menggunakan mulut yang seharusnya untuk berdoa dan memuji sesama itu – untuk memaki, dan menunggu saat penyesalan – yaitu ketika janji Tuhan untuk kecelakaan bagi para pengumpat itu datang?

………..

Kita sering tidak menghargai nikmat Tuhan sampai nikmat itu dicabut.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan?

………..

Marilah kita hidup ikhlas dalam kebaikan, dan mengutamakan bersyukur daripada mengeluh, dan mendahulukan tindakan daripada prasangka buruk.

Mario Teguh – Loving you all as always


          The Negotiator - Book Review        

After reading The Afghan, I needed one good Frederick Forsyth novel to boost my liking for my favorite author. The Negotiator did not disappoint me. Yes, the ending was a bit too fast and a tad bland without the usual great twist to the tale, but the novel is worth reading just for the first 300 pages.

The Negotiator has its share of layers that Forsyth is famous for, but the layers are not as differentiated as I have seen in his other novels. This results in us being able to guess to a good degree on the relationship between the threads. The threads in the novel are:
1) Oil resources depleting in USSR (yes, the book was written during the period of the undivided Soviet republic) and the army chief planning to launch an attack on a Saudi nation
2) Oil resources depleting in USA and an oil tycoon evaluating alternate options to get oil
3) The new US president getting into a demilitarization deal with his soviet counterpart. The arms suppliers in US, the army personnel in the USSR and few others preparing to thwart the demilitarization plan
5) The planning of a coup in Saudi Arabia
6) A student in a university in England
7) Mercenaries from Belgium
8) A negotiator

I found the vintage Forsyth touches in these places:
a) The title of the novel gives the impression that most of the novel would be about the negotiation. But the fact that the negotiation ended half way into the novel was interesting
b) The "introduction" of the president's son in true Forsyth style
c) The dialogues in the flight from USA to UK wh the negotiator meets the CIA folks

It is a good novel with fast paced action. But I am a bit disappointed with some aspects of it.
a) I was expecting all threads to converge at the climax stages, but some of them ended early. The story of the banker in Arabia had the potential to build into something great, but just frittered away.
b) Of the numerous intelligent agents from the US and UK, I expected some one to do something astonishing. But they too turned out to be like the cops in Indian movies who just watch the hero handle the bad guys.
c) What was the part of the KGB except for giving the hero a good shave and some money?
d) What about the protagonist’s friends in Spain. Poor folks were mercilessly wasted in the novel


          Hotel na Índia hospeda somente pessoas à beira da morte        
Devotos acreditam que morrer na chamada Casa da Libertação lhes libertará do ciclo da vida e da morte


BENARES – O hotel Mukti Bhawan, ou Casa da Libertação, na cidade sagrada de Benares, na Índia, tem uma estrita política de admissão: apenas hóspedes que morrerão em menos de duas semanas.
Locais como esse se espalham pela capital espiritual do país para acomodar durante seus dias finais os milhares de devotos que desejam exalar seu último suspiro no hotel, algo que, segundo a tradição hindu, lhes libertará do ciclo da vida e da morte.
Hotel Mukti  Bhawan, conhecido como Casa da Libertação, é um local sagrado para morrer na religião hindu 
Hotel Mukti Bhawan, conhecido como Casa da Libertação, é um local sagrado para morrer na religião hindu (Foto: EFE/Alberto Peña)
A crença popular diz que um banho no rio Ganges lava os pecados e ser incinerado em suas margens livra as almas da reencarnação, mas morrer na mais sagrada das localidades banhadas por suas águas é um passaporte direto para a salvação, algo reservado somente aos mais privilegiados.
Em uma viela a uma curta distância do rio, um pequeno jardim dá passagem a um edifício de fachada de cor cereja e janelas verdes. Logo após atravessar a porta da Casa da Libertação, a estética amável do exterior morre pelas mãos do cinza que inunda tudo.
Doze austeros quartos com as paredes descascadas se distribuem em dois andares ao redor de um pátio central, no qual jaz, solitária, uma velha cadeira de rodas. Onze portas abertas de par em par refletem uma capacidade quase completa.
A alta temporada ficou para trás com o sufocante calor que em maio e junho dá a muitos idosos o último empurrão rumo ao outro mundo. A verdade é que o hotel “está cheio a maior parte do tempo”, afirmou a nora do gerente, Jyotsna Shukla.
Os hóspedes do hotel, que cobra apenas as despesas de eletricidade, procedem em sua maioria do próprio estado de Uttar Pradesh ou do vizinho Bihar, e em algumas ocasiões chegam em ambulâncias.
“Muitas vezes estão saudáveis, portanto, temos que pedir para irem embora”, contou a mulher de meia idade, que administra a propriedade junto ao resto de sua família.
Jyotsna reconheceu que trabalhar em um lugar assim rende momentos “apavorantes”, especialmente quando se escuta os parentes dos moribundos chorarem, mas seu sorriso largo explica como o tempo a ensinou a encarar tudo com humor.
Entre risos, lembrou o caso de um homem que, após esgotar o prazo de duas semanas, voltou uma segunda vez disposto a conseguir a libertação de uma vez por todas. Ao ser perguntada se ele enfim havia conseguido, Shukla explodiu em uma grande gargalhada e negou com cara de incredulidade: “Teve que voltar uma terceira vez”.
O momento exato da morte é sempre difícil de antecipar, mas para os que lá se hospedam, parece estar na sala ao lado.
Radhika Devi aguardava a partida do marido, de 65 anos e doente terminal, recostada em uma cama de madeira sem colchão. Ele já havia deixado de comer e se alimentava unicamente de água e leite.
“Fomos juntos ao hospital, mas os médicos nos disseram que não havia esperança, portanto viemos pra cá. Ele conhecia a importância deste lugar”, declarou a mulher.
Todos os hóspedes devem estar acompanhados de pelo menos dois parentes no momento do registro, apesar de em alguns casos, como o de Devi, só um deles ter se alojado no hotel e o outro ter retornado apenas no dia da libertação, detalhou o jovem Gopal Chaubey, de 17 anos.
Gopal conhece todos os segredos do Mukti Bhawan, já que seu avô é o encarregado de cuidar do “templo” do lugar, um pequeno altar com brilhantes figuras de deuses, situado em uma esquina de azulejos brancos ao lado da recepção.
“Há uma oração e três oferendas ao dia”, relatou Gopal, ao assegurar que o edifício, fundado em 1958 pelo empresário Vishnu Hari Dalmia em memória de sua avó, é um “lugar sagrado”.
Nas escadas de acesso ao rio, as piras funerárias ardem durante as 24 horas dos 365 dias do ano para cobrir a alta demanda, elevando uma fileira de fumaça ao céu por cada alma libertada.








Via: Estadão

          20 atrações do Circo dos Horrores        

Uma das maiores formas de entretenimento de nossos antepassados eram os espetáculos circenses. Nestes shows, não eram apenas os animais que eram cruelmente maltratados nos bastidores, haviam também humanos com deformações que, apesar de não serem maltratados como os animais, eram explorados pelos donos dos circos que tiravam proveito de duas deformações para enriquecerem, e estas pessoas eram muitas vezes os pontos altos do espetáculo.

A presença deste tipo de atração nos circos revelava uma verdade que muitos não admitem, apesar de verdadeira: nós humanos somos instintivamente fascinados por coisas bizarras ou esquisitas demais, principalmente quando esta “atração” é relacionada a outros humanos. Isso é tão verdade, que sua curiosidade levou você leitor até a esta lista. 
muitos ai de vocês já devem ter ouvido falar do Circo dos Horrores e muitos nunca nem deve ter ouvido mais muito de vocês já devem te assistido ou ouvido falar da serie de TV American Horror Story pois bem meus amigos a serie é bem bizarrinha em alguns episódios mas ela é baseada em alguns fatos reais do Circo dos Horrores que realmente existiu, então fiz algumas pesquisas e achei algumas coisas através do Youtube e consegui encontrar algumas coisas bem legais, vejam a seguir 20 atrações bizarras do circo:

1. Mirin Dajo, o “alfineteiro” humano

Na década de 1940, Dajo era conhecido por suas performances de palco, onde permanecia parado enquanto seu assistente o atravessava com lâminas de esgrima, uma a uma. O show era assustador, mas Dajo nunca vacilou, nunca mostrou a menor dor.
Os médicos resolveram estudar o caso de Dajo. Ele então foi convidado para exames médicos e para a surpresa dos Dajo estava muito bem. Com a lâmina da esgrima atravessada no peito, Dajo se dirigiu até um laboratório para exames de raios-X, onde constataram que não se tratava de uma trapaça. A esgrima de fato atravessou seu abdômen, passando próxima a seus órgãos internos sem danificá-los.
Apesar de sua incomum habilidade, Dajo acabou vacilando em uma de suas apresentações e morreu aos 35 anos com uma ruptura de sua veia aorta, após uma apresentação onde engoliu uma espada de aço afiada. Veja um vídeo de uma das apresentações de Dajo neste link.

2. Lucia Zarate, a “menor pessoa que já viveu”

Portadora de ananismo primordial microcefálico do tipo 2, Zarate nasceu em San Carlos, México, em 1890. Mesmo quando completou 18 anos, ela manteve sua estatura minúscula e pesava menos de 2 kg.


3. O incrível homem “piercing”

Apesar de hoje os piercings serem algo normal, na década de 1930 piercings em humanos eram considerados algo bizarro. O artista da imagem era conhecido como o “Pierced Man”, e assim como Mirin Dajo ele também fazia sucesso com sua atração de palco nos circos, onde perfurava sua pele e seus membros com acessórios pontiagudos.

4. Pip e Flip, as “gêmeas de Yucatan”

Causada por uma falha de desenvolvimento neurológico, a microcefalia fez com que as gêmeas Pip e Flip nascessem com crânios menores do que os das demais pessoas.


5. Eli Bowen, a “maravilha sem pernas”

Nascido em 1844 no estado norte-americano de Ohio, Bowen impressionava o público com seus giros, quedas e acrobacias, que realizava mesmo sem ter pernas. Portador de focomelia, doença genética conhecida popularmente como “membros de foca”, ele viveu até os 79 anos de idade.

6. Oddity Fat & Skinny Man, os “boxeadores circenses”

Oddity Fat & Skinny Man eram famosos na década de 1900 como os boxeadores circenses. Isto por causa das exageradas medidas de seus corpos, um era baixo e muito gordo, o outro alto e magro demais. As apresentações deles eram artísticas e hilárias, eles não se espancavam no palco, mas arrancavam boas gargalhadas do público.

7. Fred Wilson, o “garoto-lagosta”

Nascido nos estado norte-americano de Massachusetts em 1866, Wilson era uma das principais atrações de um circo na época. Ele era portador de uma condição chamada ectrodactilia, que fazia com que os afetados nascessem sem o dedo central nas mãos ou pés – que acabavam parecendo com as pinças de lagostas e caranguejos.


8. Josephene Corbin, a mulher de “quatro pernas”

Josephene Myrtle Corbin foi uma mulher americana célebre por ter sido uma atração de circo. Corbin ficou famosa por ter quatro pernas e duas vaginas como defeito de nascença, provavelmente resultante da fusão de dois embriões no útero de sua mãe. Apesar de ter tantas pernas, apenas uma era completamente funcional.

9. John Jennings, o “sansão moderno”


10. Mike, o frango “sem cabeça”

Não eram apenas os humanos que eram explorados por suas deformações em shows de horrores do passado. Mike, um frango que não tinha cabeça, também era uma das atrações circenses da época. Mike perdeu sua cabeça em um acidente, mas acredite ou não, o franguinho viveu 18 meses sem sua cabeça, apenas sob os cuidados de seu dono. Provavelmente esse frango deve ter sido parte de alguma coisa com o capiroto ushus pois 30% do publico ia pra ver ele e 18 meses foi o tempo pra o circo enriquecer.

11. Minnie Woolsey, a Koo Koo, ou “garota-pássaro”

Afetada pela síndrome de Seckel, Woolsey sofria de uma condição que causou a ela alguns problemas mentais e a deixou careca e quase cega – motivo que a fazia usar óculos enormes. Ela foi enviada para um asilo no estado norte-americano da Geórgia, onde permaneceu até ser liberada por um diretor de circo, que a acolheu e a incluiu em seus espetáculos como a garota pássaro. 

12. Um artista com enormes pés, e um artista sem braços


13. Unzie, o “albino”

Unzie nasceu na Nova Zelândia, mas passou a trabalhar para o Barnum & Bailey Circus desde criança para uma turnê pela Europa e, eventualmente, pelos EUA. Unzie era albino e tinha um cabelo estilo afro bem diferente. O pessoal do circo faturou uma boa grana com ele, pois ele ficou muito conhecido como o “Incrível Australiano Aborígene”.
As pessoas pensavam que ele era realmente um aborígene albino, que nasceu em uma tribo e que era adorado como uma espécie de deus por seu povo. Sua história rodou pelo mundo e alguns cartazes com desenhos mostravam o jovem Unzie vivendo em condições primitivas entre aborígenes e cangurus.


14. Annie Jones, a “mulher barbada”

Provável portadora de hirsutismo, aos cinco anos de idade Jones já possuía costeletas e um bigode completo. A garota foi sequestrada por um frenólogo – nome dado aos estudiosos da teoria de que a aparência de uma pessoa poderia demonstrar suas características mentais, mas conseguiu escapar de seu sequestrador enquanto seus pais ainda estavam no julgamento do seu sequestro. (Lembrando que essa moça foi inspiração para as mulheres barbadas que os circos usam hoje em dia e nos filmes e etc...)

15. Ella Harper, a “garota camelo”

Ella Harper, nascida no Tennessee, EUA, em 1873, ficou amplamente conhecida na época como a “garota camelo”. Harper nasceu com uma rara condição ortopédica chamada recurvato genu congênita, que fazia com que seus joelhos se dobrassem para trás. Sua preferência para andar de quatro resultou em seu apelido de “garota camelo”. Em 1886, ela foi apresentada como a estrela do Circo WH Harris, aparecendo em jornais em cidades por onde o circo passou.

16. Felix Wehrle, o “homem da pele elástica”

Felix Wehrle era um americano que ficou famoso no circo no século 19 por sua deformidade. Ele sofria de uma doença rara chamada síndrome de Ehlers-Danlos ou Cutis elastica. A doença se mostra como um defeito na produção do colágeno. O colágeno no tecido conjuntivo é responsável por auxiliar na resistência à deformação dos tecidos, é um importante contribuinte para a força física da pele.


17. O “espetacular homem de duas cabeças”

Pessoas com condições de nascença anormais eram os pontos altos dos espetáculo de horrores da época. Muitas vezes porque as pessoas não estavam muito acostumadas com isso, e não havia também tanta informação naquela época. Este homem sofreu com uma condição de nascença também resultante da fusão de dois embriões no útero de sua mãe. Ele ficou conhecido na época com o “espetacular homem de duas cabeças”.

18. A “mulher tatuada”

Em nossos dias é absolutamente normal alguém ter seu corpo inteiro, ou grande parte dele, tatuado. Mas no passado, em uma época em que as mulheres mal mostravam as pernas, isso era absolutamente estranho. É por isso que esta mulher ficou tão conhecida nos show de horrores da época como a “mulher tatuada”.

19. Alice Doherty, o “bebê peludo” de Minessota

Não, não é o Chewbacca. Alice Elizabeth Doherty foi uma das mais fantásticas “aberrações” americanas de todos os tempos, a única pessoa conhecida por ter nascida nos Estados Unidos com a condição extremamente rara de hipertricose lanuginosa. Ela nasceu em Minneapolis, EUA, em 14 de março de 1887, de pais normais e ela tinha dois irmãos, um menino e uma menina, que também eram normais. Ao nascer, Alice estava toda coberta por cabelo loiro de cerca de 5 cm de comprimento. Ela começou sua carreira no circo com 2 anos de idade. “Alice era brilhante e inteligente no palco”, comentou um escritor americano. “Ela tinha lindos olhos azuis, e era tão brincalhona quanto um gatinho”, completa.

A família de Alice mudou-se para Dallas, no estado do Texas, entre 1900 e 1910, e foi lá que Alice se aposentou em 1915. Ela faleceu em 13 de junho de 1933, de causas desconhecidas, com a idade de 46 anos de idade.


20. Isaac W. Sprague, o “esqueleto vivo”

Embora tenha sido uma criança normal na maior parte de sua infância, Sprague começou a perder peso com 12 anos de idade. Em 1865, ele se juntou a um espetáculo de circo, tornando-se “o esqueleto vivo”. Sprague casou-se com Minnie Thompson e o casal teve três filhos, saudáveis, robustos e “fortinhos”. Ele morreu aos 44 anos de idade, com 1,70 m de altura e pesando pouco mais de 43 quilos. Apesar de ter ajudado a enriquecer os donos de circo cujo qual ele trabalhou, Sprague morreu na pobreza, de asfixia.


Via: Madrugada na Nett

          KEUTAMAAN QIRADH        
1.    KEUTAMAAN QIRADH (PINJAM MEMINJAM) makalah pendidikan

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan di antara sekian banyak kesusahan dunia dari seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari sekian banyak kesusahan hari kiamat; barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang didera kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut selalu menolong saudaranya.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 1888, Muslim IV: 2047 no: 2699, Tirmidzi IV: 265 no: 4015, ‘Aunul Ma’bud XIII: 289 no: 4925).
Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Nabi saw bersabda, “Tidaklah seorang muslim memberi pinjaman kepada orang muslim yang lain dua kali, melainkan pinjaman itu (berkedudukan) seperti shadaqah sekali.” (Hasan: Irwa-ul Ghalil no: 1389 dan Ibnu Majah II: 812 no: 2430).
2.    PERINGATAN KERAS TENTANG HUTANG
Dari Tsauban, mantan budak Rasulullah, dari Rasulullah saw, bahwa Beliau bersabda, “Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya masuk surga: (pertama) bebas dari sombong, (kedua) dari khianat, dan (ketiga) dari tanggungan hutang.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1956, Ibnu Majah II: 806 no: 2412, Tirmidzi III: 68 no: 1621).
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Jiwa orang mukmin bergantung pada hutangnya hingga dilunasi.” (Shahih: Shahihul Jami’ no: 6779 al-Misykah no: 2915 dan Tirmidzi II: 270 no: 1084).
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu Dinar atau satu Dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi Dinar dan tidak (pula) Dirham.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1985, Ibnu Majah II: 807 no: 2414).
Dari Abu Qatadah ra bahwasannya Rasulullah pernah berdiri di tengah-tengah para sahabat, lalu Beliau mengingatkan mereka bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada-Nya adalah amalan yang paling afdhal. Kemudian berdirilah seorang sahabat, lalu bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku gugur di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus dariku?” Maka jawab Rasulullah saw kepadanya “Ya, jika engkau gugur di jalan Allah dalam keadaan sabar mengharapkan pahala, maju pantang melarikan diri.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Melainkan hutang, karena sesungguhnya Jibril ’alaihissalam menyampaikan hal itu kepadaku.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1197, Muslim III; 1501 no: 1885, Tirmidzi III: 127 no: 1765 dan Nasa’i VI: 34).
3.    ORANG YANG MENGAMBIL HARTA ORANG LAIN DENGAN NIAT HENDAK DIBAYAR ATAU DIRUSAKNYA
Dari Abi Hurairah ra dari Nabi saw, Beliau bersabda, “Barangsiapa mengambil harta orang lain dengan niat hendak menunaikannya, niscaya Allah akan menunaikannya, dan barang siapa yang mengambilnya dengan niat hendak merusaknya, niscaya Allah akan merusakkan dirinya.” (Shahih: Shahihul Jami’ no: 598 dan Fathul Bari V: 53 no: 2387).
Dari Syu’aib bin Amr, ia berkata: Shuhaibul Khair ra telah bercerita kepada kami, dari Rasulullah saw, bahwasannya Beliau bersabda, “Setiap orang yang menerima pinjaman dan ia bertekad untuk tidak membayarnya, niscaya ia bertemu Allah (kelak) sebagai pencuri.” (Hasan Shahih: Shahihul Ibnu Majah no: 1954 dan Ibnu Majah II: 805 no: 2410).
4.    PERINTAH MELUNASI HUTANG
Allah swt berfirman :
“Sesunguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisaa’: 58).
5.    MEMBAYAR DENGAN BAIK
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Adalah Nabi saw pernah mempunyai tanggungan berupa unta yang berumur satu tahun kepada seorang laki-laki. Kemudian ia datang menemui Nabi saw lalu menagihnya. Maka Beliau bersabda kepada para Shahabat, “Bayar (hutangku) kepadanya.” Kemudian mereka mencari unta yang berusia setahun, ternyata tidak mendapatkannya, melainkan yang lebih tua. Kemudian Beliau bersabda, “Bayarkanlah kepadanya.” Lalu jawab laki-laki itu, “Engkau membayar (hutangmu) kepadaku (dengan lebih sempurna), niscaya Allah menyempurnakan karunia-Nya kepadamu.” Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang terbaik di antara kamu dalam membayar hutang.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil V: 225, Fathul Bari IV: 58 no: 2393, Muslim III: 1225 no: 1601, Nasa’i VII: 291 dan Tirmidzi II: 389 no: 1330 secara ringkas).
Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata, “Saya pernah menemui Nabi saw di dalam masjid Mis’ar berkata, “Saya berpendapat dia (Jabir) berkata: Di waktu shalat dhuha, kemudian Rasulullah bersabda, “Shalatlah dua raka’at.” Dan Rasulullah pernah mempunyai tanggungan hutang kepadaku, lalu Rasulullah membayar lebih kepadaku.” (Shahih: Fathul Bari V: 59 no: 2394, ‘Aunul Manusia’bud IX: 197 no: 3331 kalimat terakhir saja).
Dari Isma’il bin Ibrahim bin Abdullah bin Abi Rabi’ah al-Makhzumi dari bapaknya dari datuknya, bahwa Nabi saw pernah meminjam uang kepadanya pada waktu perang Hunain sebesar tiga puluh atau empat puluh ribu. Tatkala Beliau tiba (di Madinah), Beliau membayarnya kepadanya. Kemudian Nabi saw bersabda kepadanya, “Mudah-mudahan Allah memberi barakah kepadamu pada keluarga dan harta kekayaanmu; karena sesungguhnya pembayaran hutang itu hanyalah pelunasan dan ucapan syukur alhamdulillah.” (Hasan: Shahih Ibnu Majah no: 1968 dan Ibnu Majah II: 809 no: 2424, dan Nasa’i VII: 314).
6.    MENAGIH HUTANG DENGAN SOPAN
Dari Ibnu Umar dan Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menuntut haknya, maka tuntutlah dengan cara yang baik, baik ia membayar ataupun tidak bayar.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1965 dan Ibnu Majah II: 809 no: 2421).
7.    MEMBERI TANGGUH KEPADA ORANG YANG KESULITAN
Allah swt berfirman:
“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan, menshadaqahkan (sebagian atau semua hutang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS al-Baqarah: 280)
Dari Hudzaifah ra, ia berkata: Saya pernah mendengar Nabi saw bersabda, “Telah meninggal dunia seorang laki-laki.” Kemudian ia ditanya, “Apakah yang pernah engkau katakan (perbuat) dahulu?” Jawab Beliau, “Saya pernah berjual beli dengan orang-orang, lalu saya menagih hutang kepada orang yang berkelapangan dan memberi kelonggaran kepada orang berada dalam kesempitan, maka diampunilah dosa-dosanya.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1963 dan Fathul Bari V: 58 no: 2391).
Dari Abul Yusri, sahabat Nabi saw, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dinaungi Allah dalam naungan-Nya (pada hari kiamat), maka hendaklah memberi tangguh kepada orang yang berada dalam kesempitan atau bebaskan darinya.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1963 dan Ibnu Majah II: 808 no: 2419).
8.    PENUNDAAN ORANG MAMPU ADALAH ZHALIM
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Penundaan orang yang mampu adalah suatu kezhaliman.” (Muttfaaqun ’alaih: Fathul Bari V: 61 no: 2400, Muslim III: 1197 no: 1564 ‘Aunul Ma’bud IX: 195 no: 3329, Tirmidzi II: 386 no: 1323, Nasa’I VII: 317 dan Ibnu Majah II: 803 no: 2403).
9.    BOLEH MEMENJARAKAN ORANG YANG ENGGAN MELUNASI HUTANG PADAHAL MAMPU
Dari Amr bin asy-Syuraid dari bapaknya Rasulullah saw bersabda, “Penundaan orang yang mampu (membayar) dapat menghalalkan kehormatannya dan pemberian sanksi kepadanya.” (Hasan: Shahih Nasa’i no: 4373, Nasa’i VII: 317, Ibnu Majah II: 811 no: 2427, ‘Aunul Ma’bud X: 56 no: 3611 dan Bukhari secara mu’allaq lihat Fathul Bari V: 62).
10.    SETIAP PINJAMAN YANG MENDATANGKAN MANFA’AT ADALAH RIBA
Dari Abu Buraidah (bin Abi Musa), ia bercerita, “Saya pernah datang di Madinah, lalu bertemu dengan Abdullah bin Salam. Kemudian ia berkata kepadaku, “Marilah pergi bersamaku ke rumahku, saya akan memberimu minum dengan sebuah gelas yang pernah dipakai minum Rasulullah saw dan kamu bisa shalat di sebuah masjid yang Beliau pernah shalat padanya.” Kemudian aku pergi bersamanya (ke rumahnya)